
Sudah 4 pemain anggota Apocalypse yang kubunuh. Envy sepertinya sengaja membuang bidaknya yang tidak berguna demi membuatku lengah. Karena aku sedang dalam mode tanker maka aku kembali ke job class ku yaitu magic caster.
"Kau tak seharusnya memalingkan pandanganmu!" Teriak Atalanta melepas 3 anak panahnya dari tali busurnya. Panah itu dipenuhi aliran manna yang sangat kuat dan tajam. Serena sempat lengah dan salah satu panah yang meluncur mengenai paha kirinya.
"Cih! Mengganggu sekali!" Serena membalas serangan Atalanta dengan anak panah petir. Mereka terus terusan bertukar anak panah.
Aku kemudian melihat Mukbang yang sepertinya kualahan melawan Ikaris. Padahal posisi Ikaris sangat tidak menguntungkan, harus bertarung sambil melindungi orang-orang yang ia bawa. Berkali-kali menyerangnya menggunakan lemparan tombak air tapi tetap tidak ada yang mengenainya. Sejujurnya aku ingin mengakhirinya dengan cepat tapi aku ingin tahu seberapa jauh para pet dan slave-ku bisa bertahan melawan para pemain pembunuh profesional.
"Sebagai makhluk rendahan kau lumayan juga." Ejek Ikaris terbang menghindari serangan berupa lemparan tombak-tombak air milik Mukbang. Semua tombak air milik Mukbang tidak yang mengenai Ikaris satupun. Mukbang kemudian mengubah pola serangannya. Mukbang mengumpulkan seluruh air yang dia serap ku ujung jari telunjuknya yang sedang menunjuk langit. Jujur saja untuk ukuran gumpalan air. Bahkan besarnya sama dengan istana ini.
"Magic Skill : Metamorfosis!" magic skill yang mengubah seluruh objek air menjadi makhluk hidup. Mukbang mengubahnya menjadi naga air yang besarnya sama dengan ikaris dengan wujud Qirin-nya.
Naga air itu menyerang Ikaris dengan membabi buta. Yang bisa ikaris lakukan cuma menerima dan menghindari beberapa serangan saja. Ikaris cukup terpojok di udara. Karena magic Skill milik Mukbang sangat menentang hukum fisika. Dengan membuat air bisa mengambang di udara dan bisa ia kendalikan dengan bebas membuat Ikaris yang berada di langit yang merupakan keunggulannya menjadi boomerang bagi dirinya sendiri. Untuk Magic Caster lumayan juga. Jika hasilnya seperti ini maka aku akan cukup kesulitan jika memburu anggota Apocalypse yang tersisa.
"Kenapa? Mana sifat congkakmu tadi?" Ikaris sepertinya berhasil mengubah keadaan. Mukbang kini ketar-ketir. Ikaris pun mencoba membaca pola serangan sang naga air tersebut. Dengan cukup tenang, Ikaris berhasil memukul naga air tersebut yang hendak menyerangnya dari belakang. Tapi meskipun bentuknya naga air tetaplah air. Naga itu segera membentuk wujudnya kembali setelah kepalanya hancur.
Alice yang masih sadar mencoba membantu Ikaris dengan menembakkan beberapa pedang dan tombak dari portal Treasure Of Babylon. Senjata-senjata tersebut malah diserap oleh naga air tersebut dan di tembakkan kembali ke arah Ikaris tapi Ikaris dapat menghindarinya dengan mudah.
"Ada cara yang lebih bagus selain melemparkan senjata yang akan menjadi boomerang bagi kita?" Ikaris malah sempat-sempatnya sarkas kepada Alice. Alice hanya menjawab memandang Ikaris dengan jutek.
__ADS_1
"Bagaimana Valon? Bukankah pion-pionmu ini terlalu lemah untuk menghadapi guild terbaik di TSO?"
"Oh, begitu. Bagaimana kalau sekarang?" Aku mengikat semua orang yang Ikaris bawa dengan rantai surgawi dan mentransfer mereka ke dimensiku. Beban sudah kuhilangkan.
"Sekarang terserah padamu, Ikaris." Kataku berbalik membelakangi Mukbang. Aku juga perlu mengurus si Serena.
"Tunggu! Kau pikir pribumi sepertinya bisa mengalahkanku?!"
Dengan mudahnya Ikaris meledakkan naga air milik Mukbang dengan mudah menggunakan petirnya. Ledakan itu mengakibatkan naga air tersebut menjadi uap. Dengan cepat Ikaris mendarat menggunakan wujud manusianya tepat di belakangku.
"Padahal hanya seorang pemain...Jangan terlalu sombong, dasar sampah kelas rendahan!" Ini pertama kalinya selain kepadaku Ikaris merendahkan lawannya.
Mukbang pun mengumpulkan air lagi dari serpihan dan bongkahan es disekitarnya.
Sekitar selusin tentakel air itu meluncur kearah Ikaris. Ikaris bahkan tidak bergerak sedikitpun ketika tentakel-tentakel air itu mengarah kepadanya. Debu pun mengepul begitu tebal akibat tentakel-tentakel air tersebut menabrak tanah. Ikaris menghilang dari tempatnya. Dengan cepat Mukbang menoleh ke arah kanan dan kiri tapi tidak menemukan keberadaan Ikaris.
"Apa yang kau cari, sampah rendahan! Sebelah sini!" Ternyata Ikaris berada di udara sekitar 20 meter dari permukaan tanah. Mukbang pun segera mengarahkan seluruh tentakel-tentakel airnya untuk menyerang Ikaris yang berada diudara. Dengan cepat dan mudah Ikaris menghindarinya. Semakin lama semakin banyak tentakel air yang menyerang, Ikaris pun menggunakan salah satu tentakel sebagai pijakan kakinya untuk berlari dan perpindah ke tentakel-tentakel yang lain untuk menghindari lusinan tentakel air yang lainnya. Mukbang pun menarik semua tentakel airnya sebelum Ikaris semakin dekat.
Ikaris sekali lagi berada diudara kosong dengan posisi terjatuh. Mukbang pun menyerang Ikaris yang masih diudara dengan 1 serangan besar. Karena cincinnya bisa mengatur volume kepadatan air yang ia kendalikan, Mukbang mengubah semua air disekitar menjadi kabut. Ikaris mendarat ke tanah dengan aman. Tapi karena tidak bisa melihat apapun Ikaris menjadi buta arah dan lengah. Mukbang mengambil kesempatan itu untuk mengurung Ikaris ke dalam bola penjara air miliknya. Belum cukup sampai disitu, Mukbang segera memanggil sekitar 5 hiu zombie berlevel cukup tinggi sekitar level 65 ke dalam bola air tersebut. Ikaris diserang secara bersamaan oleh 5 hiu zombie itu. Tapi dengan mudah Ikaris membantai semua hiu zombie didalam bola air itu menjadi potongan daging sushi ikan.
__ADS_1
Mukbang tidak menyerah. Dengan cepat dia menurunkan suhu bola air itu hingga menjadi es. Bola kristal es pun terbentuk dengan hiasan corak darah dan ditengahnya terdapat wanita cantik berambut silver yangekbeku didalamnya.
Tapi keindahan itu tidak bertahan lama. Kristal itu tiba-tiba retak secara perlahan. Sebelum retak dan hancur sepenuhnya, Mukbang segera mengangkat kristal itu menggunakan tentakel air yang ia buat dan membantingnya dengan sangat kencang ke tanah. Serpihan es pun bertebaran kemana-mana bersamaan dengan ledakan skala sedang yangembust bola kristal itu hancur karena bantingan Mukbang.
Kabut mulai menipis karena efek gelombang kejut tadi meniup seluruh kabut menjauh. Mukbang sepertinya hampir kehabisan manna. Ia juga sudah hampir kehabisan napas. Dari lokasi Ikaris diremukkan tadi tiba-tiba dari bawah tanah keluar petir yang menyambar kemana-mana menjilati udara kosong. Dari cahaya kilatan petir tersebut terlihat sosok Ikaris yang masih segar seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya.
"Ba-bagaimana bisa...?!" Mukbang sepertinya tidak mengetahui apapun tentang Ikaris.
""Tidak mati?" Bercanda juga ada batasannya, sampah rendahan. Kau pikir semua seranganmu yang menyedihkan tadi bisa membuatku tergores? Jangan bermimpi." Ikaris mendekati Mukbang ysng sudah tidak bisa melakukan apapun karena manna hampir habis.
"Kehabisan manna adalah akhir paling menyedihkan sebagai seorang magic caster. Mati dan sesalilah atas keangkuhanmu yang sudah berani menantangku, sampah rendahan." Dengan secepat kilat Ikaris menonjok armor milik Mukbang dan mengalirkan banyak sekali petir ke armor itu hingga hancur. Dengan cepat Ikaris memasukkan tanganmya kedalam tubuh slime milk Mukbang
"Sayangnya aku pengguna elemen petir. Aku juga tidak tahu dimana letak inti slimemu tapi kurasa tidak masalah. Kau tahu apa yang terjadi jika aku mengaliri tubuhmu dengan petir." Ikaris sepertinya sedsng belajar menjadi psikopat.
"Bodoh!" Mukbang dengan cepat mengubah bentuk tubuhnya dan mulai menelan tubuh Ikaris secara perlahan. Bagian tubuh Ikaris yang sudah tertelan terkena elemen asam.
"Elemen asam?"
"Kau pikir apa fungsi armor itu?! Salah satu fungsi armor itu adalah menahan efek asam dari tubuh slimeku! Kita lihat siapa yang duluan mencapai batas!!" Tanpa ragu-ragu Ikaris menaikkan tegangan listrik yang dibagian tubuhnya yang sudah tertelan oleh slime. Mukbang juga menaikkan efek asamnya. Karena besarnya efek listrik dan asam yang mereka tingkatkan efeknya sampai memicu ledakan dahsyat. Bahkan tanah pijakan mereka sampai hancur dengan diameter 20 meter. Asap mengepul begitu hebat.
__ADS_1
Aku hanya melihat satu bayangan yang terlihat dari kepulan asap bekas ledakan tadi.
"Usaha yang bagus. Tapi itu adalah batasanmu. Sepertinya aku lupa mengatakan sesuatu kepadamu. Kalau aku ini seorang World Boss yang kalian pemain takuti. Jadi jangan samakan aku dengan para makhluk rendahan pribumi. Kuharap kau camkan kata-kataku ini di neraka."