
Akhirnya, akhirnya Exile menggunakan kartu truf andalannya. Martial art : Asura Wrath. Avatar yang bisa memberikan kemampuan penggunanya untuk menyerang dan bertahan dengan stat yang seimbang. Seperti di legenda, Asura memiliki 4 lengan. Tapi Exile memodifikasinya dengan beberapa item cash, berupa senjata. Kapak, pedang, tombak, knuckle. Pengendalian avatar ini saja sudah otomatis, jadi penggunanya tidak perlu untuk menggerakkan console mereka untuk menggerakkan avatar ini.
"Cukup menarik. Tidak seperti Screw You. Kau tampak cukup memandang tinggi dalam menghadapiku. Sampai-sampai menggunakan Asura Wrath." Tanpa menjawabku. Exile menyerangku dengan membabi buta.
Setiap tangan Asura miliknya menyerangku tanpa jeda sedikitpun.
Aku sempat menangkis, menghindar, dan terkena beberapa serangan. Setiap serangan dari setiap tangan avatarnya benar-benar memberi damage yang besar.
Aku bahkan sampai bersembunyi untuk menggunakan crystal healing beberapa kali. Benar-benar tanker yang kuat.
"Jangan cuma bersembunyi Valon. Buktikan kalau kau benar-benar top player di TSO. Tunjukkan semua kemampuan dan kekuatanmu." Kata Exile.
"Sebagai Magic Caster kau adalah lawan alamiku secara job class. Setidaknya beri aku kelonggaran." Pintaku.
"Tentu." Jawab Exile. tepat setelah itu salah satu tangan Asuranya menyerangku. Lebih tepat nya mengenai tempat cover-ku. Aku dipaksa keluar dari persembunyianku.
Keempat tangan Asura itu menyapu bersih bagian podium. Debu-debu dan puing-puing dari penjara 6 sudut bertebaran seperti serangga. Exile ingin aku untuk turun ke panggung pertunjukkannya. Benar-benar cara yang kasar melawan Magic Caster. Keempat tangan Asura itu pun mengibas secara bersamaan untuk membersihkan seluruh debu di sekitar kami.
Aku bahkan belum sempat menyerangnya. Kukeluarkan busur dari inventory-ku. Busur milik Kraven. Kukeluarkan beberapa pedang dari treasure Of Babylon sebagai anak panahku. Alasannya aku tidak langsung menembakkannya melalui portal karena itu tidak cukup efektif dalam memberikan damage. Kutembakkan 3 pedang menggunakan busur dan langsung kuarahkan ke pengguna Asura tersebut. Tapi seperti dugaanku, pedang-pedang itu hancur dalam sekali tebas. Padahal aku sudah memberikan dorongan MP ketika aku menembakkannya.
__ADS_1
"Kehabisan ide? Kini giliranku." Kata Exile. 4 tangan Asura itu di silangkan. Di tengahnya terdapat konsentrasi Manna yang sangat besar. Konsentrasi Manna itu pun dilepas. Kekuatan penghancurannya setara dengan Magic Skill tingkat 7. Daya ledaknya bahkan membuat seluruh penjara runtuh dan hancur. Tapi aku sempat menggunakan gulungan Rune untuk memakai Violent Barrier untuk berlindung. Ketika kau menggunakan item diluar job class mu maka kau tidak bisa menggunakan kemampuan dasar dari job class aslimu. Karena itu aku menggunakan rune scroll untuk mengaktifkan magic skill.
Tapi ini cukup aneh. Jika memang begitu, kenapa aku bisa mengeluarkan treasure of babylon. Jika dilihat dari sisi sistem, Treasure Of Babylon termasuk didalam fitur dari penggunaan skill dan itu juga diluar dari job class-ku.
Semenjak kami para pemain terperangkap di dunia ini banyak sekali peraturan yang berubah. Alasan aku menghadapi Bad Hero, Jester, Screw You, dan Exile menggunakan item diluar job class-ku adalah untuk memastikan apakah peraturan tentang menggunakan item diluar job class cukup efektif atau tidak.
Ternyata sesuai dengan fitur TSO. bisa digunakan tapi tidak bisa maksimal. Jika kulihat parameter Stat milik Screw You tadi, efek damage item diluar job class hanya 80%. Karena Enuma Elish yang kumiliki berasal dari kemampuan Gilgamesh mungkin aku tidak terkena pinalty ketika menggunakannnya. Pengecualiannya ada di skill milik slave yang kumiliki. Mereka tetap bisa digunakan tanpa terkena pinalty jenis apapun. Yah, meskipun aku tahu kalau Fallen Heaven milik Screw You memang memiliki tingkatan yang berbeda sehingga Enuma Elish milikku kalah darinya.
"Jadi kau memilih untuk menghadapinya? Itu juga boleh. Tapi jangan berharap untuk selamat!" Kata Exile. Asura miliknya mulai mengeluarkan konsentrasi manna itu lagi.
Serangan pun dilepaskan dalam bentuk tembakan laser.
Permukaan tanah pun sampai terkelupas beberapa meter. Puing-puing bangunan pun berterbangan seperti kapas. Bahkan besar ledakannya sampai membuat gelombang sangat dahsyat sampai-sampai membuat pemukiman dalam radius 1 km terkena dampaknya. Kali ini istana Kutub utara benar-benar yak berbentuk dan hancur.
"Apa yang terjadi?!!" Tanya Serena menahan gelombang ledakan.
"Gen!" Aku sempat mendengar jeritan Alice memanggil namaku.
"Kita harus pergi!" Kata Ikaris melompat menjauh membawa Alice dan yang lainnya menggunakan wujud Qirin.
__ADS_1
"Jika HP ku tidak dalam kondisi penuh maka aku jelas sudah game over.". Kataku terengah-engah. Aku melihat wujud Asura milik Exile hancur hingga separuh badannya. Exile sepertinya juga kehilangan banyak HP-nya. Avatar Asura yang ada dibelakang Exile pun menghilang.
"Sayang sekali Valon. Kau gagal membunuhku. Kita sama kehabisan HP dan MP. Tapi pemenangnya adalah aku. Tanpa MP yang cukup kau bukan apa-apa." Kata Exile. Dia berjalan mendekatiku dengan membawa pedangnya yang satu-satunya senjata yang masih dia pegang.
"Setidaknya beri aku oleh-oleh sebelum aku pergi ke akhirat dan bertemu dengannya. Kenapa pemain sok suci sepertimu malah ikut-ikutan dengan Envy? Apa untungnya bagimu?" Tanyaku. Jujur saja aku bahkan tidak bisa bangkit dari posisi berlututku. Yang bisa kulakukan hanyalah melihat ke atas, melihat wajah Exile.
"Karena kau akan mati maka akan kujawab. Kami merasa dikhianati, Valon. Olehmu. Maka dari itu kami mengikuti Envy. Kau pernah bilang kan dimasa lalu." Penghianat harus dilenyapkan. Entitas paling menjijikan harus dihancurkan dan diperlakukan seperti sampah." Karena itu aku mau mengikuti Envy. Begitu juga Screw You, Serena, Mukbang, dan anggota lainnya." Jelas Exile. Aku hampir muntah mendengarnya. Palingan mereka dikalahkan oleh Envy dan saudara-saudaranya dan diancam dan diberi harapan palsu berupa hal-hal manis. Salah satunya adalah penjelasanmu, Exile. Jika kau bersikap seperti itu jelas Envy akan memanfaatkanmu dengan atas nama kehormatan. Kenapa aku bisa mengetahuinya? Karena aku yang menciptakan mereka. Akulah pencipta 7 dosa besar itu.
"Sudah? Itu saja? Alasan yang membosankan. Cepat akhiri ini." Kataku menundukkan kepala. Exile pun sudah mengangkat pedangnya dengan 4 tangannya. Tiba-tiba ledakan tornado bercampur dengan petir meledak didepanku. Tepatnya mengenai Exile.
"Menyedihkan sekali Exile. Aku terpaksa harus meladenimu. Seolah tidak ada mainan lain yang bisa kumainkan. Kalau aku mau aku bisa saja membunuh kalian berempat tanpa susah payah. Tapi berhubung aku ingin menguji beberapa hal maka aku ikuti apa mau kalian." Kataku bangkit dari posisi berlututku. Kali ini Exile ysng berlutut di depanku.
"Aku memang berencana membunuh kalian semua setelah keluar menghianati kalian. Jadi aku tidak peduli alasan apa yang kalian gunakan untuk memusuhiku." Jelasku.
"Kau masih ada MP?! tidak mungkin!!!" Exile tampak tidak percaya atas apa yang terjadi.
"Kau pikir kenapa alasan aku menggunakan Armor milik Screw You. Perfect Protection memiliki beberapa buff untuk memulihkan HP dan MP penggunanya dengan signifikan. Karena itu aku membunuh Screw You terlebih dahulu untuk mendapatkan Item ini. Cukup merepotkan dan boros kalau menggunakan crystal dan potion setiap kali melakukan pemulihan ketika menggunakan item yang bukan dari job class ku. Meskipun belum sampai penuh setidaknya cukup untuk memerintahkan Fujin dan Raijin untuk menguras HP milikmu hingga 0." Jelasku.
"Dasar.....gila...." Exile pun tersungkur. Kuinjak kepalanya dengan sangat keras. Exile pun mati. Tersisa 2 pemain lagi.
__ADS_1
"Jadi....Siapa yang akan jadi lawanku berikutnya?" Tanyaku melihat kearah Mukbang dan Serena.