Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Tantangan Dari Olympus : Berakhirnya Rezim Di Bawah Laut


__ADS_3

(Sudut pandang : Tatsumaki Miyuki)


Pertempuran Gen dengan Poseidon mengakibatkan bencana alam level mega di lautan. Banyak pusaran air yang menjulang ke langit dan berputar dengan dahsyat. Badai yang sangat dahsyat juga tidak lupa untuk menambah memeriahkan panggung dan arena mereka. Lautan yang terbelah juga ikut meramaikan suasana.


Gen meminta kami untuk menunggu di atas tebing selama dia berurusan dengan Poseidon.


"Jadi ini kekuatan dari cairan lumpur hitam itu? Sangat mengerikan." Ujarku dengan merinding.


"Kenji benar-benar serius dalam membuatnya menjadi senjata balas dendam pemusnah masal." Ujar Hisao.


"Sebagai wanita yang mencintainya dan anak kita, aku ingin melihat akhirnya. Apa yang akan diperoleh setelah dia berhasil memusnahkan seluruh entitas para dewa. Akhir macam apa yang akan menantinya." Ujar Miyuki.


Dari atas tebing aku melihat kalau istana Poseidon runtuh dan hancur. Dari puing-puing keluarlah 2 sosok yang melompat.


Gen dan Poseidon melakukan pertarungan yang benar-benar sengit. Di atas reruntuhan istana mereka beradu senjata.


"Dengan hancurnya istana Poseidon kita bisa melihat pertarungan mereka." Kata Hisao.


...****************...


(Sudut pandang : Tatsumaki Gen)


Menggunakan senjata dengan jangkauan yang pendek membuatku tidak diuntungkan. Yang bisa kulakukan hanyalah menangkis dan bertahan. Di setiap aku berteleport, air laut selalu menghantam ku untuk membuatku tetap di hadapan Poseidon. Poseidon membuatku kuwalahan karena dia juga menggunakan air laut sebagai media untuk menyerang ku juga. Poseidon dengan sangat sigap mencambuk ku menggunakan air laut dan membuatku terjatuh.


Tepat ketika Poseidon menyabetkan trisulanya secara horizontal ke arahku, ku lempar kerisku ke arah kolong diantara dua kaki Poseidon dan berteleport ke belakangnya.


Kumasukkan kembali pisau kerisku dan menarik salah satu senjata favoritku dari inventory. Sebuah pedang.


Poseidon yang menyadari aku berteleport ke belakangnya, segera berbalik dan mencoba menebasku lagi dengan trisulanya secara vertikal. Tapi tebasan itu tertahan oleh sesuatu yang meliliti pundak dan tanganku.

__ADS_1


Kutarik gagang pedang ku sehingga bilah pedang ku mementalkan mata tombak trisula Poseidon.


Chain Whip Sword : Pedang yang setiap bagian bilahnya terhubung ke sebuah kawat. Jika direnggangkan akan menjadi sebuah cambuk dan jika disatukan kembali menjadi pedang normal. Aku memberi efek khusus di pedang ini yaitu Thirsty Blood dan Healing Attack point.


Thirsty Blood : Setiap musuh yang terkena serangan dari senjata yang memiliki efek ini maka HP miliknya akan turun secara berkala. Tergantung tinggi-rendahnya level dari efeknya.


Healing Attack Point : Setiap pemegang senjata yang memiliki efek ini, jika berhasil mendaratkan serangan ke musuhnya maka total poin damage yang musuh terima akan menjadi poin untuk meregenerasi HP pemegangnya. Tergantung seberapa besar atau kecilnya Damage poin yang dihasilkan. Semakin besar damage yang musuhmu terima maka semakin banyak HP yang pulih begitu juga sebaliknya.


Kedua efek itu berasal dari enchant. Jika Rune memberikan efek atau buff melalui katalis berupa tulisan mantra yang diaktifkan kepada item atau objek yang dituju. Sedangkan Enchant memberikan efek atau buff karena kandungan komposisi dan bahan dasar dari item tersebut.


Pedangku merapat kembali menjadi pedang utuh setelah ku kibaskan.


"Kau barusan membuatku terpojok ketika istana ini masih utuh. Sekarang giliranku." Kusabetkan pedang ku sambil merenggangkan susunan bilahnya. Poseidon berhasil menangkisnya dengan mudah. Aku pun juga tidak berhenti.


Kusabetkan pedang ku berulang-ulang dengan cepat dan jangkauannya jauh lebih jauh dari jangkauan tombak trisula Poseidon sehingga itu yang membuat Poseidon tidak bisa menyerang. Poseidon hanya bisa bertahan dan lama kelamaan mundur untuk menjaga jarak.


Tapi Poseidon mulai hafal dengan arah sabetan pedang ku. Dengan gerakan yang tepat Poseidon membuat pedang ku tersangkut dengan melilitkannya ke lengan kirinya.


Tapi bohong. Kurapatkan pedang ku kembali. Ku hindari hunusan tombak trisula Poseidon dengan bersalto di atasnya. Hening beberapa detik dan tiba-tiba ada sesuatu yang terjatuh di antara aku dengan Poseidon.


Tangan kiri Poseidon seketika mengucurkan darah ichornya dengan sangat deras dari tangan kirinya. Tangan kirinya terpotong hingga ke atas sikunya.


"Aaaaaaaaaaaaagggghhhh!!!!!" Erang Poseidon dengan kesakitan hingga membuatnya berlutut.


Sebuah kesalahan fatal jika mereka berniat menarik bilah dari pedang ini ketika bilah pedang ini meliliti bagian tubuh. Pedang ini tetap bisa kembali ke bentuk semulanya meskipun tersangkut di bebatuan keras sekalipun selama pemegang pedang menginginkannya.


Bilah pedangku menyerap darah ichor Poseidon dan membuatku mendapat regenerasi secara cuma-cuma dari efek Healing Attack Point. Ternyata darah emas para dewa Olympus bisa memiliki efek 4 kali lebih besar dari darah biasa. Dan Poseidon pasti akan merasakan efek dari Thirsty Blood saat ini. Penurun HP secara berkala.


Aku pun berbalik dan berencana untuk mengakhirinya.

__ADS_1


"KURANG AJAR!!!!!" Poseidon memukul permukaan tanah sehingga membuat seluruh bebatuan dan tanah dalam radius 50 meter berhamburan dan beterbangan. Aku pun melompat menjauh dan menebas beberapa bongkahan batu yang terlempar ke arahku.


"Kuakui, kau kuat. Sangat kuat!" Seru Poseidon dengan wajah kesal. Poseidon meraih trisulanya dan berdiri.


"Kau masih punya waktu 1 menit 30 detik sebelum mati. Buat sisa waktu itu menjadi berarti." Tepat setelah aku mengucapkan itu tiba-tiba aku ditabrak oleh sesuatu yang sangat kencang sehingga membuatku terpental dan berputar-putar di udara.


Aku baru tahu nama sosok yang menabrak ku barusan ketika aku melihatnya.


"Hippocampus." Tiba-tiba ada satu hippocampus lagi yang keluar dari dinding laut yang terbelah dan menyepakku selagi masih di udara dengan kaki belakangnya hingga membuatku menghantam dan menghancurkan beberapa bangunan Atlantis.


Ku bunyikan leherku karena kaku setelah terkena hantaman sekeras itu dan berdiri kembali. 2 Hippocampus mendengus dengan galak diantara kedua Hippocampus itu ada Poseidon yang dengan satu tangannya yang terpotong. Poseidon kemudian membuat kembali tangannya yang terpotong dari air laut.


Poseidon kemudian membungkus dirinya di dalam bola air. Beberapa bongkahan batu juga terangkat dan membentuk menjadi susunan cincin yang mengelilingi bola air itu. Poseidon juga mengambil beberapa air untuk ia jadikan bongkahan es lalu membuatnya memutari bola airnya seperti cincin.


Poseidon juga memanggil banyak sekali monster laut humanoid dari dinding laut yang terbelah. Ada manusia setengah hiu, setengah gurita, Ichthyocentaurs yaitu centaur versi tubuh kuda dari hippocampus, dan masih banyak lagi. Para nereid juga keluar dari laut dan terbang melayang disamping Poseidon. Jumlahnya ada 50. Atlantis penuh dengan makhluk-makhluk mengerikan dari laut untuk mengeroyok ku.


"Ramai sekali. Kau cukup terkenal ya dewa laut." Ujarku dengan kagum.


"Kau punya 1 menit 30 detik untuk berdoa kepadaku dan menyembuhkanku sebelum aku memerintahkan mereka untuk membuat seluruh tubuhmu menjadi camilan." Ujar Poseidon.


Poseidon mencabut trisula milik istrinya yang membuat laut tetap terbelah sesuai dengan perintah ku. Laut mulai menyatu kembali. Itulah aba-aba untuk para monster untuk menyerbuku. Ku kalahkan mereka satu per satu. Satu demi satu mayat mulai bergelimpangan. Bahkan para nereid sebagai support tidak ada yang berhasil dalam menyelamatkan satu nyawa pun.


Alasan kenapa aku bisa bergerak bebas di kedalaman laut itu karena pertama aku adalah undead, kedua karena aku memiliki resistensi terhadap air dari kemampuan para anak dan istri Poseidon.


Laut yang awalnya biru menjadi berwarna merah karena darah semua monster yang ku bantai.


Setiap aku membunuh mereka aku juga membangkitkan mereka secara random entah itu menjadi Shadow mau Divine Army. 1 menit 30 menit kemudian semuanya habis terbantai. Setidaknya ada sekitar 1.341 monster yang berhasil ku bangkitkan.


Dan saat itu lah para Nereid mengelilingi ku dan tunduk kepadaku memberi hormat. Salah satu dari Nereid memberikan Trisula dari Poseidon dan beberapa Nereid yang lain juga membawakan ku mayat Poseidon. Poseidon mati akibat efek dari Thirsty Blood yang menguras daya kehidupannya. Para warga Atlantis keluar dari rumah-rumah mereka dan mengikuti teladan para Nereid. Kuambil Trisulanya Poseidon sebagai bentuk kemenangan dariku atas kematian sang dewa laut.

__ADS_1


Para Nereid dan para penduduk Atlantis semua seraya mengucapkan " να ζήσει ο βασιλιάς" yang berbunyi "na zísei o vasiliás" yang berarti :


"Panjang umur sang raja."


__ADS_2