
Hari pun berganti. Setelah semalaman aku melakukan hubungan intim dengan Yuna dan Naava. Aku mendapatkan mimpi bertemu dengan 2 gadis remaja.
Gadis pertama memiliki wajah yang sangat mirip dengan Naava dengan rambut sedikit bergelombang berwarna cokelat hitam, bermata ungu gelap, gaya rambutnya mirip dengan Naava namun perbedaannya pada letak kuciran rambutnya. Jika Naava mengucir rambutnya di bagian kiri maka gadis itu mengucir nya di bagian kanan menggunakan pita berwarna merah.
Mengenakan pakaian jaket windbreaker hitam dengan perpaduan warna ungu dengan hitam, mengenakan sarung tangan hitam, mengenakan hot pants berwarna hitam, di kaki kanannya terpasang stoking hitam tebal dengan aksara kuno Panthera yang menghiasinya, sedangkan dikaki kirinya terpasang pelindung lutut, mengenakan sepatu boot berwarna hitam dengan garis berwarna ungu sebagai motif sepatunya.
Senjata yang dia bawa adalah toya berwarna hitam obsidian dengan terdapat api di salah satu ujungnya. Mungkin karena kemampuannya sebagai pyrokinesis.
Sedangkan gadis yang satunya yang ku impikan tadi malam adalah gadis berambut lurus dengan rambut yang juga dikucir kuda dengan warna rambut hitam dengan setiap ujung rambutnya berwarna putih, wajahnya mirip denganku, matanya berwarna ungu juga, mengenakan tank top berwarna putih yang hanya menutupi dadanya, di tangan kanannya terpasang sarung tangan dari siku hingga ke telapak tangannya, di bagian lengannya terpasang semacam 5 tabung berisi gulungan benang dan terhubung ke alat kecil di setiap ujung jari tangan kanannya, di tangan kirinya hanya mengenakan sarung tangan biasa berwarna hitam dan memakai pelindung siku, mengenakan draped skirt berwarna biru navi dengan sendal tipe wedge berwarna hitam.
Dan aku pun terbangun. Kenapa setiap aku selesai melakukan hubungan intim aku selalu saja bermimpi tentang wanita lain? Karena masih pagi buta aku memutuskan untuk bangun duluan dan berkeliling sekitar istana.
Istana ini sangatlah luas. Sangat jarang ada kerajaan yang memiliki istana sebesar ini kecuali kekaisaran. Dibangun mirip dengan model-model suku aztec. Kemudian tanpa sengaja aku menemukan ruangan yang pintunya terbuka. Aku pun memasuki ruangan itu. Perkamen-perkamen di meja sangat berantakan, kertas-kertas dan blue print juga berceceran di lantai. Di balik nya terdapat banyak sekali mesin-mesin yang bahkan aku tidak tahu kegunaannya. Ruangan ini sangat sepi dan tidak ada orang di dalamnya. Ketika aku mencoba berjalan lebih jauh aku menginjak salah satu blue print di dekat kakiku.
Aku pun mengambilnya dan melihatnya. Aku melihat seperti desain tangan robot dengan modifikasi dan susunan yang rumit seolah benar-benar mencoba menirunya dari segi anatomi aslinya.
"Apa yang dilakukan oleh kakak iparku ke ruang kerjaku tanpa izin? Meskipun sebentar lagi kau akan mendapatkan Panthera melalui upacara pernikahan nanti tapi kau harus mengikuti prosedur disini." Kata seseorang dengan paras wajah yang sangat mirip dengan Naava. Hanya saja kulitnya lebih ke sawo matang. Ditangannya terdapat banyak sekali tato yang melambangkan Panthera.
__ADS_1
"Aku bukan kakak iparmu. Belum. Lagipula pintu ruanganmu terbuka. Kesalahannya terletak padamu karena tidak menutup dan menguncinya." Jelasku. Wanita itu pun terkekeh mendengar jawabanku.
"Kumohon jangan dianggap serius, my swaer. Aku hanya bercanda. Aku Neema." Kata wanita itu dengan mengulurkan tangannya kepadaku. Aku pun menjabat tangannya menggunakan tangan kananku yang tidak utuh karena terpotong.
"Tatsumaki Gen." Aku juga memperkenalkan diri kepadanya.
"Bagaimana rasanya merasakan Hyper sleep atau koma selama 4 tahun ini?" Tanya Neema mencoba mengambil dan membereskan kertas-kertas yang berserakan dilantai. Aku turut membantunya.
"Rasanya sangat menyenangkan. Terjebak di alam bawah sadar selama 4 tahun dan mengalami mimpi buruk dari masalah pribadi yang kumiliki. Benar-benar pengalaman yang luar biasa." Jawabku meletakkan kertas-kertas yang ku pungut ke atas meja.
"Sialan memang. Apa saja yang yang diceritakan gadis itu tentangku kepadamu? Aku juga masih bisa dikategorikan sebagai manusia. Jadi cukup wajar aku masih memilikinya." Kataku. Neema seketika terkekeh kembali mendengar gerutuku. Tapi seketika wajahnya menjadi serius seolah aku ini adalah soal matematika yang harus dia selesaikan dalam kurun waktu 5 menit lagi.
"Pemikiran swaer unik juga ya. Biasanya seseorang akan sombong atau membanggakan dirinya sendiri setelah seseorang mengetahui kelebihannya. Tapi swaer berbeda. Aku bahkan tidak merasakan adanya kepuasan setelah swaer memenangkan peperangan minggu lalu dan berhasil mendapatkan hati kakakku sehingga memperoleh wilayah dan SDA dari Kerajaan ini secara penuh dari mata swaer. Apa yang sebenarnya swaer inginkan? Apa yang swaer cari selama ini?" Kata Neema. Aku jadi teringat diriku yang dulu ketika di dunia nyata.
"Begitu ya. Apa yang kuinginkan... " Tanpa kusadari aku melihat ke arah langit-langit.
"Itu sangat sulit dijawab meskipun cara menemukan jawabannya sangat mudah dan sederhana. Jika berhubungan dengan keinginan manusia memiliki banyak sekali angan-angan. Keinginan itu sendiri yang menjadikan manusia itu terlihat sebagai makhluk egois sekaligus menarik dari sisi lain. Keinginan mereka menciptakan ide-ide dan gagasan yang menarik dalam membangun peradaban di setiap generasinya. Tapi di sisi lain juga terdapat sisi keegoisan sehingga membuat manusia saling tumpang tindih dan saling jegal dengan yang lain sehingga keinginan individu tercapai. Dan keinginanku terdapat pada sisi keegoisan." Jelasku.
__ADS_1
"Yaitu?" Tanya Neema yang sudah menyimak terlalu dalam perkataanku.
"Sebagai seorang penemu dan ilmuwan, apa yang akan kau lakukan jika temuan atau ciptaan inovasimu itu malah menghancurkan dan merugikan orang lain?" Tanyaku. Seketika Neema menoleh ke arah pintu seolah ide-idenya terdapat di luar ruangan.
"Jelas aku akan menarik kembali semua teknologiku itu, jika perlu ku kumpulkan menjadi satu kemudian menghancurkannya sampai tidak bisa digunakan lagi dan membuat yang lebih sempurna dan lebih baik dari yang sebelumnya." Kata Neema.
"Ya, begitu juga denganku. Karena itu aku memerlukan kekuatan dari Panthera sehingga aku bisa menghancurkan apa yang kubangun dengan tujuan dan cara yang salah sehingga aku bisa membuat yang baru dan lebih baik dari yang sebelumnya. Meskipun harus menjadi musuh dunia sekalipun aku tidak akan berhenti sampai tujuanku tercapai." Kataku. Neema yang mendengarkan semua perkataanku itu hanya bisa mengeluarkan keringat dingin dan mematung. Kemudian muncul senyuman tipis dari bibirnya.
"Ikut aku." Neema mengajakku ke bagian belakang ruangan nya yang dipenuhi mesin-mesin dan perkakas.
Neema mengarahkanku ke sebuah panel hologram. Neema mengotak-atik hologram tersebut sehingga muncul sebuah meja putih dari bawah. Di atas meja tersebut terdapat sebuah tangan bagian kanan berwarna hitam dengan motif otot berwarna biru tua.
"Ini hadiah untuk pernikahan kalian. Aku sudah berjanji kepada kakakku untuk memberikannya kepadamu ketika kau sudah sadar dari tidur panjangmu. Tangan buatan yang terbuat dari batu Oorvloed. Dapat disesuaikan dengan warna kulit manusia melalui gelang pengendali nanite. Swaer bisa mengecek data-data senjata dan pertahanan yang di miliki tangan ini melalui gelang. Ada meriam plasma berkaliber tinggi, blade, granade launcher sekali isi, perisai hologram, grapple hook otomatis, dan masih banyak lagi. Silahkan digunakan." Jelas Neema yang membuatku tidak tahan untuk tersenyum. Aku pun memasang tangan buatan itu ke tanganku.
"Akan kumasukkan ini ke dalam daftar hadiah paling berkesan di ingatanku. Terima kasih banyak, Neema." Kataku.
"Sebagai gantinya aku ingin melihat my swaer ku ini terwujud impiannya. " Dengan reflek kami pun melakukan tos seperti soulmate sejati.
__ADS_1