
Nishimiya benar-benar berubah, tidak hanya segi kekuatannya tapi juga dari segi sifatnya setelah berevolusi.
Ghost Assassin yang berusaha untuk kabur segera di cegah Nishimiya. Nishimiya menggantungnya lagi diudara menggunakan kekuatan gravitasinya yang gila.
"Sudah kubilang bukan? Kematianmu tidak akan mudah." Kata Nishimiya penuh dengan amarah dan kebencian. Dengan sangat perlahan tangan kanan kiri Ghost Assassin ditarik hingga putus. Darah Ghost Assassin bahkan kesakitan dan meronta-ronta. Setelah tangan kirinya putus kini giliran tangan kanannya yang di tarik secara perlahan hingga putus. Darah mulai terciprat ke mana-mana dari kedua pangkal atas lengan Ghost Assassin.
"Menyakitkan bukan?" Tanya Nishimiya yang warna matanya juga berubah menjadi ungu dan bercahaya.
Dengan sangat keras, Nishimiya membanting Ghost Assassin dengan sangat keras berulang kali ke tanah bahkan sampai membentuk kawah. Setelah cukup puas Nishimiya menginjak tubuh Ghost Assassin menggunakan kekuatan gravitasinya hingga akhirnya tubuh Ghost Assassin terburai dan hancur berkeping-keping.
Organ-organnya berceceran, potongan-potongan tulangnya berserakan di lantai, dan darahnya sebagai penghiasnya. Skor pun satu sama sekarang dimana pihak Smith kehilangan Ghost Assassin dan pihak dari Jenghis kehilangan Tenzin.
"Sudah waktunya. Aktifkan!" Teriak Smith.
Dengan sangat cepat Nishimiya di tampar oleh White Angel menggunakan busurnya hingga membuatnya terlempar dan menabrak beberapa lemari senjata yang ada.
White Angel dan Shaman Lizard berubah bentuk setelah Smith meneriakkan kata "Aktifkan!" tadi. Sayap White Angel menjadi bertambah menjadi 3 pasang sayap yang terbuat dari manna, tubuhnya juga menjadi lebih besar, beberapa zirah yang ia pakai juga lepas dan hancur karena membesarnya tubuhnya, di sekujur tubuhnya mulai terlihat tato berwarna emas berpola tumbuhan dan sulur, rambut white angel juga berubah yang awalnya berupa helaian rambut menjadi energi manna berwarna emas terang yang berkobar seperti api yang berkobar. Ditangan kanannya yang awalnya adalah busur panah menjadi pedang berbilah dia disetiap ujung gagangnya, dan ditangan kirinya membawa perisai kepala singa berwarna emas.
Shaman Lizard juga berevolusi. Tubuhnya menjadi lebih besar dan berotot, ekornya memanjang, perban-perbannya juga terlepas, zirah Aztec nya juga terlepas karena dibagian punggungnya mulai tumbuh beberapa galah seperti karang alih-alih duri, palu yang digunakan oleh Shaman Lizard sebagai tongkat juga menyesuaikan besarnya tubuh Shaman Lizard.
"Jadi begitu ya, pantas saja ada yang ganjil. Jadi itu fungsi gulungan Rune keempat yang kau aktifkan tadi?" Kata Yuki mencoba bangkit dan membantu Jenghis berdiri.
"Benar sekali, Seperti yang diharapkan dari Grand Master kepulauan Assassin dari Dynasty Angin. Penilaian anda sangatlah tajam. Magic Skill : release the limiting effect. Berfungsi melepaskan efek pengekang berdasarkan kontrak tertentu." Kata Smith menjelaskan.
__ADS_1
"Berdasarkan kontrak? Kau membuat syarat aktifnya magic skill itu berupa kondisi "salah satu NPC yang mati"?!" Yuki memastikan dan lumayan terkejut.
"Benar untukmu kedua kalinya, Grand Master. Dan jika Magic Skill itu sampai aktif maka sudah waktunya mengakhiri semua ini." Smith memukul pijakan tanahnya menggunakan kapaknya hingga membuat permukaan tanah pijakan dalam radius 10 meter runtuh dan mengakibatkan Yuki, Jenghis, Mori, White Angel, Shaman Lizard, Shizuku, dan Nishimiya terjatuh bersama puing-puing pijakan mereka.
Ambruk dan longsor nya tanah permukaan mereka membawa mereka ke tambang batu Oorvloed.
Yuki pun menebas beberapa puing-puing yang jatuh disekitarnya.
"Jadi mari kita mulai. Tim siapa yang kehilangan anggotanya lebih banyak maka akan kalah!" Kata Smith melompat ke arah Yuki dan mencoba membacoknya menggunakan kapak. Yuki pun menangkis nya dengan mudah dan membalas menendang kepala Smith untuk menjauh. Smith pun mundur beberapa langkah karena tendangan itu.
"Monk art : Cheetah!" Setelah merapal itu, Tato di lengan atasnya berpendar. Mori menjadi bisa bergerak dengan kecepatan tinggi dan menggunakannya untuk menyerang Smith dari segala sisi. Tapi Smith juga termasuk pemain profesional di TSO, dengan beberapa detik Mori menyerangnya Smith menjadi hapal pola serangannya. Smith kemudian dengan timing dan reflek yang tepat berhasil mencengkram leher Mori.
"Mudah sekali pola seranganmu terbaca. Kau seharusnya lebih improvisasi." Kata Smith mencoba memberi nasehat kepada Mori tapi dengan nada mengejek.
"Bukan hanya kekuatan saja yang menjadi faktor kemenangan!" Balas Mori mengejek Smith.
"Beast Tatoo. Hanya bisa didapat dari drop item yang berasal dari binatang langka di TSO. Pemain harus berlevel diatas 40 dan dengan Job Class : Monk. Belum lagi diperkuat dengan Zirah Hanoman yang menaikkan Statmu. Pasti pemberian dari Valon." Kata Smith.
"Kau berbicara terlalu banyak." Kata Mori dan segera mencoba mematahkan leher Smith tapi itu masih terlalu dini. Shaman Lizard mendatangi mereka berdua dan mencoba memukul mereka dengan palu perang yang dibawanya.
"Woi! Kau juga akan mati jika kau menyuruh monster kadal itu untuk mengulek kita!" Kata Mori dengan panik.
"Tidak, mungkin kau saja!" Dengan cepat Smith melepas kuncian Mori dan menendang Mori tepat ke arah ayunan palu perang Shaman Lizard yang sudah diberi mantra. Mori pun tergencet akibat pukulan telak itu. Seluruh tanah bergetar karena pukulan palu itu. Tapi Smith masih bisa menahannya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Kau seharusnya bisa lebih baik dari ini untuk membunuhku!" Bentak Mori dengan sangat percaya diri.
"Mari kita lihat apakah kau bisa selamat dari ini atau tidak. Lakukan!" Kata Smith memberi perintah kepada Shaman Lizard.
Shaman Lizard pun menjadi kan galah-galah duri di punggungnya sebagai media perantara menyerap energi manna yang terkandung di tambang Oorvloed. Setelah terkumpul cukup banyak, Magic skill : Despire Aura berlevel maksimal pun diaktifkan sehingga membuat Smith mati dengan instan karena dahsyatnya efek Despire Aura yang sangat kuat. Bahkan efeknya sampai mengenai sekitarnya, Smith sekalipun merasa sangat lemas karena berada di spot paling dekat dengan gencetan palu Shaman Lizard.
"Hanoman Armored hanya menaikkan stat tapi tidak membuatmu menjadi resisten." Kata Smith berlutut. Tubuhnya lemas karena efek dari Despire Aura yang meledak tadi. Saat berusaha ingin bangun tiba-tiba Smith tidak bisa merasakan kedua kakinya sehingga membuat Smith tergeletak ke tanah. Smith masih belum bisa mencerna apa yang sebenarnya terjadi karena kedua kakinya terpotong hingga tengah-tengah pahanya.
"Eh? Apa yang terjadi?" Kata Smith linglung.
"Kami yang memotongnya ketika kau malah bengong tadi beberapa detik lalu." Kata Jenghis yang berjalan bersama dengan Yuki mendekati Smith yang tergeletak.
Smith yang sudah tidak bisa bergerak hanya bisa menatap kedua wanita yang menjadi musuh nya itu dan teringat akan masa lalunya. Seorang pengangguran yang bahkan bermain menggunakan Hardware dari curiannya karena sangat ingin membelinya tapi tidak memiliki uang.
Baik itu di dunia nyata maupun di dunia game TSO, Smith sama pecundangnya. Tidak bisa apapun. Tapi semua itu berubah ketika dia mendapat ajakan dari Valon untuk masuk ke dalam Guild Apocalypse. Akhirnya Smith bisa menjadi seseorang yang di butuhkan. Smith pun menjadi lebih berkembang di bidang penempaan dan pembuatan senjata karena saran dari Regila. Regila adalah orang yang paling memperhatikan nya di Apocalypse sampai membuat Smith jatuh cinta kepadanya. Itu yang membuat Smith begitu loyal kepada Apocalypse karena dengan bergabungnya ke dalam guild PK itu, Smith bisa mendapatkan kehidupan yang lebih berwarna dan berarti meskipun hanya di dunia game. Smith tahu bahwa dari awal ketika Envy memisahkan mereka untuk mencegat rombongan Yuna dan Alice kalau dengan bukti mereka sampai bisa di Panthera menandakan bahwa Regila tidak selamat sedangkan Regila yang bertemu kembali dengannya adalah Envy. Maka dari itu Smith tidak merasa keberatan kalau ini adalah permainan dan pertempuran terakhirnya.
Smith pun tersenyum bahkan setelah kepalanya terpisah dari lehernya karena Yuki dan Jenghis memenggal kepalanya.
"Tersisa 2 lagi makhluk yang merepotkan." Kata Jenghis melihat White Angel dan Shaman Lizard bertarung melawan Nishimiya dan Shizuku.
"Ayo kita bantu mereka." Kata Yuki yang dengan cepat berlari secepat kilat membantu Nishimiya dan Shizuku.
Jenghis pun memberi penghormatan terakhir kepada Mori dan menyusul Yuki.
__ADS_1