Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Misteri yang Terungkap


__ADS_3

"Darimana saja?" Itu yang dikatakan Alice padaku. Sekarang aku bisa merasakan apa yang dirasakan para suami yang pulang telat atau pergi tanpa izin dari istrinya. Walaupun cuma dengan 2 kata, efeknya sangat dahsyat apabila didengarkan. Ketika sudah ditanya seperti itu kebanyakan para suami akan berpikiran kalau istrinya bukan lagi manusia. Contohnya aku. Aku bahkan bisa melihat Babylon Treasure milik Alice yang diarahkan kepadaku ketika dia menanyaiku walaupun sebenarnya tidak.


"Aku menginginkan pengacara...." Kataku mencoba mengganti topik. Aku mulai mengenakan pakaianku.


"Ditolak." Katanya. Senyum Alice kini penuh arti dan aku tidak mau menafsirkan artinya satu-satu.


"Eh..... Aku meminta hak-ku untuk diam." Kataku sekali lagi. Kok aku merasa terancam ya?


"Ditolak!" katanya.


Haruskah aku melakukan adegan dengan bersujud dan meminta maaf. Tapi kukesampingkan itu. Meskipun dengan sedikit gugup, kujelaskan semuanya. Semuanya termasuk sekaratnya Shasa yang kemudian kusembunyikan ke dalam dimensi waktu untuk menyelamatkan nyawanya. Aku tidak menceritakan bagian ketika Envy menemuiku. Meskipun dari awal hingga akhir Alice hanya diam tapi dia mendengarkan penjelasan ku dengan takzim.


"Oh begitu. Kau tetap melakukannya ya...." Katanya. Kali ini nadanya sudah berubah.


"Ya. Aku sudah membulatkan tekad ku untuk melakukannya. Kalau ada yang mencoba menghalangiku maka siapapun itu akan kuhabisi." Kataku.


Alice memindahkan tumpuannya secara tidak nyaman. Wajahnya mengekspresikan kegelisahan.


"Kerusakan yang kau lakukan hari ini aku harap kau bisa membereskannya." Katanya. Meninggalkan ruangan ku. Sebenarnya administrasi negara baik itu di dunia nyata maupun di dunia game sama saja. Sama mudahnya seperti menyusun sebuah puzzle. Maka dari itu aku sudah menyelesaikannya dalam satu malam.


Aku pun berniat tidur bersama Alice malam ini. Ketika sedang menyusuri lorong, aku melihat ke dalam ruangan Yuna. Aku mendengar suara seorang seperti sedang muntah-muntah. Apakah Yuna sedang tidak enak badan? Karena terlalu penasaran aku membuka pintunya terlalu lebar sehingga Yuna melihat ke arah pintu. Mata kami pun bertemu.


"Kau baik-baik saja?" Tanyaku memastikan.


"Yah, begitulah. Saya hanya sedang tidak enak badan saja." Jawab Yuna. Meskipun wajahnya pucat wajahnya tetap saja cantik.


"Haruskah aku memanggil tabib untuk memeriksamu? Kau seharusnya segera memberi tahuku jika kau tidak enak badan." Kataku. Aku memanggil tabib kerajaan untuk memastikan keadaan Yuna. Entah kenapa akhir-akhir aku menaruh banyak perhatian padanya.


Tabib pun datang ke kamar Yuna. Seorang tabib wanita yang sangat tua tapi tampak meyakinkan. Setelah mengecek segala sesuatu yang ada pada Yuna, sang tabib tersenyum cerah. Seperti baru saja menemukan harta karun. Aku menunggunya di dekat pintu.

__ADS_1


Sang tabib mendekatiku dan menjabat tanganku. Wajahnya masih sama cerahnya ketika dia sudah memastikan sesuatu pada Yuna.


"Putri Yuna tidak apa-apa. Justru ini kabar baik untuk anda, Yang Mulia." Kata sang tabib.


"Kabar baik?" Darimana wajah pucat seperti itu bisa memberikan kabar baik?


"Putri Yuna sedang mengandung Yang Mulia. Beliau sedang mengandung anak anda." Jawab sang tabib. Suasana bercampur aduk saat itu. Rasa senang, rasa heran, rasa takjub, dan rasa penasaran tercampur aduk di dalam diriku.


"Begitu juga dengan Ratu Alice. Beliau juga sedang mengandung anak anda. Tadi pagi ketika Yang Mulia pergi Ratu Alice memintaku untuk mengeceknya." Jelas sang tabib.


Sang tabib pun pergi meninggalkan ruangan. Aku masih syok mendengar penjelasan dari tabib tadi. Hamil? Itu tidak ada di fitur TSO. Jika sepasang pemain melakukan hubungan biologis di dunia game maka tidak terjadi namanya pembuahan. Karena game TSO sendiri adalah game fulldive. Tidak ada campur tangan fisik ataupun secara langsung. Tapi kenapa sekarang bisa?


"Tuan?" Yuna memanggilku. Aku pun segera tersadar. wajahnya tampak gelisah melihatku sedang berpikir tadi. Aku pun mendekatinya. Kupegang telapak tangannya yang lembut dan halus.


"Aku tidak menyangka kalau ini akan terjadi." Kataku.


"Saya sebenarnya ingin merahasiakannya dari anda, Tuanku. Untuk kejutan. Tapi saya tidak menyangkanya. Anda menyadarinya lebih cepat dari yang saya kira." Yuna mempererat pegangannya. Senyum cerah terlihat dari wajahnya.


"Aku.....aku tidak tahu." Aku bingung harus menjawab apa.


"Kalau begitu. Jika perempuan?" Tanyanya sekali lagi.


Aku langsung teringat dengan bayangan wanita yang mirip dengan Yuna ketika aku sedang sekarat melawan Jester.


"Mira... Jika perempuan..." Jawabku. Sedikit gugup. Yuna memegang pipiku.


"Saya tahu anda gugup. Tapi setidaknya berbahagialah atas apa yang kita dapat di kesempatan ini." Kata Yuna. Entah kenapa senyumannya membuatku tetap tenang.


Aku pun segera menemui Alice saat itu juga. Kumasuki kamarnya tanpa mengetuk pintu. Alice pun menembakkan 2 tombak emas dari portal Babylon Treasure miliknya dan hampir mengenai kedua kakiku.

__ADS_1


"Setidaknya ketuk lah pintu sebelum menyerobot masuk ke dalam kamar wanita, sayangku." Katanya dengan senyuman kejam. Tapi aku tidak punya waktu untuk meladeninya.


"Apa maksud semua ini? Bagaimana bisa kalian berdua bisa mengandung? Game TSO adalah game full dive. Semua gerakan kita di dunia nyata sangatlah dibatasi." Kataku.


"Tenanglah Gen. Melihat 2 wanita yang sedang mengandung bayimu bukankah salah satu tanda akhir dari dunia. Cobalah untuk berpikir logis." Alice memperingatiku. Dia benar, aku sedang tidak berpikir jernih. Aku pun menenangkan pikiranku.


Aku pun mulai berpikir tenang. Kami sedang login di dunia game dan terjebak di dalamnya. Kami bahkan tidak bisa bersentuhan sedikitpun di dunia nyata meskipun kami memakai perangkat keras secara berdekatan apalagi terjadi pembuahan dalam hubungan biologis. Maka demi membuktikan teoriku.....


"Alice, pernahkah kau mengalami luka berupa sayatan selama kita terjebak di dunia game ini?" Tanyaku.


"Kurasa tidak. Kenapa?" Jawabnya kemudian bertanya kembali.


"Bisakah kau menembakkan pisau ke telapak tanganku?" Tanyaku lagi.


Alice mulai curiga. Tapi tidak meragukanku. "Apa yang kau rencanakan?" Tanyanya dengan curiga.


"Sudah, lakukan saja." Kataku.


Alice pun menembakkan 1 pisau emas melalui portal Babylon Treasure. Karena ras-ku adalah seorang Undead sudah jelas aku tidak merasakan sakit. Tapi tidak menjamin untuk tidak terluka. Karena pada dasarnya kemampuan Babylon Treasure termasuk kategori serangan dengan elemen suci sehingga dapat melukai ras Undead.


Tanganku berdarah. Ku cabut pisau itu cepat-cepat dari telapak tanganku.


Alice dan aku langsung berpikiran hal yang sama.


"Darah. Tidak ada fitur darah di TSO. bukan hanya TSO tapi juga game-game full dive lainnya. Karena ditakutkan akan mengacaukan psikologis manusia jika terlalu sering melihatnya." Kata Alice.


"Maka kesimpulannya cukup mudah. Alasan kenapa kita tidak dapat mengeluarkan darah di dalam game pun juga masuk akal. Karena tubuh asli kita benar-benar tidak terluka karena sistem full dive yang hanya melibatkan pikiran dan otak." Aku menimpali.


"Jika kita kita memiliki darah otomatis kita juga harus memiliki sistem organ yang mengelola darah juga seperti ginjal, paru-paru, dan bahkan jantung. Maka tidak mustahil juga kalau sel telur dan ****** juga ada. Sedangkan seharusnya jika game ini hanya melibatkan pikiran maka organ tubuh kita yang lain seharusnya tidak ikut terkena dampak dari system full dive tersebut." Kata Alice.

__ADS_1


"Itu berarti....satu hal." Kataku.


"Bukan hanya pikiran kita yang masuk ke dalam game ini. Tapi raga dan tubuh kita juga masuk kedalam game." Timpal Alice dan aku secara bersamaan.


__ADS_2