
"Bisa-bisanya dia datang dengan heroik seperti itu. Dia pasti mengamati peperangan kita dari kejauhan." Alice ngedumel. Yuna yang dari tadi melemparkan tombaknya dan menyula setiap musuh yang mendekatinya hanya bisa tersenyum dengan penuh rasa syukur.
"Itu yang terjadi ketika kami pertama kali bertemu." gumam Yuna. Yang dimaksud yaitu ketika Yuna disuruh masuk ke dalam arena oleh Gen untuk bertarung sehingga mereka bisa bertemu Riza di arena.
"Beliau selalu ketat dalam melatih kita meskipun secara tidak langsung dan dengan cara di luar nalar." Kata Yuna melemparkan tombaknya ke arah Gog Magog yang menghalangi jalan mereka menuju tembok. Mendengar itu Alice tersenyum tipis.
"Kau sepertinya sudah mulai mengerti cara orang itu berpikir." Kata Alice melindungi Alice menggunakan portal Babylon Treasure nya dan menembakkan beberapa kapak.
"Aku akan gagal sebagai Slave beliau jika aku tidak bisa memahami pemikiran beliau. Meskipun aku senang ternyata beliau baik-baik saja, tapi..... " Kata Yuna dengan nada sangat sebal ketika kalimat keduanya di ucapkan.
" "Tapi" ?" Ulang Alice penasaran.
"Bisa-bisanya beliau membawa wanita-wanita lain setelah menghilang 4 tahun terakhir ini di depan kita. Itu yang membuatku tidak senang!" cibir Yuna menangkis seluruh serangan yang mengincarnya dan Alice menggunakan pedang pendeknya lalu mengendalikan tombaknya untuk menyula seluruh Gog Magog yang ada di sekitarnya.
Tidak puas sampai di situ. Yuna mengikat tiga Gog Magog penunggang kavaleri yang mencoba menerjang nya menggunakan selendang bulunya. Yuna kemudian membanting ketiga Gog Magog tersebut ke arah Gog Magog yang lain dengan sangat brutal. Alice yang melihat Yuna menjadi brutal melihat Gen membawa wanita lain membuatnya tertawa kecil dengan ekspresi imut.
"Aduh, kau cemburu?" Tanya Alice dengan nada sedikit menggoda. dari belakang Yuna terdapat Gog Magog yang sudah siap menikamnya dari belakang Alice dengan sigap menembakan tombak dari portal Babylon Treasure-nya ke arah tepat di samping kepala Yuna sehingga menembus kepala si Gog Magog tersebut.
"Ya." Jawab Yuna dengan ketus. Yuna menarik batang tombak di samping kepalanya dan melemparkannya ke arah ketiga Gog Magog yang ia lempar ke udara sehingga menembus wajah mereka.
Makin banyak Gog Magog yang menyerbu mereka berdua. Tiba-tiba muncul puluhan rantai surgawi yang terbang dan menusuk para Gog Magog dari atas. Enkidu mendarat di depan Yuna dan Alice.
"Tidak bisakah kalian fokus ke perintah majikan kalian?" Enkidu melemparkan ribuan rantai surgawi yang setiap rantainya meluncur dengan pola lintasan spiral dan mengerucut membentuk sebuah mata bor.
__ADS_1
"Jangan buang manna kalian. Simpan untuk menghancurkan temboknya." Kata Enkidu yang terbang melesat menjauhi Yuna dan Alice.
"Jangan memberi kami perintah, dasar... " Kata Alice dengan ekspresi senang. Tiba-tiba dari samping mereka berdua muncul Jenghis yang menunggangi kuda putihnya.
"Perlu tunggangan?" Tanya Jenghis mengulurkan tangannya ke arah Alice. Alice dengan senang hati meraih tangan Jenghis dan langsung melompat naik ke atas kuda.
"Hyaa!" Seru Jenghis memacu kudanya sehingga berlari mendahului Yuna.
"Woi! Bagaimana denganku?!" Seru Yuna yang masih saja berlari. Dengan cepat Ikaris yang masih di bentuk Qirin menyundulkan kepalanya dari belakang sehingga Yuna terlempar ke belakang dan mendarat tepat di punggung Ikaris.
"Sepertinya kau perlu tunggangan juga, Nyonya." Kata Abimanyu yang duduk di depannya. Yuna tersenyum menanggapi perkataan Abimanyu.
"Percepat langkahnya!" Seru Yuna.
"Kutemui kau di dekat tembok, Alice." Dengan gerakan secepat kilat Ikaris berlari. Bahkan menimbulkan efek petir di udara sekitarnya.
"Ini bukan kompetisi woi!" Seru Alice.
Karena sudah terlalu jauh dari Yuna dan Enkidu para Gog Magog mulai mengerubungi Alice.
"Nishimiya!" Seru Jenghis. dari samping Nishimiya meluncur seperti orang yang berselancar di atas ombak. Nishimiya menggunakan kemampuan pengendalian gravitasinya ke Alice, Jenghis dan kuda putihnya.
dari belakang mereka terlihat Hideyoshi yang menunggangi monster-monster tunggangan Gog Magog menyusul Alice. Setelah Hideyoshi sudah sejajar dengan Alice. Hideyoshi mengangkat kuda putih Jenghis beserta kedua penunggangnya dan melemparkannya dengan sekuat tenaga ke udara.
__ADS_1
"Ya ampun seperti ini lagi." Kata Alice dengan pasrah. Dengan lemparan sekencang itu membuat Alice dan Jenghis menyusul Yuna dan Enkidu. jarak mereka dengan tembok sudah semakin dekat. Jumlah Gog Magog yang menghadang juga semakin banyak.
"Cih merepotkan!" Keluh Alice. Tiba-tiba ribuan Gog Magog yang menghadang mereka lenyap seperti terkena serangan cahaya yang sangat terang. Yuna menoleh ke arah sumber cahaya itu. Ternyata itu berasal dari wanita yang ada di dekat Gen yaitu Doya yang menggunakan senapannya untuk menembak Gog Magog barusan.
"Heh! Aku tidak akan berterima kasih." Kata Yuna dengan jutek. Mereka pun sampai di dekat tembok Zulkarnaen.
"Bagus sekarang apa?" Tanya Abimanyu. Alice dengan sigap mengeluarkan bendera pusaka Jeanne d arc dan menancapkannya ke tanah. Sebuah Barrier terbentuk mengelilingi mereka untuk melindungi mereka dari serangan Gog Magog yang sangat brutal.
Muncul seekor naga berwarna biru terbang ke arah mereka dan menyemburkan es ke seluruh area disekitar barrier. Naga biru itu ditunggangi oleh dua orang wanita. Kedua wanita itu terjun bebas dari naga itu dan mulai menebas-nebas salah satu pilar tembok dengan kecepatan super hingga hancur. Mereka pun mendarat dengan selamat. Kedua wanita itu adalah Shizuku dan Yuki.
"Hancurkan pilar-pilar penyusun temboknya!" Seru Alice mengambil pedang Enuma Elish dari portal Babylon Treasure miliknya. Tersisa 5 pilar lagi.
Dari kejauhan sebuah lesatan anak panah menabrak salah satu pilar dan meledakkan salah satu pilar. Panah itu milik Atalanta.
Abimanyu menarik pedangnya dari sarungnya. Pedangnya mulai berpendar berwarna emas terang. Abimanyu turun dari punggung Ikaris dan memotong pangkal salah satu pilar tersebut hingga roboh.
"Bintang-bintang yang merayakan penciptaan alam semesta. Bumi dan Langit yang terpisah akan menyatu kembali ketika hari akhir kelak. Hancur, Berantakan, dan Tata ulang kembali. ENUMA ELISH!!!!!" Enkidu dan Alice merapal secara bersamaan. pedang Alice berpendar menjadi berwarna merah kehitaman dan membentuk pilar cahaya yang sangat tinggi dan besar. Enkidu juga berubah menjadi sebuah rantai raksasa berwarna merah darah yang bercahaya dan melesat menembus salah satu pilar. Alice juga menebaskan Enuma Elish ke salah satu pilar bersamaan dengan Enkidu yang menembus pilar. Ledakan dahsyat pun terjadi.
Tidak memberi ampun naga biru yang terbang memutari pilar yang tersisa dengan sangat dahsyat menyemburkan napas esnya yang seperti badai salju ke pilar terakhir sehingga pilar terakhir menjadi seperti monumen yang terbentuk dari es.
"Dengan ini.... " Kata Yuna menebaskan pedang pendeknya ke pilar yang tertutup es itu dengan sangat rapi dan menyarungkan kembali pedangnya. pilar yang tertutup es itu seketika terpotong-potong hancur dan ambruk.
"Perang telah berakhir."
__ADS_1