Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Tantangan Dari Olympus : Sambutan Di Underworld (Bagian II)


__ADS_3

"στύλος του σκότους!! " Hades mengucap sesuatu seperti merapal yang berbunyi "stýlos tou skótous!!"


yang berarti "Pilar kegelapan!!"


Di antara 2 bilah Bident Hades muncul semacam pilar cahaya yang menjulang ke atas berwarna hitam mengkilap dengan listrik-listrik yang menyelimuti pilar cahaya itu. Pilar cahaya itu kemudian berubah bentuk menjadi pipih seperti lempengan bilah yang menurut sangat tipis. Hades dengan sangat cepat menebaskan pilar super tinggi itu ke arahku.


Dengan reflek mata Dharma-ku aktif sehingga aku dengan mudah bisa memprediksi arah tebasan itu sekaligus menghindarinya dengan berguling ke sisi kiriku. Ternyata Cooldown dari skill mata dharma memakan waktu yang cukup lama jika sudah digunakan secara penuh. Dan ketika aku melihat ke bekas tebasan Hades ternyata bekasnya membentuk sebuah jurang yang dalam dan panjangnya sejauh mata memandang. Seberapa panjang pilarnya yang dia gunakan untuk menebasku barusan?!!


Hades kemudian mengacungkan Bidentnya ke arahku kemudian merapal "Φωτιά κόλασης!!!" yang berbunyi "Fotiá kólasis!!!"


Artinya jelas kalian tidak akan menyukainya yaitu "Api Neraka!!!"


Dari pijakan tanah yang kuinjak dan area sekitarnya seluas setengah arena tiba-tiba menyala berwarna ungu terang. Dengan cepat aku melompat setinggi mungkin dan yang benar saja, permukaan tanah yang menyala berwarna ungu tadi tiba-tiba meledak mengeluarkan ledakan berwarna ungu terang.


Dan dengan cepat aku dihantam sesuatu dari belakang dengan sangat keras sehingga tubuhku terpelanting dan menghantam dinding tepi arena di belakang Hades. Para penonton baik itu para Titan, roh-roh orang mati dari Tartarus, maupun para monster bersorak dengan sangat kencang.


Belum sempat aku berdiri, Thanatos sudah di depanku dan bersiap menebasku dengan tebasan vertikal. Kutarik Chain Whip Sword ku untuk memblokir tebasannya. Ternyata cukup sulit menahannya hanya dengan satu tangan. Permukaan tanah tempatku berbaring bahkan sampai pecah seperti tegel keramik yang dipukul menggunakan palu. Padahal pedang Thanatos tidak dialiri manna dan tebasannya bisa sekeras ini, para dewata benar-benar luar biasa.


"Matilah OVERLORD...!" ucap Thanatos dengan berbisik dan nada mengancam.


"Silahkan...kau duluan." Jawabku dengan menendang Thanatos untuk menyingkirkannya. Sumpah! Menendang dewa kematian rasanya seperti menendang lemari tua besar yang berat. Thanatos pun menggunakan kepakan sayapnya sehingga dapat mendarat dengan halus. Para Shades alias prajurit bayangan Hades berlari ke tempatku untuk menyerang.

__ADS_1


Dengan segera aku berdiri dan meladeni mereka. Ku bantai mereka semua. Semua mayat Shades yang telah mati akan tenggelam ke dalam tanah dan menjadi cairan berbuih hitam. Di belakang rombongan para Shades, para Undead Centaur dan Satyr berlari dan mengikuti teladan para Shades.


Aku melompat dan menerjang rombongan Undead Satyr dan Centaur dengan cepat. Aku mendarat di salah satu punggung kuda Undead Centaur lalu menebas kepalanya hingga putus.


Aku melompat lagi dan mendarat ke tanah dengan menebas salah Satyr hingga terbelah menjadi dua. Ada Satyr yang melemparkan pedangnya ke arahku seperti baling-baling. Karena mata Dharma-ku memudahkanku untuk membaca seluruh gerakan di sekitarku, dengan mudah ku tebas pedang yang melayang ke arahku itu sehingga pedang itu berubah arah dan malah mengenai sekutu Satyr itu sendiri.


2 Centaur dari kiri dan kananku mencoba untuk menusukku menggunakan tombak mereka. Mereka memacu dan berlari ke arahku secara bersamaan dari kiri dan kananku. Tepat kedua tombak itu terhunus ku tebas batang leher Centaur di samping kanan dan memberikan tendangan tajam ke Centaur yang ada di kiri ku hingga lehernya patah dan terpental jauh dan menimpa beberapa Satyr.


"Hm, taktik kroyokan yang bagus. Tapi...!" Ku tebaskan pedang ku secara horizontal. Bagian-bagian bilah pedang ku pun tersebar dan terlempar mengenai para Satyr dan Centaur secara acak. Beberapa bagian bilah pedang ku juga ada beberapa yang mengarah ke Hades. Tapi Persephone dengan sigap mengeluarkan akar dan sulur tanaman yang tebal untuk dijadikan sebagai dinding untuk menghalau serpihan bilah pedang ku yang terlempar.


Kutarik kembali semua bagian bilah pedang ku yang sudah tercerai berai untuk kembali menjadi bilah pedang yang utuh. Para Satyr dan Centaur yang terkena bilah dari Chain Whip Sword ku pun mendapat efek Thirsty Blood sehingga mereka tergeletak ambruk dan mati seketika.


"... Kalian masih belum cukup pantas untuk menjadi lawanku." Lanjut ku.


Tembok akar itu bahkan ikut terkena efek Thirsty Blood sehingga akar pohon itu kayu dan hancur menjadi debu.


Persephone pun mengeluarkan serangan berupa hamparan ombak akar pohon yang menjalar dengan cepat ke arahku.


"Sekarang bagaimana kau akan menangkis ini dengan kemampuan sihirmu yang sudah kami segel." Ucap Persephone dengan congkak.


Sebelum akar-akar itu menghantamku. Ku pukul permukaan tanah di dekatku dengan tinjuku dan membuat gelombang yang sangat kencang beserta bongkahan bebatuan yang ikut terkelupas akibat gelombang kejut itu. Gelombang kejut beserta serpihan bongkahan bebatuan itu menghancurkan seluruh ombak rambatan akar raksasa milik Persephone.

__ADS_1


"Walaupun tidak bisa menggunakan sihir, setidaknya manna sihirku masih bisa dipakai. Itu lebih dari cukup. Ternyata kalian tidak cukup pintar ataupun pandai dalam bermain kotor." Kataku.


"Apa?!" Celetuk Persephone dengan terkejut.


Kini giliran Cerberus yang mencoba menyerangku. Cerberus melompat kesana-kemari dari akar-akar dan bebatuan yang berserakan. Aku mencoba melempari Cerberus menggunakan pedang-pedang yang ku lontarkan dari portal Babylon Treasure tapi semuanya meleset karena gerakan Cerberus sangatlah gesit dan lincah jadi cukup sulit membidiknya dengan jitu.


Kepala kanan Cerberus menyemburkan api dengan skala yang menurutku cukup besar tapi api itu tidak diarahkan kepadaku. Tetapi ke sisa-sisa akar raksasa Persephone. Panas dan cahaya api yang terlalu panas dan terang membuatku kesulitan untuk melihat karena apinya terlalu besar.


Aku seolah melihat kebakaran hutan dari dekat. Apa yang direncanakan Cerberus dengan menembakkan semburan api ke sekelilingku? Apa yang ingin dia coba?


Aku kemudian menoleh ke arah Cerberus.


"Menangislah dengan keras, kemudian aku akan memberikanmu kematian yang menyakitkan." Ujar kepala tengah Cerberus dengan menggeram.


"Kalau kau ingin melakukan sesuatu cepat lakukan dan berhentilah membual." Ucapku. Ya aku menantang Cerberus untuk menyuruhnya menyerangku dengan cara yang dia suka.


"Itukah kata-kata terakhirmu, OVERLORD?! Baiklah." Kepala tengah Cerberus menyemburkan angin topan dari mulutnya dan dengan telak aku terkena angin itu. Api-api yang ada di sekitarku menjadi membesar bahkan sampai menjadi satu dengan angin topan tiupan Cerberus sehingga menjadi topan api yang sangat besar dan mengerikan. Kemungkinan besar dan tingginya topan api itu bisa sampai 2 kali lipat dari Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia.


"Μαύρος." Ucap Hades merapal sebuah mantra yang berbunyi "mávros." Yang berarti hitam. Mantra itu membuat ujung tongkat Bidentnya terbakar oleh api hitam.


Hades kemudian mengarahkan ujung bident yang terbakar itu ke semburan Cerberus sehingga seluruh api semburan Cerberus menjadi api hitam. Topan api itu lama kelamaan membesar dan meledak.

__ADS_1


"Dengan ini rezim OVERLORD telah berakhir. Segera kabari Zeus soal ini." Kata Hades dengan tersenyum.


__ADS_2