
Sepertinya Bad Hero belum mengetahui siapa diriku yang sebenarnya. Karena selama bertarung dengannya aku belum mengeluarkan 1pun skill favoritku.
"Dari semua yang menginginkan kepalaku kaulah yang bertahan lebih dari 30 detik. Dan belum pernah aku merasa sesenang ini ketika bertarung kecuali dengan 1 pemain." Katanya yang sepertinya sedang memujiku.
"Suatu kehormatan juga menjadi lawan Assassin terbaik di server paling berbahaya di TSO." Aku memujinya kembali. Jika kalian belum tahu, Server ini adalah server paling berbahaya dari semua server TSO yang lain. Dikarenakan di server ini adalah server farming XP paling mudah, Peraturan paling sedikit, Dan banyak event dan item-item yang menarik di sini. Tentu saja banyak para guild PK (Player Killer) yang bermarkas di server disini. Salah satunya adalah milik kami, Apocalypse.
Kali ini Bad Hero menggunakan semua katana-nya. Itu menandakan kalau dia serius. Selama ini aku hanya pernah melihat Bad Hero mengeluarkan 2 katananya ketika di saat melawan yang levelnya diatasnya.
Aku pun mengeluarkan pedang Heracles-ku untuk pertama kalinya setelah terjebak di dunia ini. Pedang Heracles mulai berpendar berwarna biru keputihan. 2 katana Bad Hero pun mulai berpendar berwarna ungu kehitaman. Pedang kami pun beradu menghasilkan ledakan gelombang energi yang sangat besar. Kami saling tusuk, tikam, tebas, dan menikam tapi berakhir dengan imbang.
Bad Hero pun menancapkan salah satu katananya ke tanah kemudian muncul sekitar puluhan lingkaran sihir berwarna merah melontarkan senjata ninja seperti shuriken, kunai, sabit, katana, dan masih banyak lagi. Sambil mendekatinya kutangkis sebagian senjata yang mengarah kepadaku. Ada yang terpental ke gedung dan meledak, ada yang menyasar ke permukaan tanah hingga membuat kawah yang besar.
Bad Hero melempar satu katananya ke arahku. Kutangkis katana tersebut dan Bad Hero sudah menghilang dari pandanganku. Dengan cepat kusadari bahwa dia berteleport ke arah katananya yang dia lempar tadi. Setelah menangkap gagangnya dia langsung menukik dan menebasku dengan kekuatan penuh. Kublok serangannya dengan bilah pedangku. Tanah pijakanku langsung hancur seperti kaca pecah.
Dia mulai serius. Skill : God Speed level 100 (Skill yang hanya dimiliki Assassin berlevel 50 ke atas, dan untuk membuka skill itu pemain harus membayar sejumlah uang untuk bisa membukanya. Skill yang membuat penggunanya memiliki kecepatan bergerak menyamai kecepatan cahaya.) dia keluarkan yang membuatnya bergerak secepat cahaya. Di tambah lagi kemampuan teleportasinya. Kombinasi yang sangat menyusahkan lawan. Setiap yang dia lewati akan menjadi lautan api dan lava. Tapi meskipun itu terlihat hebat, Bad Hero masih mudah di baca gerakannya.
Dia selalu mengincar daerah vital dan titik buta. Maka kumanfaatkan itu. Ketika dia berhenti untuk menebas leherku dari belakang, Kugunakan pedangku. Gelombang kejut berwarna ungu keputihan melebar hingga puluhan meter. Pedangku berasap. begitu juga dengan miliknya hanya saja tidak utuh. Kedua pedangnya terpotong.
"Sudah lama aku tidak bertarung seperti ini." Katanya menandakan kepuasan. Kusarungkan kembali pedangku dan berbalik. Tubuh Bad Hero pun terbakar dengan api berwarna ungu terang. dibalik kobaran api itu aku melihat kepuasaan dari Bad Hero.
__ADS_1
...******...
"Bukankah ini tidak menguntungkanmu? 2 lawan 1?" Tanya Tsukuyomi.
"Bukan masalah bagiku. Apalagi dikasihani oleh 2 gadis. Itu suatu penghinaan bagiku." Kata Gathotkaca.
"Benar juga." Kata Razor langsung melompat ke arah Gathotkaca dan mengeluarkan tangan naganya. Tangan naganya langsung mengincar leher anak raksasa tersebut. Tapi Razor hanya menebas udara hampa sehingga membuat 4 garis retakan berbentuk cakaran vertikal di tanah sepanjang 10 meter. Dari belakang Razor, bilah pedang menukik di atas kepalanya. Dengan cepat Razor menghindarinya. benturan dari pedang tersebut membuat ledakan setara dengan ledakan ranjau tanah.
Cambuk cahaya pun di lecutkan. Membuat Gathotkaca berbalik dan melindungi organ vitalnya dengan punggung tangannya. cambuk itu seolah menari - nari tanpa henti mengenainya dan membuatnya mundur beberapa langkah. Gathotkaca menangkap cambuk tersebut dan menariknya hingga membuat Tsukuyomi terlempar ke arah Gathotkaca.
Gathotkaca langsung melempar pedangnya ke arah Tsukuyomi. Dengan reflek abnormal, Tangan Tsukuyomi menggunakan pedang yang sedang melesat itu untuk dijadikan tumpuan tangannya dan menghindar dengan cara melompatinya. Dengan cepat Tsukuyomi mengeluarkan 2 pisau jarumnya yang sudah ia ikat dengan cambuk cahayanya dan menancapkannya ke kedua tangan Gathotkaca kemudian melompat untuk melewati Gathotkaca dan menariknya hingga terjatuh ke tanah dengan posisi jatuh terlentang.
"Sekarang, Razor!" Tsukuyomi berseru melihat langit.
"Hebat juga, para gadis. Tapi kalian salah menilai kekuatan sejati ras raksasa." Kata Gathotkaca masih santai.
"Apa?!" Setelah terkejut Razor terpental jauh akibat aura yang keluar dari Gathotkaca yang berwarna hijau tua. Tangannya mulai terbungkus kepala harimau dan gorilla berwarna giok dengan sedikit corak hitam. Rambutnya memanjang seperti landak, tato-tato di tubuhnya yang berwarna hitam menjadi hijau muda yang menyala seperti lentera. Dengan cepat Gathotkaca berteleport dan memukul Razor dan Tsukuyomi seperti sedang bermain ping Pong dan membuat 1 gedung berlubang akibat menjadi tempat mendarat Tsukuyomi dan Razor.
Tapi Tsukuyomi dan Razor langsung menahannya. Mereka saling pun saling menyerang di dalam gedung hingga gedungnya meledak akibat dahsyatnya pertarungan mereka. Tsukuyomi dan Razor saling bergantian dalam menyerang dan menahan serangan dan itu membuat Gathotkaca kewalahan meskipun sudah menggunakan wujud Juggernaut.
__ADS_1
Razor ketika mendapat giliran menyerang langsung mengeluarkan tendangan aura naga biru. dan membuat kawah yang mereka buat tadi bertambah lebar dan penuh dengan air sehingga tercipta sebuah danau buatan.
Mengetahui mereka tidak akan menang melawan Gathotkaca dengan kekuatan, Tsukuyomi langsung mengikat Gathotkaca ke tanah dasar danau menggunakan cambuk cahayanya dan meninggalkannya.
"Seharusnya itu menahannya." Kata Tsukuyomi mengatur napasnya.
"Kuharap begitu." Jawab Razor juga mengatur napasnya.
Awalnya air danau cukup tenang. Tapi lama-lama semakin beriak. Gathotkaca pun keluar dari danau. Tapi bagian tubuhnya mulai memudar menjadi debu emas.
"Sepertinya, Ousama-ku mati... Gggk!!" Ulu hatinya berdarah. ada tangan yang menusuknya. Itu tangan Ousama-nya, Bad Hero. Tapi itu bukan Bad Hero itu adalah Another-nya. Sama seperti Fujin dan Raijin. Aku mengubahnya menjadi hambaku.
Tsukuyomi dan Razor terkejut hingga menutup mulut dengan telapak tangan mereka.
"Kejam sekali...." Ucap Razor dengan lirih.
Gathotkaca pun terjatuh. Ku dekati mayatnya lalu kubuat kontrak sama halnya yang kulakukan oleh Razor. Punggungku langsung merasakan gatal yang sama tapi di tempat yang berbeda. Gathotkaca pun bangkit kembali dengan wujud yang berbeda tapi tidak menjadi bayangan seperti Bad Hero. Ini adalah Gathotkaca versi milikku. Sepertinya Slave berwujud mengikuti sesuai keinginan Ousama-nya.
Gathotkaca langsung berpenampilan menggunakan tudung, membawa pedang dayungnya di punggungnya, dengan jubah terbuka berwarna hitam gelap, dan menjadi lebih muda dari kelihatannya.
__ADS_1
"Jadi kau Ousama-ku sekarang?" Tanya Gathotkaca memasukkan tangannya kesaku celananya.
"Iya, Gata. Aku tuanmu sekarang." Kataku.