
3 hari setelah kejadian itu, aku dan Naava kembali ke akademi assassin. Tidak ada rumor mengenai Naava sebagai mata-mata ataupun seorang Tuan Putri dari Panthera. Yukki memang hebat sampai bisa menutupi kasus sebesar ini. Memang tidak salah menyerahkan hal seperti ini kepadanya.
Kami pun masuk ke dalam kelas seperti biasanya. Dan seperti biasa, aku bisa bangun pagi karena Naava dengan seenaknya menyelinap ke kamarku dan menimpa perutku hingga aku terbangun.
"Perlukah menggunakan cara kasar?!" Protesku. Naava hanya membuang mukanya dengan wajah cemberut.
"Lagian, kalau kau sampai telat bagaimana? Aku juga yang akan ditanyai oleh guru. Dan itu karena adikmu yang memintaku untuk melakukannya." Jawab Naava dengan wajah merah.
Aku bisa membayangkan kalau Yukki memang sengaja melakukannya agar aku dengan Naava bisa dekat agar keturunan dari sang OVERLORD segera lahir. Itu terlalu cepat dan tidak realistis. Lagipula Naava sangat membenciku setelah apa yang terjadi kepada Karna. Meskipun hubungan mereka adalah Ousama dan Slave tapi mereka seperti rekan yang menjaga satu sama lain.
Seperti biasa, ketika jam istirahat kami berdua pergi ke ruangan milik Nishimiya untuk membereskan sisa target yang tersisa. Masih ada sekitar 4 target dari setiap target berasal dari negara yang berbeda.
"Bagaimana? Ada yang sudah mulai panik diantara mereka?" Tanyaku. Tentu saja, melihat pasukan senyap yang langsung turun tangan jelas membuat mereka gelisah dan harus ekstra berhati-hati dalam bergerak.
"Target kita kali ini dia. Dia terlihat di dekat pasar bagian timur ketika tengah malam. Tempatnya sudah sangat sempurna untuk bersembunyi. Beruntungnya kita, dia teledor ketika malam itu." Jelas Nishimiya.
"Naava, kau tahu sesuatu tentangnya?" Tanyaku kepada Naava.
__ADS_1
"Mata-mata dari Dynasty Air selatan. Terlihat dari warna kulit dan matanya. Seharusnya kalian para assassin tahu bahkan dari cover dan warna kulitnya." Kata Naava kesal.
"Kami baru mencurigainya sebagai mata-mata dari kesaksian bangsawan yang kami interogasi sebelum eksekusi mereka. Ada sekitar 1-10 juta orang yang tinggal di kepulauan assassin yang memiliki wajah yang berbeda-beda dari bermacam-macam suku. Kami tidak informasi tentang mata-mata sampai ke telinga warga sipil hanya karena kami salah menuduh yang kami sangka pelaku." Jelas Nishimiya. Dari nada bicaranya sepertinya dia terpancing dari perkataan Naava tadi.
"Heh! Cara klasik selalu di gunakan oleh orang yang tidak asyik juga." Ejek Naava. Karena harga diri sebagai guru dan pasukan pengintai elit dari kepulauan, Nishimiya merasa cukup tersinggung. Aku bahkan tidak tahu kalau Naava menyukai hal-hal jahil seperti menggoda orang.
"Kalau bukan karena pengampunan dari tuan Gen, aku sudah menggorok tenggorokanmu saat itu." Nishimiya mulai mengancam. Dan dilihat dari raut wajah dan hawanya sudah sangat terasa sekali kalau itu hawa membunuh.
"Benarkah? Ingin tanding ulang?" Naava malah makin menjadi-jadi. Dia bahkan mengeluarkan aura emas di tangan kanannya yang sudah mengepal sangat keras. Nishimiya sudah mengaktifkan kekuatan psikisnya. Ya ampun, bisakah diselesaikan dulu rapatnya kemudian kalian bisa tonjok-tonjokan sepuasnya setelahnya?
"Sudah cukup!" Bentakku memecah suasana tegang menjadi lebih tegang lagi.
"Sedangkan Nishimiya, aku tahu kau tersinggung dan marah tapi bisakah kau menahannya sebentar sampai rapat kita selesai. Kau adalah salah satu tetua dari 5 tetua kepulauan. Jangan mudah terpengaruh dan terprovokasi. Kau harus meningkatkan kedewasaanmu." Kataku. Mereka pun akhirnya berhenti dan mencoba menenangkan diri masing-masing. Aku hanya bisa menghela napas panjang.
"Jadi. Dimana tempatnya?" Tanyaku.
"Sebuah pasar. Rekannya mungkin tinggal disana juga." Jelas Nishimiya. Tiba-tiba aku merasa ada yang aneh. Aku merasakan hawa membunuh dari balik jendela ruangan. Kuat tapi berukuran kecil dan sangat cepat.
__ADS_1
"Merunduk!" Teriakku melompat untuk menundukkan kepala mereka berdua. Tepat setelah itu peluru sniper melesat menghancurkan jendela dan dinding di seberangnya.
RSASS? Dengan peredam? Jangan-jangan?!!
"Nishimiya! Naava! Kalian tetap di sini! Riza dengan Jenghis tetap di sini menjaga mereka!" Kataku melompat keluar dari jendela sambil mengambil pedang katana yang di jadikan hiasan di ruangan Nishimiya.
Aku pun melompat dari bangunan rumah ke bangunan rumah yang lain dengan secepat angin. Aku langsung menggunakan Magic skill : Eagle Vision agar bisa dengan mudah melacak keberadaannya. Tapi dalam radius 1-3 km aku tidak menemukannya. Aku pun berhenti dari lariku sejenak memperhatikan sekitar. Karena musuh menggunakan peredam maka aku hanya bisa mengandalkan mataku.
Kubuka katana itu setengah sarungnya untuk menangkis peluru yang tertembak ke arahku dengan cepat. Tembakan yang lain pun menyusul. Aku segera menyadari posisinya. Kutangkis semua peluru yang coba dia tembak. Berada di dalam ruangan lantai 3 dengan jendela yang terbuka. Aku pun segera masuk melalui jendela yang terbuka itu.
Ternyata benar, ada orang menggunakan mantel hitam dengan tudung yang menutupi separuh wajahnya. Dan benar saja dugaanku, Sniper RSASS ada di atas meja yang arahnya mengarah ke jendela akademi. Aku langsung menyerang pria itu dengan katana. Tapi pria bertudung itu melakukan perlawanan dengan menggunakan pisau militer yang dia simpan di mantelnya. Kami pun beradu pedang dan pisau.
"Pisau militer? Senapan RSASS? Kau pemain dari server FPS?" Aku mencoba menebak siapa yang ada di balik mantel itu. Akhirnya kupatahkan serangan bertubi-tubi miliknya dengan mematahkan pisaunya.
Tanpa kuberi kesempatan aku pun mencoba menebas lehernya tapi tangannya melakukan bloking. Percuma saja! bahkan menggunakan tangan sekalipun katana sangat tajam dan bahkan bisa memotong tulangmu sekalipun.
Tapi tebasanku tidak bisa memotong tangannya yang melindungi lehernya. Bagaimana bisa?! Dia kemudian mencoba menembakku dengan senapan SMG : UMP45. dia menembakkannya dengan acak dan ke segala arah. Aku pun segera mundur melompati meja dan menggunakan meja sebagai perisai. Separuh ruangan di penuhi lubang berisikan peluru. Dan dilihat dari damage-nya UMP45 sudah di modifikasi dan di upgrade.
__ADS_1
Pelurunya habis. Sekarang atau tidak sama sekali! Kutendang meja yang menjadi media coverku ke arah pria tersebut dengan sangat kencang. Pria tersebut sempat lengah karena sedang fokus mengambil magazine untuk mengisi ulang. Dia pun terpelanting karena meja tendanganku mengenainya dengan telak. Dia sekarang posisi terbaring. Ketika aku mencoba mendekatinya. dia langsung menodongkan UMP45 miliknya ke arahku. Kusumbat moncong senapannya dengan katana. Kubuang UMP45 tersebut jauh-jauh.
"Dari gerakanmu sangat jelas kalau kau seorang pemain pro di TSO. setidaknya berlevel diatas 70. Sekarang mari kita lihat siapa yang ada di balik tudung ini." Ketika tanganku sudah mendekati tudungnya, tangannya langsung menangkap pergelangan tanganku. Dan aku terkejut. melihat desain tangan Armored Reog yang ada ditangannya.