Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Aku Disebut Monster


__ADS_3

Tanpa ragu-ragu pria besar yang mengenakan mantel bulu itu menyerang dengan pukulannya. Pria ini mengincar wajahku. Kutangkap pukulannya dengan satu tangan. Tidak berat sedikitpun.


"Bagaimana mungkin?! Cih!" Pria itu sangat geram karena serangan pukulannya gagal. Sebelum dia ingin memukul lagi, kuubah posisi tanganku menjadi memegang pergelangan tangannya dan menariknya ke atas. Pria itu terangkat berbanding lurus denganku. Perempuan berambut pink pun maju dengan kecepatan penuhnya. Jelas dalam kondisi seperti ini, aku memiliki banyak celah. Tapi....


Kulempar pria yang sedang kuangkat ke arah wanita itu, tapi wanita ini bisa menghindarinya. Pria itu terguling hingga beberapa meter dan menabrak tembok. Sekarang wanita ini yang menyerangku. Caranya berkelahi seperti bela diri China. Sangat cepat. Pantas saja dia menggunakan pakaian yang sedikit terbuka. Serangannya seperti gerakan Wing Chun. Tapi semua gerakannya penuh dengan celah.


Dengan timing yang tepat, kutangkap pergelangan tangannya lalu kupukul perutnya dengan cepat. Wanita itu langsung memuntahkan darah dari mulutnya.


"Kau penuh dengan celah." Kubisikkan itu didekat telinganya. Pria yang tadi kulempar seperti gumpalan kertas sampah bangkit kembali dan mulai menyerangku. Tapi ada yang berbeda. Gerakannya menjadi lebih cepat.


Segera kusingkirkan wanita yang hampir pingsan ini dan bersiap menangkis serangan pria besar ini. "Monk art : Bull!" Setelah dia merapal kalimat itu tato di tangan yang dia gunakan untuk memukulku bersinar, tato banteng. Pukulannya menjadi lebih keras dan berat. Pukulan itu telak mengenaiku dan membuatku terlempar beberapa meter. Tapi aku sempat mengeblok-nya dengan kedua tanganku akibatnya pelindung tanganku hancur dan mengeluarkan asap.


"Hoo... Jadi kau seorang Monk ya?" Tanyaku. Dan dilihat dari tato itu adalah item. Beast Tatoo. Hanya bisa didapat dari drop item yang berasal dari binatang langka di TSO. Pemain harus berlevel diatas 40 dan dengan Job Class : Monk.


"Iya. Meskipun cuma bocah ternyata kau tahu banyak." Pria itu kemudian merapal mantra itu lagi. "Monk Art : Bull, Cheetah!" Dari kedua kakinya terlihat bersinar tato berupa hewan harimau tutul atau cheetah dan dari lengan atas tangan kanannya mengeluarkan sinar dari tato berbentuk banteng.


Pria besar ini dengan cepat berlari secepat cheetah. Gerakannya jauh lebih cepat dari yang tadi. Gerakannya hampir secepat teleportasi. "Dengan ini berakhir sudah!!!" Ada hawa membunuh dari belakangku. Dia ingin memukulku dari belakang.


"Kau mudah sekali ditebak." Kataku dengan tersenyum. Magic Skill : Teleportation. Magic skill yang hanya bisa dibuka dari slot skill apabila pemain magic caster berlevel 90 ke atas. Aku pun berpindah ke arah belakang pria yang tadi ingin membelakangiku. Kutusukkan pedangku dari belakang pria ini hingga tembus ke dada kanannya. Darah langsung bersimpahan kemana-mana. Pria ini langsung berlutut.

__ADS_1


"Jadi kau seorang magic caster. Dan magic skill tadi adalah kartu truf-mu ya?" Katanya. Pria ini sempat-sempatnya tersenyum meskipun menahan rasa sakit dan perihnya tusukan pedang.


"Tentu saja tidak. Aku hanya ingin memberitahumu kalau aku bisa membunuhmu kapan saja yang kuinginkan." Kataku dengan nada menghina. Semua tetua yang lain hanya bisa memasang wajah syok dan tak dapat breaksi sedikitpun.


"Sialan! Berani-beraninya kau!" Salah satu wanita berambut pirang pun akhirnya beraksi. Dia melancarkan serangan beruntun. "Martial art : Strength Of Steel!" dari bait yang dia tapal sepertinya dia seorang Fighter. Serangan yang sering dia lancarkan berupa tendangan seperti Taekwondo. Kutangkis semua tendangan itu dengan pedangku. Gerakannya jauh lebih cepat di bandingkan wanita berambut pink tadi sehingga membuatku lebih teliti untuk menghindar dan menangkis. Dia pun mengeluarkan tongkatnya untuk dia jadikan senjata. Sebuah Toya.


dia memutarkan tongkatnya dan menyerangku secara beruntun tapi semuanya kutangkis dengan pedangku. Kami pun terkunci.


"Sekarang!" Bentak wanita itu kepada saudari kembarnya. Saudara kembarnya mengeluarkan magic skill yang menurutku lumayan. Magic Skill : Fire Shot. Sebuah bilah api meluncur ke arahku tapi itu sia-sia. Tidak ada efek sedikitpun dari serangan itu.


"Bagaimana mungkin!?" Wanita pirang pembawa toya ini terkejut. Tentu saja bisa. Magic Skill : Anti Spell. Magic skill yang hanya bisa dibeli di Shop item dan pemain harus memiliki setidaknya 100 magic skill sebagai syaratnya dan harus berlevel setidaknya 65 dan hanya bisa menidiakan magic skill saja dan itu hanya berlaku untuk magic skill yang levelnya lebih rendah dari levelku.


Wanita yang tadi kupukul perutnya dipulihkan oleh wanita pirang magic caster. Setelah dia pulih dia mengambil sesuatu dibalik selendangnya. Sepasang cakram. Sepertinya bukan item magic tapi aku harus mewaspadainya jika ternyata item itu memiliki efek spesial. Wanita itu kemudian melemparkan kedua cakramnya ke arahku. Kedua cakram itu meleset.


Hadeeh, membosankan sekali.


"Tunggu! Jangan lupakan aku! Akulah orang yang menantangmu. Jangan sekali-kali kau memalingkan pandanganmu." Kata seseorang di belakangku. Oh ternyata si monyet besar yang kutusuk tadi. Dia sedang disembuhkan oleh wanita pirang magic caster itu.


"Begitu ya. Aku tidak menyangka kalian selemah ini. Jika kalian begini terus kalian hanya akan membebani Yukki." Aku pun mengambil potion dari inventory item-ku. Kulemparkan ke pria monyet itu kemudian pecah dan isinya mengenai tubuhnya. Efeknya adalah meningkatkan MP.

__ADS_1


"Berikan pukulan terbaikmu." Kataku.


Merasa diremehkan, pria ini langsung berdiri dan memasang kuda-kuda. "Monk Art : Cheetah, Bull, Rhino, Lion, Eagle!" Tato yang memenuhi tubuhnya semuanya bersinar. Badannya di penuhi aura putih.


"Sudah lama aku tidak menggunakannya. Aku akui kau layak melihat teknik terbaikku ini. Maka, tebuslah dengan nyawamu!" Bentak pria itu. Gerakannya menjadi brutal, cepat, dan sangat agresif. Kutarik kembali pedangku. Dengan sekian detik pedangku berlumuran darah.


"Sudah kubilangkan. Kau mudah untuk ditebak." Kataku. Tubuh pria monyet itu langsung menyemburkan darah yang begitu deras. Tubuhnya kutebas di 5 bagian. Sepasang tangan, Sepasang kaki, tubuh, dan leher.


Semua wajah yang melihatku memandangiku dengan rasa takut seolah aku ini momok horror dan mengerikan, kecuali Yukki. Kulihat 3 tetua yang tersisa. Yukki bahkan tidak menghentikanku melakukan pembunuhan terhadap salah satu tetua tepat didepannya, jangankan menghentikan bereaksi pun tidak. Benar-benar wanita berdarah dingin.


"Selanjutnya siapa?" Tanyaku mengintimidasi. Aku masih saja tertegun. Mereka bertiga. bahkan tidak getar dan tetap berusaha melawanku setelah aku benar-benar membunuh teman mereka. Mungkin itu karena mereka seorang assassin. Sebagai seseorang yang pekerjaannya didalam tetesan darah jelas mereka sudah siap akan kematian yang akan mengarah ke arah mereka.


"Mana mungkin... Apakah kau benar-benar seorang magic caster?" tanya wanita magic caster. Aku pun kebingungan.


"Apa maksudmu?" Tanyaku kembali karena dia jelas-jelas meragukanku.


"Aku tidak bisa merasakan Manna dari tubuhmu." Jawabnya.


"Oh begitu itu pasti karena ini." Kuambil item cheat : Big Bang, kulepas skin yang ada di sebagian tanganku sehingga tangan dari pemain Valon the Dragnel terlihat. Wanita itu langsung terduduk dan mengompol. matanya mengeluarkan air mata dan menunjukkan tanda keputusasaan. Dia pun mulai menjerit sekencang-kencangnya seperti baru kesurupan.

__ADS_1


"Woi, kau tidak apa-apa?! tenang! Woi biadab! Apa yang kaulakukan padanya!?" Saudari kembarnya mencoba menenangkannya.


"SEMUANYA! JANGAN MELAWANNYA! DIA ITU MONSTER! AKU BAHKAN TIDAK BISA MENGUKUR MANNA YANG DIA MILIKI! AURA MANNA-NYA SANGAT BESAR SEPERTI BADAI! LEVELNYA DI TINGKATAN YANG BERBEDA! BAHKAN AKU MELIHAT TIGA AURA MONSTER RAKSASA YANG ADA DIBELAKANGNYA!!!!" jerit wanita magic caster itu.


__ADS_2