
(Sudut pandang : Yuna)
Kraven memberitahuku rencananya. Aku berusaha untuk tidak memotong penjelasannya. Aku hampir tidak percaya bahwa ada alasan dibalik penghianatannya.
"Kraven, setelah semua yang kau katakan. Kenapa kau malah memberitahuku tentang rencanamu ini? Kau tahu kalau Tuan Gen sampai tahu...." Mendengar penjelasan Kraven membuatku hampir seperti anak kecil yang baru saja belajar berbicara.
"Karena di masa depan, Satu-satunya peluang hanya pada ibu, tidak ada orang lain yang bisa kupercaya. Karena itu aku memberitahu ibu." Jawab Kraven dengan jelas.
Aku pun meminta Kraven untuk memberiku waktu untuk menjernihkan pikiranku dan menarik napas dengan tenang.
"Baiklah Kraven." Jawabku.
Tiba-tiba terdengar suara guntur yang menggelegar. Di seberang kami tepatnya di bawah kaki patung raksasa Izanami, Keluar retakan dimensi gelap yang mirip seperti pintu masuk gua. Dari retakan dimensi keluar banyak sekali petir yang menyambar dan menjilat-jilat ke sembarang arah. Aku melihat sosok yang sangat kucintai, Tuan Gen yang berjalan keluar dari retakan dimensi itu. Dari wajah Tuan Gen, terlihat sangat jelas kemarahannya tapi dia tetap tenang. Aku dan bahkan Kraven sendiri merasa sangat terintimidasi dengan tatapan mengerikan itu.
Dalam sekejap Tuan Gen menghilang seperti berteleportasi. Kraven dengan cepat menoleh ke kanan, kiri, atas, bawah. Dengan sekuat tenaga Tuan Gen memukul punggung Kraven dan membuatnya terpelanting dimengenai beberapa batu makam dan berhenti di tiang kuil. Gen menarik lenganku dan membantuku berdiri.
"Kau tidak apa-apa?" Tanyannya tanpa menoleh ke arahku. Dia tidak ingin memperlihatkan wajah marahnya kepadaku. Aku hanya menjawabnya dengan anggukan kecil.
Di tempat Kraven terbanting dan menabrak tiang kuil Kraven terduduk dengan memangku beberapa batu pecahan akibat benturan tubuhnya. Tuan Gen segera membuka Babylon Treasure di sekitar Kraven. Tuan Gen kemudian melemparkan sesuatu ke arah Kraven. Sebuah pedang.
"Sebelum kau mati, setidaknya jawab pertanyaanku. Bagaimana bisa kau bisa bersekutu dengan Envy? Kenapa kau juga bisa memiliki benda itu?"
Kraven batuk-batuk akibat debu di sekitarnya.
"Pedang Herakles..."
"Item itu cuma ada satu. tapi ketika aku melihat statusnya semuanya sama dengan pedang Herakles milikku. Bagaimana bisa? Kau bahkan tidak memiliki Item Cheat untuk mereplikanya."
Kraven pun berdiri dengan mengangkat tangannya menandakan menyerah.
__ADS_1
"Aku kagum. Darimana kau bisa tahu?"
"Ketika kau menembakkan panahmu ke arah Jack Ripper saat itu. potongan pedang itu terpental didekatku."
"Oh, cerobohnya aku. Aku seharusnya menggunakan panah biasa untuk membunuhnya tapi yah...yang terjadi biarlah terjadi. Aku akan menjawab semua pertanyaanmu, tuanku."
"Alasan aku bersekutu dengan Envy tidak lebih dari sekedar itikad. Kami tidak saling percaya. Dan pilihannya cuma satu yaitu aku harus menghianati anda. Dan alasan aku bisa punya item pedang Herakles adalah karena sebelum aku menjadi Slave dulunya aku seorang alkimia. Aku tahu betul komponen dan komposisi dari pedang itu."
Tuan Gen pun menyela.
"Aku tidak pernah tahu kalau ada seorang alkimia hidup dimasa pahlawan pembunuh singa Nemean itu."
"Anda pikir saya satu zaman dengannya. Kurasa pikiran itu terlalu sempit. Apakah anda lupa tentang ritual pembunuhan OVERLORD? diperlukan orang dari masa lalu, masa sekarang, dan masa depan untuk bekerja sama dalam membunuhnya. orang dari masa lalu adalah para slave yang dipanggil menggunakan relic magis. Orang masa sekarang adalah para Ousama. Dan orang masa depan adalah kami yang terpilih sebagai Counter Guardian oleh sistem perang. Dan salah satu Counter Guardian itu adalah aku." Mata Tuan Gen sempat melebar kemudian kembali seperti biasa setelah mendengar penjelasan Kraven.
"Karena itu kalian tidak akan dapat mencari asal usulku melalui sejarah."
Tanya tuan Gen.
"Tuan bahkan tidak tahu rahasia di balik Babylon Treasure. Di dalamnya tersimpan banyak relic dan pusaka suci dari berbagai zaman. Mjolnir, Excalibur, Vasavi Shakti, Gae Bolg dan masih banyak lagi. Dan salah satu pusaka itu yang ada di dalam terdapat pusaka milikku. Dan secara beruntung aku terpanggil oleh Ratu Alice."
Tuan Gen masih belum terlihat terkejut.
Dengan cepat Tuan Gen meledak Kraven menggunakan Babylon Treasure.
...****************...
(Sudut pandang : Tatsumaki Gen)
Seharusnya itu membunuhnya menjadi uap. Dengan jarak sedekat itu mustahil untuk menghindari serangan dari Babylon Treasure.
__ADS_1
"Cih! Setidaknya beri aku kesempatan untuk menghindar, Tuanku." Kata Kraven. Aku cukup terkesan dia sempat menggunakan perisai dalam waktu sesingkat itu. Tapi aku juga cukup terkejut melihat bentuk dan jenis perisai yang Kraven pakai.
"Perisai Galahad?! Brengsek, berapa banyak senjata sakralmu!" Kraven pun sedikit terkekeh.
"Jangan terkejut begitu, tuan. Aku sudah bilang bukan? Sebelum aku menjadi Counter Guardian aku dulunya seorang Alkimia." Kraven pun membuang perisai Galahad ke sembarang tempat kemudian menghilang menjadi kilauan cahaya.
"Kau mentransmutasi objek lain untuk membuat perisai Galahad."
"Benar. Karena manna-ku terbilang cukup spesial dan bisa melakukan transmutasi, maka dari itu sistem menjadikanku sebagai Counter Guardian." Kata Kraven.
Spesial? Aku kemudian menggunakan skill untuk menerawang manna milik Kraven, apakah ada perbedaan mencolok dengan manna. Setelah melihat manna-nya aku bahkan tak bisa berkata-kata. Mulutku bahkan sampai kaku. Meskipun mendapat suplai dariku seharusnya ketika digunakan menjadi manna miliknya. Tapi aura manna miliknya...
"Kau.....Kau......kau.......Bagaimana bisa.......Manna itu?! Bagaimana bisa kau memiliki aura manna yang sama sepertiku dengan milik Yuna?!!" Aku bahkan hampir berteriak dan kehilangan kontrol. Dengan cepat, Yuna menangkap tanganku dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Aku begitu kebingungan melihat Yuna seperti itu. Apa yang sebenarnya terjadi?!!!
Dengan sangat keras, Kraven tertawa terbahak-bahak. Bahkan sampai menggelegar memenuhi kuil dan menggema di batu-batu makam. Dengan suara pecah dan perau Yuna mengatakan kepadaku.
"Tuanku, Kraven sebenarnya..... sebenarnya...."
"Sebenarnya apa?!!!" Aku dengan reflek berteriak kepada Yuna.
"ANAK DARI KALIAN BERDUA!!!" Kraven mengatakan itu sekencang-kencangnya. Aku terasa terhantam ribuan tendangan dan pukulan seperti samsak. hati dan jantungku serasa anjlok sampai ke lutut. Kakiku tiba-tiba bergetar. Untuk pertama kalinya skill pasif Undead-ku tidak bereaksi. Yuna bisa merasakan tanganku yang bergetar hebat tapi aku menguatkan diriku kembali meskipun dengan keringat dingin.
"Bukti, Aku memerlukan bukti." Entah reflek atau karena terlalu takut sehingga aku mengatakan kalimat itu.
"Tuan bahkan masih belum mempercayainya setelah melihat aura manna-ku. Baiklah, kalau begitu......" Kraven mengucapkan nama seorang wanita yang paling kucintai dengan jelas tanpa ragu. Wajahku menjadi tidak karuan. Yuna yang di sampingku juga ikut terkejut bahkan sampai tidak kuat menahan air matanya. Yuna bahkan sampai menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.
"Bagaimana-....bagaimana kau....bisa tahu nama itu? Apakah dari Alice?" Tanyaku dengan terbata-bata.
"Yang menjadi wadah dari Raja Babylonia itu bahkan tidak tahu asal usulku. Jadi bukankah sekarang sudah jelas. Iya kan, ayah?"
__ADS_1