
(Sudut pandang : Alice)
Hampir saja.... Jika kami terkena pukulan dari palu itu secara langsung mungkin HP-ku akan mencapai warna merah. Beberapa centi sebelum palu itu menghantam kami, aku menggunakan perisai dari Babylon Treasure sebagai penghalang. Olivia juga menggunakan magic skill : Violet Barrier agar kami bisa terhempas tanpa mendapat cidera yang serius.
Kami terhempas sampai keluar dari gedung dan jatuh dari bukit. Kami kembali ke titik awal kami ber- teleportasi. Kami semua terkapar dengan tubuh kami yang serasa habis diremukkan. Smith melompat dari gedung menujuk ke depan kami. Pendaratannya membuat tanahnya berkawah berdiameter 7 meter.
"Inikah caramu menyapa mantan anggota Guild-mu? Memukulnya seperti bola golf?" Kataku mencoba untuk berdiri.
"Aku tidak pernah ingat kalau kau adalah bagian dari Apocalypse. Jangan dendam kepadaku Alice. Aku hanya melakukan perintah yang diberikan oleh Apocalypse. "Jawabnya Smith menyandingkan palu raksasanya ke pundaknya.
"Begitukah menurutmu? Kau berarti tidak lebih dari anjing peliharaan yang tidak memiliki kehendak sedikit pun dalam setiap langkahmu." Ku coba memprovokasi Smith meskipun itu ide buruk.
"Hmm." Smith mengeluarkan gulungan dari Inventory-nya kemudian dilempar ke udara setinggi kepalanya dan terbakar oleh api biru. Jelas itu adalah Rune.
"Magic Skill : Summoning Elder Lich." Setelah Smith merapal kalimat itu. Muncul sosok yang memakai jubah serba hitam dengan tudung yang terpasang di kepalanya yang terlihat ganjil. Dilehernya terdapat kalung emas dengan hiasan tengkorak. Ditangan kanannya membawa buku sebesar kamus.
"Magic Skill : Thunder bolt." Setelah sosok bermantel itu merapal. Tepat di atas kami masing-masing terdapat serangan petir yang siap diarahkan ke arah kami.
"Menghindar!" Bentakku. Kami semua selamat tapi kami terpisah cukup jauh. Tujuannya adalah memisahkan kami agar bisa mengalahkan kami satu persatu.
"Ya ampun." Desahku. Kupakai item semacam suite berupa pakaian terusan berwarna cokelat keemasan dan beberapa plat zirah yang melindungi bahu, lengan bawah, dada, dan tulang kering. di setiap plat zirah tersebut terdapat motif-motif kuno zaman Babylonia dengan gambar wajah singa di plat dadaku dan selendang hijau yang terikat di pinggangku.
Kukeluarkan beberapa portal Babylon Treasure untuk menyerang Smith. Tapi sosok bertudung hitam itu melindunginya menggunakan magic skill : Fire ball untuk menghalau seranganku.
"Cih!" Keluhku. Dengan cepat, Enki dan Olivia merengsek maju. Tangan Enkidu sudah dilapisi manna berbentuk pisau dan Olivia dengan scroll phone-nya.
Smith melemparkan palunya ke arah mereka berdua. Dengan sangat nekat Enkidu memukul palu tersebut sehingga palu tersebut berbalik mengarah Smith. Tapi dengan sangat mudah Smith menangkap gagang palu tersebut.
__ADS_1
"Magic Skill : Hell Flame." Tangan Olivia dengan cepat diselimuti api hitam yang sangat pekat. Olivia mengincar sosok bertudung yang di panggil oleh Smith.
Api hitam yang berpendar di tangan Olivia dilemparkan ke sosok bertudung itu.
"Magic skill : Absorption." Dengan begitu mudahnya api hitam tersebut terserap sebelum mengenai sosok bertudung itu. Olivia kemudian memanggil tombaknya melalui Scroll Phone-nya. Olivia melompat ke arah sosok bertudung tersebut.
"Oh, kurasa tidak!" Tangan mekanik Smith berubah menjadi bilah pedang raksasa. Smith berencana membelah Olivia menjadi dua. Puluhan rantai surgawi melesat dan mengikat Smith. Olivia pun berhasil menusukkan tombaknya ke dada sosok bertudung itu. Sosok bertudung itu pun memperlihatkan wajahnya. Begitu mengejutkan. Kepala ganjilnya yang bentuknya hampir seperti kran memiliki 4 wajah yang mengerikan.
sosok itu pun mencengkram wajah Olivia dan melemparnya untuk menjauh. Olivia terhempas seperti boneka yang dilempar. Kutangkap Olivia sebelum dia mendapat luka yang serius akibat terhempasnya.
Enkidu masih adu kekuatan tarik menarik dengan Smith. Enkidu yang dasarnya adalah boneka para dewa memiliki kekuatan yang setara dengan Gilgamesh juga kesulitan ketika beradu kekuatan dengan Smith. Bahkan tanah pijakan mereka sampai hancur. Smith menggeram mengeluarkan seperti harimau yang menggeram.
"Kau ingin memanggang golem, Ikaris?" Tanyaku memberi isyarat untuk membantu Enkidu. Tanpa banyak tanya, Ikaris menyambarkan 3 sambaran petir yang menyilaukan mata ke arah Smith. Tapi dihalangi oleh Elder Lich itu. Tepat sebelum 3 sambaran petir itu mengenai Smith, sang Elder Lich melemparkan tombak yang tertancap di dadanya untuk menghalau 3 serangan petir milik Ikaris.
"Kita setidaknya perlu membereskan yang satu ini." Kata Abimanyu mengeluarkan pedangnya. Kukeluarkan tombak untuk Olivia dari portal Babylon Treasure. Setelah menerima tombak dariku Olivia dan Abimanyu dengan cepat menerjang Sang Elder Rich.
"Tahan dan berganti?" Tanya Abimanyu. Olivia paham apa yang dimaksud Abimanyu.
Sang Elder Rich menembakkan magic skill : Dragon Water untuk menyerang Olivia dan Abimanyu. Abimanyu dengan cepat bergerak ke depan Olivia dan membelah Dragon Water menjadi 2. Olivia dengan cepat melompat menggunakan bahu Abimanyu sebagai pijakannya.
"Elder Lich memang punya Manna yang banyak dan pengguna sihir yang kuat. Tapi...." Olivia dengan cepat memilih Magic Skill di Scroll Phone miliknya.
"Magic Skill : Burst Of Holy." Tombak yang di pegang Olivia mulai berpendar putih. Dengan sangat jitu, Olivia melempar tombak tersebut dengan kecepatan yang sangat tinggi. Bahkan kecepatan tombaknya setara dengan lesatan anak panah. Tombak itu dengan sempurna melubangi dada sang Elder Lich dengan sangat jitu. Sang Elder Lich pun hancur menjadi abu hitam.
".......mereka tidak bisa menggunakan lebih dari 1magic skill." Kata Olivia mendarat menapakkan kakinya ke tanah. Abimanyu mendatanginya. Mereka berdua melakukan tos layaknya sahabat.
"Jika kalian punya waktu untuk tos persahabatan, apakah kalian bisa membantuku terlebih dahulu?" erang Enkidu kuwalahan.
__ADS_1
"Perlukah aku menyambarnya dengan petir lagi?" Tanya Ikaris. Tangannya mengeluarkan sengatan listrik.
"Kurasa tidak perlu." Kuulurkan tangan kiriku. Terbuka puluhan portal Babylon Treasure membentuk setengah lingkaran mengurung Smith dan kutembakkan secara bersamaan. Ledakan besar pun terjadi. Asap mengepul begitu tebal. Tapi aku masih bisa melihat siluet dari Smith yang masih utuh dan baik-baik saja.
Asap mulai menghilang. Seperti dugaanku, Smith bahkan tidak terluka sedikitpun. Sebagai Black Smith dan juga tanker HP-nya sangat sulit untuk dikurangi. Itu juga yang jadi alasan kenapa Smith diperbolehkan untuk tidak ikut raid. Sebagai penjaga markas.
Dari belakang Smith terlihat seorang wanita bertopi penyihir dengan pakaian yang lumayan menggoda yang membuat para pria akan menatapnya dengan tatapan laser. Dia juga seorang anggota Apocalypse, Regila. Tapi aku segera tahu dari caranya berjalan, gerak-gerik tangan, dan mimik wajahnya. Dia bukanlah Regila yang asli.
"Ya Alice, Lama tidak berjumpa. Bagaimana rasanya diserang oleh anggota Guild sendiri?" Kata Regila.
"Rasanya seperti dipukul layaknya bola golf." Kataku dengan nada sarkastik.
"Aduh ya ampun. Akhirnya kau berpihak kepada mereka, Olivia Marrison? Tak kusangka kau akan seberani itu melakukannya. Kau ingin anak pantimu mati seperti anjing yang kelaparan?" Regila mencoba memprovokasi Olivia.
"Kalian bahkan tidak menyelamatkanku ketika penyerangan di kota Blizzard." Balas Olivia dengan tenang tapi nadanya sangat tajam seolah dia sangat jengkel. Jika aku jadi Olivia mungkin aku juga berada diposisinya sekarang ini.
"Oh begitu. Kalau itu jawabanmu, maka kami para Apocalypse akan melihat rohmu keluar dari jasadmu oleh malaikat maut." Ancam Regila.
"Coba saja." Kata Olivia. Regila kemudian terkekeh.
"Jadi kenapa kalian berdua kemari di wilayah netral Panthera? Dan apa untungnya kalian menghentikan kami?" Tanyaku. Regila kemudian menatapku dengan serius.
"Menyelamatkan seseorang yang kau cintai dan membawa perang kembali karena laki-laki itu adalah penyebab perang mitologi. Bukankah itu tujuanmu, Alice? Kau pikir kami akan membiarkanmu untuk menyelamatkannya." Katanya.
"Mulia sekali. Kurasa kalian juga akan bergerak dengan niat tertentu." jawabku.
"Aduh, ketahuan. Aku akan memberi penawaran dari Apocalypse kepadamu. Ayo kita kerja sama. Kau dapatkan priamu maka kami dapatkan apa yang kami inginkan." Kata Regila.
__ADS_1
"Apa yang kalian inginkan?" Tanya Enkidu.
"Keruntuhan Panthera." jawab Regila.