
Kami akhirnya menyebrangi lautan daerah utara. Benar-benar membawa kenangan tersendiri dimana kami di cegat oleh World Boss Godzilla dan Hydra. Tapi di penerbangan kali ini kami melintasi lautan dengan aman.
Meskipun Riza sedikit was-was dan sering memperhatikan permukaan air.
Riza sekarang berevolusi semenjak mengalami beberapa pertarungan. Ternyata semua slave memiliki tanda diamond status seperti pemain TSO pada umumnya. Alasannya aku hanya bisa berteori liar. Para Slave di panggil dari berbagai macam zaman. Karena mereka bukan seperti NPC ataupun makhluk pribumi, mereka adalah makhluk yang hidup kembali menjadi seorang slave ke dunia ini, Sama seperti kami para pemain yang dibawa kemari baik itu fisik dan pikirannya kemari. Mungkin karena itu mereka memiliki status diamond di atas kepala mereka. Sehingga mereka juga bisa melakukan level up. Riza menjadi Naga berwarna biru tua dengan tubuh sebesar gedung Monas di Jakarta dan menumbuhkan sepasang sayap yang sangat lebar, tubuh naganya di selimuti zirah berwarna hitam gelap dengan motif corak berwarna emas yang menutupi dari ujung kepala hingga ekornya.
Lenggang selama berjam-jam. Hanya terdengar suara angin yang berhembus kencang. Sudah sekitar 2 jam kami mengudara dia atas laut. Tiba-tiba cuaca menjadi mendung. Aku melihat ke map. Tidak ada efek dari magic skill ataupun efek item magic. Petir mulai menyambar kesana kemari, hujan turun dengan lebatnya. Ini cukup aneh. Semoga saja apa yang kupikirkan tidak terjadi. Tak ada Guntur, tak ada hujan, Aku tiba-tiba mendapat notifikasi.
Kepada Pemain :
Ada retakan dungeon tepat 10 meter di depan. Lawan bos dungeon tersebut kemudian dapatkan EXP, ITEM-ITEM, Dan SKILL baru .
Lawan : World Boss Qirin.
Level : *Unknown.
Quest* : Kalahkan Qirin dengan menggunakan Zirah Obsidian Gydra.
Jika tidak melakukan Quest ini, maka HP anda akan dikuras hingga habis sebagai hukuman meninggalkan Quest.
Waktu : Tersisa 1 Bulan 20 hari lagi.
__ADS_1
Belum selesai masalahku dengan Apocalypse dan Perang Mitologi, sekarang muncul sistem baru yang mengharuskanku untuk menjalani quest bunuh diri melawan World Boss.
Muncul kaki raptil berwarna abu-abu diselimuti petir dari celah-celah awan yang menghitam di atas kami. Kaki raptil bahkan lebih besar dari tubuh Riza. Kaki satunya lagi muncul dan mencoba membelah awan-awan. Makhluk reptil itu pun menunjukkan kepala dan wajahnya. Wajahnya seperti Naga blasteran kuda jantan berwarna hitam yang penuh dengan sisik, bermata emas, dengan tanduk masing-masing sepanjang 20 meter yang melintang seperti tanduk banteng. Bulu disekitar dagu dan lehernya berwarna putih bersih memancarkan petir. Makhluk super besar itu menatap kami lamat-lamat.
Tiba-tiba badanku merasakan hal yang tidak mengenakkan. Tanganku bergetar dan tubuhku terasa menggigil. Bukan karena takut melihat wujud makhluk di depanku tapi ada yang memberontak dalam diriku. Riza! Cepat ke wujud rohmu! Aku sudah tidak bisa menahannya! Kataku melalui sambungan empati mulai merasakan mual. Tuan?! Dari nadanya Riza tampak khawatir.
Dengan dahsyatnya seluruh bayanganku keluar dengan hebatnya, membungkus ku dan Riza seperti kepompong. Bayangan melebar dan menyebar layaknya cat. Pancaran bayanganku semakin membesar dan membesar hingga sebesar makhluk yang berada didepan kami yang kira-kira sekitar 300 meter tingginya. Bayangan ini menguras seluruh manna ku. Tangan bayangan pun mulai terbentuk seperti tangan naga, Membentuk tubuh seperti dinosaurus yang menggunakan zirah, 10 ekor sepanjang mungkin 350 meter panjangnya, membentuk sekitar 10 kepala Hydra di punggung makhluk bayangan itu, dan yang terakhir membentuk kepala raptil, Godzilla. Bermata merah, dengan aura gelap yang mematikan, Dengan motif pola berwarna merah disetiap siku dan sendi-sendi makhluk itu. Tak kusangka akan terjadi resonansi dengan World Boss yang lain. Obsidian Gydra melawan World Boss Qirin.
Keduanya mulai saling menyerang. Pertarungan menguncsng bumi dan alam sekitar dimulai. Air laut seperti tumpah, langit seakan ingin runtuh akibat petir yang menyambar.
Aku tidak menyuruhmu untuk muncul. Kataku sedikit heran.
Aku tidak bisa mengambil kendali dari Obsidian Gydra. Dia tidak membiarkanku untuk mengendalikannya. Mereka saling bertarung dan meradu cakar dan gigitan seperti di film monster kaiju yang ada di bioskop.
"Gabungan dari Godzilla dan Hydra. Kenapa kau menjadi seperti ini?! Kenapa kau memihak kepada makhluk menjijikkan bernama manusia? Apakah kau lupa alasan kita diciptakan?!" Kata sang Qirin. Dari jenis suaranya sepertinya dia berjenis kelamin betina.
Mereka melanjutkan pertarungan mereka dengan ganas. Saling menggigit, mencakar, menendang satu sama lain. Tapi Qirin jauh lebih unggul. Qirin selalu menyerang Obsidian Gydra dengan petir putihnya yang dahsyat dari langit melalui perintah aumannya. Bahkan membuat Obsidian Gydra terjatuh di pulau kecil. Qirin pun memukul habis Obsidian Gydra dengan petirnya. Bentuk Qirin seperti blasteran Kuda, Singa, dan naga. Memiliki postur badan seperti kuda, berkepala, bertanduk, memiliki ekor, dan bersisik seperti naga, dan memiliki bulu dan kaki belakang seperti singa. Berwarna hitam kebiruan, dengan mata emas, tubuh Qirin diselimuti api berwarna biru dan aura petir yang begitu dahsyat dan bisa terbang dengan bebas tanpa sayap sekalipun.
Obsidian Gydra langsung mengeluarkan seluruh kepala Hydra di punggungnya lalu menembakkan semacam sihir racun berwarna hitam ungu yang sangat gelap di setiap kepalanya ke arah Qirin. Qirin tidak mau mengalah. Qirin juga langsung mengeluarkan Auman dahsyatnya hingga menyambar kan petir putih yang sangat terang untuk melawan racun Obsidian Gydra. Benturan 2 tembakan tersebut membuat gelombang ledakan yang sangat dahsyat.
"Perintah dikepalaku hilang Qirin. Semenjak aku dikalahkan oleh beliau yang juga membangkitkanku. Karena itu aku melayaninya. Menjalani hidup tanpa mendengar bisikan perintah menyebalkan itu ternyata tidak terlalu buruk." Kata Obsidian Gydra.
__ADS_1
"Konyol!" Cerca Qirin yang mengapung di udara. Dengan cepat Qirin menukik ke arah Obsidian Gydra dan menginjaknya dengan sangat kuat. Bahkan membuat pulau kecil tersebut tenggelam tanpa sisa.
Qirin menatapku lamat-lamat dari kristal yang ada di dahi Obsidian Gydra dengan lamat-lamat. Dengan mudah, Qirin menginjakkan dan menjejakkan kaki hingga membuat kepala Obsidian Gydra hancur. Seketika itu, wujud Obsidian Gydra memudar menjadi Kilauan berwarna ungu.
Aku langsung terkapar tak berdaya karena kehabisan Manna karena transformasi tadi. Riza malah sudah tidak sadarkan diri di samping kiriku, sepertinya Manna nya juga ikut terpakai tadi. Qirin menatapku lamat-lamat.
"Aku cukup terkejut kalau bocah menjijikkan sepertimu bisa mengalahkan dan menakhlukkan 2 World Boss sekaligus. Kali ini aku akan membiarkanmu. Tapi jika kau menantangku lagi. Tidak ada kesempatan untuk kedua kalinya." Ancam Qirin. Lalu tiba-tiba menghilang. Kami pun keluar dari dungeon melalui portal. Muncul notifikasi dari console.
Waktu yang tersisa : 1 bulan 20 hari lagi.
Kemudian notifikasi itu menghilang dari layarku. Kami terteleport di pantai suatu pulau.
Setelah terbaring selama 20 menit. Tiba-tiba ada yang datang. 2 orang bertudung putih.
"Tak kusangka mereka selamat dari retakan dungeon." Kata salah satu.
"Siapa kalian?" Tanyaku curiga.
Salah satunya mulai menggendong Riza yang masih tidak sadarkan diri.
"Kamilah para Assassin." Jawab mereka bersamaan.
__ADS_1