
"Jadi apa yang kau maksud dengan teorimu yang berhasil itu?" Tanya ibu Miyuki memperhatikan monster Cetus yang benar-benar menjadi Shadow army milikku sekarang.
"Aku hanya menggunakan wawasan dengan tingkat pendidikan jenjang SD dalam pelajaran IPA biologi. Jika Cetus bernapas menggunakan paru-paru maka seharusnya dia tidak mungkin bertahan lama di daratan karena tekanan air laut dengan di darat jelas berbeda baik itu dari gravitasinya maupun kelembapan udaranya. Jika Cetus bernapas menggunakan insang seharusnya dia tidak mungkin selama itu bisa berada diluar air Tentu karena kelembapan udaranya jelas lebih kering di darat." Jelasku.
"Darimana kau bisa tahu detail itu padahal kau sendiri sibuk bertarung tadi?" Tanya Hisao.
"Karena aku sempat terpental dan menabrak tebing di atas tadi. Ketika aku memfokuskan mataku ke Cetus, aku bisa melihat aliran manna di dalam tubuhnya dan juga organ-organ dalamnya. Mungkin kemampuan mata ini berasal dari perubahan mataku selama 4 tahun terakhir ini. Dan aku juga bisa melihat adanya aliran manna sangat besar dari dasar laut yang mengalir menuju ke dalam tubuh Cetus. Warnanya manna nya cukup mirip dengan milik Poseidon. Aku kemudian baru sadar kalau Cetus adalah hewan air yang bernapas menggunakan kulitnya." Jelasku.
"Aha... lalu bagaimana kau bisa menjelaskan alasan kemampuan regenerasi makhluk ini yang begitu sangat cepat, nak?" Sergah ibu Hisao. Makanya jangan ibu potong ketika aku menjelaskan!
"Jawabannya adalah berkah, ibu. Selain bernapas menggunakan kulitnya, Cetus juga mendapat suplai manna dari Poseidon melalui perantara air laut. Karena itu aku mengangkat Cetus menggunakan bantuan Obsidian Gydra keluar dari air sehingga berkah dewa dari Poseidon tidak bisa menjangkau nya. Karena itu Cetus tidak beregenerasi kembali setelah aku menyerangnya menggunakan pedang Enuma Elish." Lanjut ku.
"Dan itu kau menganalisa semua itu ketika pertarungan?! Darimana kau mendapatkan pemikiran setenang itu ketika bertarung sehingga kau masih sempat menganalisa keadaan?!!" Kata ibu Hisao dengan heran.
"Dan tidak semua orang bisa melakukannya." Ucap Ibu Miyuki mengiyakan dan mewajarkan keheranan dari ibu Hisao.
"Entahlah, kepalaku seolah meredam itu semua. Seperti insting dan reflek. Ini bukan pertama kalinya selama hidupku." Jawabku memutar-mutar pisau Kujang ku seperti bolpoin.
"Ya sudah. Sekarang bagaimana? Ingin meladeni dewa laut itu atau mendaki Gunung Olympus mencari jalan keluar dari sini?" Tanya ibu Miyuki
"Pengennya sih pilihan kedua... " Ketika ku lemparkan pisau ku ke atas langit tapi pisau itu terpental kembali ke arahku seolah menabrak sesuatu yang keras yang padahal tidak ada yang "terlihat" menghalangi di langit.
"Pisau teleport ku dihalangi sistem." Lanjutku menangkap pisau ku yang terjatuh.
__ADS_1
"Berarti pilihan pertama, meladeni dewa laut pemarah." Ucapku menatap laut dengan hina.
"Kurasa mencoba menantangnya dan mendatanginya dengan menceburkan diri ke dalam laut bukan pilihan yang bijak." Ucap Ibu Hisao seolah dia membaca pikiranku.
"Sangat bijak. Aku setuju." Jawab ibu Miyuki. Ibu Hisao benar. Itu sama saja menyerang lautan itu sendiri.
"Aku juga bukan orang arogan yang berani menantang alam itu sendiri... " Kurentangkan tanganku ke arah laut. Fujin dan Raijin keluar dari bayanganku dan terbang di sampingku. Guntur dan petir mulai menyambar-nyambar dilangit. Udara dan angin yang kencang seolah membawa momok mengerikan kemari.
"Tapi aku cukup yakin dan arogan untuk membuatnya bisa menerima keramahan ku terhadap lautnya." Fujin dan Raijin terbang saling memutari dan semakin tinggi terbangnya. Mereka berdua menyilangkan kedua lengannya ke atas. beberapa pusaran angin tornado mulai mengamuk dan mengaduk laut, Petir dan kilat mulai menyambar-nyambar permukaan air berulang kali.
"Apa yang?!!.... " Kedua ibuku bahkan sampai berlindung menggunakan kedua lengan mereka karena kencangnya tornado dan petir yang menyambar. Badai kali jauh lebih mengerikan dari badai di laut biasanya.
Ku angkat tanganku setinggi-tingginya. "Keringkan lautnya!" Perintahku kepada Fujin dan Raijin lalu ku ayunkan tanganku ke arah laut. Kedua tangan dua dewa badai itu pun melepaskan pose silangnya. Dengan sangat cepat dan dahsyat tornado-tornado tadi berkumpul menjadi satu dan melebar hingga membuat air laut itu meluap. Kota dengan istana emas ditengahnya pun terlihat.
"Sisanya hanyalah masalah waktu dalam menyelesaikan urusannya." Kataku melihat dinding es raksasa yang melingkup kota dan istana milik Poseidon.
Dari atas tebing ini aku bisa melihat 5 sosok yang keluar dari istana emas itu. Poseidon, Triton, Rhode, Nepheti dan Amphitrite.
"Akhirnya aku bisa membuat wajahmu memandang tinggi ke arahku." Kataku. Poseidon hanya menatapku dengan penuh kebencian.
"Menghina lah sepuas mu selagi kau masih bisa, OVERLORD. Karena waktumu di dunia ini hanya tinggal beberapa saat lagi." Poseidon menghentakkan gagang trisulanya ke tanah pijakannya.
Terjadi gempa bumi yang dahsyat yang bahkan sampai membuat kami bertiga sulit untuk berdiri tegak. Aku dengan cepat melemparkan pisau kujang ku ke udara.
__ADS_1
"Saling berpegangan tangan!" Seruku kepada ibu Hisao dan ibu Miyuki. Dengan cepat mereka berpegangan tangan dan kupegang bahu ibu Miyuki lalu berteleport ke udara tepat di mana pisauku berada.
"Bukannya dia itu dewa laut?!! Bagaimana dia bisa mengendalikan bumi?" Protes ibu Hisao.
"Itu karena Poseidon juga dikenal sebagai dewa penguasa gempa bumi. Satu kali hentakan trisulanya bisa menciptakan gempa yang sangat dahsyat." Jawab ibu Miyuki.
Tiba-tiba tebing di belakang kami meledak dengan ledakan yang sangat dahsyat yang membuat kami terpental ke dasar laut yang kering. Bebatuan menghujani kami karena soalnya kami mendarat tidak jauh dari tebing yang meledak tadi.
Kupanggil Bad Hero dan Jester untuk memotong habis seluruh puing-puing bebatuan yang akan menimpa kami. Dari kepulan asap itu muncul seorang wanita cantik berambut hitam raksasa dan telanjang mengibaskan kedua tangannya sehingga kepulan asap itu menghilang. Tepat ketika kepulan asap itu menghilang dari pinggang ke bawah terlihat bentuk asli wanita itu.
Dari pinggang ke bawah terdapat 6 kepala anjing yang ganas dan kaki wanita itu berupa ekor-ekor tentakel yang sangat panjang berupa ekor naga. Dan di bagian belakang pinggangnya terdapat 6 kepala naga yang sangat ganas.
"Scylla?!" gumam ku dengan heran.
Pijakan kami bertiga tiba-tiba hancur dan membuat kami hampir tertelan ke dalam tanah. Aku melemparkan kembali pisau sehingga membuat kami berteleport menjauh. Muncul satu lagi monster dari bawah tanah berbentuk ular naga laut berwarna hitam gelap yang sangat besar yang sepertinya memiliki ukuran yang sama dengan Scylla yaitu dengan tinggi 100 meter.
"Charybdis?!" Aku lagi-lagi dibuat tercengang.
Dari dalam kota di dekat istana muncul ribuan pasukan atlantis. Manusia ikan bersenjatakan tombak dan membawa tempurung kerang sebagai perisai yang ujung bawah kerang tersebut sangat tajam berbentuk corong. Barisan pertama Mereka dan memakai zirah berwarna hijau gelap. Barisan pertama terdiri dari pasukan berkuda yang kudanya juga bukan kuda biasa tapi hippocampus, kuda bersisik seperti ikan dan berekor ikan. Di beri dan paling belakang terdapat ribuan pasukan dan juga senjata berat seperti tank dan manjaniq.
"woi-woi...Ini candaan yang tidak lucu." Kataku dengan senyum nelangsa.
"Jangan kau pikir wilayah laut hanyalah air lautnya saja. Ini balasan atas ayahmu yang pernah mempermalukan para Dewa dan hampir menghancurkan kayangan." Seru Poseidon.
__ADS_1
"APA?!!!" seruku bersamaan dengan ibu Hisao dan ibu Miyuki.