Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Aku Menambah Wanitaku


__ADS_3

Sepertinya Razor sedikit terguncang melihat Fujin dan Raijin dalam bentuk barunya. Dan entah kenapa aku menyukai ekspresi keputusasaannya itu.


"Bagaimana? Aku bahkan langsung berlutut di depan beliau setelah melihat ini. Aku harap kau bisa lebih mengerti. Yang dulunya pernah melayani salah satu OVERLORD, Raja Kera, Son Goku." Kata Tsukuyomi.


Ok, dari tadi mereka ngobrol aku tidak paham sedikit pun. Apa itu Perang Mitologi? Siapa itu OVERLORD? Jika Tsukuyomi tahu, kenapa sambungan empatinya tidak tersambung ketika dia memikirkan hal itu. Baiklah, cukup! Tidak ada lagi penyembunyian fakta lagi.


"Bawa dia keluar arena! Temui aku di Utara arena." Kataku meninggalkan meja VIP.


Aku pun segera keluar gedung arena dan langsung menuju Utara arena. Dan ternyata lebih cepat dari dugaanku. Mereka sudah sampai disini. Razor terkunci seperti orang sedang gulat. Tsukuyomi tidak ada di sini. Yang ada hanya Fujin dan Raijin.


Razor tidak sadarkan diri. Mungkin itu pertama kalinya dia melakukan teleport paksa. Aku pun sedikit menepuk pipinya agar dia terbangun. Razor pun mulai membuka matanya seperti orang baru bangun tidur.


"Lepaskan kuncianmu. Aku akan mengurusnya dari sini." Perintahku kepada Fujin dan Raijin. Mereka pun langsung masuk kebayanganku meninggalkan Razor dan aku.


"Jadi ini Seiryuu. Salah satu dewa penjaga mata angin. Aku punya beberapa pertanyaan." Kataku.


"Apa yang kau inginkan, OVERLORD?" Tanya Razor yang masih dalam posisi tengkurap karena masih belum kuat untuk berdiri.


Aku pun berjongkok di depannya.


"Apa itu Perang Mitologi? Siapa itu OVERLORD?" Tanyaku.


"Seharusnya Dewi Bulan itu sudah menjelaskan semuanya padamu?"Tanyanya.


"Dia masih kurang terbuka denganku. Mungkin juga karena dia seorang wanita. Aku pun tidak memaksanya untuk memberikanku penjelasan." Jelasku. Dan itu kenyataannya.


"OVERLORD adalah makhluk yang tidak seharusnya ada. Dia tercipta dari takdir kejam yang membuatnya menjadi objek yang di salahkan dan musuh utama di Perang Mitologi. Titan Penguasa waktu Kronos, Raja Kera Son Goku, Rama sang pemanah. Mereka semua adalah reinkarnasi OVERLORD termasuk dirimu." Jelas Razor.


"Dan Perang Mitologi adalah senjata mutakhir untuk membunuh para OVERLORD. Dikarenakan kalian adalah makhluk dengan kekuatan misterius dan dahsyat, maka cara membunuh kalian pun cukup unik yaitu dengan membuat orang hidup, orang mati, orang dari masa lampau, dan masa kini dikumpulkan bekerja sama. Itulah Ousama dan Slave. Tapi tak kusangka perang kali ini para dewa turun tangan dan berpartisipasi dalam perang ini. Dan aku juga terkejut kalau ada seorang Ousama yang bisa membuat kontrak dengan para dewa menjadi Slave." Sambung Razor.


Hmm, perang mitologi terjadi secara bersamaan dengan terjebaknya para pemain ke dunia ini. Dugaanku benar, mungkin takdir menghukumku dengan cara ini atas apa yang kulakukan di masa lalu atau bisa juga ini ujian untuk keikhlasanku. Menarik.


"Hmm, sejauh ini aku paham. Sekarang bagaimana? Maukah kau menjadi Slave-ku? Bukankah ini suatu kehormatan bisa melayani OVERLORD?" Tanyaku mengulurkan tanganku kearah Razor.

__ADS_1


"Jika aku menolak? Apa yang akan kau lakukan padaku?" Tanya Razor mengancam. Untuk ukuran wanita dia cukup berani mengancam.


"Akan kau kuubah kau menjadi seperti Fujin dan Raijin. Menjadi bonekaku. Kau tidak akan sebebas Slave pada umumnya. tak memiliki ego sedikitpun, yang kau lakukan hanyalah tunduk kepadaku." Jawabku balik mengancamnya.


Hening 7 detik.


"Baiklah, aku terima. Aku akan menjadi Slave-mu. Tapi dengan syarat, tolong bunuh orang bernama Bad Hero." Katanya.


Aku tidak langsung meng-iyakan.


"Alasannya?" Tanyaku.


"Dia membunuh temanku ketika di kota ini. Namanya Sally, Ketika aku iseng mengunjungi kota manusia aku bertemu dengannya. Kami pun menjadi sering bertemu, berbicara, bahkan bercanda bersama. Tapi Bad Hero tahu aku adalah Slave tipe langka tapi dia tidak mengetahui kalau aku adalah seorang Dewi penjaga Timur. Dia mengancamku akan menyakiti Sally jika aku tidak membuat kontrak dengannya. Jelas kontrak kami gagal karena Ousama tidak bisa membuat kontrak dengan para dewa. Dia kecewa, kesal, dan marah dan menggorok tenggorokan Sally di depan mataku." Cerita Razor membuatku sedikit tersentuh.


"Oleh karena itu kau mencarinya ke arena ini?" Tanyaku memastikan.


"Aku mendengar rumor kalau dia sering kesini, arena ini. Maka akan menjadi suatu keberuntungan kalau langsung bertemu dengannya di arena pertarungan. Aku tidak akan berhenti memburunya dan membunuhnya. Kalau tidak Sally tidak akan beristirahat dengan tenang." Katanya menahan air mata.


Entah kenapa aku reflek tersenyum. Yah bagaimana tidak. Bad Hero adalah salah anggota Apocalypse yang sedang kuburu juga. Suatu keberuntungan yang hakiki.


" Saya menerimanya dengan berat maupun senang hati. Wahai Ousama-ku. Demi apapun yang ingin kau capai." Jawabnya.


Setelah itu entah kenapa punggung menjadi gatal. Efek nambah wanita? Mana mungkin.


Tak lama kemudian Tsukuyomi datang menghampiri kami dengan wajah yang membuatku berkata "waduh".


"Tuan muda." Wajah Tsukuyomi serius ketika mengatakannya. Tapi entah kenapa itu yang membuatku betah melihatnya.


"Tsukuyomi, kau sudah merayakan kemenanganmu? apa hadiahnya?" Tanyaku. Jika kau memenangkan Arena level Master kau akan mendapatkan Mystery Box dan mendapat hadiah tipe epic class.


"Saya tidak mengharap banyak. Hanya mendapat ini. Jarum sebesar pisau. berlevel 45" Katanya menunjukkan jarumnya.


"Itu mungkin karena skill menjahitmu tadi." Kataku.

__ADS_1


"Ini bukan saatnya membicarakan kemenangan saya! Apakah anda telah membuat kontrak dengan Seiryuu?!" Tanyanya agak panik.


"Iya begitulah.....kenapa? Kau khawatir aku akan terbakar karena menerima kontrak lebih dari 1 Slave?" Tanyaku polos. Dengan secepat kilat menyambar Tsukuyomi memelukku dengan sangat erat dan itu yang membuat ku terkejut.


"Tentu saja! Bagaimana bisa saya tidak khawatir! Jika terjadi sesuatu dengan anda....." Suaranya pecah setelah berteriak kepadaku.


"Kau marah padaku?" Kataku mengelus kepalanya.


"Tentu saja..... Karena sudah membuat saya cemas. Tolong jangan gegabah lagi. Janji?" Katanya


"Akan kuusahakan tapi tidak janji." Kataku polos. Tsukuyomi pun mengangguk dan itu pertama kalinya akan dan Tsukuyomi saling tatap dalam durasi lebih dari 10 detik. Tak lama kemudian Razor mendeham. Dari wajahnya terlihat kecemburuannya pada Tsukuyomi.


"Baiklah, Razor kubantu kau untuk balas dendam." Aku pun men-summon beberapa NPC. 5 Ice Hellhound (Anjing Neraka Es), 3 Shadow Panther (Puma Bayangan), 2 Blue Vulture (Nazar Biru). Mereka ter-summon dari lingkaran sihir berwarna putih milikku. Aku memberi mereka masing-masing Satu gulungan untuk dibawa.


"Waktunya berburu. Pergi!" Perintahku. Mereka semua langsung ke mode tak terlihat dan mulai berlari dan terbang ke segala arah dan berpencar. Aku pun mengeluarkan 1 kertas map kosong.


perlahan-lahan gambar dalam Map kosong mulai terlihat.


"Anda menggunakan binatang panggilan anda untuk menggambarkan map peta melalui bekas jejak dan penglihatan mereka?" Tanya Razor memperhatikan map.


"Kota Black Market tidak hanya ada di permukaan. Tapi juga di ruang bawah tanah, belum lagi mereka


yang ada di bawah tanah memiliki punya ruang bawah tanah lagi. Akan lebih cepat menggunakan hewan-hewan pelacak tentunya." Jawabku.


"Bukankah itu terlalu memakan waktu? Kota ini cukup luas untuk dilacar oleh anjing sekalipun." Tanya Tsukuyomi tidak yakin.


"Terkadang cara klasik tidak pernah terpikirkan oleh semua orang, termasuk musuhmu. Cara ini akan tetap berhasil walaupun gagal." Jelasku.


"Maksudnya?" tanya Razor menaikan sebelah alisnya.


Tiba-tiba di bagian selatan map muncul tanda merah seperti lampu laser.


"Dia disitu." Kataku.

__ADS_1


"Tunggu dulu!? bagaimana bisa?" Razor terlihat kebingungan seperti anak kecil.


"Ayo, kita pergi." Kataku.


__ADS_2