Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Perencanaan Invasi (Bagian I)


__ADS_3

Selama menunggu pesan dari Hassan, aku tidak bisa kemana-mana. Apa sebabnya? Pekerjaan sebagai seorang raja yang memimpin 1 dynasty, karena itu banyak pemain yang tidak ingin mengambil ranah raja atau kaisar meskipun memiliki keuntungan kekuatan militer yang sangat besar . Ternyata Kekaisaran Blizzard adalah ibukota dari Dynasty Air. Berati secara otomatis aku menjadi seorang kaisar yang sudah memegang satu Dynasty.


Mengerjakan Administrasi dan laporan tiap harinya, untuk bisa bertemu dengan Yuna saja hanya ketika malam hari saja. Karena beberapa fitur game TSO berubah maka perbedaan waktu game juga berubah. Biasanya 1 hari di dalam game hanya berdurasi sekitar 24 menit di dunia nyata. Tapi setelah terjebak, waktunya serasa sama dengan dunia nyata yaitu 24 jam.


Sudah 2 bulan semenjak aku memberikan misi kepada Hassan dan masih belum ada kabar tentang Kepulauan Assassin dan Hassan belum juga kembali. Selama Hassan pergi aku merasakan kejanggalan yang luar biasa. Kulit gatal. Dan itu berulangkali terjadi dengan waktu yang tidak menentu. Aku sempat memeriksa data akunku untuk memastikan aku tidak terkena skill trap dari musuh. Kesabaranku benar-benar diuji disaat-saat seperti ini. Malam pun tiba, ketika aku melihat Yuna di kamarnya aku masih saja kagum. Meskipun sudah sekitar 3 bulan Yuna dan Alice mengandung tapi perutnya tidak terlihat membesar. Ketika para tabib memeriksa rutin tiap harinya, mereka mengatakan memang tubuh Yuna dan Alice sedikit berbeda dengan tubuh wanita yang lain. Mungkin karena Yuna dan Alice adalah seorang Demi-Slave atau Slave semu sehingga tubuh mereka disetting supaya bisa mudah bergerak dan bertarung.


Aku pun merebahkan tubuhku di pelukan Yuna di ruangannya.


"Kenapa anda tampak gelisah? Apakah gatalnya masih terasa?" Tanya Yuna dengan wajah cemas. Jika sudah begini aku susah untuk berbohong.


"Iya dan selama 3 bulan ini, apa yang kucari belum juga kutemukan. Mungkin karena itu." Jawabku.


Wajah Yuna menjadi khawatir.


"Apakah karena pencarian kelompok bernama Apocalypse?" Tanya Yuna.


"Iya." Jawabku. Yah setidaknya dia tahu gambaran luarnya saja.


Ada tetesan air yang menetes tepat di depanku. Aku pikir atapnya bocor dan sedang hujan. Tapi itu bukan air hujan. Itu air mata milik Yuna.


"Kenapa? Kenapa anda? Sangat terobsesi dengan...........membunuh mereka? Apakah mereka yang membuat anda seperti ini sehingga membuat anda ingin sekali membunuh mereka?" Isakan Yuna membuatku tak bisa berkata-kata. Aku tidak menjawab pertanyaannya.


Di Keesokan harinya aku berencana memanggil Hassan untuk kembali. Seorang Slave akan kembali ke Ousama-nya jika dia diperintah menggunakan Manna. Dan, tidak berhasil. Aku cukup keheranan. Kenapa tidak berhasil? Apakah Hassan mati? Ketahuan? Tidak, mereka pasti akan membuatnya membuka mulut. Dan Hassan adalah assassin pertama yang berada di dunia ini jadi cukup sulit beranggapan kalau dia mati ataupun tertangkap.

__ADS_1


Atau..... "Kontraknya denganmu terhapus." Kata Riza di belakangku. Karena terlalu berpikir aku sampai tidak sadar kalau selama ini Riza berada di belakangku.


"Apakah itu mungkin?" Tanyaku.


"Bisa. Itu sama halnya ketika kau mengambil Slave dari Bad Hero dan Alice." Jawabnya jelas.


Jika begitu maka." Jenghis Khan. Kemari." Perintahku.


Dengan kilauan emas Jenghis Khan berteleportasi di hadapanku dengan membungkuk. Jika Jenghis Khan bisa kembali sedangkan Hassan tidak maka ada yang aneh.


"Jenghis, apa yang terjadi kepada Hassan?" Tanyaku.


"Saya juga tidak tahu tuan. Kami berpencar ketika melakukan pencarian di Dynasty Angin dan terpisah karena kabut yang sangat tebal dilereng dataran tinggi. sudah 10 hari kami terpisah." Jawabnya.


Kubuka pakaianku karena sudah tidak tahan lagi. Aku pun menuju ke cermin. Tubuhku mulai di penuhi tato dengan corak warna hitam. Aku begitu terkejut. Ketika berbalik ada satu tato pudar di daerah pinggul kiri belakangku.


"Apa ini?!" Tanyaku.


"Segel kontrak. Apakah tuan merasakan gatal ketika menjalin kontrak dengan kami? rasa gatal itu membuat bekas di kulit dan membentuk simbol yang mendasari Slave yang dia kontrak. Tak kusangka yang menghilang dari anda adalah segel kontrak milik Hassan." Kata Riza memeriksa punggungku.


Tiba-tiba gatal tersebut kumat. Rasanya sekarang mirip seperti terbakar.


"Tatonya.....muncul kembali...?" Kata Riza tidak percaya.

__ADS_1


"Itu mustahil. Tidak mungkin segel kontrak akan muncul kembali tanpa melakukan kontrak baru. Apa maksudnya ini?!" Jenghis Khan mulai menaikkan nada suaranya. Dia sama terkejutnya dengan Riza.


"Aku juga tidak tahu. Yang jelas ini bukan kejadian yang wajar. Selama aku mengikuti perang mitologi aku belum pernah melihat gejala seperti ini. Jadi tolong kita sedang bersama Ousama kita...." Jawab Riza menenangkan Jenghis.


Jenghis langsung mundur beberapa langkah dan berlutut. "Maaf atas kelancangan saya, tuanku." Pinta Jenghis.


"Tidak apa-apa. Aku juga tidak mengetahui kondisi seperti ini." Kataku.


"Jadi.....Bagiamana tuanku? Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Riza memakaikan kembali pakaianku.


Akan terlalu beresiko jika aku bergerak sendiri. Karena di server ini tidak hanya pemain Apocalypse saja. Jika aku ke dunia luar menggunakan tubuh kecil seperti ini sudah membuat orang-orang atau bahkan para pemain curiga. Rumor di TSO begitu cepat menyebar. Itu membuatku menjadi bahan buruan baik itu dari sisi pemain maupun Apocalypse.


Kubuka inventory-ku. Belum lagi Medan apa yang menunggu kami ketika di Dynasty Angin. Maka aku perlu senjata dan pertahanan yang bisa aktif secara auto . Dan kutemukan ide. Kuubah Shadow Godzilla dan Shadow Hydra menjadi zirah. hitam gelap obsidian dengan corak biru dengan senjata bawaan berupa kepala Hydra yang berjumlah 10 kepala dan ekor Godzilla. dan mengenakan helm rapat berwujud raptil dengan hiasan berupa bulu yang lebat seperti kepala singa jantan. Zirah Obsidian Gydra.


Status level tidak diketahui . memiliki Buff berupa full counter hingga 100%, menaikkan status penggunaan Magic Skill sebanyak 100 %, Dan kebal dengan Stunn dan masih banyak lagi. Aku pun memakainya. Ketika aku memakainya aura kegelapan memancar kemana-mana seperti air yang luber.


"Bukankah itu terlalu mencolok?" Tanya Riza menaikkan salah satu alisnya.


"Aku hanya akan memakainya ketika ada serangan yang tidak kuketahui. Dan mereka ini aslinya adalah World Boss. Mereka akan merespon." Jelasku.


"Jaga mereka. Jangan biarkan disentuh satu helaipun oleh musuh." Kataku kepada pasukan Shadow-ku. Dengan cepat mereka langsung menyebar kemana-mana.


Perjalananku menuju Dynasty Angin di mulai.

__ADS_1


__ADS_2