Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Kerajaan Panthera : Kakak VS Adik


__ADS_3

4 tahun lalu.


(Sudut pandang: Naava)


Aku akhirnya bisa pulang, pulang ke Kerajaan Panthera. Aku juga berhasil membawa pulang tahanan yang merupakan pembunuh bayaran sewaan dari kakak laki-lakiku yang menginginkanku mati sehingga tahta Panthera jatuh kepadanya. Tapi karena aku berhasil selamat dan berhasil pulang seluruh bangsawan menjadi bungkam dan tidak berani macam-macam denganku.


Aku begitu disambut oleh rakyatku dan para prajurit. Mereka mengarakku hingga ke depan istana.


"Bahkan kau datang tanpa membawa pembunuh itu dan berani muncul dihadapanku, huh?!!!" Kakak segera meninggikan suaranya. Sebelum aku bertemu dengan Gen aku begitu takut jika kakakku menaikkan suaranya. Tapi setelah bersama dengan Gen yang memiliki aura intimidasi yang luar biasa hebat dan kekuatannya yang diluar nalar aku menjadi tidak takut sedikitpun terhadap kakakku.


Ketika sudah sampai didepan singgasana aku melemparkan kotak penjara 4 sudut yang Gen beri kepadaku tepat di depan kakakku. Seketika para prajurit mengeluarkan pedang dan mempersiapkan tombak mereka untuk menodongku tapi aku tidak mempedulikannya.


"Apa itu?" tanya kakakku dengan pongah. Tiba-tiba kotak itu membesar seukuran peti kotak dan terbuka. asap mengepul begitu tebal. Dibalik tabir asap itu muncul hologram sosok Killhunger yang dalam keadaan berlutut dengan tangan direntangkan dan dirantai dengan rantai magis yang sangat kuat dan dengan pedang yang tertancap di punggungnya. Semua menjadi tersentak dan terkejut melihat sosok hologram Killhunger yang seorang pembunuh terhebat dibuat seperti itu. Aku memang tidak menyesal mencintai Gen.


"Dimana rekanmu?" Tanya kakakku.


"Dia tewas ketika aku menangkapnya di Dynasty Angin. Hanya aku sendiri yang selamat." Jelasku. Kakakku jelas nampak pucat karena aku berhasil kembali.


"Sesuai perjanjian kita Chad. Kau harus turun tahta." Kataku dengan tegas.


"Tunggu dulu! Ini adalah item penjara 4 sudut. Item Epic yang sangat kuat dalam menyegel segala sesuatu, bahkan menyegel dewa sekalipun. Aku curiga kau bisa menangkapnya sendiri sedangkan rekanmu itu juga tidak mungkin memiliki item sekuno ini." Kata salah satu bangsawan yang pro dengan Chad.


"Tapi memang itu kenyataannya." Balasku.

__ADS_1


"Tidak, makan perjanjian batal. Ini jelas kau telah dibantu oleh orang luar!" Kata salah satu bangsawan. Aku menghabiskan waktuku dalam menangkapnya 2 tahun di luar kerajaan. Dan bisa-bisanya mereka menganggapnya tidak sesuai kesepakatan. Aku benar-benar marah mendengarnya.


"Jadi begitu. Kalau begitu kita lakukan saja untuk semua bangsawan veg ritueel." Seketika semua bangsawan tertawa termasuk Chad yang sedang duduk di singgasana. Mereka para bangsawan selalu membuatku menangis dan dikucilkan. Dan itu karena Chad yang iri akan kekuatanku. Awalnya aku memang tidak berani membalas mereka tapi sejak melihat tekad dan keberanian Gen aku pun menjadi tidak takut.


"Kau? Putri yang hanya bisa menangis dan mengadu?'Menantang kami untuk veg ritueel?:Jangan bercanda!" Chad begitu terbahak-bahak tertawa. Tapi aku malah tertawa seperti orang gila. Ketika aku tertawa seisi ruangan tahta menjadi hening.


"Apa?! Apa yang lucu!" Bentak Chad. Sepertinya dia merasa terhina karena tawaku tadi. Aku pun menghentikan tawaku.


"Siarkan ini ke suluruh Panthera." Aku memerintahkan salah satu prajurit yang setia denganku. Dengan senang hati sang prajurit menyalakan beberapa panel dan mengaturnya untuk terlihat jelas ketika di siarkan.


"Kenapa Chad? Kau takut dengan adik perempuanmu ini? Woii, seluruh bangsawan dan rakyatku sekalian! Sang Raja Chad takut melawan gadis kecil dan hanya berani membayar pembunuh untuk membunuh adik perempuan-nya tanpa mengotori tangannya!" Aku langsung mengumbar rahasia Chad ketika siaran berlangsung. Dalam waktu yang bersamaan Chad mati kutu dan sangat kesal.


"Bahkan setelah dia mendapat artefak dari amulet yang diturunkan dari generasi sebelumnya dari para raja sebelumnya dia masih takut untuk melawan seorang gadis. Bukankah kalian sebagai rakyat malu memiliki raja se-pengecut dia?!!!" Sorakan rakyat begitu terdengar dari luar istana.


"Putri Naava!!! Putri Naava !!! Putri Naava !!!" Sorakan namaku begitu menggema di dalam istana.


"Kalian lihat dan dengar?!!! Raja yang pengecut yang bersembunyi dibalik kursi singgasana yang bahkan tidak menerima tantanganku. Bagaimana kalau-..." Sebelum aku menyelesaikan hinaanku


"Cukup! Kuterima tantanganmu adik kecil brengsek! Kupastikan mayatmu menjadi makanan anjing!" Sorakan bertambah keras dengan terpancingnya Chad menerima tantanganku.


"Matikan siarannya!" Bentak Chad kepada prajurit yang menghidupkan siaran tadi. Aku pun berpendapat sama dan sang prajurit pun mematikan panel siarannya. Aku pun menoleh ke arah Chad lagi yang wajahnya sudah tidak sanggup menahan amarah.


"Kau boleh menggunakan senjata apapun sesukamu. Aku cukup dengan ini untuk menghabisimu." Aku menunjukkan kepala tanganku ke arah Chad. Aku menyentuh kembali penjara 4 sudut sehingga menyusut ke ukuran kubus kecil.

__ADS_1


Aku pun keluar istana dengan rasa bangga dan senang setelah melampiaskan rasa kesalku kepada Chad. Diluar istana aku begitu di puja oleh para rakyat dan prajurit diluar. Aku pun berencana untuk menginap di penginapan saja sebelum aku melengserkan tahta Chad.


"Tuan putri, itu tadi sangatlah berani. Apa yang terjadi ketika anda diluar sana?" tanya nyonya penjaga penginapan.


"Aku bertemu dengan seseorang yang luar biasa diluar sana. Dan dia...." Aku bahkan malu ketika membicarakan Gen.


"Aduh..... anda jatuh cinta dengan orang itu..." penjaga penginapan itu menggodaku. Tapi entah kenapa aku begitu senang karena dia mengetahuinya.


"Iya. Dia juga berjanji akan kembali kepadaku dan melamarku." Kataku dengan malu.


"Itu akan memberi harapan lebih cerah lagi kepada kerajaan ini. Seorang penerus yang jauh lebih baik dari kakak anda itu!" Kata penjaga penginapan itu dengan ceria. Aku pun terbayang memiliki anak dari Gen. Rasa malu ditambah senang menjadi bercampur aduk.


"ya ampun nyonya, aku belum terpikirkan sampai situ. Aku pesan ruangan untuk seminggu. Acara veg ritueel akan diadakan seminggu lagi."


"Tentu saja Yang Mulia." sang penjaga penginapan pun memberiku sebuah panel untuk menscan sidik jariku. Aku menempelkan sidik jariku ke tengah panel hingga proses selesai. Sang penjaga penginapan mengetik beberapa tombol di keyboard untuk memasukkan dataku.


"Tuan Putri, kamar VIP nomor 327 lantai 3."


"Terima kasih nyonya." Jawabku.


"Dan tuan putri..... Selamat menikmati fasilitas kami." Aku pun mengangguk dan berjalan ke arah lift.


Aku menikmati lagu-lagu yang mereka setel di dalam lift. Ketika pintu lift terbuka aku segera keluar dari lift dan mulai mencari kamar 327 di daerah VIP. Setelah ketemu, aku menempelkan telapak tanganku di dipanel dekat pintu. Pintu itu pun terbuka otomatis. Sudah berapa lama aku tidak melihat ornamen-ornamen seperti ini. Rasanya seperti ribuan tahun yang lalu.

__ADS_1


Tapi semua suasana menyenangkan itu pun menghilang setelah melihat 2 wanita yang ada di dekat balkon.


"Kau seharusnya membawa kami sehingga tidak perlu 2 tahun menggelandang diluar sana." Kata salah satu wanita yang berdiri di balkon.


__ADS_2