Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Babylon Treasure VS Infinity False


__ADS_3

Ini kedua kalinya aku merasakan hantaman mental sehebat setelah 3 tahun yang lalu. Aku tahu suatu saat aku akan mendapatkan hukuman atas tiraninya diriku ini cepat atau lambat. Tapi kenapa? Kenapa? Kenapa?! Kenapa?!!! Kenapa harus dengan cara ini!!!!?


Orang yang mengenakan bandana merah darah yang menutupi dahinya, berambut putih pendek berdiri, bermata emas tajam, mengenakan pakaian hitam legam tanpa lengan, mengenakan pelindung berlapis baja berwarna hitam dari pundak hingga telapak tangannya, mengenakan ekor jubah berwarna hitam dengan motif garis berwarna emas, mengenakan boot hitam dan pelindung tulang kering berwarna hitam ternyata adalah anakku.


Dengan sangat cepat dan kuat Kraven menendangku sehingga membuatku terbanting dan terpental hingga menabrak dinding lembah dengan sangat keras. Kraven mendatangiku dengan 2 pedang yang sudah di pegang dikedua tangannya.


"Lawan aku, ayah. Ini takdir orang-orang yang terlibat dalam Perang Mitologi." Kata Kraven dengan nada serius. Aku pun mencoba berdiri dari tempatku mendarat.


Kraven memukul wajahku menggunakan gagang pedangnya, menendang perutku dengan lututnya, Aku bahkan tak bisa breaksi sedikitpun di setiap pukulan dan tendangan yang Kraven lancarkan. Apakah karena dia anakku? Apakah karena rasa bersalahku yang membuat wanita itu menderita sehingga membiarkan anaknya untuk membalas dendam? Apakah ini karena itu, cintaku? Tapi jika aku tidak melawan maka aku akan mati sebelum bisa membunuh semua anggota Apocalypse yang ada. Tapi dia adalah anakku. Apa yang harus kulakukan?


Dunia seakan menjadi slow motion. Aku bisa melihat ekspresi Kraven ketika menghajarku, aku juga bisa melihat Yuna yang berlari ke arah kami untuk menghentikan Kraven. Setiap satu detiknya begitu lambat.


"Ayah tahu, kehidupanku menjadi hancur gara-gara ayah. Bahkan dengan teganya membiarkan ibu mati seperti anjing." Itu benar-benar kalimat yang menyayat hati. Kraven menarik rambutku agar aku bisa melihat mata dan wajahnya.


"Hentikan! Kraven!" Dengan cepat Yuna meraihku dan menjauhkanku dari Kraven yang seperti orang gila. Yuna memelukku begitu erat. Aku tenggelam di pelukannya. Aku bisa merasakan dengan samar-samar air matanya menetes ke wajahku.


"Teganya kau melakukan ini kepada Tuan Gen!" Bentak Yuna dengan suara pecah.


"Kenapa tidak?! Pria itu juga tega membunuh ibu. Ibu tidak pantas bersama pria brengsek ini!" Entah kenapa aku menjadi sangat marah karena Kraven membentak Yuna seperti itu.


"Tunggu....!" Kataku. Sebelum melanjutkan kata-kata aku sempat batuk berdarah. Aku pun berdiri.

__ADS_1


"Jika kau memang membenciku maka jangan kau lampiaskan kepada Yuna!" Dengan cepat aku menteleport Yuna.


Aku pun mengeluarkan pedangku dari sarungnya.


"Ayah marah? Bagus, tidak ada yang lebih menyenangkan dari melihat darah daging sendiri mati seperti kotoran!" Kraven mengeluarkan auranya. Auranya tampak putih bercampur gelap. Benar-benar mirip dengan Yuna.


"Maju." Kataku dengan datar. Kraven mencoba menebasku secara brutal tapi aku bisa menangkis semuanya. Kubalas tendangan Kraven tadi dengan tendangan yang lebih kencang. Membuatnya terpental dan menabrak kepala patung Izanami yang tingginya bisa sampai 80 meter.


"Seperti yang di harapkan dari OVERLORD. Kekuatannya sangat diluar nalar." Aku bisa melihat Kraven sempat memblokir tendanganku tadi menggunakan 2 pedangnya yang ia silangkan sebagai bentuk pertahanan. Kurasa itu bisa mengurangi damage. Tapi, kedua pedangnya patah bersamaan.


"Sepertinya membasmi OVERLORD seperti ayah akan sangat sulit." Kraven pun mentransmutasi batu pijakannya menjadi 2 pedang yang sama.


"Dan akan kubuktikan kalau itu akan lebih sulit lagi."


Ekornya menyerang dengan sangat cepat seperti ular. Terdengar desingan panah-panah dari atas. Aku pun berbalik dan menangkis semuanya dengan mudah.


Dari situ harimau hitam berhasil menggigit pundak kiriku. Kraven mengincar tangan dominanku untuk melemahkanku. Kupanggil Exile untuk menyerang harimau hitam itu. Exile memukul Harimau hitam itu dengan sangat kencang menggunakan palu perangnya.


Harimau itu bahkan terbang sampai ke dinding lembah.


"Lumayan!" Kraven mencoba membidikku lagi menggunakan panahnya. Kupanggil Screw You di dekat Kraven. Kraven pun terpental menuju dinding lembah akibat pukulan perisai milik Screw You. Aku tidak membiarkan kesempatan ini. Exile dengan sangat kencang melompat ke arah Kraven menabrak dinding lembah untuk menghajarnya. Kraven dihajar habis-habisan di sana. Dengan cepat Kraven mengambil tindakan dan menendang Exile hingga jatuh. Exile terjatuh dari ketinggian 15 meter karena Tendangan Kraven.

__ADS_1


Dengan cepat aku berteleport ke arah Kraven dan memukul dadanya dengan sangat kencang dan kuat. Saking kencangnya, dinding lembah bergeser beberapa meter sehingga menciptakan longsor ringan. Kraven bahkan sampai muntah darah hebat di depanku. Beberapa bercak darahnya mengenai wajahku.


"ayah bahkan hanya menggunakan gelombang manna untuk meninjuku...." Kraven melihat tinjuku yang sebenarnya tidak kubenturkan ke dadanya. Kutarik kerah pakaian Kraven hingga wajah kami hanya berjarak beberapa sentimeter. Kepalan jariku saat menarik pakaiannya bahkan sampai mengeluarkan urat karena aku sudah tidak sanggup menahan emosi.


"Aku tidak perlu mengambil tindakan serius untuk meladeni orang sepertimu."


"Kalau begitu, cepat akhiri semua ini." Mengetahui fakta bahwa Kraven adalah anakku, cengkraman tanganku bahkan sampai mengendur. Otot-ototku yang awalnya menegang tiba-tiba mengendor setelah mendengar kalimat Kraven tadi. Kenapa aku ragu? Sebagai seseorang yang bahkan banyak membunuh orang baik itu laki-laki, perempuan, anak-anak, dewasa, bersenjata, tidak bersenjata..... kenapa aku malah ragu dengan orang seperti dia? Jangan ragu!!!!


Kukepalkan tanganku. Kupusatkan manna-ku di kepalan tangan bersiap untuk meninju.


Belum sempat aku meninju Kraven, aku sudah terpental menabrak permukaan tanah dengan sangat keras. Sesekali menabrak beberapa makam dan tulang belulang monster dan manusia. Apa itu tadi? Seperti gelombang kejut yang luar biasa. Aku pun berdiri.


Aku melihat Kraven sedang memusatkan energi manna-nya dan sedang berkonsentrasi. Kedua tangannya sedang membentuk pose seperti ninja yang sedang mengeluarkan teknik.


"Kokina Tochi : ****Infinite False****."


Setelah merapal kalimat itu tiba-tiba kami berada di gurun salju. Ini hampir sama dengan dimensi milikku.


"Di masa depan aku begitu terobsesi dengan ayah. Bahkan Kokina Tochi milikku meniru dimensi milik ayah." Kraven berjalan mendekatiku. Yang memisahkan kami hanyalah badai salju yang sangat kencang dan beberapa artefak dan senjata yang berserakan.


"Lalu? Apa yang bisa kau lakukan dengan memindahku di tempat seperti ini?" Kataku mengeluarkan beberapa Babylon Treasure. Tiba-tiba ada sesuatu yang meluncur dengan cepat yang menghancurkan semua Babylon Treasure-ku dengan sangat mudah.

__ADS_1


"Ayah jangan salah mengira. Semua senjata dan artefak disini adalah buatanku. Tidak ada yang asli. Tapi ketika aku sudah mengaktifkan Kokina Tochi-ku, maka aku bisa menggerakkan dan menggunakan semuanya tanpa terkecuali di sini. Sebenarnya aku penasaran, Apa yang terjadi jika Babylon Traesure melawan Infinity Flase."


"Hoo..... kau ingin mengadu semua item sampahmu ini untuk melawanku? Boleh juga, tapi.......Jangan berharap kau bisa selamat dengan utuh!" Aku segera membuka ribuan portal Babylon Treasure di belakangku.


__ADS_2