Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Qirin vs Dominator Gydra


__ADS_3

Alu begitu sangat marah ketika mengetahuinya. Envy hanya terdiam dengan wajah begitu kecewa kepadaku. Aku tahu kekecewaannya. Menurutnya aku adalah seorang pengecut yang kabur dari dosa-dosaku dan melarikan diri sebagai penebusan. Jika aku mau jujur, sebenarnya aku tidak butuh hal seperti itu. Yang aku inginkan adalah menghancurkan apa yang telah kubangun yang ternyata adalah kesalahan besarku. Tidak peduli itu benar atau salah. Aku cuma mengikuti apa yang hati kecilku katakan, yaitu ego sendiri. Karena aku bukan apa-apa kecuali manusia biasa.


Langit tiba-tiba menjadi gelap. Suhunya turun drastis. Aku melihat notifikasiku. Aku hampir lupa kalau aku ada janji kencan brutal dengan Qirin. Gumpalan awan hitam raksasa berputar tepat diatasku, petir dan guntur bersorak secara bergantian, angin mulai kencang, air laut mulai menjadi tidak tenang.


"Sebaiknya tuan lawan makhluk itu dulu. Baru disaat itu kita akan berbicara." Sahut Envy. Tubuhnya berubah menjadi ular gurun dan merayap ke dalam tanah. Regila dan Smith segera menggunakan crystal teleport untuk kembali ke titik yang sudah mereka tentukan di map. Sial! Aku membiarkan wanita itu lari lagi.


Atmosfer dilangit mulai membentuk sebuah lingkaran hitam raksasa. Di dalamnya keluar makhluk yang sangat besar dan mengerikan. Makhluk langit dari mitologi jepang, Qirin. Wujud penuhnya seperti naga yang memiliki postur tubuh seperti kuda, jika diukur tingginya maka bisa bisa dipastikan sebesar gunung berapi.


"Hari yang dijanjikan telah tiba, OVERLORD. Dan aku datang untuk memenuhinya." Kata Qirin. Ukurannya jauh lebih besar dari perkiraanku. Aku segera menaikkan status milik Obsidian Gydra.


Jenghis, Riza amankan semua penduduk untuk mengungsi ke pegunungan secepat yang kalian bisa. Pesta kali ini mungkin akan merubah kenampakan alam sekitar. Perintahku melalui sambungan empati. Tanpa mempertanyakan sedikitpun perintahku mereka berdua bergegas menjadi bentuk roh dan pergi.


Aku pun melayang dan mendekati Qirin.


"Jadi ini wujud aslimu? Tidak mengheran kalau pendahulumu juga sama mengerikannya denganmu." Kata Qirin.

__ADS_1


"Ini tidak akan berakhir bagus, Qirin. Kusarankan kau untuk mundur." Aku mencoba memperingati Qirin sebelum kita mengubah sesuatu di peta kepulauan ini.


"Kesombonganmu bahkan melebihi dari wujud mengerikanmu itu. Jangan kau kira bisa menang melawanku tanpa terluka sedikitpun!!!" Kata Qirin. Jari telunjukku mengacung ke atas dan memberi isyarat untuk maju.


Qirin segera mengumpulkan Manna ukuran raksasa di mulutnya. Kumpulan manna itu pun membentuk bola putih bercahaya, siap di tembakkan ke arahku. Yang benar saja bola sebesar itu ditembakkan dalam jarak sekitar 40 meter. Ledakan pun terjadi begitu dahsyat. Tom Hawk akan merasa ciut ketika melihat ini. Ledakannya bahkan sampai membuat kawah raksasa berdiameter sekitar 4 km dilaut.


Qirin masih waspada dengan daerah sekitarnya. Dari dalam kawah itu, muncul sebuah Manna hitam legam berpendar. Awalnya begitu kecil tapi dengan cepat, Manna hitam legam itu menyembur ke atas hingga kelangit dan membentuk pilar. Didalam pilar itu mulai terbentuk sesuatu. Mulai membentuk tangan reptil, anatomi tubuh, dan ekor reptil raksasa. Setelah sesuatu didalam pilar itu terbentuk sempurna pilar itu pun melebar dan bercahaya hingga membutakan mata. Qirin bahkan sampai menyipitkan matanya.


"Berbahagialah, makhluk rendahan." Kata seseorang yang terdengar tiba-tiba. Qirin bahkan juga bingung, siapa yang berbicara itu?


"Evolusi ya? Kau pikir dengan evolusi kau bisa membuatku takut?!" Ekor Qirin kemudian menyerang Gydra dengan gaya sabetan menyamping. Gydra kemudian menangkapnya. Tubuh Qirin pun ia aliri Petir dengan tegangan sangst tinggi yang bahkan membuat air laut mendidih.


"Hanya ini kemampuanmu?" Kata Gydra. Dia bahkan tidak terkena dampaknya sedikitpun. Jangankan luka fisik, HP-nya bahkan tidak turun satu persen pun. Tapi Qirin bukan tipe monster bertata krama. Qirin dengan sangat ganas menerkam Gydra hingga membuatnya jatuh ke dalam permukaan air.


Tidak sampai disitu. Qirin juga mennguncang-ngguncang tubuh Gydra ke laut berkali-kali dan tidak memberikan sedikitpun kesempatan untuk Gydra. Gydra akhirnya menggunakan 4 kepala Hydra di punggungnya demi menyingkirkan Qirin dari atasnya. Tapi Qirin tetap tidak memberikan Gydra kesempatan untuk bangun. Gydra pun menggunakan 4 kepala Hydra tersebut untuk menembakkan laser ke arah Qirin. Qirin pun terpukul mundur karena serangan laser tersebut. Qirin tidak mau kalah. Qirin pun juga mengeluarkan bola listrik dari mulutnya dan ia tembakkan ke arah Gydra. Gydra pun mengimbanginya dengan serangan 4 laser dari kepala Hydra yang ia miliki. Radius ledakannya bahkan sampai 3 km ke pemukiman warga.

__ADS_1


Qirin pun mulai serius. Qirin mengambil ancang-ancang dan terbang ke atas langit. Qirin kemudian mengaum dengan sekencang-kencangnya. Auman itu memanggil ribuan petir dahsyat untuk menyambar Gydra. Gydra pun menembaki setiap sambaran petir yang mendatanginya menggunakan laser yang ia tembakkan dari mulut Hydra yang dia miliki. Lautan serasa sedang guncang habis-habisan oleh sambaran petir.


Pertarungan berakhir seri. Mereka semua sama-sama kelelahan. "Haruskah kita akhiri sekarang?" Qirin terengah-engah.


"Ya, kita tentukan dengan satu serangan ini!" Kata Gydra bersemangat. Gydra membuka zirah dadanya yang berisikan seperti bola mutiara raksasa berwarna putih. Bola itu pun mulai menghisap energi Manna disekitarnya dengan begitu deras. Qirin pun juga melakukan persiapan. Sisik-sisiknya bergetar memanggil petir. Langit pun memberi apa yang diinginkan Qirin. Petir-petir menyambar ke tubuh raksasa Qirin. Qirin segera mengisi mulutnya dengan energi Manna. Air laut bahkan sampai terbelah diantara mereka karena tarikan Manna yang mereka lakukan.


Secara bersamaan mereka melepas energi Manna mereka dengan wujud sama-sama berbentuk laser. Laut semakin kering dan terbagi menjadi 2 ketika kedua energi itu berbenturan. Karena gesekan kedua energi Manna begitu besar, maka mengakibatkan daya diluar nalar pemikiran manusia sekalipun. Ledakannya hampir melingkup sekitar radius 4 km. Membuat beberapa gunung terdekat terkikis.


Aku bahkan tidak menyangka hasilnya akan seperti ini. Ditengah laut terdapat kawah berdiameter sekitar 4 km. dengan kedalaman sekitar 400 meter. Tubuh Gydra kehilangan tangan kanannya, separuh kepalanya, dan 3 kepala Hydra di punggungnya. Aku pun mendatanginya.


"Kau melakukannya dengan baik. Kembalilah." Perintah untuk menyuruh Gydra memulihkan diri kedalam bayanganku. Qirin yang setengah tubuhnya hampir masih di atas permukaan laut jatuh ke dalam kawah yang ia buat. Tubuhnya mulai memudar seperti butiran salju yang tertiup angin.


Setelah semua tubuhnya menghilang aku mendapat notifikasi bahwa aku telah menyelesaikan quest dan naik level. Tunggu apa?!! Naik level?!! Seharusnya di TSO level berhenti di angka 100. Levelku bertambah menjadi 112. Apakah semua pemain juga bisa menembus batasannya sama sepertiku?


"Aku tidak menyangka aku akan dikalahkan seperti ini." Kata seseorang di depanku.

__ADS_1


"Kau pasti bercanda." Aku reflek mengatakannya.


__ADS_2