Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Teman Laki-Laki Pertamaku


__ADS_3

Par sentinel ini sangatlah merepotkan. Meskipun sudah kukalahkan mereka terus saja berdatangan.


"Kalian memang tidak ada habisnya." Kataku sedikit mengeluh.


"AAAAGGGGGHHHHH!!!!!!" Jerit Drago.


"Drago, dengarkan aku..." Kataku tapi segera diputus oleh Drago.


"BERISIK!!!! KAU JUGA SAMA KAN?!! PADA AKHIRNYA YANG MENGETAHUI DIRIKU YANG SEBENARNYA AKAN MENJAUHIKU!!!" Teriak Drago. Bocah ini sudah terlalu sedih dan putus asa untuk mendengarkan.


"Dengarkan aku dulu! Memang benar, kalau kau menjadi seperti ini bukan karena keinginanmu. Tapi apa yang bisa kau ubah jika kau seperti ini?!!" Aku mencoba berdebat dengan Drago.


"APA YANG KAU TAHU TENTANG AKU!!! HAH?!!!" Drago semakin keras ketika berbicara. Para sentinel pun bertambah lagi.


Sepertinya ini akan berlangsung lama. Satu sentinel menyerangku. Kutebas rahangnya hingga memisahkan bagian atas dan bawah tubuhnya. 2 sentinel melompat untuk menerkamku dari belakang. Ku keluarkan 2 kepala Hydra dari punggung zirahku. 2 kepala itu menggigit masing-masing sentinel dan melilitnya hingga hancur.


"Bagaimana seseorang tahu isi hati orang lain jika orang itu tidak mau membuka hatinya." Kataku. kuputar 1 pedangku seperti baling-baling helikopter. Seketika para sentinel itu mati karena terkena tebasan dari bayangan pedangku.


"Dengarkan aku. Pandangan orang lain tidak akan mengubahmu menjadi lebih baik. Karena kau adalah tokoh utama dalam kehidupanmu sendiri. Jika kau dianggap monster dan kau tidak menginginkannya maka buktikan kalau kau bukan monster." Aku mencoba meyakinkan Drago.


"AKU SUDAH MELAKUKANNYA!!! KARENA ITU AKU BERBUAT BAIK DAN MENOLONG SEMUA ORANG!!!! DEMI PENGAKUAN KEBERADAANKU!!!! AKU SUDAH LELAH DENGAN SEMUA INI!!!!! SUDAH KUULANGI BERKALI-KALI!!!!LAGI!!!!LAGI!!!! DAN LAGI!!!!!" TAPI MEREKA SELALU SAJA MENILAIKU SEBAGAI MONSTER, KAIJU MASTER, DAN SENJATA MILITER!!!!!"


Kata Drago.


"Kalau begitu kau tidak jauh beda denganku. Kita sama. monster yang diciptakan untuk kepentingan kelompok." Aku mencoba memprovokasi Drago.


"PADA AKHIRNYA KAU JUGA MENGANGGAP DIRIKU INI MONSTER...KALAU BEGITU, MATI SAJA KAU!!!!" Kata Drago mengeluarkan banyak sekali sentinel dari dinding daging kaiju. Kubiarkan para sentinel menyerangku, menggigitku, dan menerkamku.


"JANGAN MENGHIBURKU!!!! KAU ITU NORMAL!!!!! SEORANG DEMI-HUMAN!!! MANA MUNGKIN KITA SAMA!!!!" jerit Drago.


"COBA KATAKAN ITU SEKALI LAGI!!!!" Bentakku membuat semua sentinel terpental dan mati terbakar oleh api biru. untuk pertama kalinya aku menunjukkan bentuk Valon the Dragnel secara utuh.

__ADS_1


Aku sudah cukup kesal mendengar ocehan Drago yang menganggap cuma dia saja yang menderita karena apa yang ada didalam dirinya. Kupukul hati Kaiju itu dan menarik sesuatu didalamnya.


Kucengkram lehernya Drago dan menariknya keluar dari hati Kaiju yang menjijikkan itu. Kulihat ekspresi Drago sangat ketakutan melihat wujud Valon. bahkan hingga tahapan meneteskan air mata.


"BERHENTILAH BERSIKAP MANJA!!!! Jangan kau pikir hanya kau satu-satunya yang ingin mengubah status hidupmu!!!! Kau pikir jika orang melihat wujudku seperti ini akan langsung memelukku?!! Jangan bercanda!!! Mereka juga akan lari terbirit-birit sama halnya melihat dirimu dengan wujud Kaiju!!! Jika kau ingin orang mengakui keberadaan dirimu maka gunakan kekuatan Kaiju itu untuk menolong mereka." Jelasku seperti orang berceramah. Drago terdiam dan tak sanggup membalasnya. Matanya bergetar dan tak tahu harus berkata apa.


Kuturunkan Drago sehingga kakinya mendapat pijakan. "Aku tahu itu tidak mudah membuat pandangan orang pada dirimu berubah. Tapi semua perlu proses. Bahkan Tuhan saja menciptakan alam semesta ini secara bertahap. Padahal Dia sosok yang Maha Kuasa dan bisa melakukan segalanya. Tapi kenapa Tuhan menciptakan kita dan alam semesta kita secara bertahap? Untuk mengajarkan kita kalau segala sesuatu itu memerlukan "proses"


Jelasku. Drago hanya terdiam mendengarnya. Drago mulai menundukkan pandangannya. Entah karena mati kutu atau karena terlalu ngeri melihat wujudku yang sekarang ini.


Aku pun mengubah lagi wujudku menggunakan Item Cheat sehingga wujudku kembali menjadi semula. Kutepuk dengan sangat lembut bahu Drago. "Sekarang bagaimana menurutmu? Apakah sekarang kau masih menganggapku monster." Tanyaku untuk menanyakan keteguhan Drago.


"Aku tidak tahu... tapi kenapa kau sampai sejauh itu? Apakah kau tidak takut dengan wujudku ini?" Katanya.


"Takut? aku jauh lebih takut dengan...." Kenapa dibenakku terbesit wajah Yuna ketika sedang marah.


"Dengan?" Tanya Drago penasaran.


"Dengan wanitaku yang menungguku." Aku terpaksa membongkarnya. 5 detik hening.


"Yah, aslinya kita tidak sepantaran. Umurku aslinya sudah diatas kepala dua. Jadi cukup wajar aku bisa menceramahimu seperti tadi." Kataku.


"Jadi alasannya itu? Untuk sosok mengerikan sepertimu saja masih ada yang kau takutkan.." Tak lama kemudian tawa Drago pecah. tawa kebahagiaan. Aku hanya tersenyum.


"Akhirnya wajah jelekmu itu bisa tersenyum juga. Sudah tahu rasanya memiliki seorang teman." Ejekku. Bukannya tersinggung karena ucapanku tadi Drago malah melihatku seperti orang yang kebingungan.


"Teman?" Katanya tidak percaya.


"Memang bukannya begitu? Kita sudah berteman semenjak kau mengajakku makan di tendamu tempo hari." Jelasku. Sudah lama sekali semenjak aku punya teman laki-laki yang cukup sering membuatku berbicara seperti ini.


"Kau mau menjadi temanku?" Tanyanya sekali lagi. aku pun mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


"sungguh?" Tanya sekali lagi.


"iya." kataku untuk meyakinkan bocah yang sepertinya pura-pura tuli ini.


"Seriusan?" Katanya sekali lagi.


"Jika telingamu ingin tuli sungguhan sebagai temanmu aku akan membantumu." Jawabku kesal. Drago malah tertawa lepas.


"Dari semua orang yang pernah kutemui hanya kau orang yang menurutku asyik diajak bicara." Katanya sambil menahan tawa.


"Terima kasih." Kata Drago.


"Untuk apa?" Tanyaku.


"Atas semua kata-katamu itu. Kau benar, aku bahkan tanpa sadar sudah menjalin hubungan pertemanan." Jawabnya dengan mantap. Drago pun mencabut semua saraf dan serat daging yang masih melekat dan menghubungkannya kepada hati Kaiju itu.


Seketika Tubuh Kaiju itu masuk ke dalam tubuh Drago. ketika aku melihat sekitar waktu menunjukkan sudah pagi. Aku melihat hutan seperti habis terkena ****** beliung tadi malam. Jika ini dikota kerusakannya membuat kerugian besar.


Riza yang masih berwujud naga langsung mengubah wujudnya menjadi manusia. Obsidian Gydra juga langsung menghilang melihat diriku baik-baik saja. Riza berlari dan memelukku dengan sangat erat.


"Bodoh! Kenapa kau begitu sembrono!?" Kata Riza.


"Maaf." kataku.


"Akan kumaafkan kalau kau membiarkanku seperti ini." Kata Riza menahan tangis. air matanya membasahi bahuku. Yah apa boleh buat.


baru satu menit kami berteman aku dan Drago langsung bisa berbicara melalui telepati hanya dengan permainan raut wajah.


ini wanita yang kau maksud? tanyanya.


bukan, yang dirumahku jauh lebih serem dari yang ini. Balasku. Drago bahkan hampir tertawa keras melihat posisi yang lebih pendek dari wanita yang memelukku.

__ADS_1


kau seperti anak kecil yang dipeluk ibunya. imut banget! katanya menahan tawa.


Berhenti memanggilku imut, bocah sisik! Dan belum 1 menit kami berteman Drago dan aku sudah lomba saling menghina. Dan itu sangat kurindukan semenjak aku di akademi.


__ADS_2