Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
5 Tetua Klan Assassin Mengeroyokku


__ADS_3

Alter, istilah orang yang tertransfer ke dunia parallel. Jadi semua pemain TSO yang terjebak di game adalah Alter. Belum lagi konsep tentang dunia parallel yang ternyata ada. Tapi apakah semua orang yang tertransfer itu acak atau memiliki kriteria tertentu atau tidak. Dan jika seperi ini pasti hukum fisika pun juga terpakai. Siapa yang mentransfer-nya? Tapi itu bisa diurus nanti.


"Baiklah. Setidaknya aku tahu gambaran kasar kenapa kami sampai terjebak di dunia ini. Tapi sekarang ya sekarang. Jadi apa yang harus kulakukan supaya kepulauan Assassin menjadi milikku?" Tanyaku.


"Untuk menunjukkan kelayakan kakak sebagai Grand Master, kakak harus menyelesaikan setiap masalah yang ada di setiap klan. Setelah itu akan diadakan ritual : Jungle Rule." Jawab Yukki. Sepertinya terdengar berat walaupun hanya 2 syarat.


"Jungle Rule? apa itu?" Tanyaku. Peraturan Hutan?


"Sebuah ritual terakhir untuk membuktikan seorang calon Grand Master memiliki kekuatan untuk mengatur seluruh kepulauan ini. Sebuah duel. Setiap klan akan membawakan perwakilan untuk melakukan duel maut dengan perwakilan klan yang lain. Hingga tersisa 1 perwakilan yang akan menjadi Grand Master." Jelas Yukki. Sekarang aku paham, Jungle Rule : Hukum Rimba. Yang terkuat akan menguasai segalanya. Tidak buruk untuk sebuah adat istiadat.


"Baik. Sekarang mulai darimana? Oh iya aku lupa menanyakan sesuatu. Apa saja 5 klan ini?" Tanyaku.


"Klan Ogami (Serigala), Klan Taka (Elang), Klan Saru (Monyet), Klan Kitsune (Rubah), dan yang terakhir adalah Klan Hebi (Ular). Mereka memiliki ciri khas, kemampuan, kelebihan, dan kekurangan masing-masing. Kakak harus membuat mereka mengakui kakak. Entah itu melalui pertarungan, kegiatan sosial, atau bahkan tes tulis seperti ujian sungguhan." Jelas Yukki. Kenapa ada klan yang memberikan tes tulis coba? Apa faedahnya?


"Jujur sampai saat ini aku masih bingung harus mulai dari mana. Kau juga dulunya pernah melakukan hal ini sebelumnya kan? Sebagai sesama orang luar aku ingin saran darimu." Pintaku. Yukki menatapku cukup lama. Dia melihatku seperti anak SD yang meminta orangtuanya untuk mengerjakan PR-nya.


"Aku hanya bisa menyarankan kakak untuk mencari klan yang mau merekrut kakak sebagai anggota klan tersebut kemudian memulai dari awal. Dengan begitu jalan menuju Grand Master akan lebih mudah." Jelas Yukki.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu." Aku pun beranjak dari dudukku dan berjalan melalui pintu keluar.


"Tunggu kak. Aku ingin menanyakan sesuatu." Pinta Yukki. Aku pun berhenti melangkah.


"Kenapa kakak malah memilih kami. Setahuku kakak memiliki lebih dari satu slave. Lalu kenapa kakak malah memilih menggunakan kami untuk mencari target kakak? Bukankah para slave lebih bisa diandalkan?" Jawabnya simpel dan mudah.


"Alasannya simpel. Menghemat jumlah manna-ku. Jika aku menggunakan kekuatan dari kalian maka aku bisa menghemat manna milikku. Dan presentase berhasilnya jauh lebih tinggi. Karena dari awal, para slave digunakan untuk berperang bukan untuk mengintai." Kemudian aku keluar setelah menjawab pertanyaan itu dan menutup pintu. Di luar sudah ada Gata, Riza, dan Jenghis yang menunggu di belakang pintu.


"Jadi bagaimana tuan? Apakah tuan akan menikahinya?" Tanya Riza dengan wajah yang dingin. Sialan! Kita fokusnya kemana woi!


"Aku tidak punya waktu untuk itu. Untuk sementara ini kita menetap disini. Aku ingin kalian menjaga kelakuan kalian selama kita masih di sini. Itu mempengaruhi image-ku sebagai Kaisar. Aku ingin kalian berjaga dan memastikan agar semua yang kulakukan tetap lancar." Jelasku. Tanpa membantah dan bertanya ketiga slave-ku langsung mengangguk. Jenghis dan Gata pun berubah menjadi wujud roh dan tidak terlihat kecuali Riza.


"Aku tidak bermaksud begitu." Kataku melangkah meninggalkan Riza yang masih besedekap dan bersandar di dinding. Baiklah mari kita lihat. Siapa yang merekrutku menjadi anggota klan mereka.


Saat keluar istana aku begitu terkejut dan senang. Kelima tetua dari 5 klan sudah berkumpul untuk menemuiku. Dengan senjata-senjata mereka. Mereka seperti preman-preman tukang palak di samping pasar.


"Kakak langsung jadi terkenal semenjak tindakan kakak beberapa jam yang lalu. Semua tetua menyambut kakak dengan hangat." Kata Yukki yang entah dari mana sudah ada di samping kananku. Seperti yang diharapkan dari seorang pemimpin assassin.

__ADS_1


"Jadi orang ini yang bisa membuat Grand Master kita menjadi kecut? Seorang bocah yang membual menjadi kaisar dan mengaku-ngaku sebagai kakak dari Grand Master." Kata dari orang yang memakai pakaian hitam assassin dengan tudung kepala gorila, sepertinya dia memiliki kelas Monk. Dia tidak membawa senjata apapun selain kepalan kedua tangannya. Badannya juga besar dan tinggi. Sepertinya dia tetua klan Saru.


"Meskipun begitu dia tampak sangat manis dan imut. Sangat disayangkan kalau dia seorang Kaisar sungguhan." Kata wanita di samping tetua klan Saru. Jelas dari cara bicaranya kalau dia seorang wanita. memakai pakaian seperti pakaian India berwarna pink tanpa lengan dan selendang. rambutnya berwarna pink dan bermata pink juga. Kalau dilihat dari kondisi fisiknya sepertinya dia berumur 20 tahun.


"Yah walaupun begitu. Auranya tak bisa dianggap remeh. Hawa membunuhnya bahkan hampir sama dengan Grand Master atau bahkan lebih. Lawan yang cukup tangguh." Kata seorang wanita berambut pirang cerah panjang. Memakai rompi cokelat bertudung dengan tank top hitam, memakai seperti hot pant outih dan boot hitam. Sedangkan yang di sampingnya juga ada wanita yang mirip dengannya. Saudari kembar. Hanya saja pakaiannya lebih tertutup dengan Mantel hitam bertudung dengan motif merah.


"A-apa kakak ya-yakin? Dan bukannya ini pengeroyokan ya?" Kata gadis yang ada disampingnya.


"Dia akan menjadi Grand Master selanjutnya kan? Maka kita harus mengetes kemampuannya apakah dia cukup kuat untuk melawan kita." Kata orang besar itu lagi.


Mereka bukan pemain TSO. Belum ada yang mengeluarkan senjata ataupun merapal mantra. Dan sepertinya Yukki tidak berniat menghentikan mereka. Berarti aku juga tidak perlu ragu untuk melawan balik.


"Tak kusangka aku akan berhadapan dengan 5 tetua sekaligus. Suatu kehormatan bagiku." Aku pun membungkuk hormat dihadapan mereka.


"Wah dia ternyata anak yang sopan." Kata wanita berambut pink.


"Kenapa? Apakah kau membungkuk untuk meminta ampunan. Sepertinya dia hanya ahli strategi dan sangat lemah. Maskipun begitu aku tidak akan menahan diri ketika menyerangmu." Sangat arogan untuk ukuran gorila. Aku pun selesai membungkuk.

__ADS_1


"Cukup menyedihkan melihat orang lemah begitu arogan hanya karena besar badannya." Kataku. urat di kepala orang itu berkedut karena marah dan merasa di remehkan.


"Kau bilang "tak akan menahan diri" ya? Kalau begitu aku akan menahan diri untuk kalian. Akan kuperlihatkan seberapa jauh derajat kita, manusia." Kataku kepada mereka. Yup, sebuah ancaman.


__ADS_2