Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Pusaka Hassan Bin Sabbah


__ADS_3

(Sudut pandang : Yuna)


Setelah mendengar semua cerita itu. Entah kenapa untuk menjawab pertanyaannya membuatku terasa tercekik, bukan hanya tak dapat berkata-kata tapi juga hampir membuatku lupa untuk bernapas. Aku memegangi dadaku yang begitu sesak. Kenapa aku tidak bisa langsung menjawabnya?


"Jadi aku tanya sekali lagi. Apakah kau masih mencintainya? Gen yang seperti itu?" Tanya Alice sekali lagi memegang telapak tanganku. Kali ini wajahnya begitu serius.


"Gen yang ternyata seorang pembunuh masal? Gen yang rela menjadi musuh dunia?" Lagi-lagi di dalam hatiku ada keraguan. Apa yang kupikirkan?! Kenapa aku ragu?! Aku hanya perlu mengucapkan satu kata saja sehingga semua keraguan ini hilang. Tapi itu sangat sulit.


"Meskipun kau cemburuan itu tidak masalah, meskipun kau mudah terluka itu tidak masalah, justru itulah yang membuatmu menarik di mataku." Aku jadi teringat kata-kata Tuan Gen ketika dia akhirnya menerima cintaku. Dia bahkan tetap menerimaku, sejelek apapun sifatku, dia tetap tidak mempermasalahkannya. Lalu kenapa aku malah ragu menjawab pertanyaan semudah itu?


Aku tidak menyangka kalau aku akhirnya bisa merasakan jatuh cinta. Setelah roh Tsukuyomi berpindah-pindah selama ribuan tahun baru pertama kalinya aku sebagai Dewi Tsukuyomi jatuh cinta dengan makhluk yang di benci oleh para dewa-dewi. Kuusap semua air mataku.


"Mau dia seorang pembunuh masal itu tidak masalah, Mau aku juga harus dibenci dan melanggar peraturan perang mitologi karenanya tidak masalah, harus mendampinginya melawan seluruh dunia juga tidak masalah. Di mataku, dia adalah pria yang menarik bagiku dan aku sangat mencintainya." Jawabku dengan mantap dan tersenyum.


Awalnya Alice diam. Tapi akhirnya dia mengeluarkan senyumnya, dan itu bukan senyum kesombongan atau merendahkan. Itu senyum kepuasan dari jawabanku.


"Baiklah, kalau itu jawabanmu." Katanya kembali menjadi dingin kembali.


"Oh, manisnya. Dua wanita yang mencintai 1 laki-laki." Kata suara yang ada di belakangku yang membuatku hampir mengeluarkan mataku. Ledakan pun terjadi dan menghancurkan kamarku. Asap begitu tebal. Aku segera keluar dari kepulan asap tersebut dan keluar ruangan. Alice juga mengikuti gerakanku untuk keluar. Aku berusaha mengatur napasku yang sempat tersengal karena kejadian tadi.

__ADS_1


"Apakah aku mengenainya?" Tanya Alice tanpa rasa bersalah. Wanita sialan ini membuka sekitar 6 portal Treasure Of Babylon di sekitarku dan sosok di belakangku tadi dan nenembakkan senjata-senjatanya tanpa pikir panjang. Membuat ruanganku menjadi puing-puing reruntuhan sekarang. Jika aku terlambat sedikit saja, aku pasti menjadi abu sekarang.


"Kau hampir membunuhku! Apa yang kau pikirkan!?" Bentakku ke arahnya.


"Aku tahu kau bisa menghindarinya. Maka dari itu aku melakukannya. Jadi apakah tadi kena?" Kata Alice, dia cukup menikmati wajah panikku tadi. Benar-benar wanita yang menyebalkan.


"Sepertinya tidak. Aku sempat melihatnya menjauh sebelum salah satu pedangmu meluncur. Tapi dia sempat tergores dari kapak yang kau lempar di depan mataku tadi." Aku mendengus. Sosok itu pun berjalan mendekati kami di balik kepulan asap yang masih tebal.


"Menguping ketika dua wanita sedang mengobrol. Sungguh tindakan yang hina." Cemooh Alice yang kemudian melipat tangannya di dada.


"Aku memang sering melakukan tindakan hina, tuan putri. Anda tidak perlu mengkhawatirkannya. Oh iya, ini kukembalikan pusaka-pusaka anda." Dari balik kepulan asap senjata-senjata yang yang di tembakkan Alice tadi meluncur ke arah kami. Dengan cepat aku kedepan Alice dan kutangkis pedang yang meluncur pertama dengan pedangku. Pedang itu terlempar lalu kutangkap gagangnya. 2 pedang kemudian meluncur, kutangkis semuanya dengan mudah. Dan terakhir ada luncuran tombak. Ku lempar tombakku sehingga tombak yang mengarah ke arah kami dengan tombakku sehingga terbentur dan terpental. Kutancapkan pedangku ke tanah lalu menangkap tombak yang mengarah kearah kami dan juga tombakku.


"Reaksi yang bagus." Kata Alice memuji. Tapi aku tidak sempat membalasnya. Sosok tadi menabrakku dengan kencang menggunakan tumpu an di kapak yang dia bawa. Kutancapkan satu tombakku sebagai jangkar agar tidak terseret terlalu jauh. Aku sempat terkejut ketika melihat sosok itu dari dekat.


"Iya, tuan putri. Ini aku. Hassan Bin Sabbah!" Kata Hassan dan menghempaskan ku dengan mendorongku menggunakan kapaknya. Aku sempat terseret ke belakang sepanjang 10 meter.


"Kenapa kau melakukan ini? Kau menghianati kami?" Tanyaku.


"Maaf tuan putri. Aku hanya menjalankan tugasku sebagai Slave yang mematuhi perintah Ousama-nya." Jawabnya sambil membungkuk. Apa maksudnya?! Tuan Gen tidak mungkin melakukannya. Dia tidak mungkin menyuruh Hassan untuk menyerang kami.

__ADS_1


Portal Treasure Of Babylon terbuka lagi di belakangku. tapi kali ini bidikan Alice benar. Alice menembakkan senjata-senjatanya ke arah Hassan. Hasan hanya sempat menangkis beberapa senjata dengan kapaknya hingga akhirnya kuwalahan dan terbunuh seperti babi guling karena banyak senjata yang menembus tubuhnya.


"Kau tak seharusnya membelakangiku, assassin." Kata Alice berjalan mendekatiku.


"Hmm.... jadi begitu. Segel Kontraknya di curi." Kata Alice mencoba menyimpulkan. Aku langsung teringat kalau Tuan Gen mengalami gatal luar biasa ketika masih di sini. Dan penyebabnya adalah segel kontraknya telah dicuri dan menimbulkan gatal di tempat segelnya terukir di tubuhnya.


"Ada yang melanggar peraturan Perang Mitologi." gumamku. Alice hanya melirikku.


"Itu benar, tuan putri. Ada yang memotong segel kontrakku ketika aku mencari kepulauan Assassin." Kata sosok di belakang kami. Aku dan Alice kaget berjamaah ketika kami menengok ke belakangku. sosok yang menggunakan pakaian hitam gelap dengan sorban dikepalanya dan kain yang menutupi mulutnya, mengenakan pelindung lempengan baja di tangan dan kakinya, terdapat 2 pedang yang diletakkan di pinggangnya.


"Hassan?! Bagaimana bisa?!" Aku sampai heran melihat sosok Hassan yang tidak terluka sedikitpun di depan kami. Aku langsung memalingkan pandanganku dan melihat mayat Hassan yang kami bunuh tadi. Mayatnya masih utuh. Darah segar menggenang di sekitar tubuhnya kemudian menghilang menjadi kilauan emas. Kulihat lagi Hassan yang ada didepanku.


"Tolong jangan terkejut tuan putri. Apakah anda tidak tahu pusaka milikku. Pusaka dari Hassan bin Sabbah." Kata Hassan dengan sopan.


"Hassan adalah pendiri assassin pertama di muka bumi. Namanya menjadi legenda. Bahkan namanya menjadi nama organisasi pembunuh bayaran di masa Dynasty Fatimiyah. Kami adalah bayangan, meskipun kami satu nama, tapi kami tidak sendiri. Itulah kami." Kata Hassan. Tiba-tiba muncul banyak Hassan di sekeliling kami. Jumlah mereka bahkan sampai ratusan.


"Pantas saja para prajurit dan dayang disini tidak mengetahui kekacauan di sini. Selain menempelkan rune aku sampai lupa kalau kalian adalah seorang pembunuh dalam senyap." Kata Alice.


Keadaan semakin buruk. Makin banyak Hassan yang mengepung kami.

__ADS_1


"Ya, itulah Kami. Kami adalah para Assassin." Kata salah satu Hassan dengan kelamin wanita.


"Dengan ini kami akan membunuh kalian." Ancam Hassan.


__ADS_2