
Tepat setelah para makhluk laut dan para Nereid mengatakan " να ζήσει ο βασιλιάς" yang berbunyi "na zísei o vasiliás" yang berarti :"Panjang umur sang raja." Seolah itu adalah pembaptisan untukku.
Mayat Poseidon mulai berpendar terang berwarna biru terang. Semakin lama semakin terang dan akhirnya bum! Meledaklah tubuh Poseidon menjadi ledakan cahaya dan membentuk pilar cahaya yang menjulang ke langit.
Dan pilar cahaya itu kembali meluncur ke bawah dan mengenai ku. Seketika banyak sekali status yang keluar dari notifikasiku. Ternyata banyak sekali skill yang di miliki Poseidon.
Skill Dewa Laut :
Resistence Of Water : Resistensi terhadap air baik dalam bentuk apapun. Tidak terpengaruh oleh air dalam bentuk apapun.
Sea Creature Commander : Dapat memerintah semua makhluk laut baik itu yang berakal maupun yang tidak berakal.
Water Banding : Dapat mengendalikan air baik itu air laut maupun air tawar. Skala besar maupun kecil.
Water Creation : Dapat menciptakan air dari ketiadaan dalam keadaan apapun.
Right Of Trident : Hak untuk mewarisi tombak trisula, pusaka dan lambang dari penguasa laut. Bisa diserahkan dan diwariskan.
__ADS_1
Dan masih banyak lagi.
"Baiklah sepertinya aku mewarisi seluruh skill miliknya." Ujarku setelah melihat semua stat baruku yang ternyata juga menambah level ku menjadi level 125. Mengisi jumlah exp bar sebanyak 125 dipangkat 125 dalam waktu sesingkat ini benar-benar ajaib.
Bahkan semua skillnya sudah sampai di level maksimal sehingga aku tidak perlu repot untuk menaikkan levelnya. Aku pun keluar dari laut didampingi 2 Nereid cantik disampingku dan menuju ke kedua ibuku.
"Biar ku tebak, Poseidon mati? Di tanganmu?" Tanya ibu Hisao dengan menebak situasiku.
"Ibu tampak tidak terkejut." Ujarku dengan memiringkan kepala.
"Dari gaya bertarungmu dan kapabilitasmu yang diluar nalar itu bukan hal yang mengejutkan jika kau bisa menang dan membunuh Poseidon." Ujar Ibu Hisao.
"Syukurlah kau baik-baik saja. Kami sempat khawatir ketika laut kembali tertutup tadi." Kata ibu Hisao memelukku dengan erat.
Aku tanpa sengaja melihat trisula Poseidon yang kupegang berdenyar dan bergetar di pegangan ku. Ini perasaan yang.......tidak asing. Sama ketika rantai Enkidu merespon resonansi terhadap mayat milik Clove.
"Trisulamu berdenyar." Kata Ibu Miyuki memberitahu. Ibu Hisao melepaskan pelukannya dariku.
Aku pun membuka portal dimana aku menyimpan item-item super banyak milikku yang melimpah dan memasukinya.
"Kau mau kemana, Gen?" Tanya ibu Hisao.
"Mengambil seseorang. Kalian mau ikut?" Jawabku. Kedua ibuku pun ikut mengekoriku di belakang. Aku menemukan yang kucari. Tubuh seorang wanita. Wanita itu berambut panjang cokelat muda, bermata biru muda dan wajahnya cukup manis. Shasa Filla. Berarti sudah 4 tahun dia tertidur koma di sini.
"Maaf membuatmu menunggu hingga 4 tahun. Aku akhirnya bisa menemukan cara untuk menyelamatkanmu." Kataku mengelus pipinya.
"Siapa wanita ini?" Tanya Ibu Miyuki penasaran.
"Salah satu bawahanku. Aku menyegelnya disini agar racun di tubuhnya tidak cepat menyebar. Perbedaan waktunya sangat berbeda jika sudah masuk ke dimensi ini." Jawabku dengan singkat.
Tubuh Shasa merespon resonansi dari tombak trisula Poseidon. Notifikasi data milik Shasa dan data trisula Poseidon pun ku gabungkan.
Tubu Shasa bersinar terang sehingga membuatku kesilauan. Penampilan dan bentuk Shasa juga berubah setelah cahaya di tubuhnya meredup. Mengenakan gaun pantai panjang berwarna biru muda dan selendang sutra biru tua yang tersimpul di antara pinggang dan tangannya. Memakai semacam gelang kaki setinggi lutut berwarna emas dan juga gelang tangan setinggi siku berwarna emas dengan motif rumput laut. Di lehernya terdapat beberapa kalung yang terpasang mulai dari manik-manik kerang, mutiara, dan emas. Di tubuh Shasa juga mulai terukir semacam tato berwarna biru langit bermotif ombak. Tubuhnya pun kembali ke posisi berbaring.
__ADS_1
Ternyata setelah aku memberikan trisula Poseidon kepada Shasa tidak membuat semua skill yang kudapat dari Poseidon hilang. Hanya hak kepemilikan trisula saja yang hilang, Right Of Trident.
"Shasa." Panggilku mencoba memastikan jiwa siapa yang ada di wanita berpenampilan dewa laut ini. Mata Shasa pun terbuka dengan perlahan. Matanya biru langitnya berpendar indah seperti kilauan. Kedua katanya melebar dan mulai berlinang air mata.
Reaksi ini....
"Yang Mulia? Maafkan aku-.." Kata Shasa tergagap karena sudah tak sanggup menahan tangisnya. Aku memberi isyarat untuk membuatnya diam sejenak. Tidak di ragukan lagi kalau wanita ini benar-benar Shasa Filla.
"Apa yang barusan kau lakukan?" Tanya Ibu Miyuki dengan heran.
"Entahlah, ini mirip seperti menambal jiwa. Menopangkan jiwa lemah menggunakan jiwa yang lain dalam satu tubuh. Karena dulu Shasa pernah terkena serangan yang mengancam jiwanya maka aku menambalkan jiwa Poseidon dengan trisulanya sebagai katalisnya. Biasanya hasil dari menambal jiwa ini sangat random. Bisa jadi jiwa yang digunakan untuk menambal malah mengambil alih tubuhnya dan bisa jadi jiwa yang ditambal malah menjadi inangnya. Untuk kasus ini jiwa Shasa berhasil menjadi inang dari tubuh ini." Jelasku.
Kedua ibuku melihatku dengan terkejut seolah seperti melihat anak yang baru saja ketahuan menyembunyikan ompol di kasur.
"Kenapa? Ada yang salah?" Tanyaku dengan polos.
"Hanya mereka yang pernah mengalami namanya mati atau setidaknya sekarat atau mengalami hal yang berhubungan dengan alam spiritual dan berhasil kembali hidup dari alam kematian atau spiritual yang bisa menambal dan mengendalikan jiwa. Karena Kenji menggunakan DNA ku dalam membentuk dirimu, tidak mengherankan kalau kau juga bisa melakukannya. Karena itu juga alasan kenapa aku bisa menampung jiwa Ifrit, Salah satu raja iblis keturunan Izanami yang sangat kuat. Karena dulu aku juga pernah mengalami namanya kematian." Kata Ibu Miyuki.
"Dan jiwa ibu selamat dan ditambal menggunakan jiwa Ifrit sebagai penopangnya." Aku berusaha menarik kesimpulan.
"Iya, Begitu juga denganmu nak. Aku menggunakan beberapa jiwa sisa yang ada di lumpur hitam itu supaya kau bisa bangun dari koma mu." Ujar Ibu Miyuki. Hmm... saat dia melingkari ku menggunakan api dan tulisan kuno Akkadia, ya.....
"Apakah semua yang ditambal jiwanya juga bisa memanipulasi jiwanya?" Tanyaku. Ibu Miyuki menggeleng.
"Tidak semua. Salah satu syarat agar kita bisa memanipulasi jiwa adalah kekuatan spiritual yang tinggi alias mental dan juga energi manna yang besar. Itu sama seperti kau mengendalikan sesuatu yang tidak bisa diukur karena jiwa sendiri tidak bisa dilihat kecuali kau memiliki kemampuan dalam melihatnya dan itu sangatlah langka." Jawab Ibu Miyuki.
Bahkan dengan mata Dharma saja aku hanya bisa melihat aliran manna dan isi organ dalam saja. Tapi kenapa Shadow army dan Divine Army ku bisa terlihat.
"Untuk kasus Shadow Army dan Divine Army ku?" Tanyaku lagi.
"Mungkin karena kau memberinya bentuk dan unsur dasar pada jiwa setiap orang yang kau bangkitkan dan tanpa media fisik seperti tubuh fisik mereka. Seperti unsur atau elemen bayangan atau cahaya. Karena pada dasarnya jiwa itu tidak memiliki bentuk yang pasti. Dan dalam memberi bentuk dan mewujudkannya diperlukan manna yang sangat besar. Bahkan untuk ukuran satu jiwa. Bagiku kau termasuk jenius dalam beradaptasi manipulasi jiwa, nak. Bahkan menggunakan 2 unsur berlawanan untuk membentuk jiwa yaitu cahaya dan bayangan." Ujar Ibu Miyuki.
"Ibu bilang tadi kalau jiwaku juga ditambal menggunakan jiwa lain. Jiwa siapa yang Ibu gunakan saat mencoba membangunkanku?" Tanyaku dengan penasaran.
"Dalam menambal jiwa atau mengontrol jiwa kita tidak bisa sembarangan dalam menambalkannya. Jika terjadi ketidakcocokan maka akan membuat tubuh orang yang dirasuki dan jiwanya rusak dan hancur. Tidak bisa dibangkitkan. Jadi aku memilih dari sekian banyak jiwa yang ada di lumpur hitam itu aku mendapatkan 2 jiwa yang serasi denganmu." Jawab Ibu Miyuki. Oh jadi itu alasannya setiap katalis jiwa dan wadahnya beresonansi. Karena ada kecocokan di antara keduanya.
"Dan jiwa milik siapa itu yang digunakan untuk menopangku?" Tanyaku sekali lagi.
__ADS_1
"Jiwa dari laki-laki bernama Ryoumen Sukuna dan wanita bernama Ash." Jawab Ibu Miyuki.
Jadi dari situ asal skill kekuatan Shadow Army dan Divine Army. Semua itu berinduk dari skill manipulasi jiwa yang sederhana tapi kompleks.