Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Kami Memburu Para Badut (bagian 2)


__ADS_3

Benar-benar ampas. Tak kusangka aku dipojokkan oleh NPC yang hanya berlevel 80. Menggunakan Skill dengan jangkauan luas akan memperburuk keadaan. Dampaknya ada dua : Shasa akan terkena seranganku juga, kedua melakukan bunuh diri dengan membuat ruang underground runtuh. Maka hanya satu yang bisa dilakukan. Adu jotos.


Aku dan Shasa menghajar setiap kloning milik Queen. Kami tidak akan memberi mereka kesempatan untuk menyerang. Jika mereka melempar dan menggunakan kartu bridge maka jumlah klon akan meningkat. Maka kami gunakan cara paling klasik, adu jotos. Perkelahian jarak dekat untuk menghindari Queen dan kloningnya melempar dan menggunakan kartu bridge tersebut.


Meskipun begitu........Kloningnya tidak ada habisnya sialan!!!!! Jika kami kelelahan sekarang maka kloning akan bertambah banyak dan kami akan semakin terpojokkan. Sebenarnya mau bertarung sampai 3 hari berturut-turut tidak masalah bagiku karena aku seorang Undead dragon Lord yang notabe-nya tidak akan pernah bisa lelah. Tapi berbeda dengan Shasa yang rasnya adalah manusia yang memerlukan makan, minum, dan istirahat.


Shasa sangat terampil menggunakan dagger sampai- sampai seperti layaknya seorang penari dagger. Dari segi kecepatan, Shasa jauh lebih banyak dan lebih cepat membunuh kloning dibandingkan denganku. Tapi karena itulah Shasa lebih cepat lelah dibandingkan aku. Meskipun aku belum serius 0,001% sedikitpun.


Aku bisa membunuh Queen dari tadi jika aku menginginkannya. Tapi karena keberadaan disini Shasa membuatku harus lebih berhati-hati dan tidak boleh sembarangan menyerang.


Kami pun mulai terpojokkan. Kloning makin banyak. Jumlah mereka bahkan sudah memenuhi ruangan gudang ini. Shasa mulai kelelahan dan sudah hampir tumbang.


"Ini yang terjadi jika kau hanya modal ngomong saja untuk melawanku. Tapi santai saja aku akan membunuh kaliantanpa rasa sakit. Dan kau bocah! Adalah yang akan duluan mati!" Kata Queen, mungkin dia yang asli.


Para kloning Queen langsung melemparkan kartu-kartu tajam mereka ke arah kami.


Darah terciprat mengenai wajahku. Itu bukan darahku."Anda baik-baik saja? Yang Mulia?" Tanya Shasa lirih yang sekarang berada di depanku melindungiku dari kartu-kartu bridge.


Shasa kolaps. Kutangkap Shasa dalam pelukanku."Syukurlah. Tidak satu kartu pun yang mengenai anda." Kata Shasa.


Jika bukan karena skill pasif Undead aku pasti sudah histeris. "Kenapa kau melindungiku?" Tanyaku.

__ADS_1


Shasa tersenyum lembut melihatku. "Entah kenapa tubuh saya bergerak dengan sendirinya. Aku berhutang begitu banyak pada Yang Mulia. Nyawa saya sendiri tidak akan cukup untuk membayarnya. Dengan begini saya bisa menyusul Clove juga." Jawabnya. Darah banyak menggenang di lantai.


Dia tahu aku bisa melindungi diriku sendiri, dia tahu aku lebih kuat darinya, dia tahu aku akan baik-baik saja jika aku terkena serangan kartu seperti itu. Tapi kenapa? Aku bahkan baru mengenalnya beberapa hari yang lalu. Tapi dengan mudahnya wanita mengorbankan dirinya demi orang sejahat aku. Tidak masuk akal jika kau melindungi orang asing dari bahaya sampai mengorbankan dirinya sendiri.


Aku pun langsung mengobatinya menggunakan potion paling mahal yang kumiliki. Tapi tidak ada efeknya. Kulihat salah satu kartu yang tertancap di tubuh Shasa. Racun dan Kutukan. Racun dan Kutukan ini dibuat dari item cheat dulu ketika Jester menggunakan item cheat : Big Bang milikku. Racun dan Kutukan itu tidak akan bisa disembuhkan bahkan menggunakan item class epic sekalipun. Aku tidak memiliki cukup waktu untuk membuat penawarnya.


Aku pun langsung menyembunyikan Shasa ke dalam dimensi lain melalui portal lingkaran sihir. Di dimensi itu tidak akan terpengaruh oleh waktu.


"Apapun usahamu wanita itu tidak akan bisa diselamatkan. Racun dan kutukan akan menghabisinya dalam hitungan detik. Sebenarnya aku ingin mengincarmu dulu tapi dengan bodohnya wanita itu menjadikan dirinya sendiri untuk melindungimu. " Kata Queen.


"Kau sudah selesai menggonggong, anjing kampung?" Kataku berdiri.


"Kau bahkan masih saja sombong......" Terdengar sesuatu. Ada yang terjatuh di lantai di dekat Queen. Tangan kanan Queen terpotong dan terjatuh.


"Cincang dia!" Perintah Queen kepada kloningnya. Baru beberapa langkah kloning berlari tapi semuanya mati menjadi daging cincang. ruangan langsung banjir akan darah dan potongan daging dan organ-organ.


"Tapi meskipun dia cuma bidak. Dia setidaknya tahu tuan mana yang pantas dia layani." Di belakang terdapat Fujin dan Raijin serta Bad Hero. Queen begitu ketakutan. Sekarang dia baru paham kenapa aku dari tadi menahan diri.


"Tuan Jester ada di sana! Jadi tolong jangan bunuh aku!" Kata Queen memohon-mohon menunjuk kearah lorong di samping kiriku. Aku pun berbalik dan menuju ke lorong yang di tunjuk oleh Queen. Sudah sekitar 7 meter memasuki lorong. Di tempat Queen memancar sinar seperti sinar pemotretan kamera yang sangat terang. Jeritan Queen menggema hingga ke lorong.


Aku berjalan menyusuri lorong. hingga kutemukan sebuah altar ruangan seperti altar singgasana. Terdapat seorang laki-laki paru baya berambut pirang pucat dengan mahkota berwarna merah, memakai kacamata hitam, telanjang dada dengan berbungkus jubah kerajaan berwarna merah darah sambil memegang tongkat kerajaan.

__ADS_1


"Dimana istriku?" Tanya laki-laki yang duduk di singgasana tersebut.


Aku hanya menatap tajam kepadanya. Aku sudah mulai marah semenjak Shasa menjadi korban dalam penyergapan ini. Aku terlalu naif. Ini terulang lagi, lagi, dan lagi. Lagi-lagi aku tidak bisa menyelamatkan orang yang sudah sangat percaya kepadaku. Kunodai kepercayaan mereka dengan membiarkan mereka terluka dan mati. Lalu mana yang benar?! Dimana caraku yang benar?!!


"Jawab aku! Dimana Queen ?!!!" King langsung berubah menjadi kesatria infantri ala Inggris yang membawa kapak bermata dua dan pedang salib. Tingginya hampir 2 meter. Gerakannya sangat cepat bahkan sampai kebagian belakangku tanpa bisa dilihat oleh mata.


King pun menyabetkan pedang. Tapi tertangkis. Bukan tangkisanku. Tapi sosok cantik istrinya yang sudah berubah menjadi Shadow. King bahkan tak berkutik sedikit pun melihat istrinya menjadi sosok shadow.


"Sudah kau lihat? istrimu?" Tanyaku.


King bahkan tak sanggup bereaksi sedikitpun.


"Kalau begitu......Mati kau!" Dengan cepat aku berpindah tempat dan menendang King ke atas langit-langit. Ketika masih di udara kuserang King secara membabi buta, tak kenal ampun, tak kuberi kesempatan sedikitpun. Karena baju zirah yang berlevel 90 maka kulucuti dulu. Kubuka Portal Babylonia Treasure dan menembakinya dengan senjata-senjata yang tidak terhingga hingga semua zirahnya lepas dan hancur.


Di tembakan senjata-senjata terakhir sebelum terjatuh kuikat King dengan rantai surgawi,rantai yang tidak akan pernah lepas bahkan oleh dewa sekalipun. Kucambuk King menggunakan cambuk cahaya hingga banyak luka tebasan cambuk yang ada di tubuhnya. Jester men-setting King dengan HP yang sama banyaknya dengan pemain level 100 dan dia juga cepat beregenerasi.


Maka dari itu aku menyerangnya tanpa memberinya kesempatan.


Satu-satunya cara mengalahkan NPC kuat seperti King adalah dengan menyerangnya terus hingga HP-nya mencapai angka nol. Dari bawah terdapat portal Babylon Treasure yang sangat besar dan memunculkan senjata yang begitu banyak. Dan dari sisi atasnya ku panggil meteor dari portal dimensi.


"Setidaknya hanya dengan ini HP-mu menjadi nol." Ledakan sebesar bom atom pun terjadi. Bahkan hingga sampai ke permukaan kota. Cahaya matahari pun menerpaku dari lubang akibat ledakan tadi.

__ADS_1


"Dengan begini, kalian akan bersama selamanya." Kuubah King menjadi pasukan Shadowku untuk menemani Queen.


__ADS_2