Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Rahasia Panthera


__ADS_3

Neema juga menjelaskan kepadaku semua tentang baru tambang yang menjadi senjata dan sumber kehidupan milik Panthera selama berabad-abad lamanya. Yaitu batu Oorvloed. Sepertinya negara Panthera terinspirasi dari negara Afrika yang hampir mayoritas penduduknya berkulit hitam. Mereka juga menamai batu itu dari bahasa mereka yang jika diartikan Oorvloed berarti "karunia".


Dinamai demikian karena batu ini yang mengangkat derajat sosial mereka di mata dunia dan memiliki banyak sekali keunikan dan manfaat. Pertama batu ini sangat ringan tetap sangatlah keras. Bahkan tingkat kekerasannya melebihi Baja dan berlian. Bahkan perlu 10 ekor gajah untuk membengkokkan satu lapisan Oorvloed dengan ketebalan 1 milimeter.


Selain sangat keras, batu Oorvloed juga konduktor listrik, panas dan konduktor manna yang bagus. Bahkan lebih bagus dari logam, besi, tembaga, perak, dan aluminium. Sehingga hanya dengan bermodalkan sedikit energi cahaya entah itu dari cahaya matahari maupun bulan, listrik Panthera tidak akan padam sampai 100 tahun. Karena itu juga batu tersebut berwarna hitam obsidian karena warna hitam sangatlah bagus menyerap panas.


Meskipun sangat keras, tapi pengolahan Oorvloed juga sangat mudah terutama jika dibentuk menggunakan pengendalian manna sederhana. Batu Oorvloed akan menjadi selembek dan selentur Slime sehingga sangat mudah untuk di bentuk. Karena itu inovasi dan perkembangan teknologi Panthera juga sangatlah cepat dan pesat. Mereka bahkan sudah bisa membuat zirah, senjata, alat komunikasi, kereta, lampu, drone, senjata anti-aircraft, dan yang membuatku takjub adalah tembok yang hanya bisa ditembus oleh entitas berlevel dewa.


Batu Oorvloed juga tidak bisa terdeteksi melalui magic skill tipe melacak kelas menengah sehingga mudah untuk diseludupkan. Aku sangat takjub melihat adanya material yang sangat serbaguna seperti ini. Aku juga sangat bersyukur bisa menjalin hubungan dengan keluarga kerajaan Panthera seperti Naava sehingga aku memiliki akses serta hak kuasa penuh untuk mengelola SDM dan SDA mereka. Mungkin dengan ini aku juga bisa menciptakan artefak berlevel sama dengan item cheat.


"Sejauh ini aku paham akan fungsi utama batu ini. Sekarang aku juga paham kenapa Apocalypse ingin sekali Panthera hancur. Keberadaan kalian dan batu ini sendiri sudah sangat mengancam bahkan sampai ke level internasional." Kataku dengan takjub memegangi kerikil Oorvloed.


"Karena itu kami menjadi kerajaan netral untuk menghindari peperangan dalam skala besar dan memisahkan diri dari Dynasty tanah. " Kata Neema.


"Dan dengan kalian menjadi bagian dari Kekaisaran milikku jaminan keamanan kalian menjadi meningkat drastis. Sehingga kalian tidak sendiri dalam melindunginya. Kalian yakin? Aku bisa jadi akan memanfaatkannya demi kepentingan pribadiku lo." Kataku.


"Selama itu bisa melindungi rakyat Panthera kami rela memberikannya kepadamu My Swaer. Bagiku nilai batu ini masih berada di bawah kebahagiaan rakyat kami." Jawab Neema. Aku paham maksudnya, tanpa adanya rakyat batu ini menjadi tidak bernilai karena batu itu sendiri adalah sebuah karunia sekaligus kutukan bagi mereka.


Tanpa batu itu mereka tertindas, tapi tanpa adanya mereka, batu ini sudah jelas menimbulkan kekacauan berupa perebutan hal klaim hingga tingkat internasional. Jelas sebagai manusia mereka jauh lebih menghargai nyawa mereka daripada batu ini. Karena itu mereka mempercayakan kutukan dari batu ini kepadaku. Yang bisa menanggung kutukan ini.


"Baiklah, akan ku tanggung semua beban itu. Tapi aku tetap butuh bantuan kalian dalam memaksimalkan potensi batu ini." Ujarku.

__ADS_1


Aku pun melanjutkan jalan-jalanku ke seluruh istana. Tanpa kusadari aku sudah sampai di bagian bawah istana. Aku juga menemukan sebuah lorong yang tampak sangat sakral dan kuno di bagian bawah istana. Bahkan terdapat pos penjaga di dekat ujung lorong tersebut.


Dari kejauhan aku melihat sebuah ruangan seperti kuil dibalik lorong itu. Aku juga melihat Naava yang seperti sedang melihat sesuatu di sana. Aku pun menyusuri lorong tersebut dan ketika aku ingin memasuki kuil tersebut para penjaga menyilangkan tombak mereka yang mengisyaratkan aku tidak boleh masuk ke dalam sana.


"Biarkan dia masuk. Dia dapat izinku." Perintah Naava kepada kedua penjaga tersebut. Tombak mereka pun menyingkir dari hadapanku sehingga aku bisa memasukinya.


Ketika aku melihat lebih dekat, aku melihat sebuah amulet berbentuk kucing duduk berwarna hitam dengan garis-garis berwarna emas yang membuatnya tampak sangat imut. Amulet mengambang dan dilindungi di dalam dinding energi manna.


"Sebuah amulet?" Tanyaku.


"Amulet yang hanya boleh dimiliki oleh raja maupun ratu Panthera. Memiliki efek kepada penggunanya menjadi kuat hingga 10 kali lipat. Insting setajam predator, meningkatkan kelincahan, durability, dan kecepatan. Dan yang paling istimewanya adalah penggunanya akan mendapatkan kekuatan secara langsung dari dewi Panthera. Ini adalah harta kerajaan paling berharga." Kata Naava.


"Luar biasa, kenapa kau tidak mengenakannya?" Tanyaku.


"Mana rasa percaya dirimu sebagai ratu Panthera? Kau seharusnya lebih baik dari itu. Aku yakin kau bisa." Ujarku.


"Bahkan raja-raja sebelumnya juga memiliki riwayat kehilangan tangan mereka karena dinilai tidak layak oleh sang Dewi." Kata Naava dengan ketakutan. Ya ampun....


Dengan cepat kumasukkan tangan kananku ke dalam pelindung dan mengambil Amulet tersebut dan melemparkannya kepada Naava.


"Puas?" Tanyaku menaikkan salah satu alisku. Naava hanya bisa melihatku dengan wajah melongo.

__ADS_1


"Ba-ba-bagaimana bisa?" Tanyanya akhirnya berhasil berucap.


"Ini sama seperti konsep dinding pelindung milik Panthera yang ada di luar. Dan karena aku memiliki kekuatan dewa dan jiwa beberapa dari dewa Olympus aku bisa menembusnya dengan mudah tanpa terkena dampak." Kataku dengan santai.


"Tapi tangan kananmu....?! Bukannya...." Naava terkejut melihat tangan kananku yang sudah kembali.


"Adikmu yang memberikannya kepadaku." Jawabku.


Naava hanya bisa memalingkan wajah dengan malu karena ketakutan dan ketidakmampuannya.


Kugenggam kedua tangan Naava dengan sangat erat menggunakan tangan kiriku.


"Keraguan itu yang membuatmu takut. Keraguan itu yang membuatmu terlihat tidak mampu. Keraguan itu juga yang membuatmu terasa tidak pantas. Jika kau sudah mendapat keputusan yang bulat maka wujudkan keputusan itu meskipun harus membuatmu harus kehilangan tangan atau bahkan kehilangan nyawa. Jika tidak... " Kulepas tanganku dan kuletakkan kedua tangan Naava yang menangkup Amulet kucing itu ke dadanya.


"...Kau akan menyesal diakhir. Aku tahu kalau sangat mudah mengatakannya daripada mempraktekkannya. Tapi setidaknya kau berani untuk mencoba." Ku tepuk bahu Naava kemudian keluar dari kuil itu.


Tapi sebelum aku sempat keluar, Naava menangkap tangan kiriku sehingga membuatku berhenti.


"Terima kasih Gen karena sudah menyemangati ku. Kau ingin berkeliling kan? Akan kutemani. Aku juga perlu ke suatu tempat." Ujar Naava.


"Kemana?" Tanyaku.

__ADS_1


"Makam." Jawab Naava.


__ADS_2