Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Aku Membiarkan Pembunuh Lari


__ADS_3

Yah, pemilik zirah lain dan tidak bukan adalah pembunuh bayaran terbaik dari segala server di TSO. Total kill miliknya bahkan hampir sama denganku. Dia termasuk informan langgananku juga. Killhunger.


"Zirah yang bagus." Kataku memujinya.


Dari tangan satunya Killhunger menodongkan pistol USP.45 ke arah perutku. Benar-benar gerakan tindakan tak terduga. Aku langsung menjauh darinya dengan bersalto ke belakang beberapa kali. Tanpa ragu, Killhunger menembakkan senjatanya beberapa kali aku sempat menangkis beberapa peluru menggunakan pedangku dan berlindung di balik sofa.


Aku melihat Killhunger melalui pantulan dari kilatan pedangku masih menembakkan senjatanya dan mencoba mengambil UMP45-nya yang tergeletak di dekat pintu keluar. Akan sangat merepotkan kalau dia menggunakan SMG UMP45 itu. tapi sebelum aku mengambil tindakan, Killhunger melempar sesuatu ke arahku. Sebelum benda yang dilempar mengenaiku, bendq itu tiba-tiba meledak.


Yang dia lempar tadi adalah granat. Aku segera mengibaskan pedangku untuk menghilangkan asap bekas ledakan tadi. Ketika asap sudah hilang Killhunger sudah menghilang. Tidak ada tanda-tanda keberadaannya. Sniper RSASSnya juga sudah dia ambil. Seperti yang diharapkan dari pembunuh tebaik di TSO.


Ketika aku melihat keluar, sudah banyak prajurit assassin yang mengamankan daerah sekitar dan warga-warga sipil. Sepertinya Nishimiya yang mengirim mereka. Aku pun turun dari gedung tersebut melalui tangga. Beberapa prajurit sempat mencurigai dan hampir ingin menangkap. Mereka mengira aku dalang keributan semua ini.


"Jangan bergerak! Angkat tanganmu ke atas!" Perintah salah satu prajurit assassin itu.


"Hentikan! Yang ini biar aku yang mengurusnya! Utamakan keselamatan warga!" Kata Nishimiya dengan lantang. Para prajurit itu yang awalnya galak langsung ciut. Para prajurit kemudian menjauh dan meninggalkan kami.


"Maafkan aku, tuan Gen. Bawahan saya berbuat tidak sopan kepada anda." Nishimiya bahkan sampai membungkuk. Salah satu prajurit yang tadi ingin menangkapku langsung gugup dan takut melihat kalau atasan mereka sampai membungkuk kepadaku.


"Tidak apa-apa. Disamping itu, apakah ada korban dari pihak warga sipil dan prajurit?" Tanyaku menanyakan situasi.


"Iya, tuanku. Tidak ada warga maupun prajurit kita yang terluka. Hanya beberapa warga saja yang syok setelah kejadian ini." Jelas Nishimiya mengangkat kembali badannya.

__ADS_1


"Hmm... begitu ya." Berarti Killhunger menggunakan Kristal teleportasi ketika granat tadi meledak.


"Aku ingin gedung ini diamankan untuk sementara. Aku akan mengganti rugi semua kerusakan ini." Kataku. Aku pun mendapat libur dari Nishimiya agar bisa mengurus semua kekacauan ini. Kami juga mencoba mengumpulkan beberapa barang bukti. Tapi kami tidak mendapatkan sesuatu yang berguna sebagai petunjuk. Sebenarnya apa motif Killhunger?


Kenapa dia sampai bergerak sejauh ini? Meskipun dia penggila kekacauan dan pembunuhan sama seperti Jester dia jauh lebih tenang dari Jester. Jester bahkan tidak akan melakukan hal segila ini. Tapi aku mengungkap satu teoriku yang akhirnya benar-benar terjadi. Yaitu kenapa para mata-mata ini bisa dengan mudah masuk ke kepulauan assassin adalah karena Killhunger itu sendiri. Mereka di bantu oleh Killhunger sehingga bisa masuk ke kepulauan tanpa ada kendala sedikitpun. Tapi apa motifnya dia melakukan itu?


Akhirnya kami baru selesai ketika matahari sudah mulai terbenam. Nishimiya bilang dia yang akan mengurus sisanya dan menyarankanku untuk beristirahat meskipun aslinya aku tidak membutuhkannya karena aku seorang undead. Aku pun beristirahat di kamarku. Baru pertama kali ini otakku terasa lelah. Aku kemudian berbaring di kasurku. Meskipun tidak senyaman di Kutub Utara tapi setidaknya masih cukup nyaman untuk kutiduri.


Tak lama kemudian seseorang mengetuk pintu. Aku sempat curiga. Siapa yang ingin bertamu jam-jam segini. Tapi aku mendengar suara yang tidak asing. Yah, itu suara Naava.


"Gen, apakah kau ada didalam?" Tanyanya sambil mengetuk pintu.


"Iya, sebentar. Akan kubukakan." Jawabku. Aku pun membukakan pintu kamar asramaku. Dan benar, itu Naava.


"Syukurlah." Kata Naava mengelus dadanya.


"Oh iya, ada yang ingin kubica-..." Sebelum aku ingin menyelesaikan kalimatku, Naava menyela ku.


"Gen, ketika hari libur nanti. Apakah kau senggang?" Aku berusaha untuk tidak terjebak kedalam hal romantis di sekolah. Karena aku sudah tahu alurnya. Bahkan alur terekstrim sekalipun seperti pertemuanku dengan dia.


"Kosong. kenapa?" Jawabku singkat.

__ADS_1


"Ba-! ehem! Kalau begitu. Bisakah kita ketemuan di depan gerbang akademi ketika pagi hari?" Kata Naava malu-malu. Sialan! Aku mungkin akan membuat dunia ini kiamat! Aku sudah memiliki istri dan sekarang berkencan dengan gadis lain. Hebat sekali Gen, dunia ini akan hancur karenamu.


"Baiklah. Saat liburan kita ketemuan di sana." Kataku dengan ramah.


"Baiklah kalau begitu.." Kata Naava malu-malu. Malam itu juga aku pergi menyelinap keluar akademi untuk menemui Yukki. Aku harus melaporkannya.


Ketika masuk ke dalam istana, para pelayan dan para dayang membungkuk hormat kepadaku. Yang mengetahui kebenaran tentang aku hanyalah orang-orang istana dan 5 tetua klan saja. Jadi sangat wajar kalau para prajurit tidak mengetahuinya. Yukki bilang dia akan memberikan tahta kekaisaran Dynasty Angin kepadaku ketika aku sudah menyelesaikan semua masalah dari 5 klan. Dan aku pun memilih klan Kitsune terlebih dahulu.


"Tumben sekali kakak datang kemari? Ada perlu apa?" tanya Yukki. Aku pun menjelaskan segalanya tentang fakta Killhunger dibalik semua kasus mata-mata yang menyusup kemari. Yukki pun segera menaikkan keamanan warga sipil.


"Kalau begitu, aku pergi dulu." Kataku setelah urusanku selesai.


"Tunggu dulu, kak." Pinta Yukki.


"Maaf jika aku menanyakan hal ini, bukannya menaruh curiga kepada kakak tapi. Bagaimana kakak begitu mengenal orang bernama Killhunger ini?" Tanya Yukki. Setelah aku menjelaskan hal tadi sudah jelas Yukki akan menanyakannya. Kurasa tidak ada gunanya menyembunyikannya.


"Itu karena dulunya aku sempat punya hubungan dengan Killhunger. Kami saling bertransaksi kurang lebih setengah tahun lamanya. Dan karena suatu alasan, kami berselisih. Itu saja." Kataku.


"Hmm, jadi begitu. Kalau begitu hati-hati." Kata Yukki lega.


"Tentu." Kataku sebelum menutup pintu dari luar. Aku pun berjalan kembali ke akademi. Aku sesaat melihat langit malam. Aku pun membuka jendela quest. Setidaknya masih ada waktu sekitar 17 hari lagi untuk menghadapi Qirin. Baru kali ini aku mendapatkan quest sebagai pemain solo untuk melakukan penyerangan terhadap World Boss. Entah ini berasal dari developer langsung atau memang game ini mengalami bug.

__ADS_1


Tidak ada gunanya juga memikirkan hal tersebut. Mungkin ini hukumanku atas apa yang kulakukan di masa laluku. Tapi setidaknya beri aku waktu untuk bisa membunuh semua anggota Apocalypse. Setelah itu mau itu takdir, karma, atau hukuman Tuhan. silahkan datang kepadaku. Kalian bebas melakukan semuanya terhadapku.


__ADS_2