Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Sidang Ketika Invasi? Yang Benar Saja?!


__ADS_3

Oh iya, aku aku hampir lupa! Ada alasan kenapa server ini termasuk server paling berbahaya. Selain sebagai ladang farming XP, server ini adalah tempat paling banyak terjadi distorsi retakan dungeon. Karena hanya di server ini saja para pemain dipaksa menjalani quest dan event dadakan yang bahkan tidak sesuai dengan level mereka. Bahkan ada 1 pemain yang terkirim ke dungeon pasca retakan dungeon dan dipaksa membunuh Boss Dungeon sendirian, tapi baru pertama kali ini ada syarat dari event-event maupun quest yang sangat sulit. Mengalahkan Qirin dalam waktu 70 jam, jika tidak maka HP-ku akan dikuras hingga nol dan mati.


Seperti developer game ini begitu membenciku. Belum lagi urusanku dengan para assassin. Aku di bawa menghadap langsung kepada Sang Grand Master langsung. Ternyata dikatakan kepulauan Assassin benar-benar berbentuk kepulauan. Terdiri dari 5 pulau utama yang membentuk huruf "A" dengan puluhan pulau kecil yang mengelilinginya. Dan sampailah aku di meja peradilan. Selama aku dalam perjalanan ke gedung pengadilan aku melihat suasana sekitar. Ternyata para Assassin di TSO mengambil tema kebudayaan khas Jepang.


Terlihat dari bentuk bangunannya, pakaian keseharian penduduknya, dan juga senjata-senjata yang mereka buat. Semuanya di ambil dari kebudayaan Jepang. Tanganku di borgol menggunakan beton yang sudah dimantrai, kedua kaki di pasung. Sudah mirip korban dari penjualan organ manusia ilegal.


"Dengan begini, sidang penentuan nyawa para musafir akan segera di mulai. Tuan Putri Tatsumaki Yuuki sebagai penguasa Kepulauan Assassin yang menjadi ibukota Dynasty Angin dipersilahkan memasuki sidang." Kata mungkin sekertaris dari Grand Master. Laki-laki paru baya berkacamata, dengan sisiran rambut rapi, berwajah seperti orang pedofil. Tunggu dulu!? Apakah dia barusan menyebut nama belakang sang Grand Master yaitu Tatsumaki?


Dari lorong di belakang kursi hakim datang seorang wanita yang mungkin seumuran dengan Yuna secara fisik. Berambut panjang berwarna ungu gelap dan mirip ke hitam, memakai pakaian kimono ala kerajaan berwarna putih dengan motif bunga berwarna merah, memakai bando pita berwarna merah, bermata merah tua, berparas wajah manis, dan memiliki telinga elf. Wanita yang disebut sebagai nama Tatsumaki Yuuki pun duduk di kursi hakim dengan elegan yang kursinya berwujudkan bantal merah yang mewah.


Yup! tidak ada kursi. Hanya bantal sebagai alas duduk. "Jadi bisakah saya bertanya tentang keperluan apa anda ke pulau kami?" Tanyanya dengan sopan.


"Saya cuma petualang yang kebetulan lewat di wilayah udara anda kemudian di serang oleh World Boss." Jawabku dengan sopan. Untuk saat ini ikuti dulu permainan dari wanita ini.


"Benarkah begitu? Jika anda jujur maka negosiasi ini bisa berjalan dengan lancar tanpa menimbulkan masalah." Katanya. Apa maksudnya?


"Anda seorang Ousama bukan? Lalu untuk apa anda membawa Slave anda kemari walaupun hanya sekedar lewat. Jika benar-benar hanya ingin lewat sudah seharusnya anda menyembunyikan Slave anda dan menggunakan transportasi yang lebih normal dibandingkan menunggangi seekor naga." Lanjutnya. Ok, arah pembicaraan kami mulai panas.


"Dengan segala hormat Tuan Putri. Jika kami menggunakan kapal atau alat transportasi perairan yang biasa kami tidak akan sampai tujuan tepat waktu. Karena itu saya menggunakan transportasi udara sebagai jalan keluar yang juga lebih cepat." Jawabku. Aku berusaha senetral mungkin.

__ADS_1


Sang Putri tersenyum dan menutup separuh wajahnya dengan kipas berwarna putih. Tatapannya tiba-tiba menjadi tajam dan sinis kepadaku. "Tujuan kalian adalah kepulauan Assassin kan?" tanyanya. Ok tenang. Selama aku bisa berargumen aku masih bisa menang.


Sang sekertaris membawa peta dan membukanya. Apa yang ingin wanita lakukan?


"Menurut saksi mata dari pihak kami, anda berasal dari wilayah Utara. Dan apa yang ingin anda tuju jika terus menuju Tenggara?" Tanya nya. Ketika aku melihat ke peta aku benar-benar terkena skak.


"Tidak ada wilayah apapun di sana. Hanya laut. Untuk seukuran petualang, bukankah terlalu hebat jika anda memiliki seekor naga? dan bisa selamat dari retakan dungeon? Kami bahkan hampir kehilangan setengah dari kepulauan dari serangan retakan dungeon dan kami hampir kalah. Dan dirimu masih bisa selamat? seorang petualang sepertimu?" Tanyanya. Wanita ini begitu pintar. Dia bahkan menggunakan semua kartu andalannya tanpa ampun kepada lawan bicaranya. Sekarang aku paham kenapa banyak orang yang dikirim ke sini selalu berakhir hilang. mereka kehabisan kartu andalan mereka untuk melawan argumen dari sang Grand Master.


"Apa maksud kedatangan anda ke kepulauan Assassin?" Tanya nya sekali lagi.


"Tentu saja karena misi. Kami sedang mencari teman kami yang hilang. Sekitar 10 hari yang lalu. Rekannya memberitahuku kalau dia hilang di Dynasty Angin maka bukannya sudah wajar saya jika datang ke sini untuk menjemputnya." Jawabku.


Benar-benar dah. Wanita rubah ini benar-benar bisa melawan hukum bahasa disini. Satu level lagi bisa melawan hukum fisika. Semua kata-kata, wawasan, dan fakta ia gabung menjadi suatu argumen yang sangat jitu untuk membunuh lawan bicaranya. Assassin memang hebat. Bahkan bisa membunuh hanya dengan kata-kata.


"Anda mengetahui dari awalkan kalau saya berbohong? Maka jika saya berbohong lebih jauh lagi maka saya yang akan kerepotan. Kenapa tidak anda bunuh saja saya langsung." Kataku. Wanita itu mengerutkan dahinya kipas ditangannya mulai ia gerakkan dengan sedikit tidak nyaman. Kemudian dia tersenyum.


"Hmm.....kamu menarik. Baru pertama kali ini ada seorang tamu yang meminta langsung untuk dibunuh. Tapi tentu saja saya tidak bisa melakukannya." Katanya dengan tenang.


"Alasannya jika berkenan tuan putri?" Tanyaku.

__ADS_1


"Aku tidak seperti para penguasa lain. Aku mengutamakan kejujuran. Tentu saja kami perlu mengorek informasi sebanyak apapun dari orang yang kami curigai sebagai musuh." Jawabnya.


Wanita ini tidak bisa dilawan menggunakan strategi logika. Semua argumen dan alasanku dengan mudah dipatahkan olehnya hanya dengan 2 kalimat saja. Maka aku terpaksa menggunakan 2 kartu andalanku dalam kondisi seperti ini.


"Apakah anda yakin anda sanggup membunuh saya? Saya cuma anak kecil yang baru saja menjadi petualang kelas atas dan mendapat misi untuk memasuki wilayah anda. Bukankah membunuh saya tidak akan membawa manfaat?" Tanyaku.


"Mungkin benar, keuntungannya lebih sedikit dibandingkan pengorbanan. Tapi saya disini sebagai pihak yang dirugikan. Sekalipun saya tidak mendapatkan keuntungan dari mengeksekusi anda sekalipun. Setidaknya kami bisa menutupi informasi tentang letak kepulauan ini dengan cara mengeksekusi anda. Sekalipun anda dieksekusi pemimpin wilayahmu tidak akan bisa mencari keberadaan pulau ini." Jawabnya.


"Itu jika saya orang biasa. Sayangnya, anda sedang memborgol dan menawan seorang Kaisar Kutub Utara." Kataku. Seluruh istana dan gedung peradilan langsung terkepung oleh tentara-tentara milik Jenghis Khan. Istana ini juga sudah diduduki oleh Riza dengan wujud naganya.


Ruangan peradilan sudah penuh dengan pasukan Jenghis Khan dan pasukan bayanganku. Tapi herannya si rubah ini masih saja santai di tempat duduknya.


"Saya tidak menyangka kalau anda memiliki lebih dari satu Slave. Tapi bagaimana bisa anda menyuplai Manna mereka? Belenggu itu juga menghambat aliran Manna." Tanyanya. masih santai.


"Oh belenggu lemah ini? Karena itu Riza mengamuk di ruang tahanan anda. Anda seharusnya menyediakan penjinak naga di sana." Aku langsung menghancurkannya seperti memecahkan gelas.


" tidak mengherankan kalau Ratu Alice dikalahkan oleh anak muda sejenius dan semenakutkan seperti anda. Dia bahkan sampai memberikan tahtanya kepada anda. Anda sangat menarik ,Kaisar Hakkuken."


"Saya anggap itu sebagai pujian, Putri Rubah."

__ADS_1


Dan aku pun mendapatkan gelar baru dari wanita Grand Master yaitu Kaisar Hakkuken.


__ADS_2