
(Sudut pandang : Yuna)
Neema mengajak kami menuju ruangan labnya. Kami harus menaiki kendaraan yang mereka sebut "kereta" dulu untuk sampai ke sana. Selama perjalanan, kami sempat melewati tambang-tambang. Tambangnya bahkan sangat luas. Banyak sekali drone dan manusia yang bekerja di tambang tersebut.
"Biar ku tebak, para penjajah pasti menginginkan tambang ini." Tebak Riza.
"Iya, alasan kenapa kami menjadi Kerajaan netral adalah untuk menghindari peperangan akibat memperebutkan tambang ini. Karena itu kami memasang barrier di sekitar wilayah kami dan menutup diri dari dunia luar." Kata Neema menjelaskan.
"Tapi aku rasa mereka tidak akan semudah itu untuk menyerah, Bangsa Mongol tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu untuk melangga-....... oh... Kalian mengancam setiap Dynasty dengan menyerang mereka menggunakan seluruh aset yang kalian miliki dan mengancam untuk tidak akan memberi bantuan." Kata Jenghis.
"Agresi militer, ya." Kataku.
"Tapi dengan bergabungnya Panthera di bawah panji kekaisaran milik Gen. Ini akan membuat pihak Aliansi bergerak. Mereka tidak akan tinggal diam akan hal ini." Kata Naava.
"Mereka tidak akan membiarkan aset mereka berada di pihak yang tidak mereka ketahui statusnya. Setelah semua permasalahan dengan Apocalypse selesai, kita harus memfokuskan seluruh sumber daya untuk mencari Tuan Gen." Kataku.
"Apocalypse? Maksudnya pihak yang menjatuhkan 7 artefak raksasa sebesar gedung itu? Sebenarnya siapa mereka?" Tanya Naava. Aku kemudian menjelaskan secara detail dan rinci tentang Apocalypse yang kutahu. Aku juga menjelaskan tentang Tuan Gen yang sangat ingin menghancurkan mereka. Setelah mendengar penjelasanku wajah Naava dan Neema menjadi setengah terkejut dan setengah pucat pasi seolah terdengar familiar di telinga yang mereka dengar.
"Itu sangat mirip dengan legenda tentang Dynasty Kegelapan. Dynasty yang dipimpin 33 Makhluk yang memiliki kekuatan melebihi dari dewa itu sendiri. Dan menurut legenda, pemimpin mereka adalah Dragon Lord Undead : Valon the Dragnel yang agung. Konon mereka menaklukan sebuah benua yang besarnya melebihi benua dataran Dynasty Tanah." Kata Neema.
Sekarang giliran pihak kami yang terkejut. Apalagi kata Valon the Dragnel yang membuatku tersentak.
"Valon the Dragnel adalah Tuan Gen itu sendiri. Sang pemimpin Apocalypse." Kataku untuk mencoba tidak membuat keributan.
__ADS_1
Naava yang tampaknya paling cepat reda dari keterkejutannya seolah dia bisa memakluminya.
"Sekarang masuk akal kenapa Gen begitu kuat dan tidak terkalahkan. Dia adalah sang legenda itu sendiri. Sepertinya kami para Panthera secara tidak langsung mendapat bantuan dari Raja Iblis." Kata Naava dengan tersenyum. Senyum itu bukan senyum gelisah tapi senyum karena lega.
"Dengan begini, Panthera menjadi lebih aman dalam melindungi tambang ini dari dunia luar karena bantuan kalian." Kata Neema.
"Kalian tampak tenang ya." Kata Riza.
"Kami Panthera memiliki kewajiban dalam melindungi tambang ini dari dunia luar. Tapi kami tidak memiliki larangan untuk menerima bantuan dalam menjaganya. Selama itu membuat tambang ini aman maka kami rasa itu sudah lebih dari cukup." Kata Neema.
Tak lama kemudian kami sudah sampai di tujuan. Kereta pun berhenti.
"Ayo." Ajak Neema untuk turun dari kereta.
Kami pun masuk ke dalam sebuah fasilitas penelitian yang dimana banyak orang-orang berpakaian putih bersih. Ruangannya juga sangat bersih dan rapi untuk tempat penelitian.
"Ada banyak sekali yang masih kukembangkan tapi yang ini sudah tahap jadi. Lihatlah." Kata Neema menunjuk ke sebuah patung dengan dihiasi sebuah kalung dengan susunan gigi taring binatang buas berwarna emas.
"Apa ini?" Tanya Naava.
"Gunakan gelang manikmu untuk meminta akses pengaktifannya." Kata Neema. Naava melakukan apa yang di perintahkan Neema.
"Sekarang perintahkan dalam hatimu untuk mengaktifkan kalungnya." Kata Neema. Dengan cepat, Kalung itu mengeluarkan semacam zat putih seperti pasir berjalan dan menutupi tubuh patung tersebut. Dengan pelindung wajah bagian bawah bermotif mulut harimau, dengan beberapa plat zirah yang melindungi dada yang berbentuk wajah harimau yang galak, baju, lengan bawah, dan tukang kering. Sebuah zirah otomatis.
__ADS_1
"Wow!" Kata Jenghis dan Riza bersamaan.
"Jika kau membutuhkan senjata makan cukup tekan tombol yang ada di dekat pangkal telunjukmu menggunakan jempol. Anti panas meskipun diatas 2000 derajat celcius, tahan dingin dan bisa menghangatkanmu meskipun suhu dibawah -100 derajat celcius, dapat meningkatkan manna sampai 15%, dan membuatmu bisa memanipulasi manna penggunanya meskipun hanya di bagian strength dan agility penggunanya saja sehingga mengurangi dampak dari benturan atau hantaman keras. Oh iya, aku terinspirasi dari Zirah milik ayah dalam membuatnya dan juga dari desain dari zirah kuno yang terkubur di tambang." Jelas Neema. Benar-benar luar biasa. Aku bersyukur Tuan Gen memilih Naava sebagai salah satu pasangannya. Dengan begini, persoalan kemajuan teknologi teratasi.
"Aku tidak menyangka kau akan membuat sesuatu yang luar biasa seperti ini. Ini benar-benar mengagumkan. Seharusnya kau saja yang menjadi penerus tahta Panthera." Kata Naava dengan bangga.
"Tolonglah kak. Justru jika aku jadi penerus aku tidak akan bisa mengembangkan teknologi dari batu Oorvloed." Kata Neema. karena sangat terkesan dan menarik tanpa kusadari aku sudah berjalan cukup jauh dan meninggalkan rombongan Naava di tempat tadi. Ada satu benda yang menarik perhatianku.
Sebuah pakaian hitam dengan model tanpa lengan yang memiliki ekor depan yang cukup panjang hingga lutut tapi di bagian belakang sangat terbuka. Dengan rok berwarna putih. Dan entah kenapa itu membuatku tertarik untuk memakainya.
"Hei, Neema. Apakah ini masih tahap pengembangan?" Tanyaku penasaran.
"Oh pakaian itu? Itu cuma pakaian latihan terbaru yang kubuat untuk veg ritueel. Memangnya kenapa?" Tanya Neema.
"Tidak, aku hanya menyukai desainnya. Jadi tidak ada efek khususnya?" Tanyaku.
"Tidak ada sih. Tapi kalau kau ingin memakainya aku juga tidak mempermasalahkannya. Kalian para slave memiliki kemampuan dan kekuatan di atas kami kan? Aku ingin tahu apakah pakaian itu bertahan atau tidak ketika digunakan oleh kalian." Kata Neema.
"Baiklah. Kalau begitu aku akan memakainya." Jawabku. Meskipun pakaian lamaku ini adalah pemberian tuan Gen tapi semakin lama tubuh juga semakin tinggi dan pakaian ini semakin lama semakin sempit. Jadi mau tidak mau aku harus menggantinya. Jadi mohon maaf Tuan Gen.
Setelah kami sudah selesai bersiap-siap.
"Hmm, kau terlihat lebih dewasa menggunakan itu, Yuna. Serius." Kata Riza. Aku mengucir rambutku, kugunakan pakaian yang tadi kupilih. Ternyata di bagian punggung benar-benar terbuka sehingga aku bisa merasakan udara di sekitar. Aku juga menggunakan pelindung siku berwarna hitam dan juga sarung tangan hitam yang terbuat dari Oovrloed.
__ADS_1
"Kalian pergi duluan. Sepertinya ada yang ketinggalan." kata Naava. kami berempat saling bertukar pandang bingung. Kurasa tidak masalah kalau hanya mengambil barang.
"Baiklah, kami akan menunggumu di medan perang." Kataku. Kami pun berpisah.