Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Tantangan Dari Olympus : Sambutan Di Underworld (Bagian III)


__ADS_3

Persephone berteleport tepat di samping kanan Hades dengan menggunakan kepompong yang terbuat dari sulur akar yang membungkusnya.


Thanatos dengan sepasang sayap hitam raksasanya mendarat di samping kiri Hades yang sedang menunggangi Cerberus.


"Bagaimana kita akan melaporkannya jika bukti otentik seperti mayatnya saja hancur dan hangus? Zeus mungkin akan memintanya." Kata Persephone dengan bersedekap melihat topan api hitam di depannya dengan tenang.


"Justru akan sangat aneh jika OVERLORD mati dengan jasad yang utuh. Karena cara normal sekalipun tidak akan mempan untuk membunuhnya." Ujar Hades.


"Maka dari itu sebelum kau beranggapan seperti itu pastikan dulu kematiannya." Kata seseorang yang berdiri di atas pisau kujang yang menancap di dekat Persephone.


ketiga dewa itu dengan terkejut dan syok menoleh ke arah kanan dan kedua mata mereka menemukanku yang masih sehat wal afiat.


"Dasar monster! Bagaimana bisa dia masih hidup?!!" Celetuk Persephone dengan reflek menembakkan 2 tunas berduri dari kedua tangannya. Mata Dharma-ku melihat tembakkan tunas berduri itu begitu lambat. Kutebas kedua tunas itu menjadi dua. Hades kemudian menghentikan tornado api hitam itu dengan sekejap dengan menjentikkan jarinya.


Hades melihat ke pisau yang kujadikan pijakan. Hades pun paham kronologinya.


"Oh...Jadi yang kau tembakkan dari Babylon Treasure itu adalah item yang biasa kau gunakan untuk berteleportasi ya. Kau sengaja tidak membidikku dan Cerberus saat itu." Jelas Hades.


Aku pun bersiul dengan niat memuji akan analisa dari Hades.


"Suamimu jelas lebih pintar darimu Persephone. Apakah itu dikarenakan isi kepalamu hanya berisikan akar-akar serabut?" Tanyaku dengan niat menghina.


"Berisik!" Persephone berseru dengan mengayunkan tangan kirinya ke atas dan duri-duri yang terbuat dari kayu-kayu berwarna hitam mengombak ke arahku. Kecepatan ombak durinya sama kencangnya dengan ombak pantai. Aku pun berteleport ke pisau keris yang menancap lebih jauh.


"Tenanglah sayang. Itu provokasi." Ujar Hades mengingatkan istrinya untuk tetap tenang.


"Cukup sudah! Kokina Tochi : Πυκνό δάσος!!! " Bentak Persephone dengan menepukkan kedua telapak tangannya kemudian menjaringkan jari-jarinya membentuk posisi menggenggam.

__ADS_1


Persephone tadi merapal sesuatu dengan bahasa Yunani yang berbunyi "pyknó dásos" yang berarti hutan lebat.


Hades dan Thanatos segera menjauh sejauh mungkin entah karena alasan apa. Thanatos terbang menjauh sedangkan Hades memacu Cerberus menyuruhnya untuk segera pergi dari tempat ini.


"Tidak akan ada lagi peta umpet atau pura-pura mati lagi kali ini." Ujar Persephone dengan nada tajam dan mengintimidasi.


Ombak duri tadi berubah dengan pesat dan cepat menjadi batang-batang pohon raksasa yang meliuk-liuk seperti ular yang mencoba mengejar mangsanya. Bahkan satu area dalam radius 2 km meter juga mulai tumbuh pohon-pohon raksasa yang sangat lebat. Kecepatan para pohon ini jelas sangat abnormal. Dalam sekejap dalam radius 2 km berubah menjadi hutan lebat.


Setelah pepohonan di sekitarku berhenti tumbuh, aku merasa kalau ada banyak mata yang mengawasiku. Akar-akar dari pepohonan terdekat tiba-tiba menyerang ku seperti ular yang mematok mangsanya. Kutebas semuanya dengan mudah tapi akar-akar raksasa yang lain bertambah dan mulai menyerang juga.


Karena terlalu banyak aku pun kewalahan dan akhirnya aku pun berhasil diserang dengan salah satu kibasan akar raksasa di belakang saat aku lengah. Akar yang lain dengan cepat mengikat ku dan membuatku tak berdaya. MP-ku juga terasa terus berkurang setelah diikat oleh akar-akar ini.


Aku mencoba memberontak tapi karena lilitan akar ini sangat kuat aku jadi tidak bisa membebaskan diri.


"Apa ini?!" Seruku.


Oh berarti mirip dengan combine skill mereka berempat yaitu Screw You, Exile, Serena, dan Mookbang. Tapi Kokina Tochi memberikan keuntungan berupa buff tambahan berupa peningkatan akurasi dan keefektifan bagi penggunanya selama musuh dan penggunanya di dalamnya.


"Sepertinya sudah saatnya." Kata Persephone melihat ke atas. Aku mengikuti arah pandangan Persephone. Muncul sebuah bunga raksasa yang tumbuh melebihi pohon-pohon raksasa di sini. Bunga raksasa itu pun mekar dan mengeluarkan semacam serbuk emas dalam jumlah yang sangat banyak.


Serbuk-serbuk emas itu kemudian jatuh seperti hujan debu. Beberapa ada yang kuhirup dan terjatuh di sekitar kepalaku. Oh jadi begitu.


"Serbuk racun ya... " Kataku. Entah kenapa aku tampak mengantuk dan pandanganku mulai kabur. Tubuhku juga mulai melemas.


"Serbuk-serbuk ini akan membunuhmu secara perlahan. Serbuk-serbuk emas itu adalah hasil dari akar-akar pohon yang mengikatmu dan menyerap manna milikmu. Kau menghina dewi bunga Olympus maka kau akan mati karenanya dan karena mannamu sendiri." Kata Persephone tersenyum puas.


"Benar-benar ironi bukan? Mati karena manna milikmu sendiri.... " Lanjut Persephone mengoceh.

__ADS_1


Tapi tiba-tiba kejadian tidak diinginkan terjadi. Pohon-pohon di sekitar Persephone mulai menggeliat tak terkendali dan seolah mencoba mengamuk. Persephone heran dengan apa yang dia lihat sekaligus terkejut.


"Ada apa ini?!" Ujar Persephone.


Tiba-tiba salah satu pohon dari celah-celah rongga batang nya mengeluarkan cahaya hitam keunguan yang sangat terang. Disusul pohon di sebelahnya kemudian sebelah nya. Dan pada akhirnya seluruh pohon mengeluarkan cahaya dari setiap rongga batang mereka.


"Kenapa ini?!" Kata Persephone kebingungan.


Aku pun tertawa terbahak-bahak karena tidak tahan lagi untuk berakting.


"Bagaimana bisa kau...?!" Sergah Persephone.


"Tidak mati? Kau mencoba meracuni Undead huh? Sedangkan Undead sendiri cukup kebal dengan racun dan magic skill berelemen kegelapan jika level mereka sudah tinggi. Untuk ukuran dewi kau ternyata berwawasan sempit." Jawabku dengan puas mengerjai Persephone.


"Tidak mungkin... " Ujar Persephone dengan ketakutan dan putus asa.


"Seharusnya kau menuruti kata Hades untuk tidak terprovokasi." Ujarku dengan puas melihat wajah Persephone yang panik sekaligus ketakutan. Akar-akar yang mengikatku pun hancur dan rapuh.


"Dan satu lagi, kau seharusnya tidak meremehkan entitas yang dahulunya hampir membuat ras dewata ketar-ketir dalam menghadapinya." Kuhentakkan kaki kananku ke pijakan ku seketika ledakan berbentuk pilar cahaya berwarna ungu terang membakar habis satu pohon. Diikuti pohon-pohon yang lain. Dan pada akhirnya seluruh hutan meledak dan membuat pilar cahaya berdiameter 2 km. Saat itu juga Underworld diterangi oleh cahaya ungu terang dari manna mentahku.


Ledakan ini jelas jauh lebih besar dari tornado api hitam milik combine skill antara Hades dengan Cerberus.


Aku keluar dari ledakan manna itu dengan menyeret mayat dewi wanita yang tubuhnya sudah di penuhi luka bakar. Bahkan di beberapa bagian tubuhnya masih terdapat bara api yang masih membekas. Aku sengaja membawanya dalam keadaan utuh untuk menjatuhkan martabat, harga diri, dan mental dari Hades.


"Tidak perlu takut atau khawatir untuk tubuh Persephone, Hades. Dia masih utuh." Ku lempar tubuh Persephone yang sudah tidak bernyawa ke depan Hades.


"Dengan ini kau bisa memastikan kematiannya bukan?" Ujarku dengan senyum sarkas ku.

__ADS_1


__ADS_2