
Baiklah seperti tidak ada pilihan lain selain turun tangan. Gata sekarat dengan tubuh seperti arang yang membara, Riza yang sekarat akan racun yang berada di gendonganku. Semuanya akan terbayar saat ini juga.
Dengan cepat, kuhilangkan semua racun yang ada di tubuh Riza dengan Magic Skill : Healing level 100. Badannya yang pucat mulai menjadi cerah kembali. Kupanggil Bad Hero untuk menjaga Riza. " Jika terdesak, gunakan Kemampuan teleportasi bayanganmu." Perintahku kepada Bad Hero dan dia mengangguk dan segera membawa Riza pergi sejauh mungkin. Kuangkat Gata lalu kusenbuhkan juga sama halnya dengan Riza.
"Kau boleh mundur jika kau mau." Kataku terbang menghadap Gata yang berada di permukaan air.
Kulihat lagi Hydra yang ternyata sudah membuat Yuna sekarat dan tidak sadarkan diri dengan meliliti tubuh Yuna hingga lemas. Sisi badan bagian kanan Yuna berlumuran darah akibat tertusuk taring Hydra. Dan itu membuatku sangat marah.
Sang Godzilla yang menyadari keberadaan ku langsung menyembur ku dengan bola api radioaktifnya. Dengan cepat aku langsung berteleportasi ke udara lepas sekitar 40 kaki dari kepala Godzilla.
"Menarik! Kau ingin adu lempar bola denganku?" Kataku dengan sombong.
Bos World : Godzilla, level kalian para Boss bahkan tertulis unkhown di console. Aku sebenarnya ingin mencoba ini ketika aku menemukan lokasi Boss World sendirian. Kuangkat satu tanganku ke udara. tepat di atasnya, keluar sebuah lingkaran dimensi berwarna merah darah.
"Enkidu : Rantai surgawi yang diciptakan para dewa untuk membunuh raja Babylonia Gilgamesh. Aku penasaran, apakah akan mempan untuk Boss World? " Kataku. Ujung mata rantai Enkidu pun terlihat. Jika kalian ingin membayangkannya, Rantai Surgawi Enkidu sebesar gedung Pentagon milik Amerika jika di kira-kira dan itu berjumlah ratusan di atas langit.
__ADS_1
Meluncurlah rantai tersebut seperti meteor yang menembus atmosfer bumi. Daya gelombangnya ketika rantai meluncur bahkan melebih daya gekombang daya ledak bom nuklir Hiroshima dan Nagasaki. Sang Godzilla melawannya dengan menembakkan laser radioaktif terbesarnya ke arah ujung rantai Enkidu. Langit di sekitar serasa bergelombang seperti air, Air laut seperti air yang ada di dalam ember yang di semprot dengan daya semprot yang tinggi. Ledakan dahsyat pun terjadi setelah itu. Membuat langit menjadi sangat terang dan sangat menyilaukan.
Rantai pun menusuk dada Godzilla hingga tembus. Darah berwarna biru menyala seperti lentera pun menggenang di sekitar mayat Godzilla tersebut. Rantai-rantai Surgawi tertancap ke dasar lautan dan masih tersambung di portal. portal pun menarik semua rantai surgawi ke dalamnya secara perlahan. Aku pun turun mendekati mayat Godzilla tersebut yang hampir terbakar meskipun menggenang di atas air.
Aku pun mengambil beberapa keping sisiknya. Dan ketika aku mengecek nya ternyata juga item kelas Epic. Kusimpan sisiknya ke dalam inventory-ku. Notifikasi itu pun muncul kembali. Notifikasi tentang penyesalan setiap semua yang kubunuh. Isi pesannya selalu sama. Aku pun memilih Yes sehingga Godzilla ini di bangkitkan. Bayangan pun mulai membungkus mayat Godzilla dengan perlahan. Aku pun menjauh dan melihat prosesnya.
bayangan yang membungkus mayat Godzilla pun membentuk seperti telur ayam hanya saja dengan ukuran sebesar bukit. Telur pun mulai retak dan menetas. Keluarlah Godzilla versi kebangkitan. Badannya menjadi lebih ramping dan berotot, warna menjadi gelap hitam gelap ala obsidian dihiasi dengan otot-otot dan urat berwarna merah lava, matanya menjadi berwarna merah menyala. Berbeda dengan wujud sebelumnya, Kedua tangan dan kakinya menjadi lebih besar, panjang, dan berotot. Sang Godzilla menunduk memberikan hormat kepadaku.
"Tidak mungkin! Bagaimana bisa!? Seharusnya kami para Boss World tidak mungkin dikalahkan. Setinggi apapun level pemain, sebanyak apapun pemain yang melakukan Raid party tetap tidak akan bisa mengalahkan kami." Suara Hydra terdengar di kepalaku. Konsepnya sama seperti sambungan empati.
"Owh kau cukup berotak untuk bisa berbicara. Bukankah Boss World dibuat untuk dikalahkan para pemain TSO?" Tanyaku. Tentu saja sehebat apapun mereka, mereka hanyalah NPC yang di setting istimewa langsung dari developer game untuk menambah keseruan di TSO.
Masuk akal. Sampai sekarang belum ada pemain atau party yang berhasil mengalahkan 1 Boss World pun. Kecuali aku.
"Sejujurnya aku ini juga masih ragu? Aku ini apa. Tapi aku tetaplah aku. Tidak lebih tidak kurang." Kataku sudah menvgendong Yuna. Bagaimana bisa? Karena terlalu sibuk Hydra berbicara, Shadow Godzilla berteleportasi ke bawah bayangan Hydra dan memberikan Yuna kepadaku.
__ADS_1
"2 Dewi saja takluk kepadamu. Orang-orang kayangan bahkan tidak berani mencampuri urusan kami. Sekarang mereka memiliki keberanian memasuki daerah kekuasaan kami. Bahkan, kami tidak mendapat perintah dari system untuk membunuhmu. Apakah kau mungkin salah satu dari kami?" Kata sang Hydra. Pertanyaannya membuatku merinding ketakutan karena aku disamakan sebagai raptil gara-gara aku membawa 2 wanita. Aku bukan buaya darat!
"Tentu saja bukan. Bukankah itu sudah jelas. Tapi terima kasih kau sudah perhatian dengan mengajak ku mengobrol. Itu melegakan." Kataku.
Hydra langsung tertembak oleh laser radioaktif pemusnah milik Shadow Godzilla-ku. Tubuhnya hancur menjadi potongan daging hangus.
Notifikasi kebangkitan pun keluar. Ternyata Aku bisa membangkitkan World Boss juga ternyata. Dan ada yang membuatku penasaran, system apa yang di maksud dengan Hydra? Apakah itu yang menyebabkan para pemain terjebak ke dalam TSO? Tapi memikirkan itu tidak ada gunanya, selama 32 orang ini mati aku sudah merasa senang, tidak ada penyesalan. Setelah itu aku sudah tidak peduli lagi. Selain dia, aku tidak peduli.
Aku pun membangkitkan kembali Hydra. Wujudnya kali ini lebih keren dari yang tadi. Berkepala 3, dengan badan seperti naga Eropa. besarnya tidak jauh beda dengan Godzilla. Berwarna hitam gelap, berotot dan ber urat ungu menyela, dengan mata berwarna ungu terang.
Aku pun mendarat ke tangan kanan Shadow Godzilla yang dia sediakan untuk di jadikan pijakan untukku. Aku pun segera meminumkan potion heal berlevel 100 dengan kelas Epic. Dan menyembuhkannya dengan magic skill : Healing level 100. Dan itu bekerja dengan baik.
"Tuan, saya ....." Katanya terburu-buru. Aku pun menyuruhnya untuk diam dan beristirahat. "Bad Hero, bawa semuanya ke sini." Perintahku.
tak lama kemudian Bad Hero berteleportasi membawa Gata dan Riza kepadaku. Bad Hero pun segera kembali lagi ke bayanganku. Shadow Godzilla pun mulai bergerak menuju Utara bersamaan dengan Hydra yang ada di sampingnya. Shadow Godzilla meletakkan kami di atas kepalanya dan mulai mengambil posisi berenang.
__ADS_1
"Kemana Tuanku?" Tanya sang Hydra mengambil posisi berenang.
"Utara. Daratan es."Jawabku tanpa bertele tele. Shadow Hydra dan Godzilla langsung meluncur ke Utara.