
Di Kerajaan Dynasty Bumi, Istana Ibukota.
(Sudut Pandang : Ratu Isabella)
Hari ini adalah hari dimana para aliansi untuk mengadakan pertemuan untuk membahas apa saja yang perlu kami persiapkan untuk mengalahkan Dynasty Kegelapan. Pertemuan kali ini diadakan di kerajaanku yaitu Dynasty Bumi. Tapi ada sesuatu yang aneh di pertemuan kali ini. Kaisar dari Dynasty Angin tidak ikut dalam pertemuan kali ini. Entah kenapa kami para Aliansi kehilangan kontak dengan Dynasty Angin dari 4 tahun yang lalu.
Pertemuan diadakan di sebuah ruangan yang kukhususkan untuk menyambut tamu yang berasal dari Bangsawan. Kami duduk di depan meja bundar raksasa yang berada di tengah ruangan. Anggota Aliansi yaitu Dynasty Api, Dynasty Bumi, Dynasty Air Selatan, Dynasty Angin, Kerajaan Elf, Kerajaan Dwarf, dan Kerajaan Lizardman.
"Kenapa kita tidak segera memulainya saja?" Nampaknya Raja dari kerajaan Dwarf sudah tidak tahan untuk mengeluh akibat ketidakdatangan pemimpin dari Dynasty Angin.
"Ini akan membuang-buang waktu saja. Lebih baik kita segera memulainya." Pihak Dyansty Api juga sudah mulai kehabisan kesabarannya.
Karena hari ini aku yang memimpin pertemuan aku merasa tidak enak untuk terus menundanya. Lebih baik aku segera memulainya.
"Baiklah kalau begitu. Kita mulai pertemuan kali ini. Sebenarnya di pertemuan kali ini salah satu yang ingin kubahas adalah tentang ketidakhadiran Dynasty Angin."
Dengan seksama semua perwakilan melirik ke arahku.
Di mata mereka terdapat perasaan terkejut sekaligus curiga.
"Apa maksudnya, Ratu Isabella?" Tanya sang Ratu Elf.
"Biasanya kita saling bertukar surat setiap bulannya untuk menjaga komunikasi kita dengan sesama aliansi. Tapi apakah kalian tidak sadar kalau Dynasty Angin berhenti mengirimkan suratnya pada 4 tahun terakhir ini?" Tanyaku. Mereka para perwakilan saling bertukar pandang.
"Aku terlalu sibuk akhir-akhir ini mengurus kerajaanku dan wilayahku. Karena saking banyaknya dokumen aku bahkan sampai tidak sadar kalau kita kehilangan kontak dari Dyansty Angin." Kata perwakilan dari Dynasty Air Selatan.
"Apakah mereka diserang oleh Dynasty kegelapan?" Tanya sang Raja Dwarf.
"Jika begitu, Kenapa Dynasty Angin malah menghentikan komunikasinya dengan Aliansi? Jika dia diserang oleh Dynasty kegelapan seharusnya di sesegera mungkin melaporkannya kepada aliansi."
__ADS_1
"Bisa jadi masalah Internal. Mungkin ada masalah internal yang membuatnya tidak sempat untuk mengirim surat." Pemimpin lizardmen ikut berpendapat.
"Itu juga bisa menjadi kemungkinan yang masuk akal. Tapi akankah selama itu? 4 tahun? Bahkan ketika World Boss Qirin menyerang mereka, mereka bahkan cukup memulihkan keadaan menjadi normal dalam waktu 2 bulan." Tanyaku kepada mereka. Hening sekitar 10 detik.
"Lokasi Ibukota Dynasty Angin juga sampai sekarang belum diketahui. Kita tidak punya waktu untuk mencari lokasinya." Sang Ratu Elf berpendapat.
"Untuk kali ini kita beri waktu untuk Dynasty Angin. Kita akan ke poin selanjutnya." Rapat pun tetap berjalan meskipun tanpa adanya Dynasty Angin.
...****************...
(4 Tahun lalu)
Sudut pandang : Yuna
Dynasty Angin, Kepulauan Assassin.
"Biarkan aku melihatnya.....Bayiku." Pintaku. Nishimiya dengan segera meletakkan bayiku disamping kananku.
Aku pun melepas genggaman tanganku dari pergelangan tangan Mori dan Tenzin. Mereka seketika ambruk dan pucat pasi.
"Aaghh.....Seperti yang diharapkan.........Remasan tangan sang dewi........melebihi imajinasiku....." Mori pun pingsan setelah mengatakan hal itu. Shizuka dan Shizuku dengan segera menarik kaki Mori keluar dari ruang persalinan dalam keadaan diseret, begitu juga dengan Tenzin.
aku memelai wajah dan pipinya yang masih merah. Seketika bayiku tertidur dan berhenti menangis. Yukki yang mendengar anakku yang lahir segera masuk ke ruang persalinan. Aku melihat matanya yang berkaca-kaca melihatku dan bayiku yang lahir dengan selamat.
"Ya ampun, imut sekali..." Katanya menarik ingusnya.
"Iya, imut. Wajahnya mirip sekali dengan Tuan Gen." Kataku melihat bayiku.
"Baiklah, kemari nona kecil. Biarkan ibumu beristirahat." Nishimiya kemudian menggendong bayiku dan meletakkannya di tempat tidurnya. Aku tentu saja tidak keberatan akan hal itu.
__ADS_1
"Kakak ipar ingin memberi nama apa pada bayi kakak?" Tanya Yukki menggenggam tanganku dengan lembut.
"Apa ya..." Aku pun juga bingung memikirkannya. Namun aku ingat permintaan Tuan Gen kepadaku pada malam itu.
"Mira... Tuan Gen ingin jika bayi yang lahir perempuan beliau memintaku untuk menamainya Mira." Kataku dengan lemas.
"Mira ya.....nama yang indah. Tatsumaki Mira." Puji Yukki. Tapi seketika wajah Yukki murung. Aku tanpa bertanya aku sudah bisa tahu jawabannya. Yaitu, Tuan Gen tidak berada disini. Beliau sudah hilang selama kurang lebih 6 bulan. Kenapa aku bilang menghilang bukan mati? Itu karena aku masih bisa merasakan aliran manna Tuan Gen yang masih mengalir ke tubuhku.
"Seharusnya kakak berada di sini." Celetuk Yukki. Meskipun aku sering melihatnya yang berwibawa ketika menjadi Grand Master, Yukki masih saja bisa terlihat seperti adik kecil manis yang egois. Dan itu menggemaskan.
"Kita sebaiknya segera mencarinya." Kataku.
"Setelah kakak sembuh dan pulih. Untuk saat ini kita serahkan kepada unit yang Nishimiya pilih."
Setelah aku diteleport paksa dengan terburu-buru oleh Tuan Gen. Aku terdampar di kepulauan ini. Kepulauan Assassin. Mereka sempat mencurigaiku dan menahanku. Tapi setelah memalui sidang beberapa kali aku mulai dipercaya dan dihormati karena statusku yang mengandung anak dari tuan mereka. Mereka juga menceritakan kehebatan Tuan Gen ketika menyelesaikan beberapa masalah di sini. Aku bahkan sempat terkejut kalau Yukki adalah adik angkat dari Tuan Gen.
"Aku berharap kakak tidak berada di wilayah aliansi. Jika begitu akan sangat merepotkan." Kata Yukki.
"Aliansi?" Aku bahkan baru mendengarnya.
"Beberapa tahun lalu Dynasty tanah mengundang kami para pemimpin Dynasty untuk berkumpul di wilayah netral untuk mengajukan aliansi karena Dynasty Kegelapan. Dan menurutku, kecocokan antara guild Apocalypse dan Dynasty Kegelapan cukup identik. Dan kakak pernah bilang kalau Apocalypse adalah bentukannya. Jika mereka sampai menemukan dan menangkapnya dan Identitas aslinya terbongkar aku tidak yakin Kakak bisa kita temukan dalam keadaan selamat." Aku tahu Yukki sangat peduli dengan Tuan Gen. Yah bagaimana tidak, melihat cara dia menghormatiku yang hanya sebagai wanita yang mengandung anak dari tuan mereka membuatku semakin menghormatinya juga.
"Bukankah tuan Gen adalah entitas terkuat? Kau tahu dia kan OVERLORD." Kataku mencoba untuk terdengar positif.
"Kakak bilang kakak pernah berhadapan dengan salah satu makhluk ciptaan milik Kak Gen. Bagaimana menurut kakak?" Tanya Yukki.
"Terlalu kuat dan diluar nalar." Jawabku.
"Sedangkan Aliansi adalah tempat yang dipenuhi oleh Alter-Alter yang kalian sebut para Pemain dari TSO."
__ADS_1