
Konsep regenerasi milik Charybdis mirip dengan konsep regenerasi dari Cetus. Mereka mengandalkan otoritas dari orang tua dewa mereka sebagai perlindungan. Karena ayah mereka berdua adalah Poseidon sang dewa laut maka selama mereka di dalam laut maka mereka akan selalu dilindungi oleh Poseidon karena laut adalah teritori kekuasaan Poseidon.
Tapi berbeda dengan Cetus yang hanya dapat dilindungi oleh Poseidon di laut, Charybdis dilindungi di dua alam, pertama di laut yang kedua di atas bumi. Karena Charybdis hasil hubungan antara Poseidon dan Gaia yang notabe nya dewa laut dan dewa bumi otomatis Charybdis dilindungi baik itu di dalam air atas otoritas Poseidon maupun di dalam dan diatas permukaan bumi atas otoritas Gaia.
Bagaimana cara membunuhnya? Bagaimana membunuh makhluk yang dilindungi baik itu di dalam air maupun di daratan? Bunuhlah makhluk itu diluar otoritas dan kekuasaan daratan maupun lautan yaitu di udara.
Kujentikkan jariku dan semua es yang mengeras di setiap tentakel Charybdis menghancurkan semua tentakelnya sehingga tidak ada lagi bagian tubuhnya yang menyentuh bumi. Exile memeganginya menggunakan avatar budhanya agar tidak jatuh ke dalam air sehingga Poseidon tidak dapat melindunginya. Ku tembaki Charybdis dengan ratusan senjata yang berbeda dari ratusan portal Babylon Treasure.
Charybdis mengaum tiada henti karena kesakitan selama 5 menit lamanya. Sama lamanya aku menembakinya dan akhirnya Charybdis mati. Muncul notifikasi di depanku :
Charybdis telah anda kalahkan. Apakah anda ingin mengekstrak jiwanya menjadi bagian dari Shadow Army?
Yes No
Jelas aku memilih "Yes". Kapan lagi bisa dapat anak dewa spek monster.
Ketika terekstrak jiwa Charybdis menjadi shadow, manifestasi jiwanya berubah menjadi wanita cantik dengan rambut hitam panjang dan beberapa helainya berwarna hijau. Matanya berwarna biru dan berwajah cantik mengenakan tunik yunani berwarna putih dan di kedua kakinya terdapat lilitan tanaman rambat berwarna emas yang menghiasinya. Wanita itu kemudian memberi hormat kepadaku dengan berlutut di hadapanku.
Ibu Hisao kemudian bersiul kagum.
"Ternyata monster yang kita hadapi adalah berjenis kelamin betina. Lumayan juga." Kata ibu Hisao berjalan menghampiriku dan mengusap-usap kepalaku.
"Dia memang aslinya adalah seorang wanita. Zeus mengutuknya menjadi monster karena sering membuat badai di laut seumur hidupnya. Dengan kematiannya mungkin melepaskan kutukannya." Aku mencoba membuka console ku dan membuka data tentang Charybdis.
"Berarti dia sekarang tidak bisa menjadi monster lagi?" Tanya ibu Hisao.
"Tidak." Kujentikkan jariku kemudian Charybdis berubah ke bentuk monsternya.
__ADS_1
"Dia menjadi memiliki bentuk alternatif sekarang. Bisa menjadi monster bisa juga menjadi wanita. Ini bisa kita manfaatkan dalam misi penyusupan di suatu daerah untuk diinvasi atau untuk dihancurkan." Kataku.
"Kau mikirnya malah ke situ?" Ibu Hisao ngedumel dengan kecewa.
Kuperintahkan Charybdis untuk masuk ke dalam bayanganku dan melebur ke dalamnya. Kuperintahkan juga Exile dan Serena untuk melebur ke dalam bayanganku.
"Baiklah, mari kita lihat ibu Miyuki mengatasi Scylla." kuganti celurit maduraku menjadi pisau badik. Pisau yang menjadi senjata adat dari Sulawesi. Alasan aku menggantinya karena celurit lebih berat untuk dilempar.
Ibu Hisao merangkulku sehingga dia bisa ikut berteleport. Ku lempar pisau Badik ku ke udara dan berteleport. Ku lempar lagi pisau Badik ku tepat kami baru saja berteleport ke arah tebing gunung Olympus dan berhasil meraih tebing terdekat.
Ibu Miyuki yang masih dalam bentuk iblis Ifrit menghajar Scylla meskipun beberapa tentakel Scylla yang berbentuk seperti ekor naga memiliki tubuhnya. Cetus dan Obsidian Gydra juga kuwalahan menghadapi 6 kepala anjing di pinggangnya dan 6 kepala naganya.
Alasan mereka tidak tenggelam karena kedalaman laut adalah karena di dekat tebing gunung Olympus memiliki laut yang sangat dangkal yang mungkin hanya sedalam 30-40 meter.
Pukulan dan cakaran Ifrit hanya hanya berhasil mengenai tebing. Scylla melilitkan salah satu tentakel ekor naganya ke tangan kanannya hingga membentuk seperti mata bor kemudian memukulkannya ke wajah Ifrit. Ifrit terhuyung mundur tapi Scylla menariknya kembali menggunakan tentakelnya yang masih meliliti Ifrit kemudian menembakkan air tegangan tinggi ke dada Ifrit melalui mulut salah satu kepala anjing di pinggangnya.
"Makhluk fana kurang ajar!!!" Hardik Scylla dengan murka. Ibu Miyuki pun mendapatkan ide.
Kuperintahkan Cetus dan Gydra untuk mengalihkan perhatian dari 6 kepala anjing dan 6 kepala naganya. Cetus menyemburkan air dari mulut nya dengan skala yang besar dan sangat kencang ke arah Scylla. Sedangkan Obsidian Gydra menyemburkan 10 laser dari konsentrasi manna di masing-masing kepalanya termasuk dari kepala Gydra sendiri.
Scylla menjawabnya dengan 6 semburan elemen dari kepala anjingnya dan 6 semburan racun untuk 6 kepala naganya. Mereka bertiga saling beradu semburan sampai-sampai laut yang awalnya tenang menjadi terpisah kembali karena efek distorsi semburan mereka.
"Para peliharaan OVERLORD tidak akan bisa mengalahkanku!!" Seru Scylla dengan sombong.
"Kau bodoh, tidak ada satu pun dari mereka yang berniat untuk mengalahkanmu." Ujarku yang berada di samping kiri Scylla beberapa meter.
"Heh! Kau hanya menggertak!" Kata Scylla yang menyadari keberadaanku yang kebetulan ada disamping kirinya.
__ADS_1
"Sungguhan. Ku sarankan kau melihat ke atas dan lihat apa yang terjadi." Ujarku berjalan menjauhi Scylla beberapa meter.
Scylla yang penasaran pun melihat ke atas dan sebelum bereaksi tentang apa yang Scylla lihat diatasnya, Scylla tertimpa banyak sekali reruntuhan dari tebing gunung Olympus dengan derasnya.
Puluhan puing-puing bebatuan itu menimpa Scylla hingga membuatnya tergencet dan mati karena tertimbun. Siapa lagi pelakunya jika bukan ibu Miyuki yang meruntuhkan bebatuan tebing gunung Olympus kepada Scylla.
Ibu Miyuki pun terjun dan mendarat tepat di samping kami. Ibu Miyuki pun berubah kembali ke bentuk manusianya.
"Lumayan juga." Aku menanggapi pertarungannya.
"Aku yakin Scylla tidak akan bangkit dengan reruntuhan sebesar dan sebanyak itu." Melihat Scylla tidak bangkit lagi dari bebatuan berarti aku salah memperkirakan asal usulnya.
Menurut Hyginus, Scylla terlahir sebagai monster dan merupakan anak dari Tifon tetapi Scylla juga disebutkan sebagai anak dari Forkis dengan Hekate, Lamia, Krateis atau Keto. Sedangkan menurut Ovidius, Scylla awalnya adalah seorang perempuan cantik. Suatu hari ada seorang dukun bernama Circe yang cemburu karena lelaki yang dicintainya malah mencintai Scylla. Circe lalu menuangkan ramuan di atas tubuh Scylla ketika Scylla sedang mandi, akibatnya dari tubuh Scylla muncul kepala-kepala monster. Lama-kelamaan Scylla benar-benar berubah menjadi monster secara keseluruhan.
Benar-benar kisah yang kelam. Tapi sudah biasa di cerita-cerita mitologi Yunani kuno. Aku pun menjadikan Scylla sebagai Shadow Army ku. Sama seperti Charybdis, perwujudan Scylla juga berupa wanita cantik dan manis yang mengenakan tunik yunani. Mungkin ini wujudnya dulu sebelum menjadi monster peneror di selat Messina.
Tiba-tiba sebuah lesatan tombak trisula meluncur dari bawah laut. Aku sudah tahu kalau akan ada serangan tersebut tapi reflekku kalah cepat dari naluri seorang ibu. Lagi-lagi ibu Miyuki melindungiku lagi dengan melompat ke depanku sehingga trisula itu menancap diantara dadanya.
Kejadian terjadi begitu cepat sampai -sampai aku tidak bisa memperkirakannya.
Dari permukaan laut muncul Amphitrite, Triton, Rhodes, dan Benthesikime yang semuanya sama-sama menunggangi Hippocampus. Amphitrite mengulurkan tangannya sehingga trisula yang ada di dada ibuku terlepas dan kembali ke tangannya.
Hubungan batin antara ibu dan anak memang seerat ini ternyata. Padahal aku baru bertemu dengan mereka beberapa waktu lalu tapi ketika mereka tersakiti hatiku terasa gundah, jengkel, dan kesal. Itu berarti mereka benar-benar ibuku.
"Wah maaf, suami ku mungkin akan-..!" Ku selak Amphitrite sebelum dia menyelesaikan kata-katanya.
"...Poseidon akan merasa sedih dan menyesal ketika aku mendatanginya dengan membawakannya oleh-oleh berupa kepala kalian..!" Sahutku.
__ADS_1