Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Tantangan Dari Olympus : Sambutan Di Underworld (Bagian I)


__ADS_3

Kalian ingin tahu isi dalam Underworld versi Yunani? Kandangnya Hades? Sungai Acheron di sini berwarna hitam layaknya oli walaupun ketika aku melihat dayungan dari Charon, air yang terciprat terlihat bening.


Kapal Charon mengingatkanku kepada bahtera milik Noah ketika Tuhan mengirimkan banjir besar jauh sebelum Masehi. Aku cukup heran dan terkesan ketika Charon bisa mendayung perahu ini dengan stik kecil itu.


Di sekitarku juga banyak arwah gentayangan yang bila kucoba untuk kusentuh malah menembusnya.


"Kenapa hanya aku yang masih memiliki tubuh fisik?" Tanyaku kepada Charon.


"Itu karena kau tamu spesial Tuan Hades. Tuan Hades punya rencana tersendiri ketika kau sudah sampai Tartarus." Ujar Charon.


"Asyik. Aku tamu spesial dari dewa Underworld." Ucapku dengan nada satir. Mantaplah, sambutan hangat dari tuan rumahnya langsung.


Jalur sungai pun mulai mengecil dan kami mulai memasuki 2 celah tebing. Di atas bahtera aku melihat banyak sekali Harpy yang terbang memutari tebing layaknya burung pemakan bangkai yang siap menyambar kapan saja. Lagipula jika kalian bertanya bagaimana langit di Underworld, maka akan kujawab. Hanya berisi awan mendung yang super gelap seolah akan terjadi badai. Petir-petir merah dan ungu menyambar-nyambar tebing dan air laut.


Kami mulai memasuki celah 2 tebing itu. Hawa di underworld memiliki kemiripan ketika kalian masuk ke dalam pemakaman sendirian di malam hari. Dari atas tebing kerikil-kerikil kecil berjatuhan seolah ada yang berjalan di atas tebing.


"Hmm, Cerberus bahkan tidak sabar untuk menjemputmu." Kata Charon melihat ke atas.


"Peliharaan dari Hades ya." Kataku memastikan.


"Aku yakin dia akan menyukaimu." Kata Charon menoleh ku. Charon kemudian menepikan bahtera super besar ini untuk berlabuh. Terdapat pelabuhan kecil di sisi kanan sungai.


"Pemberhentian anda, OVERLORD. Silahkan turun." Kata Charon mempersilahkanku untuk turun dari Bahteranya.


Aku pun mengangguk dan melompat dari bahteranya ke pelabuhannya.


"Anda tidak akan membunuh saya?" Tanya Charon.

__ADS_1


"Akan ku pertimbangkan setelah berhasil memenggal kepala Hades. Kau juga bukanlah bagian dari rezim dewa-dewi Olympia. Lagipula membunuhmu bukanlah suatu kekhawatiran bagiku." Kataku berjalan menjauhi dermaga pelabuhan dan secara tiba-tiba dari atas tebing Cerberus mendarat tepat di depanku.


Badannya cukup besar dan tinggi. Tingginya hampir menyentuh 8 meter, setiap kepala Cerberus hampir sebesar truk. Ekor Cerberus berupa ular mendesis tidak nyaman. Kepala Cerberus mengingatkanku kepada anjing polisi yang sangat galak yaitu jenis Doberman Pinscher.


Di tubuh Cerberus terdapat 3 batang besi yang menancap di leher mereka dan setiap ujungnya diikat dan disatukan sebuah rantai hitam berkarat


Cerberus berjalan memutari ku seolah aku ini mangsa kecil yang bisa ia makan kapan saja. Cerberus memutari ku sebanyak 4 kali.


"Perkenalan hah?" Tanyaku sambil merentangkan tanganku yang jelas tidak mungkin ditanggapi oleh Cerberus. Cerberus memutariku dengan menggeram. Air liur mereka bahkan berbeda-beda. Di kepala kanan meneteskan air liur berupa magma yang panas, di kepala tengah debu pasir, dan di kepala kiri berupa embun dan salju.


"Kau pikir Tuan Hades akan berbaik hati kepada pembunuh massal sepertimu? Bahkan setelah kau membunuh saudaranya yaitu Poseidon. Kau cukup beruntung aku tidak diperintahkan untuk mengunyah kepala kecilmu itu." Kata kepala Cerberus yang tengah.


"Ternyata kau bisa bicara." Celetuk ku. kepala Cerberus yang kiri menggeram tak suka, bahkan sampai gigi-gigi tajamnya terlihat.


"Cepat, Tuan Hades menunggumu di Tartarus." Kata kepala Cerberus yang kiri. Cerberus memimpin jalan dan menuntunku ke tempat Tartarus.


Selama aku berjalan menyusuri hutan, aku sempat melihat roh orang-orang mati yang sedang diadili di depan gerbang oleh 3 hakim dunia bawah : Minos, Rhadamanthis, dan Aiakos. Ketiganya merupakan anak-anak haram Zeus. Mereka bertiga yang menentukan kemana orang mati akan ditempatkan, entah itu Elysium, Padang Asphodel, atau Tartarus.


Kondisi ku saat ini sama seperti Herakles dulu ketika dia mencoba menjalani salah satu 12 tugas untuk menebus dosanya, yaitu membawa Cerberus dari underworld. Mendapatkan jalur akselerasi menuju Tartarus, tempat dimana Hades atau Thanatos dalam melampiaskan emosi mereka melalui roh-roh orang mati dan menjadikan mereka sebagai samsak.


Aku sempat berpikir apakah aku bakal diadili juga di tempat yang mirip orang-orang antri sembako di sana? Dan apakah dimensi dunia kayangan para dewa hanya sebatas ruang lingkup mitologi Yunani kuno saja?


Aku pun sampai di depan sebuah istana raksasa yang megah dan indah walaupun terkesan menyeramkan karena di setiap kepala obor yang digunakan dalam menerangi terbuat dari kepala manusia. Setiap dinding dan pondasinya terbuat dari batu marmer berwarna hitam dan tersusun dari beberapa batu obsidian.


Dari depan pintunya keluarlah seorang pria paruh baya berambut hitam panjang bergelombang, menggunakan tunik Yunani berwarna ungu, di tangan kanannya membawa sebuah senjata berupa tombak Bident, tombak dengan mata tombak kembar atau bisa disebut dengan dwisula.


Di kedua tangan pria paruh baya itu terdapat banyak perhiasaan yang terbuat dari emas dan berlian. Baik itu cincinnya atau gelangnya. Ketika pria paruh baya itu ingin mengambil posisi duduk, muncul cahaya ungu yang menyusun bentuk kursi tahta di belakang pria itu lalu pria paruh baya itu mendudukinya.

__ADS_1


"Selamat datang di dunia bawah, OVERLORD. Sebagai tuan rumah aku menyambutmu." Kata Pria tua paruh baya itu.


"Hades." Ucapku dengan niat menyapa.


"Ada apa gerangan sampai menggundangku ke rumahmu?" Tanyaku to the point.


"Bukankah kau sudah tahu jawabannya? Untuk mengeluarkan roh atau jiwamu dari ragamu itu di sini." Jawab Hades.


Cerberus kemudian berjalan mendekati tuannya dan memutari singgasananya, dari belakang singgasana Hades muncul seorang wanita Yunani yang rupawan dengan gaun berwarna hijau tua tanpa lengan, berambut hitam dengan dikucir kuda. Wanita berdiri di samping kanan singgasana Hades sambil mengelus kepala tengah Cerberus.


Sosok hitam yang bersayap terbang dan mendarat di samping kiri singgasana Hades. Menggunakan full plat armor berwarna hitam dengan motif garis berwarna emas, membawa sebuah pedang besar berupa pedang Gladius. Kepalanya tertutup tudung hitam sehingga wajahnya tidak terlihat.


"Hmm, band dunia bawah sudah lengkap sekarang. Setidaknya sebelum aku mati biarkan aku mendengar kalian bernyanyi." Kataku dengan niat mengejek.


Hades kemudian membuka 2 portal yang tiba-tiba muncul di samping Thanatos dan di sampingku.Ketika Hades menggerakkan jari telunjuknya, kedua portal itu bergeser dan dalam sekejap kami berpindah tempat.


Tiba-tiba kami berada di tengah arena di sebuah Colosseum hitam yang sudah ditonton oleh banyak sekali Harpy, roh-roh orang mati, dan monster-monster dari podium. Bahkan beberapa Titan juga mencoba menonton ku untuk melihatku mati.


Hawa dan aura di arena ini jauh lebih gelap daripada di depan istana gelap tadi. Aku yakin kalau ini adalah Tartarus.


"Poseidon membuat kesalahan dengan tidak bergabung dengan pasukannya dalam penyerangan. Mari kita lihat apakah cara ini efektif untuk memastikan kau terbunuh atau tidak." Kata Hades yang mengangkat bident-nya.


Setiap gerbang di bawah podium terbuka. Muncullah beberapa parjurit Shades, prajurit Centaur dan Satyr undead yang ber-armor dan bersenjata yang keluar dari balik pintu gerbang itu.


Hades pun berdiri dan menaiki Cerberus sebagai tunggangannya, Persephone mulai memakai pakaian mode tempurnya, dan Thanatos yang awalnya menancapkan pedangnya ke tanah menarik kembali pedangnya. Mereka berniat mengeroyokku dari awal.


"Hoo...Strategi kroyokan ya. Mari kita lihat seberapa efektifnya strategi ini." Ujarku dengan semangat. Ku keluarkan Chain Whip Sword ku lagi dari inventory.

__ADS_1


__ADS_2