
(Sudut pandang : Yuna)
Aku benar benar tidak menyangka ini. Jadi selama ini orang yang di bicarakan tuanku adalah istrinya sendiri. Aku sangat syok, kakiku serasa lemas dan hampir tidak bisa menopang badanku, dan jantungku serasa hancur berkeping-keping.
Tapi kenapa? Kenapa aku merasa sakit? Tidak ada luka sedikit pun di dadaku. Tapi terasa sangat menyakitkan. Apa ini?
Perasaanku tidak karuan membuat Alice melihatku sesaat. Sudah semestinya dia tetap tenang tapi aku melihat keterkejutan yang luar biasa dimatanya.
"Oh begitu...... Jadi bagaimana? Karena disini kurang cocok untuk mengobrol. Bisakah kita pindah ke tempat yang lebih tenang." Alice menggerakkan tangannya untuk mempersilahkan Tuan Gen untuk masuk ke kereta beruangnya itu.
Aku ingin menghalanginya tapi tuanku dengan wajah yang tenang menggeleng melarang ku. Karena disini kami kalah jumlah dan kalah kandang maka aku terpaksa mengiyakan keinginannya.
"Tidak apa-apa Yuna. Dia hanya ingin berbicara saja." Kata Gen melangkah menuju kereta kerajaan Alice.
Tapi ada yang aneh. Kemana enam orang yang berada di belakang Alice tadi? Tidak mungkin mereka menghilang begitu saja tanpa jejak. "Kau merasa ada yang mengganjal?" Tanya Gata di sampingku.
"Ya, Lebih baik kita tetap mengawasi tuan. Enam orang itu....... sepertinya sangat berbahaya." Kataku mulai ke mode menghilang atau wujud roh, Gata pun juga mengikutiku.
Meskipun kami mengikuti keretanya. Aku tidak bisa mendengar pembicaraan apapun ketika mereka di dalam. Sihir kedap suara. Dalam waktu 15 menit kami pun sampai di istana milik Alice. Istananya sangat megah dan sangat besar.
Berwarna putih es, dengan atap dan balkon berwarna biru kristal dengan hiasan emas di setiap pahatannya. Aku tampak tertegun melihatnya. Kami pun masuk kedalam istana melalui jalur karpet merah yang terbuat dari sutra dengan jahitan emas. Di dalam istana berisi banyak sekali kemewahan. Lampu terbuat dari kristal, patung- patung pahatan yang dipahat dengan sempurna, bendera lambang yang di pasang mengiringi jalan menuju singgasana, Dan para ksatria yang sangat terlatih yang menggunakan full set baju zirah ala Eropa berbaris rapi.
Setelah mencapai ruang singgasana, enam orang yang tadi menghilang ketika di tengah kerumunan sudah berbaris rapi di samping singgasana Alice. Tidak salah lagi, mereka semua Slave. Tuan Gen berdiri di depan kami saat itu. Tidak mungkin juga kalau 6 slave itu miliknya semua.
"Jadi....... Ada perlu apa anda kemari, Tuan Valon?" Tanya Alice dengan elegan duduk di atas singgasana.
Valon? Apa yang dimaksudnya adalah tuanku?
__ADS_1
"Langsung ke intinya, Alice. Serahkan kembali ke kaisaran Blizzard kepadaku." Tanpa basa-basi, Tuan Gen langsung mengatakan hal itu tanpa ada keraguan.
"Kalau aku menolak?" Tanya Alice dengan nada mengintimidasi
"Kubunuh kau." Tanpa ragu tuanku menjawabnya.
4 orang yang ada di samping singgasana langsung berteleportasi ke sekitar Tuan Gen dalam jarak 2 meter dan menodongkan senjata mereka ke arah leher tuanku. dan 1 orang menyilangkan dua pedangnya dari belakang leherku. Begitu juga dengan Gata. Padahal kami menggunakan wujud roh untuk menyembunyikan keberadaan kami.
"Tunjukkan dirimu, roh legenda. Aku sudah merasakan hawa roh kalian semenjak kalian mengikuti kami ke istana." Kata seseorang yang di belakangku.
Aku pun menunjukkan wujud asliku daripada memperumit keadaan. Entah kenapa dia sempat terkejut ketika mata kami bertemu. Laki- laki itu pun tersenyum ramah setelah melihat wajahku. Seolah dia sudah mengenalku.
"Kau cukup bernyali mengancam Ousama kami, bocah!" Bentak salah satu Slave yang menodong Tuanku.
"Seperti yang anda lihat Tuan Valon. Sebenarnya aku dengan senang hati akan memberikannya. Tapi...... Tidak pula dengan mereka. Lewati 6 slave ku dulu, sayang. Maka aku akan memberikannya." Kata Alice memindah tindihan tangannya.
"Meskipun melanggar peraturan lebih baik memilihmu daripada Ousama yang lemah." Kata Enkidu.
"Tidak mungkin! Kau juga bisa menjalin kontrak lebih dari 1 Slave?!" Alice sempat heran dan mengeluarkan keringat dingin. wajah nya pucat seperti melihat sesuatu yang mengerikan.
"Kau sendiri saja bisa. Maka tidak mengejutkan kalau aku juga bisa. Justru aku yang seharusnya heran kenapa kau bisa memanggil lebih dari 1 Slave? " Kata Tuan Gen.
Dengan cepat pria yang di belakangku dengan mudah melepaskan diri dari ikatan rantai surgawi milik Enkidu. Aku pun dengan sigap mengeluarkan tombak dan pedangku dan mulai menyerangnya. Senjata kami pun beradu. Lagi-lagi dia tersenyum ramah kepadaku. Dan itu membuatku curiga. Pria ini cukup hebat, dia bahkan membebaskan semua teman slave nya sambil menghindari dan menangkis Seranganku.
"Tidak mungkin! Rantai surgawi tidak bisa di kendorkan! Tapi orang ini....." Enkidu terkejut melihat rantai-rantainya terpotong dengan mudah.
Gata langsung mengambil tindakan juga dan mulai menyerang slave yang menyanderanya tadi. Para prajurit hendak ikut membantu pihak lawan dan mulai menyerbu kami layaknya segerombolan semut yang marah.
__ADS_1
"Job class : Juggernaut. Aku tidak menyangka kita akan bertemu di Perang Mitologi. Saudaraku." Kata Slave yang sedang dihadapi Gata.
"Abimanyu?! Kau juga..." Gata terkejut melihat sosok yang dilawan adalah saudara sepupunya sendiri.
Tuan Gen langsung mengeluarkan Fujin, Raijin, dan Bad Hero untuk melawan balik. Semua pasukan terbantai dengan mudah karena mereka bertiga. 4 Slave langsung mengincar Tuanku tapi serangan mereka tidak ada artinya. Alice belum beranjak sedikitpun dari singgasananya.
"Seharusnya kau tidak boleh lengah!" Kata Riza dari balik singgasana Alice dan mulai menebasnya menggunakan tangannya yang dilengkapi dengan cakar naganya dan mengincar leher Alice. Alice pun tersenyum.
Tangan Riza tertahan. Aku sangat terkejut melihatnya. Itu adalah Enuma Erish milik raja Gilgamesh. Sebuah pedang sepanjang 90 cm berbentuk corong dengan 5 silinder berwarna hitam dengan tato merah menyala dengan gagang terbuat dari emas bercorak hitam.
"Kau pikir aku tidak tahu kau selama ini di belakangku." Kata Alice. 2 silinder bawah berputar kencang dan menghasilkan ledakan berwarna merah yang sangat dahsyat. Riza terpental jauh hingga menabrak 4 pilar berdiameter 140 cm hingga hancur. Riza pun terkapar dan tak sadarkan diri. Melihat Tuanku di kepung 4 slave bersamaan membuat kemarahan ku memuncak.
"Aku tidak punya waktu meladenimu!" Kataku menepis pedang musuhku dan menendangnya hingga menabrak tembok sangat keras. Aku pun segera berlari ke tempat Tuan Gen untuk membantunya. Dari belakang tertembak 1 anak panah ke arahku dan meledak. ledakannya setara dengan ledakan meriam.
"Tentu kau punya. Meskipun lemah begini, aku cukup mahir menggunakan banyak jenis senjata Lo!" Kata pria yang kutendang tadi. Sepertinya aku memang harus melawan pria ini terlebih dahulu. Pria ini sepertinya bukan slave dari legenda biasa.
Pria itu menembakiku tanpa ampun menggunakan panahnya. Kutangkis semuanya dengan mudah. Semua panahnya terpantul dan meledak. Kudekati dia dengan kecepatan penuh ku sehingga dia tidak bisa membaca gerakanku agar tidak dalam sasaran tembaknya. Ketika ingin ku congkel tenggorokannya menggunakan tombak, busur panahnya berubah menjadi 2 pedang. Kutabrak dia hingga menghancurkan tembok setebal 60 cm tersebut hingga berlubang.
"Dengan begini, berakhir sudah!" Ku pegang lehernya untuk menahannya tangan kananku sudah siap dengan pedang untuk menggorok lehernya. Ketika sudah ingin ku gorok lehernya.
Sudah selesai. Dengan begini.... Sambungan empati membisiki ku. Yah, itu suara tuanku. Aku melihat di tempat singgasana, Kulihat Alice di sandera oleh tuanku dan wanita bernama Shasa Filla ada di sampingnya.
"Kau seperti sedikit.....berubah.......Gen....ta. Mulai bergantung.......dengan........orang lain." Kata Alice perau. Wajahnya pucat seperti orang sakit akibat tercekik. Tuanku mencekiknya dari belakang Alice bahkan hingga leher Alice menjadi lebam.
"Aku tidak.......menyangka.......aku tertipu dengan hal............yang sangat..........sederhana........ seperti ini." Alice sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk memberontak.
"Pakai cara apapun boleh asalkan menang. " Kata Tuanku. Dengan begini, tuanku mendapatkan seluruh kerajaan Blizzard secara keseluruhan.
__ADS_1