Alternative/Overwatch

Alternative/Overwatch
Tantangan Dari Olympus : Poseidon vs OVERLORD


__ADS_3

Jiwa Amphitrite pun ter-ekstrak dari tubuhnya. Hasilnya lebih mengejutkan. Penampilannya bahkan jauh lebih cantik daripada sebelumnya. Yang awalnya mengenakan gaun biru tua dengan selendang biru muda, berambut pirang dan dibuat pony tail. Rambutnya bergelombang, memakai mahkota sekaligus pelindung wajah berwarna emas.


Berubah menjadi, berambut putih, bergaun putih sutra, dan warna matanya jauh lebih cerah hingga matanya menjadi berwarna seperti warna putih.


Amphitrite pun segera berlutut kepadaku memberi hormat.


"Sempurna." Ujarku dengan puas.


"Bawakan 3 anaknya." Perintahku kepada Scylla dan Charybdis. Dari belakang Amphitrite muncul 2 sosok shadow army ku yang keluar dari permukaan laut.


Charybdis membopong mayat Triton sedangkan Scylla membawa mayat Rhodes dan Benthesikime seperti membawa dua karung beras.


"Untuk Benthesikime dan Triton ku bangkitkan sebagai Shadow. Untuk Rhodes ku bangkitkan sebagai Divine." Kataku mengulurkan tangan kiriku untuk menghidupkan mereka kembali.


Roh mereka pun keluar dan berubah sesuai dengan pilihanku. Rhodes menjadi prajurit divine sedangkan kedua saudaranya yaitu Triton dan Benthesikime menjadi shadow.


Sebelum aku meng-ekstrak roh mereka, terdapat presentasi stat mereka. Apa yang akan ditambah di stat mereka jika aku menghidupkan mereka ke dua esensi yang berbeda. Karena Triton dan Benthesikime memiliki stat yang bagus jika mereka menjadi Shadow maka dari itu aku menjadikan mereka menjadi shadow army ku. Begitu juga dengan Rhodes.


Mereka bertiga pun ikut berlutut dan memberi hormat kepadaku mengikuti teladan ibu mereka setelah kubangkitkan. Aku juga penasaran apakah yang sudah dibangkitkan sebagai shadow bisa kuubah entitas mereka menjadi Divine Army atau tidak ya? Jika bisa aku ingin mengubah entitas milik Serena, Raijin, dan Screw You. Mereka pada dasarnya adalah pengguna elemen yang berkaitan dengan cahaya dan kesucian.


Yah, untuk saat ini fokus dulu dalam tantangan dari Olympus ini.


"Baiklah, sekarang waktunya untuk membawakan oleh-oleh kepada dewa lautan ini." Kataku dengan bersemangat.


Ku penggal kepala mayat mereka berempat lalu ku masukkan ke dalam inventory ku.

__ADS_1


Atlantis ada tepat di bawahku. Kuambil sebuah item dari Babylon Treasure ku.


"Waktunya pelajaran sejarah, anak-anak!" Seruku. Ku lemparkan tombak trisula Poseidon ke arah bawah hingga mata trisulanya menancap di dasar laut. Sekali lagi laut terbelah menjadi 2 sisi.


Aku seolah melihat 2 air terjun yang super raksasa dari sisi kiri maupun kananku. Kami pun masuk ke dalam celah lembah lautan itu. Tepat sebelum mendarat entah itu tangan dari Cetus atau Gydra menangkapku sehingga aku tidak terluka ketika terjun dan meletakkan ku dengan aman.


"Terima kasih." Ucapku kepada tangan raksasa itu. Tangan raksasa itu pun masuk kembali ke dalam bayanganku.


Kami mendarat di tengah-tengah kota Atlantis yang super besar. Sebenarnya aku ingin membangkitkan pasukan Atlantis yang ada di depan gerbang tapi aku berpikir untuk menyelesaikan urusanku dengan dewa kerang laut itu.


Aku melihat para Atlantis yang hanya berupa warga sipil bersembunyi di rumah mereka sambil menyembunyikan keberadaan dan suara mereka seolah jika aku mendengar suara mereka aku bakal membunuh mereka.


Aku serasa menyusuri kota mati. Yah ini yang dipilih oleh raja kalian. Jangan salahkan aku. Aku tidak akan membelah laut kalian jika raja kalian tidak menunjukkan taringnya kepadaku. Maaf ya.


Istana Poseidon pun kumasuki. Semua pasukan Divine dan Shadow ku masuk kembali ke dalam bayanganku. Untuk pasukan divine menghilang menjadi debu-debu emas.


Tubuh mereka secara mengerikan meledak menjadi potongan-potongan kecil. Bagian-bagian tubuh mereka termutilasi dan berserakan di mana-mana. Akulah yang menyuruh Bad Hero untuk memotong mereka hingga meledak menjadi potongan-potongan kecil.


Aku sudah di dekat pintu. Tapi karena istana ini sangat besar dan tinggi maka mereka perlu gerbang yang tinggi juga. Beratnya pasti menyentuh lebih dari 5 ton.


Kupukul gerbang itu dengan sekali pukul. Gerbang raksasa itu dengan mudahnya lepas dari engselnya dan terbang terhempas karena pukulan ku. Asap mengepul dengan tebal.


"Ya-ya, permisi. Mau masuk nih." Ucapku memberi salam.


Dibalik kepulan asap yang berada sekitar 14 meter di depanku terlihat Poseidon yang sedang duduk di atas singgasananya dengan ekspresi dingin dan gusar.

__ADS_1


"Kau mengalahkan semua pasukan dan keluargaku dengan mudah semudah kau melempar sampah ke tempat pembuangan." Ucap Poseidon dengan nada yang cukup dingin.


"Jangan berkecil hati. Aku tidak akan melupakanmu untuk kubunuh." Ucapku dengan frontal. Tapi Poseidon tampak tidak terpancing oleh ucapanku.


"Ini kedua kalinya aku mendapat penghinaan dari 2 generasi makhluk fana. Tidak ada gunanya membiarkan makhluk sepertimu lebih lama di kayangan. Atas nama Olympus aku akan menghapus eksistensimu." Poseidon menarik tombak trisulanya yang tertancap di dekat singgasananya.


"Para Dewa-Dewi alam kematian tidak akan membuatmu mendapat siksaan yang ringan OVERLORD." Kata Poseidon mengambil kuda-kuda bertarungnya.


"Maaf, aku sendiri yang akan memilih surga dan nerakaku sendiri. Aku tidak butuh entitas yang berlagak menjadi entitas tertinggi untuk menentukannya." Jawabku mendengar celotehan Poseidon. Tiba-tiba aku teringat sesuatu.


"Oh, tunggu sebentar. Sebelum kita bertarung... " Kubuka inventory ku untuk mengambil sesuatu lalu melemparkannya ke arah Poseidon.


4 kepala dari keluarga Poseidon tergeletak di depan Poseidon. Poseidon yang menyadari kalau itu adalah kepala istri dan ketiga anaknya segera meraung dengan murka.


"Hadiah oleh-oleh dariku." Ucapku yang tanpa kusadari tersenyum menikmati perasaan hancur dari dewa laut yunani yang ada di depanku.


Sang dewa melompat dan menerjang ku menggunakan senjata Trisulanya dengan ganas. Ku keluarkan Amphitrite untuk menampakkan diri di depanku. Poseidon yang bisa melihat Amphitrite dalam keadaan utuh membuatnya menjadi sangat lengah.


Aku pun melompat dan melewati Amphitrite kemudian menyepak kepala kepala Poseidon dengan telak sampai membuatnya tersungkur.


"Kau bahkan masih emosi dan tidak bisa mengendalikan perasaanmu sendiri. Kau sebut dirimu itu dewa. Jangan membuatku tertawa, Poseidon." Kataku berjalan mengelilingi Poseidon memberinya provokasi.


"Cukup wajar kau mendapat hinaan dari ayahku di masa lalu. Mengaku sebagai dewa sedangkan sikap dan perasaanmu itu..... tidak jauh berbeda dengan manusia yang sering kau hina-hina. Sepertinya kalian para dewa lupa. Kalian pikir kalian itu kuat, abadi, dan tidak terkalahkan? Padahal entitas kalian sendiri juga tercipta dan berasal dari ide-ide manusia." Bisikku ke telinga Poseidon.


Poseidon yang tidak terima setelah ku rendahkan dan kupermainkan menggunakan roh istrinya, meraih trisulanya dan mulai menyerangku.

__ADS_1


Pertarungan antara Dewa Laut Yunani dengan sang OVERLORD pun dimulai.


__ADS_2