
Setelah membereskan "kekacauan" yang kutimbulkan dari penyeludupan pasukan ke ruang sidang, aku diantar ke arah istana. Aku benar-benar terkesan dengan keindahan dan tatanannya. Rapi, bersih, dan indah. Suasana ala negeri matahari terbit alias Jepang juga sangat kental.
"Disini khas banget sama budaya timur." gumamku. Yukki yang mendengarnya dengan jelas langsung tersenyum. Yukki memakai kimono biasa berwarna merah cerah dengan motif bunga berwarna kuning yang menghiasinya, rambutnya di kucir dan diberi sanggul. Mirip wanita yang memakai konde ketika kondangan. Kami pun diantar oleh beberapa dayang munuju istana.
Istananya juga jelas seperti istana daimyou ketika zaman sengoku. Berwarna putih dengan atap berwarna biru tua dan dikelilingi banyak pohon sakura. Kami pun sampai diruang makan. Benar-benar ala Jepang. Duduk di atas bantal tipis, makan menggunakan mangkuk kecil dan sumpit. Untung aku sudah di ajari oleh ibu bagaimana menggunakan sumpit ketika sebelum masuk akademi.
"Setahuku legenda tentang pembunuh dalam senyap berasal dari timur tengah. Tapi aku tidak menyangka di sini tidak ada ciri khas tersebut." Kataku memecah lengang. Yukki pun meletakkan mangkuknya.
"Aku mendesain menjadi seperti ini karena ingin menjadikannya seperti kampung halaman ayah kita." Jawab Yukki. Tunggu! Apa?! Ayahku adalah orang Jepang?! padahal ketika aku masih di akademi banyak yang bilang kalau aku ini blasteran Prancis dengan orang Jawa.
"Ayah berasal dari negera Jepang? Dari mana kau tahu?" Tanyaku cukup heran. Fakta tentang Yukki adalah adikku saja masih kuragukan. Tentu saja aku juga curiga bagaimana dia bisa tahu kalau ayahku adalah orang Jepang.
"Sepertinya sudah waktunya aku bercerita kakak. Maukah kakak mendengarkannya?" Kata Yukki dengan santai tapi wajahnya serius. Aku pun meletakkan mangkukku dan mengambil posisi mendengarkan.
Yukki bercerita dengan sangat rinci dan mendetail. Alasan kenapa dia bisa memanggilku kakak? kenapa dia bisa lebih tahu tentang ayah, dan yang lainnya. Tak ada tanda kebohongan dalam ceritanya meskipun sulit dipercaya. Tapi aku mencoba memahaminya sebisa mungkin.
"Jadi kau bukan adik kandungku melainkan adik angkatku yang di adopsi oleh ayah kandungku." Aku berusaha memastikan kalau telinga anjingku tidak salah dengar.
Yukki mengangguk." Ya, kak. Dan alasan kenapa aku bisa tahu masa kecil kakak karena yang dimaksud dari status "adik" adalah aku diadopsi ketika kakak baru lahir beberapa hari. Ketika itu aku diadopsi ketika berumur 12 tahun." Jelas Yukki. Tunggu dulu! kalau begitu seharusnya dia sudah berumur 30 an. Tapi kenapa dia masih tampak muda? apa karena setting karakternya di TSO?
__ADS_1
"Dan katamu, ayah membuat Sister Order untuk melindungiku dan untuk dijadikan pasanganku. Bukankah itu cukup gila? Apa alasannya hingga pak tua itu mempertaruhkan segalanya untukku?!" Kataku sedikit merinding. Aku tidak tahu kalau ayahku menyukai hal incest seperti itu. membuatku menikahi adik dan kakak perempuanku sendiri.
"Karena kakak begitu spesial di mata ayah." Kata Yukki dengan tersenyum manis.
Yukki yang melihat aku seperti orang menahan hajat buang air besar tak kuasa menahan tawanya. Tapi aku tahu itu bukan tawa untuk menghinaku. "Dan satu hal lagi, kakak jangan berpikiran itu adalah hal incest ya. Saudara sepupu saja diperbolehkan menikah. Apalagi ikatan saudara yang tidak ada hubungan darah." Kata Yukki mendiamkan ku dengan menyentuhkan jari telunjuknya ke bibirku. Tapi apa yang dikatakan Yukki benar juga.
"Tapi untuk sementara ini aku tidak bisa membangun hubungan itu. Karena ada yang harus kulakukan. Dan karena itu juga aku datang ke kepulauan Assassin." Kataku mencoba untuk mengubah topik ini agar tidak menjadi lebih gila lagi.
"Apakah karena slave kakak yang tiba-tiba hilang di sini?" Tanya Yukki.
"Itu juga salah satunya. Jika kalian menangkapnya bisakah kalian mengembalikannya kepadaku?" Kataku mencoba untuk merendah. Seperti meminta hutang kecil berupa uang jajan kepada teman.
"Baiklah aku juga tidak bisa menyalahkanmu tentang masalah itu. Alasan kedua aku datang ke kepulauan Assassin adalah karena prestasi kalian yang bisa melacak dan menemukan target dengan sangat cepat dan menutupi kasus pembunuhan hingga 10 tahun lamanya. Aku ingin kalian menjadi bagian dari pasukanku untuk mencari dan mengintai suatu kelompok." Kataku dengan jelas. Eh tunggu!? 10 tahun?! Game The Source Online baru rilis sekitar 7 tahun. Tapi Yukki sudah berada di sini dan membuat catatan sejarah 10 tahun yang lalu. Kepala hampir tidak bisa mencernanya.
"Aku akan melakukan apapun untukmu kak. Selama kakak menyelesaikan ujian dari para tetua 5 klan sama sepertiku dulu." Kata Yukki.
"Tunggu dulu. Kau bukan berasal dari kepulauan Assassin berarti?" Tanyaku keheranan.
"Ya. Karena aku berasal dari dunia lain juga sama seperti kakak. Seharusnya kakak berada di dunia tanpa adanya hal-hal seperti ini kan. Tapi karena kita terkirim ke dunia parallel yang sama jadi aku bisa dengan mudah menjaga dan mengawasi kakak." Kata Yukki. Apa?! dunia parallel?! Jadi TSO selama ini adalah salah satu dunia parallel.
__ADS_1
"Jika konsep dunia parallel itu ada. Berarti kau bukan pemain dari TSO yang terdampar ke dunia ini. Karena kau seharusnya terkenal karena prestasimu sebagai pembunuh senyap. Dan juga fakta kasus pembunuhan 10 tahun yang lalu, itu jelas terjadi sebelum TSO rilis." Tanyaku mencoba untuk menganalisa.
"Benar. Aku berasal dari dunia zero one (0.1). Disana aku bertemu dengan ayah kita dan aku di adopsi disana." Jawab Yukki.
"Apakah ayah berasal dari dunia 0.1 juga?" Tanyaku. Aku mencoba untuk tidak bertanya hal-hal berat terlebih dahulu. Yukki meminum tehnya dengan perlahan kemudian menaruh kembali gelasnya.
"Tidak. Ayah sama seperti kakak. Dia adalah orang yang tertransfer ke dunia lain. Asalnya juga berasal dari dunia yang kakak tinggali dulu. Hanya saja dia orang asli Jepang." Jelas Yukki. Ok, sekarang mulai masuk akal.
"Apakah ayah tertransfer ke dunia 0.1 karena memainkan semacam game?" Tanyaku.
"Kurasa tidak. Dia bilang kalau dia dulunya di transfer karena lingkaran sihir putih yang menteleportasi dirinya dan beberapa teman yang ada didekatnya ke dunia 0.1." Jelas Yukki. Jadi begitu. Ternyata kasus seperti ini sudah ada di zaman ayahku.
"Oh iya, aku membaca laporan tentang Grand Master Assassin yang ada adalah nama Rin. Kau sengaja memalsukan dokumen umum ya?" Tanyaku.
"Tidak, Rin adalah namaku sebelum ayah mengadopsiku." Jawab Yukki.
"Kakak tahu sebutan apa untuk orang terteleport ke dunia yang bukan asalnya." Tanya Yukki.
"Apa?" Tanyaku kembali.
__ADS_1
"Alter." Jawabnya cepat.