
"Baik Nyonya. Kami sudah membentuk formasi. Kami menunggu perintahmu." Kata Jenghis melalui telepati.
"Baiklah, tetap bersiaga. Aku akan memberitahumu ketika kami juga sudah siap." Balas Alice melalui telepati. Sambungan telepati pun terputus.
Serangan dari pasukan Gog Magog memang benar-benar dahsyat. Jumlah mereka tidak ada habisnya. Sesuai dengan kejadian di Alkitab, Gog Magog akan terus menyerang dan menghancurkan semua yang ada di hadapan mereka sampai-sampai bumi ini hampir 98% nya di huni dan dipenuhi oleh bangsa mereka.
Pasukan Alice lama kelamaan juga semakin berkurang. Meskipun dari segi level pasukan Alice lebih tinggi dan lebih kuat tapi jika ditinjau dari perkara jumlah sudah lain persoalan. Satu-satunya cara untuk mengakhirinya adalah dengan menghancurkan dinding Zulkarnaen itu sendiri yang peran fungsinya sebagai pabrik pembuat pasukan tersebut.
"Apa jaminanmu dengan rencanamu yang satu ini?" Tanya Yuna dengan ragu dan pesimis terhadap rencana Alice.
"Dilihat dari presentasenya cukup banyak." Kata Alice mengeluarkan sebuah kereta kuda dari portal emas Babylon Treasure nya. Kereta dengan motif lautan dan pantai. Banyak sekali motif kerang dan karang di bagian tubuh kereta nya. Penarik nya adalah 5 kuda berukuran besar dan mereka bukan sembarang kuda, Hippocampus. Kuda bersisik ikan berwarna hijau lumut dan biru laut dengan mata berwarna putih menyala, dengan skor mereka yang mirip seperti ekor ikan baracuda.
"Kau tampak sangat optimis untuk wanita yang kritis dan realistis. Berapa?" Tanya Yuna.
" Nol persen untuk berhasil. Sisanya adalah keajaiban dan takdir yang akan bekerja." Balas Alice menaiki kereta kudanya.
"Jika begitu kenapa kau tetap melakukannya? Aku tahu kau bukan tipe orang gegabah yang mengirim kami ke dalam rencana bunuh dirimu ini." Kata Yuna dengan nada sarkas.
Alice melihat tali kekang kuda yang ia pegang erat tersebut seolah tali kekang kuda itu adalah barang hilang yang sudah dicari Alice selama ini.
"Karena kita tidak punya banyak pilihan. Ini lebih baik daripada mati tanpa melakukan perlawanan sedikitpun." Kata Alice dengan serius menatap Yuna. Tatapan mata Alice penuh dengan tekad. Bukan tekad untuk bunuh diri tapi tekad untuk memenangkan peperangan ini.
Yuna pun tersenyum melihat wajah serius Alice.
"Setidaknya item ini bisa menambah presentase kemenangan kita." Dari balik gaun dewata Yuna menarik suatu item. Scroll Phone. Yuna kemudian menatap ke arah tenda dimana para mayat para prajurit di kumpulkan. Lebih tepat nya melihat ke arah Olivia yang sudah ada didalam kantung mayat.
"Akan ku pinjam ini, Olivia." Kata Yuna menoleh ke arah belakangnya. Yuna pun melompat ke dalam kereta kuda Alice.
"Namamu Shizuka kan?" Tanya Alice menoleh ke arah Shizuka yang masih fokus membantu Neema dalam menangani Naava yang masih sekarat.
"I-iya." Jawab Shizuka dengan sedikit gugup.
"Pimpinlah barisan Drone. Lakukan penembakan kembali sesuai dengan pola serangan yang dilakukan Atalanta." Pinta Alice.
"Ba-baik. Akan kuusahakan." Kata Shizuka.
"Untuk kak Naava biar aku yang menanganinya, jangan khawatir." Kata Neema kepada Shizuka. Shizuka pun mengangguk dan menunggangi Taro dan menuju posisi komando.
"Jadi rencana ini benar-benar kita lakukan?" Tanya Riza sambil melakukan pemanasan. Toyotomi Hideyoshi berjalan ke arah depan kuda sebagai dinding pertahanan. Riza berada di samping kiri kereta untuk menjaga bagian kiri.
__ADS_1
"Kau takut, Riza? Aku harap sisikmu tidak bergetar karena ketakutan ketika rencana ini dimulai." kata Yuna dengan nada mengejek.
"Mungkin yang kau maksud kedua kakimu itu yang bergemeletuk hebat karena menahan kencing." Balas Riza. Melihat tingkah Yuna dan Riza tanpa sadar membuat Alice tersenyum tipis.
"Kalian tampak bersemangat ya. Aku senang mendengarnya. Jangan ada yang menangis ketika kita sudah sampai di tengah nanti." Kata Alice ikut mengejek Yuna dan Riza.
"Jangan konyol." Tubuh Riza pun mulai tertutupi aura hitam dari segel kutukan yang pernah ia dapat dari Gen. Riza bergerak seolah seperti keserupan ketika bercak segel nya mulai menyebar dan menutupi seluruh tubuhnya. Pakaiannya menjadi hitam legam, rambutnya memanjang hingga pantatnya, tangannya juga berubah menjadi besar memiliki cakar dan bersisik. Tubuh Riza memancarkan energi yang sama seperti milik tuannya, yaitu Gen. Berwarna ungu gelap.
"Mari kita coba wujud ini." Kata Riza dengan semangat mengepalkan tangannya. Suara kepalan tangannya sama seperti suara pukulan yang sangat keras.
"Tim Jenghis, kita mulai rencananya SEKARANG!" perintah Alice melalui telepati.
"Kil, Kuserahkan barisan belakang kepadamu." Kata Alice berkomunikasi melalui alat ditelinganya.
"Apapun yang kau minta, bos. Jangan mati sebelum kau membayarku ya." Kata Killhunger.
Alice pun sedikit terkekeh mendengarnya.
"Yah, kita lihat saja nanti." Kata Alice.
Alice pun dengan cepat memacu Hippocampus untuk segera berlari dan meluncur ke arah sisi kiri medan peperangan. Hideyoshi menghadang semua Gog Magog yang mendekati kereta perang dari Alice begitu juga dengan Riza. Riza lah yang tampak paling bersenang-senang menebas dan memotong Gog Magog yang menghampirinya. Entah itu sifat aslinya yang keluar dari keputusasaannya atau karena efek kekuatan dari segel kutukan Gen.
"Perubahan sifatnya jauh lebih mengejutkan dibandingkan perubahan penampilannya." Kata Yuna melihat ke arah Riza yang mengamuk dan menyerang secara brutal di samping kiri kereta.
Yuna pun juga membantu mengurangi beberapa jumlah pasukan Gog Magog yang menghalangi jalur kereta kuda menggunakan tombaknya yang terbang menembus dan menusuk tembus tubuh-tubuh Gog Magog.
Mereka sudah sampai di pertengahan perjalanan menuju ke tembok Zulkarnaen. Terlihat di atas tembok seorang wanita bertopi lebar yang sedang duduk seolah memang sedang menunggu kedatangan mereka. Itu adalah Envy yang menyamar menggunakan tubuh Regila.
Semakin mereka mendekati Tembok Zulkarnaen, semakin banyak pula pasukan Gog Magog yang menghadang jalur mereka. Itu dikarenakan perhatian mereka para Gog Magog hanya tertuju kepada rombongan Alice dan Jenghis. Karena dalam jarak sedekat itu dengan tembok Zulkarnaen belum ada pasukan yang sampai ke sini.
Hideyoshi semakin kuwalahan menyingkirkan para Gog Magog yang mendekati kereta kuda Alice sehingga membuat kecepatan mereka berkurang karena banyaknya serangan dan luka yang dia terima. Hideyoshi pun menoleh ke arah Kereta kuda yang ditunggangi Alice dan Yuna. Riza sudah semakin melambat dan mulai menjauhi kereta karena jumlah di daerah samping kiri kereta memang lah yang paling banyak.
Hideyoshi pun mengambil keputusan dengan melepaskan hippocampus yang terikat dengan pengait kereta dan mulai mengangkat kereta kuda itu ke bahunya.
"Apa yang kau....?!!" Alice mulai panik karena ini bukan dari rencana dan taktiknya.
"Jika semua terperangkap di kerumunan ini maka berakhir sudah rencanamu!!!! Buat lemparan ku ini menjadi berarti!!!!! HUUUUUAAAAAAGGGGHHHH!!!!!!" yang benar saja Hideyoshi melemparkan kereta itu dengan tangan kosong dan lemparannya sangatlah kuat. Yuna dan Alice meluncur layaknya roket air yang diluncurkan.
ketika masih melayang di udara, Alice dan Yuna sempat menoleh ke arah tempat Hideyoshi dan Riza. Mereka sudah tidak terlihat lagi karena saking banyaknya Pejuang Gog Magog yang mengeroyok mereka.
__ADS_1
"Sepertinya yang tersisa hanya kau dan aku." Kata Alice masih melayang di udara bersama kereta kuda. Kecepatan lemparan mulai menurun dan keretanya mulai berubah arah menjadi meluncur ke bawah. Suara angin yang bergesekan dengan wajah Alice dan Yuna begitu bising. Kereta kuda itu pun mendarat layaknya meteor yang menghantam bumi. Alice dan Yuna segera saling membelakangi satu sama lain untuk saling menjaga.
Jarak mereka masih cukup jauh dari tembok Zulkarnaen. Yuna dengan segera melemparkan tombaknya ke arah pasukan Gog Magog yang tidak terhitung jumlahnya. Tombak Yuna banyak sekali membunuh Gog Magog yang ada di sekitar mereka. Yuna kemudian menggunakan Scroll Phone yang sempat ia ambil dari Olivia ketika penyerangan Ibukota Blizzard untuk membuat Violet Barrier.
Alice juga menambahkan pertahanan berupa beberapa portal disekitar Violet Barrier untuk membuat Gog Magog menjaga jarak dari mereka. Ribuan senjata dari jenis yang berbeda mulai meluncur keluar dari portal Babylon treasure.
"Mereka terlalu banyak!" Keluh Yuna.
"Aku tahu! Sudah kubilang presentasenya adalah 0." Kata Alice mencoba mencari rencana untuk keluar dari kondisi yang sangat mematikan ini.
"Kau jelek sekali dalam berhitung. Ada saran?" Tanya Yuna menangkap tombaknya yang baru saja kembali dari melubangi ribuan tubuh pasukan Gog Magog.
"Ada! Mulailah berdoa!!!" Kata Alice mencoba membuat Yuna untuk bungkam.
Tiba-tiba dari atas langit muncul banyak sekali sambaran petir. Itu jelas bukanlah serangan milik Atalanta. Karena ini jumlah sambarannya begitu banyak dan dahsyat. dari bawah tanah muncul jutaan pasukan Shadow Army dan mulai membantai semua pasukan Gog Magog yang ada di sekitar Yuna dan Alice.
Alice melihat sesuatu yang sangat familiar pada Shadow Army yang ada didekat mereka.
"Fujin? Raijin? Bad Hero?" gumam Yuna.
"Screw You? Mookbang? Exile? Jester?" Gumam Alice. Di depan Alice dan Yuna muncul petir yang menyambar dengan sangat besar yang kemungkinan diameternya sekitar 6 meter.
Dalam sekejap, pasukan Gog Magog yang mengelilingi Yuna dan Alice mati karena dibantai oleh Shadow Army.
"AKHIRNYA ANDA MENAMPAKKAN DIRI ANDA!!!!!.... " Teriak Envy yang begitu kegirangan yang bahkan sampai terdengar dalam radius 60 meter jauhnya.
Petir berdiameter 6 meter itu pun hilang layaknya api yang mati di tiup angin. Di tengahnya terdapat seorang laki-laki yang tangan kirinya hilang, berambut hitam berantakan, dengan pakaian khas adat Panthera yang sudah compang-camping yang sedang berposisi berlutut. Disekitar laki-laki itu terdapat banyak gadis-gadis yang mengelilinginya.
"Apakah.....itu....?" Yuna mengatakannya sambil menutup mulutnya. Air matanya tidak terbendung lagi.
Alice tersenyum puas dengan kedatangan laki-laki itu.
"Astaga... Sudah telat, datangnya sok keren, dasar..... kemana saja kau... " Kata Alice.
Laki-laki berambut panjang yang berantakan itu pun mulai berdiri dan menarik pedangnya yang tertancap di tanah.
"VALOOOON!!!!!"
"TUAN GEN!!!!!"
__ADS_1
"GENTAAA!!!!"
Teriak Envy, Yuna, dan Alice secara bersama menyebut nama Tatsumaki Gen dengan sangat lantang.