
Sepertinya aku terlalu berlebihan. Aku lupa kalau sebenarnya kami bertarung di bawah tanah. Aku sangat beruntung karena yang hancur adalah di bagian jalur sungai irigasi pertanian bukan di bagian pemukiman warga.
Para prajurit sudah mulai mengamankan daerah sekitar dan mengevakuasi para warga setempat. Aku pun segera memasuki lorong selanjutnya agar tidak terlihat oleh mereka. Kulanjutkan perburuan ku. Tak lama menyusuri lorong aku menemukan tangga menuju ke bawah lagi. Kuturuni tangga tersebut. Anak tangga kuturuni tanpa henti. Sepertinya tangga tersebut berstruktur spiral. Aku pun mulai menandai di setiap turun 5 tangga ku tebas tembok bagian kiriku menggunakan pedang. Kurasa Jester sedang tertawa sekarang memantauku.
Setelah kuturuni lagi aku menemukan bekas tebasanku yang kutinggalkan tadi. Berjalan berputar? Tidak ini efek dari magic item kelas Epic : Silent Peace. Item berupa ruangan untuk menjebak lawan. Pemilik ruang tersebut bisa membuat jebakan atau bahkan labirin di dalamnya. Orang yang diluar tidak akan bisa membantu orang yang sudah terperangkap di dalamnya. Jester bahkan rela terkena death pinalty sebanyak 12 kali hanya untuk menang melawan salah satu Boss World yang membawa item Silent Peace.
Jika dia sampai menggunakan item ini maka sudah jelas dia seriusl dalam menanggapi lawannya. Cara keluar dari Silent Peace cukup mudah. Yaitu tinggal hancurkan saja ruangan secara keseluruhan. Kukeluarlan portal Babylon Treasure
Untuk menembaki seluruh ruangan dengan senjata-senjata. cukup dalam kurun waktu 15 detik Silent Peace hancur tanpa tersisa sedikitpun.
Aku pun tiba disuatu ruangan. Ruangan istimewa Jester. Ruangan yang dipenuhi oleh bercak darah, kursi introgasi, alat-alat perkakas dan kedokteran yang sudah berkarat dan berlumuran darah, seperti ruangan psikopat pada umumnya.
"Tak kusangka kau menghancurkan Ace dengan mudah. seperti yang di harapkan dari Valon." Kata Jester dibalik bayang-bayang. Seorang berkostum badut Dangan membawa tongkat seperti mayoret. Matanya berwarna hitam kecil, dan dibalik lipstik merah badutnya terdapat gigi taring.
"Hmm...bagaimana bisa aku tampak seperti pemain terbaik di TSO?" Sepertinya mencoba untuk berbohong adalah hal yang percuma. Meskipun Jester seorang psikopat akut tapi dia bisa membaca setiap milimeter dari gerak-gerik wajah dan anggota tubuh yang lainnya.
"Dari caramu menatapku, dari posisi badanmu, dari pola napasmu, jelas sekali berbohong. Bahkan hawa membunuhmu yang bahkan lebih besar dariku sudah menjadi ciri khas tersendiri dari seorang Valon." Jawab Jester. Kan sudah kubilang.
__ADS_1
"Kau pasti juga memiliki tujuan sama dari semua pemain yang memburuku. Memburu setiap anggota Apocalypse sehingga bisa keluar dari game kematian ini." Lanjut Jester.
"Kau sepertinya tahu banyak." Seperti yang diharapkan dari ahli strategi Guild Apocalypse. Dia cepat menilai situasi dan mencari informasi.
"Ya. Tentu saja dari mereka. Informasi memang tidak gratis jadi aku terpaksa untuk memaksanya sedikit untuk membuka mulutnya." Jester menunjuk sesuatu dibelakangnya. Kalian bisa membayangkan tumpukan mayat yang sudah membusuk dan menggunung disudut ruangan.
"Tapi tenang saja. Kau tidak akan di sana. Kau akan kupajang diruangan ini dengan figura kesukaanku dan tentu saja dengan ekspresi memohon tentunya." Kata Jester mengeluarkan dual pisau daging nya yang sudah berkarat. Jester meluncur dengan cepat dan menyerangku. Ku keluarkan pedangku lalu menangkis setiap serangannya. Kami saling serang dan saling menebas satu sama lain.
Jester mengayunkan pisau dagingnya seperti orang mabuk dan itu sangat merepotkan. Tapi walaupun terkesan mabuk dia bahkan bisa membuatku melepas pedangku terlempar jauh. Gerakan Jester pun terhenti.
"Ambil pedangmu. Bukankah itu yang kau inginkan?" Katanya sambil melakukan gerakan free style ala pisau daging.
"Menggunakan item cheat lagi ya? Kau bahkan belum pernah berubah sedikitpun." Kata Jester menyeringai. Tubuhnya tertancap sekitar 2 pedang dan satu tombak. Tentu saja dari kemampuan Babylon Treasure. Aku juga baru menyadari kalau ternyata aku juga bisa mendapatkan skill dari para Slave-ku.
"Kau juga tidak pernah berubah sedikitpun. Memberi kesempatan lalu menikam dalam kesempitan." Aku sengaja berbohong pada Jester. Aku bahkan tidak tahu kalau skill para Slave bisa dipakai oleh Ousama-nya.
" Kau tidak akan bisa keluar dari game hanya dengan memburu para anggota Apocalypse. Apakah kau lupa? Kau sendiri juga anggota Apocalypse bodoh! Otomatis kau juga harus membunuh dirimu sendiri agar bisa keluar dari game ini sebagai syaratnya." Kata Jester mencabuti senjata-senjata yang menancam pada tubuhnya.
__ADS_1
"Terus kenapa?" Kataku. Tanpa sadar aura membunuhku keluar dengan dahsyatnya. Jester malah tertawa lepas layaknya kesurupan.
"Sialan! Sudah lama aku tidak merasakan ini! Sangat nikmat! Rasa sakit ini! Rasa takut ini! Semuanya! Kau memang yang paling mantap Valon the Dragnel!" Tubuhnya pun langsung sembuh. Dia pun mencabut senjata-senjata yang menancap di tubuhnya. Tidak ada bekas tusukan pedang dan tombak, semua sembuh dengan sempurna.
Jester adalah pemain double class yang terdiri dari Assassin dan Magic Caster. Tidak mengherankan jika dia bisa menyembuhkannya dengan Magic Skill : Healing dan menggunakan senjata 2 pisau daging dengan sangat mahir. Jester langsung melemparkan kembali senjata-senjata yang kulempar tadi.
Kutangkis semuanya menggunakan cambuk cahaya dengan sekali tebas. Kutebas Jester menggunakan cambuk cahaya. Jester menangkisnya beberapa kali. Cambuk pun terikat di pergelangan tangannya. Jester langsung mengalirkan Magic Skill : Poison Effect ke cambuk cahaya. Kuputus cambuk cahayanya agar tidak terkena efeknya. Kukurung Jester dengan ribuan portal dimensi Babylon Treasure.
Dengan cepat Jester berteleport ke belakangku untuk menikamku dari belakang. Magic Skill : Teleport instant. Men-teleport si pengguna sejauh mata memandang. Poison Effect sudah terlumuri di 2 pisau dagingnya. Ledakan tak terhindarkan akibat benturan tebasan milik Jester. Tapi tidak mengenaiku. Kepulan debu sangat tebal dan melebar.
Tapi Jester tidak bodoh. Dia tahu aku berada di udara sekitar 13 meter diatas tanah. Jester langsung melompat ke arahku dengan bantuan bongkahan-bongkahan batu yang masih terlempar di udara sebagai pijakan. Wajahnya begitu senang dengan tambahan ekstra psikopat.
Kuikat dia dengan rantai surgawi dari portal dimensi yang kupasang disekitar Jester. Kubuka ribuan portal dimensi lagi untuk mengurung Jester. Kutembakkan secara bersamaan. Ledakan sangat besar terjadi. Gelombang ledakannya saja membuat seluruh dinding ruang menjadi retak.
"Dengan begini...."
"Kau menjadi koleksiku, Valon." Aku tidak menyadarinya. Jester berteleport menggunakan Teleport instant menuju belakangku untuk menusukkan 2 pisau dagingnya hingga menembus ke dadaku. Darah membasahi bajuku. Aku tak sanggup untuk menahan mualku. Kumuntahkan semua darah yang sudah terkumpul di mulutku.
__ADS_1
"Kau mungkin kuat, kau mungkin berlevel 100, tapi kau kalah tajam dariku Valon." Bisik Jester.
HP-ku turun drastis hingga mencapai nol.