Anak Kembar Sang Penguasa

Anak Kembar Sang Penguasa
Galau


__ADS_3

"Celyn, kata Kenjo kalau kamu sudah mencintaiku dari dulu, apakah itu benar?"


Celyn tersentak kaget, mendengar pertanyaan yang baru saja dilontarkan oleh Aby. Seketika hatinya sibuk merutuki Kenjo.


"Kenapa kamu diam saja? apa itu benar?" Aby kembali bertanya, membuat Celyn gugup dan serasa tersudut. Dia menggigit bibir bawahnya, dan tenggorokannya seperti tercekat sehingga dia merasa sukar untuk berbicara.


Aby menatap Celyn dengan tatapan tajam,menunggu Celyn untuk menjawab pertanyaannya. Akan tetapi Celyn tetap diam seakan enggan untuk memberikan jawaban.


"Ya udah, kalau kamu tidak mau jawab, tidak apa-apa. Aku tidak bisa memaksamu. Kita anggap saja, Kenjo tengah membual. Karena jujur saja, aku pun sebenarnya kurang percaya juga sama apa yang dikatakan oleh Kenjo. Bagaimana mungkin kamu mencintaiku, sementara aku tidak pernah bersikap manis padamu. Mungkin, yang ada kamu itu membenciku, benarkan? Sekarang tidurlah!" pungkas Aby, mengakhiri percakapan dengan membalikkan tubuhnya, memunggungi Celyn kemudian memejamkan matanya.


Tanpa permisi, cairan bening akhirnya menetes dari sudut mata Celyn, melihat punggung pria yang jadi suaminya itu. Dia menutup mulutnya agar suara tangisnya tidak terdengar.


"Aku mencintaimu, Kak Aby. Sangat mencintaimu, karena besarnya rasa cintaku, aku bahkan tidak sanggup untuk membencimu, sekalipun kamu tidak pernah menatapku." ucap Celyn yang tentu saja hanya berani dia ucapkan dalam hati saja.


Tiba-tiba, Aby melompat dari atas tempat tidur dan berlari ke kamar mandi, karena perutnya kembali seperti diaduk-aduk dan rasa mual kembali menyerangnya.


Melihat hal itu, Celyn dengan sigap turun juga dari atas ranjang, dan menyusul Aby ke dalam kamar mandi.


Celyn memijat-mijat belakang tengkuk Aby dan sesekali memijat punggung suaminya itu.


"Kakak kenapa sih? besok kita dokter saja ya," ucap Celyn dengan nada yang sangat khawatir.


Rasa mual yang tadi menyerang Aby, seketika menguap entah kemana, begitu mendapat perhatian dari Celyn, dan lagi-lagi hal ini menimbulkan pertanyaan di dalam benak Aby, kenapa bisa seperti itu?


Aby mencuci mulutnya, kemudian menoleh ke arah wajah wanita yang raut wajah khawatirnya masih tercetak jelas di sana.

__ADS_1


"Apa kamu baru saja menangis?" tanya Aby dengan alis yang bertaut, ketika melihat mata Celyn yang sembab.


"Ti-tidak, aku tidak menangis," sangkal Celyn, cepat.


"Kamu jangan bohong! mata kamu sembab. Apa kamu menangis karena aku muntah-muntah, atau ada hal lain?" netra Aby, menatap intens ke arah manik mata Celyn.


"Aku benar-benar tidak menangis Kak." Celyn masih tetap berusaha menyangkal. "Sekarang lebih baik kita keluar aja dari kamar mandi ini, kalau tidak, nanti kakak akan tambah masuk angin." sambung Celyn kembali seraya melangkah terlebih dulu keluar dari kamar mandi, disusul oleh Aby dari belakangnya.


Mereka berdua kembali naik ke atas ranjang, dan merebahkan tubuh mereka.


Keheningan terjeda cukup panjang. Mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing dengan mata yang menerawang memandang langit-langit kamar.


"Kak, apa kakak tidak mau meminta hak kakak, malam ini?" akhirnya Celyn memberanikan diri untuk bertanya, sesuatu hal yang sangat mengganjal di pikirannya.


Aby bergeming, tidak menjawab sama sekali. Dia memang tidak munafik kalau dia dari tadi berusaha menahan hasratnya untuk menyentuh Celyn. Tapi logikanya masih bekerja, dia masih merasa bingung dengan perasaan apa yang dia rasakan pada Celyn. Dia tidak ingin menyentuh Celyn hanya karena n4fsu. Yang dia inginkan, dia akan menyentuh Celyn kalau dia sudah bisa memastikan apa yang dia rasakan pada wanita itu, sudah benar-benar rasa cinta.


Melihat air mata Celyn, Perut Aby kembali bergejolak, ingin muntah.


"Celyn, please jangan menangis! sepertinya aku akan mual, kalau kamu menangis, karena aku. Jadi please hentikan air matamu!" mohon Aby, dengan wajah yang sudah berubah pucat.


Celyn menyeka air matanya dan kembali panik melihat raut wajah Aby yang pucat seperti tidak dialiri darah sama sekali.


"Kamu jangan berpikiran macam-macam. Aku tidak merasa jijik, tapi aku tidak ingin melakukannya padamu hanya karena berdasarkan N4fsu. Karena wanita itu bagiku bukan hanya sebagai objek untuk melampiaskan *****. Aku jauh lebih baik, melihat ras manusia musnah, daripada kita menjadi lebih buruk dari binatang dengan menjadikan ciptaan Tuhan paling baik, wanita, sebagai objek n4fsu kita (Mahatma Gandhi).


Celyn tercenung, dan merasa terharu mendengar ucapan Aby, yang sangat menghargai seorang wanita. "Bagaimana aku bisa untuk tidak semakin cinta, bila sikap kamu seperti ini, Kak?" batin Celyn.

__ADS_1


"Sekarang, tidurlah! kamu sudah terlalu lelah seharian ini. Tolong pikirkan anak kita," ucap Aby tanpa sadar, membuat hati Celyn menghangat ketika kata anak kita keluar dari mulut Aby.


Aby memejamkan matanya demikian juga dengan Celyn. Entah dorongan dari mana, Aby kembali membuka matanya dan demikian juga dengan Celyn.


"Kenapa kamu membuka matamu lagi?" tanya Aby.


"A-aku __" Celyn bimbang untuk mengatakan kalau dia tiba-tiba ingin sekali dipeluk oleh Aby.


Aby bergerak, mendekat pada Celyn, dan entah dorongan dari mana dia tiba-tiba menarik tubuh Celyn dan membawanya dalam dekapannya.


"Tidurlah!" ucap Aby lembut.


Perasaan nyaman langsung merasuk ke dalam sanubari Celyn ketika keinginannya untuk bisa menghirup aroma tubuh Aby bisa terpenuhi. Tanpa menunggu lama, akhirnya napasnya keduanya mulai teratur pertanda kalau keduanya sudah terlelap dan hanyut dalam mimpi masing-masing.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu di dalam sebuah kamar yang temboknya berwarna abu-abu, tampak seorang laki-laki yang dari tadi tidak bisa memejamkan matanya barang sekejappun. Siapa lagi dia kalau bukan Kenjo yang sedang kalut.


Di dalam kepalanya terngiang-ngiang kata Aby yang mengatakan kalau Anin akan dijodohkan. Bukan tanpa sebab kalau dia belum mengungkapkan perasaannya pada Anin, walaupun sebenarnya, dia bisa menangkap adanya sinyal cinta yang dapat dia lihat dari mata Anin, untuknya.


Kenjo tidak menceritakan alasannya pada siapapun termasuk Celyn, kalau sebenarnya dia hanya merasa belum pantas untuk menjadi pendamping wanita itu, menilik dari status keluarga Celyn yang jauh berada di atas keluarga Kenjo.


Kenjo memang bukan dari kalangan bawah, tapi tidak bisa dipungkiri kalau dia jauh berada di bawah Anin.


"Apa, yang dikatakan oleh Aby tadi benar? atau hanya ingin menakuti aku saja? tapi sepertinya dia cukup serius. Aku harus bagaimana? apakah aku harus menyerah saja, dan membiarkan Anin bersama laki-laki lain?" bisik hati Kenjo, gusar.

__ADS_1


Tbc


Senin kembali menyapa, minta dukungan dengan memberikan vote rekomedasinya dong, please🙏. Jangan lupa buat like dan komen juga ya.


__ADS_2