
Selepas kepergian Ardan dari ruangan itu, MUA terpaksa dipanggil kembali untuk memperbaiki riasan Anin yang sudah sedikit luntur karena habis menangis.
Kini mereka berdua sudah berdiri di depan pintu masuk, menunggu aba-aba dari sang MC, untuk mengumumkan kehadiran mereka berdua.
Kenjo meletakkan tangan kirinya di pinggang dan Anin langsung memasukkan tangan, berjalan bergandengan tangan, menuju pelaminan, ketika suara sang MC terdengar mempersilahkan mereka masuk. Lagu yang berjudul 'Destiny' mengiringi kedua mempelai ke pelaminan.
Aby menatap dengan mata yang sudah berembun, ke arah Anin yang berjalan dengan senyuman yang mengembang sempurna. Melihat adik kembarnya yang bisa melewati penyakitnya dulu, dan bahkan sekarang sudah menemukan tambatan hatinya, membuat Aby begitu bahagia.
Mata Anin tanpa sengaja bersirobok atau saling pandang dengan kakak kembarnya, Aby. Kakak laki-lakinya itu tersenyum dan Anin membalas senyum sang kakak dengan mata yang berkaca-kaca...
Kini mereka berdua telah tiba di pelaminan, dan senyum keduanya tidak pernah tanggal dari bibir masing-masing.
Di pertengahan acara, kedua sejoli itu, menyanyikan sebuah lagu yang berjudul "endless love' dengan suara mereka yang bisa memukau para undangan.
Acara berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir dan para tamu sudah mulai berkurang satu persatu.
"Selamat ya, Sob! ingat kata-kataku! kamu memang sahabatku, tapi bisa menjadi musuhku, kalau kamu menyakiti adikku, paham kamu?!" ucap Aby sambil merangkul Kenjo.
"Terima kasih, Sob! tenang saja, aku akan selalu ingat kata-katamu!" sahut Kenjo dengan tegas.
"Dan satu lagi, jangan panggil aku, Sob. Aku kakak iparmu sekarang! ingat itu!"
Kenjo mendengus dan berdecih mendengar ucapan Aby. "Iya deh, Kakak ipar," sahut Kenjo dan Aby serta Anin hanya terkekeh.
Setelah itu, Aby mendekati Anin dan memberikan nasehat kepada adiknya itu. Nasihat yang hampir sama dengan apa yang diucapkan oleh Ardan.
"Selamat ya, Sob! Semoga bahagia selalu sampai maut memisahkan," kini giliran Calvin yang mengucapkan selamat, sambil memeluk Kenjo sahabatnya itu.
"Terima kasih, Sob! walaupun aku merasa sedikit kesal, aku yang berencana menikah secepatnya, eh malah dirimu yang lebih dulu menikah," ucap Kenjo berpura-pura memasang wajah kesal.
__ADS_1
Calvin menanggapi ucapan Kenjo dengan kekehan. "Menikah lebih dulu, tapi belum melakukan malam pertama, ya sama aja dengan nyiksa," gumam Calvin, sangat pelan tali masih bisa tertangkap oleh telinga Kenjo.
"Serius? kamu belum ...." Kenjo menggantung ucapannya, akan tetapi semua orang yang ada di situ, Sudan mengerti maksud dari ucapan itu.
"Emang, aku ada ngomong gitu?" ucap Cavin pura-pura lupa sama apa yang baru saja tercetus dari mulutnya.
"Sial! nih mulut kenapa lemes banget ya!" Calvin mengumpat sambil merutuki kebodohan dirinya sendiri.
"Ada tadi! Aku bisa dengar dengan jelas." Kenjo tetap kekeh dan yakin dengan apa yang dia dengar.
" Nggaklah! aku dan Cantika pastinya sudah ...." Calvin mengerlingkan matanya ke arah Kenjo dan Kenji hanya berdecih melihat ekspresi Calvin.
"Apanya yang sudah, Kak? gak boleh bohong, Kak! kita kan belum melakukan malam pertama! itu kan yang lagi kalian berdua bicarakan?" celetuk Cantika dengan polosnya.
Tawa yang menggelegar dari Kenji, Aby dan pasangan masing-masing seketika pecah, mendengar kejujuran Cantika. Sumpah demi apapun, wajah Calvin sudah sangat memerah sekarang karena sangat malu.
"Kasihan! emang kenapa Cantika? karena kamu gak mau ya? atau belum dibolehin sama papa?" Kenjo bertanya dengan nada yang meledek, membuat Calvin menatap tajam ke arah Kenjo.
"Oh, berarti sampai kamu lulus SMA, gak boleh dong, ya?"
"Tanya terus! korek sampai sedalam-dalamnya," sindir Calvin dengan rahang yang mengeras. Kenjo dan Aby, sama sekali tidak memperdulikan sindiran Calvin. Mereka semakin antusias untuk mendengar cerita Cantika.
"Bukan, Kak. Kami belun melakukannya, ya karena sedang lampu merah. Alias datang bulan,"
Aby, Kenjo, Celyn kecuali Anin mengelegarkan tawanya. Justru wajah Anin terlihat meringis, seperti tengah memikirkan sesuatu.
"Jadi, seminggu ini ngapain aja di kamar berdua?" Kenjo kembali bertanya, seperti seorang penyidik yang sedang menyelidiki suatu kasus.
"Ya, tidurlah!" jawab Cantika sekenanya. Wajah Calvin semakin memerah, malu.
__ADS_1
"Astaga! udah gak iya lagi ini.Aku harus buru-buru ngajak Cantika pulang. Bisa-bisa aku jadi bulan-bulanan mereka berdua, kalau semakin lama ada di tempat ini." bisik Calvin pada dirinya sendiri.
"Cantika, sudah selesai ceritanya? kalau sudah, ayo kita pulang sekarang!" suara Calvin terdengar sangat dingin, hingga membuat Cantika menyadari kalau dirinya sudah terlalu banyak bicara, yang membuat suaminya malu.
"Tapi, sekarang aku sudah bersih kok, Kak!" celetuk Cantika yang membuat raut wajah Calvin berubah 180 derajat. Dari kesal sekarang berubah berbinar.
"Yang benar?" Cantika menganggukkan kepalanya, mengiyakan. Hingga membuat senyum di bibir Calvin semakin merekah.
"Yes, yes!" sorak Calvin, sambil mengangkat tangannya yang terkepal ke udara.
Kenjo dan Aby hanya mendengus, merasa geli dengan tingkah laku Calvin.
"Ya udah, gak usah terlalu girang begitu! bukan hanya kamu saja yang akan menikmati malam pertama, aku juga nanti, akan merasakannya, iya kan, Sayang?" Kenjo mengalihkan tatapannya ke arah Anin yang tidak menjawab sama sekali. Justru istrinya itu, hanya nyengir menampakkan deretan giginya yang putih padanya.
"Hmm, kita gak bisa, Sayang. Karena ---"
"Karena apa?" kening Kenjo, berkerut bingung.
"Karena, yang sekarang sedang datang bulan itu, aku," desis Anin, lirih.
"What?" Kenjo tersungkur, duduk menyender dengan lemas di kursi pelaminannya, menimbulkan gelak tawa mengejek dari Calvin. Aby yang tadi menertawakan Calvin, sekarang justru berbalik menertawakan Kenjo.
"Kamu juga jangan ikut-ikutan ketawa, By! kamu bahkan yang lebih parah, udah menikah 10 bulan, malam pertamanya baru sebulan yang lalu,"
Aby langsung terdiam, mendengar ledekan Calvin. Kenjo yang tadinya lemas, sekarang justru tertawa sampai terpingkal-pingkal, melihat wajah Aby yang memerah, kena mental.
Begitulah persahabatan. Mereka akan saling mengejek, menertawakan kesialan sahabatnya, suka mengusik sahabatnya, tapi tidak terima kalau ada orang lain yang terang-terangan mengusik bahkan sampai menghina sahabatnya. percayalah, begitu sahabatnya ada yang mengusik, sahabat akan maju lebih dulu, untuk membela. Begitulah persahabatan Aby, Kenjo dan Calvin. Persahabatan yang apa adanya, bukan yang baik dan manis di depan tapi menusuk dari belakang.
"Ayo, Sayang kita pulang sekarang! Rasanya aku sudah tidak sabar. Dan kamu Ken, selamat menikmati malam-malam paling horor dalam seminggu!" ejek Calvin sambil meraih tangan Cantika dan berjalan meninggalkan Aby dan Kenjo yang saling menatap dan tersenyum penuh makna, dan hanya merekalah yang tahu makna senyuman itu.
__ADS_1
Tbc