Anak Kembar Sang Penguasa

Anak Kembar Sang Penguasa
Ya, dia memang keras kepala


__ADS_3

"Beb, kamu nggak boleh begitu akh!" protes Reyna, menatap tajam ke arah sang kekasih


"Tidak apa-apa, Reyna! kamu jangan marah sama dia!" ujar Mita, tersenyum manis "Hmm, sekarang, aku mau tanya, apa kamu bisa mengajariku memasak?" Mita kembali mengulangi permintaannya.


"Tentu saja aku mau,Kak. Tapi Kakak ke dapur dulu lebih dulu ya, soalnya aku mau ke kamar sebentar." ucap Reyna sambil berlalu masuk ke dalam kamar setelah Mita menganggukkan kepalanya, mengiyakan.


Mita berlalu pergi menuju dapur. Akan tetapi, sebelum mencapai dapur, dia terlebih dulu tersenyum ke arah Roni dan Roni membalas senyuman itu dengan kikuk.


"Hmm, Adrian, aku tinggal kamu di sini sebentar ya, aku juga mau masuk ke kamar sebentar." ujar Roni, melangkahkan kakinya menuju kamar, tanpa menunggu jawaban dari calon adik iparnya itu.


Begitu Roni menghilang di balik pintu, Adrian langsung berdiri dari tempat dia duduk dan langsung menyusul Mita ke dapur.


"Sebenarnya, apa maksudmu datang ke sini? hah?!" tanya Adrian to the point.


"Bukannya kamu sudah bisa lihat, kalau aku sedang ingin belajar memasak dari Reyna." Jawab Mita santai.


"Buat apa? buat menarik perhatianku? aku ingatkan sekali lagi, kalau aku tidak akan pernah tertarik denganmu!" tegas Adrian yang masih sangat yakin kalau gadis di depannya itu, mempunyai niat terselubung untuk merusak hubungannya dengan Reyna.

__ADS_1


Mita terkekeh mendengar peringatan dari Adrian. "Tingkat kepedean kamu sangat tinggi. Dan aku juga salut dengan ketegasan dan kesetiaanmu. Tapi, aku mau ingatkan kamu juga, kalau aku ke sini murni hanya untuk belajar memasak, dan ... tunggu dulu, jangan memotong, pembicaraaku dulu!" Mita mengangkat tangannya, melihat Adrian yang hendak memotong ucapannya.


"Dan, tidak ada hubungannya denganmu sama sekali, kenapa aku ingin belajar masak. Aku akui, kalau aku sempat tertarik denganmu, tapi sejujurnya hanya rasa tertarik belum sampai ke rasa cinta. Aku hanya penasaran kenapa kamu bisa sedingin itu pada seorang wanita? setelah kamu mengatakan kalau kamu punya calon istri, aku merasa kalau hatiku biasa saja, gak sakit-sakit amat. Jadi, Tuan Adrian yang terhormat, bisa tidak kamu berhenti mencurigai ku? rasanya benar-benar tidak enak, tahu nggak?" Mita berhenti sejenak untuk mengambil jeda, sekaligus ingin menghirup oksigen untuk mengisi udara ke dalam paru-parunya yang sepertinya sudah minim udara.


" Kamu tenang saja, aku berani bersumpah kalau aku tidak punya niatan untuk menghancurkan hubunganmu dengan Reyna." tutur Mita kembali dengan raut wajah yang jenaka, namun terselip ketegasan dan kesungguhan pada ucapannya.


"Apa ucapanmu bisa dipercaya?" Adrian tampak masih ragu-ragu.


"Kamu bisa pegang kata-kataku! lagian apa kamu tahu kenapa aku tidak mau mengganggu hubungan kalian berdua?" Adrian menggelengkan kepalanya.


"Itu karena aku tidak mau dijadikan perkedel oleh pacarmu itu. ihh ngeri!" Mita bergidik, membayangkan dirinya dihajar habis-habisan oleh Reyna, jika menggoda Adrian.


"Siapa yang menakutkan?" tiba-tiba, Reyna sudah berdiri di ambang pintu dapur.


Adrian dan Mita sontak gelagapan, takut kalau Reyna salah paham pada mereka.


"Bukan siapa-siapa,Beb? kami lagi membicarakan film horor 'conjuring'. Setannya kan sangat menakutkan?" Adrian berusaha memberikan alasan yang masuk akal, berharap kekasihnya itu tidak bertanya lagi.

__ADS_1


"Ohh!" Reyna mangut-mangut, membuat Adrian menghela napas, lega.


"Tapi, tunggu dulu! bukannya tadi kalian bersitegang? tapi kenapa sekarang kalian berdua jadi akrab begini?" Reyna memicingkan matanya, curiga.


Tenggorokan Adrian seperti tercekat tiba-tiba. Hingga untuk menelan salivanya sendiri terasa sangat susah.


Mita menatap ke arah Adrian yang sepertinya mengalami kesulitan untuk mencari alasan yang tepat.


"Sebenarnya, kami di kelas pernah ada kesalahpahaman tentang pembahasan sebuah materi. Dia sangat keras kepala dengan pendapatnya. Dan aku pernah bilang, kalau dia tidak akan bisa mendapatkan seorang gadis jika dia bersikap keras kepala terus menerus dan tidak mau mengalah pada wanita. Dia bilang, kalau itu tidak mungkin, karena dia sudah memiliki calon istri. Ternyata calon istrinya itu kamu. Makanya tadi, dia seakan menunjukkan kalau kamu itu yang terbaik, pada ku. Kenapa kami bisa akrab tadi, karena aku yang mengalah dan meminta maaf padanya. Benar-benar keras kepala kan?" ucap Mita panjang lebar, membantu Adrian menjawab. Walaupun dia harus berbohong.


"Oh, begitu? Tapi kakak benar sih, dia memang keras kepala." Reyna menganggukkan kepalanya, membenarkan.


"Sial! ini mah, dia membantuku sekaligus menjatuhkanku," umpat Adrian dalam hati.


Sementara itu, Mita melirik ke arah, Adrian dengan senyum kemenangan.


Tbc

__ADS_1


Kencengin, like, vote dan komennya dong, gais, 🙏🏻😁😍


__ADS_2