
Kenjo dan Aby begitu bahagia begitu mengetahui kabar kalau Calvin juga sebentar lagi akan menjadi seorang ayah. Bukan hanya kedua sahabatnya itu, ternyata apa yang dia takutkan tidak terjadi sama sekali. Bagas papa mertuanya bahkan sampai speechless dengan manik mata yang berembun mendengar kalau Cantika Putrinya sudah hamil
Bagas kemarin begitu mendengar kabar itu, langsung menelepon Ardan dan Rio, hanya untuk mengatakan kalau dirinya sebentar lagi akan memiliki cucu. Gak bisa dibayangkan bagaimana raut wajah Ardan dan Rio mendengar kehebohan Bagas, yang pastinya mereka berdecih dan berkata, "Cih, baru juga satu. Aku udah mau tiga asal kamu tahu," ejek Ardan. Rio juga mengatakan hal yang sama, seperti yang dikatakan oleh Ardan, bedanya Ardan mau tiga kalau Rio 'dua'.
Yang paling membuat Bagas kesal ketika Rio berkata, "Bagaimanapun, kamu akan selalu kalah langkah dari kita, Sob." Rasanya Bagas ingin menyumpal mulut sahabatnya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini, Kenjo dan Calvin janjian melakukan pemeriksaan pada kandungan istri masing-masing. Aby dan Celyn ikut serta karena ingin tahu perkembangan janin kedua ibu hamil itu sekaligus Aby hari ini akan melakukan suntik KB lagi.
Ya selama ini, Aby lah yang ber KB bukan Celyn. Aby tidak mau, Celyn hamil untuk sekarang karena si kembar masih bayi dan masih trauma dengan kejadian yang menimpa istrinya itu dulu.
"Ok, Pak Kenjo, Ibu Anin, coba lihat ke monitor, ini calon anaknya. Anak kalian berkembang dengan baik. Detak jantung juga normal, pokoknya semuanya sesuai dengan harapan."
"Terima kasih, Dok!" sahut Kenjo dengan mata yang berembun menatap ke arah layar monitor.
"Apa anda mau melihat jenis kelaminnya,Pak?"
Tanya dokter itu, kembali.
__ADS_1
"Apa sudah terlihat, Dok?"
"Sudah bisa, kok karena alat genital janin sudah bisa bisa terlihat di usia kandungan 16 Minggu, sedangkan sekarang usia kandungan Ibu Anin sudah memasuki usia 17 Minggu," jelas dokter itu dengan senyuman yang terulas di bibirnya.
"Hmm, Tidak perlu, Dok. Biarlah itu akan menjadi kejutan nantinya. Tapi, aku akan tetap menyiapkan dua nama. Satu nama untuk laki-laki dan satu lagi untuk perempuan," sahut Kenji yang membuat Anin tersenyum dan sepemikiran dengan sang suami.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Calvin dan Cantika masuk ke ruangan dokter kandungan, setelah Kenjo dan Anin keluar dari ruangan itu.
Setelah berbasa-basi sebentar dengan bertanya apa keluhan pada ibu hamil, dokter itu segera menyuruh Cantika untuk berbaring di atas brankar untuk melakukan USG.
"Lihat, Pak Calvin! Istri Anda benar-benar hamil, dan ini janinnya,"
Manik mata Calvin berembun begitu melihat kebesaran Tuhan yang sekarang dititipkannya di dalam rahim Cantika istrinya.
"Wah, sepertinya janinnya tidak hanya satu tapi ada tiga! lihat ada tiga kantong janin yang terlihat." seru dokter itu tiba-tiba, membuat netra Calvin dan Cantika membesar, antara percaya dan tidak percaya.
__ADS_1
"Apa itu benaran, Dok?" tanya Calvin, memastikan.
Dokter itu tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Tapi, jangan terlalu berharap dulu. kita lihat bulan depan, kebenarannya, karena bisa jadi ada kantong yang kosong." terang sang Dokter.
"Ta,tapi bagaimana mungkin? keluarga kami berdua sama sekali tidak ada yang memiliki keturunan kembar, Dok." Calvin masih terlihat tampak ragu.
"Pak Calvin, meski faktor genetik memiliki andil yang cukup kuat untuk menentukan peluang kehamilan kembar, tapi tidak semua kasus anak kembar berasal dari riwayat keturunan.
Kembar identik sangat jarang disebabkan oleh faktor genetik. Kembar identik terbentuk dari satu sel telur dan satu ****** menyatu menjadi zigot, seperti kehamilan tunggal pada umumnya. Namun setelah proses pembelahan, zigot akan membelah menjadi dua atau tiga embrio. Selanjutnya embrio-embrio ini akan tumbuh dan berkembang menjadi calon bayi. Pembelahan embrio ini terjadi secara spontan dan acak. Oleh sebab itu, meski kemungkinannya kecil, tapi semua pasangan bisa hamil anak kembar meski tidak memiliki keturunan kembar dalam keluarga. Jadi, kemungkinan kecil itu, terjadi pada istri anda," jelas dokter itu dengan panjang lebar, tanpa jeda, dengan lugas dan detail. (Sumber: dari hellosehat.com)
Mendengar penjelasan sang dokter membuat wajah Calvin berbinar. Saking gembiranya, dia tidak memperdulikan lagi image coolnya. Dia berdiri dari tempat dia duduk dan bersorak bahagia, sambil mencium puncak kepala Cantika berulang kali.
Tbc
Segini dulu ya Guys. Tempatku lagi hujan deras dan berpetir. Semua benda elektronik dimatikan. Jadi, mau tidak mau aku tidak bisa menulis dulu🙏🏻
__ADS_1