Anak Kembar Sang Penguasa

Anak Kembar Sang Penguasa
Biarkan aku memikirkannya terlebih dulu!


__ADS_3

Setelah mandi, Celyn merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dengan mata yang menerawang menatap langit-langit kamarnya. Bayangan Aby kembali berkelebat di pikirannya. Mulutnya bisa saja berkata kalau dia akan menjauhi dan melupakan Aby, tapi kata hatinya tidak bisa berbohong kalau rasa itu tidak bisa berubah. Nama pria itu sudah terlalu melekat di dalam hatinya.


Celyn memejamkan matanya, dan tidak menunggu lama, dia pun terlelap. Di dalam tidurnya, Celyn bermimpi, sedang berada di sebuah Padang rumput yang di penuhi dengan lautan bunga ungu.



Dirinya terlihat bahagia menunggangi kuda berwarna putih bersih. Dan yang paling membahagiakan Ada Aby yang duduk di belakangnya.


Aby mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Tampak benda yang bersinar dan sangat indah berada dalam genggamannya. Aby yang bak seperti seorang pangeran, menyingkirkan rambut Celyn dan memasangkan benda yang ternyata kalung itu ke leher jenjang Celyn.


"Terima kasih Kak!" ucap Celyn dengan senyuman yang mengembang dengan sempurna.


Ketika sedang asik menikmati keindahan pemandangan hamparan indah di depan mata, dari atas kuda, mata Celyn menangkap ada dua kelinci putih yang sedang asik memakan rumput.


"Lihat,Kak! itu ada kelinci dan aku mau kelinci-kelinci itu." Seru Celyn dengan sangat antusias.


"Baiklah, mari kita tangkap!" Aby turun dari atas kuda terlebih dulu, kemudian dia membantu Celyn untuk turun.


Kemudian, dua insan itu tampak mendekati dua kelinci yang anehnya tidak lari menjauh ketika didekati.


Aby dengan mudahnya menangkap kelinci itu dan memberikannya pada Celyn. Kemudian dengan sigap dia menangkap kelinci yang satunya lagi, dan memberikannya juga pada Celyn.


"Nih, dua kelinci ini, aku titipin ke kamu. Tolong jaga dan rawat!" pesan Aby dengan senyuman tulus di bibirnya.


"Celyn ...Celyn! bangun, Sayang! kamu makan dulu yuk! biar bisa minum obat dan pusingnya sembuh."


Celyn tersentak bangun dari mimpi indahnya, ketika mendengar suara mamanya yang sayup-sayup.


"Eh, ternyata cuma mimpi!" gumam Celyn dengan mata yang mengedar, mencari sosok Aby. Rasa kecewa langsung tercetak jelas di wajah pucat Celyn.


"Kamu kenapa, Cel? Kenapa bengong begitu? dan apa mimpi kamu?" cecar Jasmine, beruntun.


"Gak ada kok, Ma. Celyn gak mimpi apa-apa." sahut Celyn, cepat, sebelum jiwa ingin tahu mamanya itu kumat.


"Oh ya udah! Ayo kita turun ke bawah. Papa sama adik kamu sudah menunggu di bawah." Jasmine meraih tangan putrinya itu dan mereka berjalan beriringan keluar dari kamar Celyn.


"Hai, pa, Co!" sapa Celyn dengan senyuman manisnya pada Rio sang papa dan Rico sang adik.

__ADS_1


"Hmm, hai juga princess! Rio membalas sapaan dan senyuman Celyn.


"Hai juga, kakak bawel! balas Rico yang langsung mendapat jitakan di kepalanya dari yang orang yang dipanggilnya bawel.


"Kata mama, kamu sakit dan sampai pingsan di rumah sakit, apa itu benar?" tanya Rio ketika tubuh putrinya itu mendarat sempurna di kursinya.


"Iya, Pah. Tekanan darahku rendah, makanya kepalaku pusing." sahut Celyn tanpa menanggal senyuman dari bibirnya.


"Makanya jangan cerewet! tuh, darah sendiri aja sampai tertekan gara-gara cerewetnya kakak," celetuk Rico. Namun semua orang yang ada di meja makan itu tahu, kalau Rico hanya bercanda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah selesai makan malam Celyn kembali ke kamarnya dan masih berpikir tentang mimpinya tadi. "Hmm, apa ya arti tuh mimpi?" bisik Celyn pada dirinya sendiri.


Celyn meraih ponselnya dan mencari sendiri artinya melalui internet. Walaupun mimpi itu bunga tidur, entah kenapa perasaan Celyn tetap ingin mengetahui arti mimpi itu, dan Celyn berharap artinya hal yang bagus bukan yang buruk.


Celyn tertawa begitu mengetahui artinya. Jelas tertulis di artikel itu kalau mimpi melihat kelinci dan menangkapnya, itu merupakan pertanda kehamilan, di dalam rahim sedang terjadi pembuahan dan akan tumbuh jiwa baru.


"Mitos banget sih. Aku kan belum menikah jadi tidak mungkin hamil. Ada-ada ya nih artikel." gumam Celyn sambil meletakkan kembali ponselnya di atas nakas.


"Arghhhh, apa-apa-an sih aku? aku mimpiin Kak Aby, pasti karena aku selalu memikirkannya. kalau aku mikirin orang lain, pasti yang datang ke mimpi juga pasti orang lain." Celyn menggusak kepala, kemudian mengusap wajahnya dengan kasar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Maafin mama ya, Sayang. Mama udah menyuruhmu untuk bertanggung jawab pada hal yang tidak kamu perbuat," ucap Amanda, ketika mereka baru saja menyelesaikan makan malam.


"Tidak apa-apa, Ma! aku maklum, itu karena mama tidak menginginkan ada wanita yang mengalami hal seperti mama. Cuma yang aku sesalkan, mama lebih percaya pada mereka dibandingkan anak mama sendiri,"


Amanda mengembuskan napasnya, merasa menyesal.


"Iya, lain kali mama akan lebih percaya pada suami dan anak-anak mama, dan akan mencari bukti terlebih dulu."


"Sayang, banyak orang yang menginginkan putra-putrimu karena ingin hidup mewah, sehingga mereka menghalalkan berbagai cara untuk bisa bersanding dengan anak kita, termasuk dua wanita itu. Apalagi kamu sudah mengetahui sikap mereka dari dulu, harusnya, itu kami jadikan pertimbangan dan mencurigai kalau tindakan mereka pasti ada niat yang terselubung," tutur Ardan menimpali ucapan Aby. Amanda hanya mangut-mangut menanggapi penuturan Ardan suaminya.


"Hmmm, kalau begitu, bagaimana kalau kamu menikah saja dengan Celyn, Sayang?" celetuk Amanda, membuat Aby tersentak kaget.


"Iya, aku setuju!" Anin menimpali usul mamanya.

__ADS_1


"Aku tidak setuju!" Adrian buka suara.


Semua mata sontak menatap Adrian dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Kenapa kamu tidak setuju, Nak?" tanya Amanda.


"Karena Kak Aby tidak menyukai Kak Celyn. Aku tidak mau Kak Celyn menangis karena Kak Aby nantinya. Kalau mau, biar aku saja yang menikah dengan Kak Celyn."


Ucapan Adrian membuat semua kaget dan tercengang.


"Apa-apaan kamu? kamu itu baru 17 tahun dan Celyn sudah 24, jadi jarak umur kalian terlalu jauh, Yan." Anin mengetok kepala adiknya itu.


"Kenapa tidak? banyak kok yang begitu, lebih tua wanitanya dari pada si pria. Kakak juga tahu sendiri, walaupun aku masih 17 tahun, aku kan udah kuliah. Dan aku bisa kok berkerja untuk memenuhi kebutuhan Kak Celyn." tegas Adrian.


"Iya, banyak yang begitu, tapi sayangnya Celyn yang tidak mau sama kamu," celetuk Ardan spontan tanpa pakai saringan terlebih dulu.


"Apa-apaan sih, Papa, ngomongnya suka benar, dan menyakitkan," Adrian beranjak berdiri dan berlalu dari hadapan keluarganya. Tawa semua orang pecah, melihat Adrian yang berlalu dengan raut dengan wajah ditekuk.


"Tertawa aja teruuuuss!" Adrian masih sempat-sempatnya berteriak dari arah tangga, membuat suara tawa semakin pecah.


"Bagaimana, By?" Amanda kembali ke topik awal, setelah tawa mereka mereda.


Aby menghela napasnya, dengan sekali hentakan dan menatap pada mamanya.


"Kenapa mama ingin Aby menikahinya? Sedangkan mama tahu, kalau aku tidak memiliki perasaan padanya?" tanya Aby.


"Aby, kamu tahu sendiri bagaimana cerita tentang Tante Jasmine yang membantu mama, sampai dia tidak diakui sebagai anak oleh papanya sendiri karena tidak mau dijodohkan dengan papamu. Coba kamu bayangkan jika seandainya Tante Jasmine jadi menikah dengan papamu, apakah mama bisa bersatu dengan papamu sekarang? lagian kamu jangan katakan tidak mencintainya, tapi kamu hanya belum menyadarinya karena belum mencoba. Mama yakin kalau sekali saja kamu membuka hatimu, pasti kamu akan menyesali kata-katamu yang mengatakan tidak mencintainya," ucap Amanda panjang lebar, membuat Aby tercenung tidak bisa menjawab kata-kata mamanya.


"Ma, biarkan Aby memikirkannya terlebih dulu! dan nanti kalau aku sudah siap, aku akan memberitahukannya pada mama. Aku pamit ke kamar dulu, Ma, Pa," Aby beranjak berdiri dan melangkah menuju kamarnya.


"Kak! kamu gak pamit samaku juga?" teriak Anin yang kesal merasa diacuhkan.


Tbc


Maaf aku tidak bisa balas komen kalian satu-satu, mengenai apa nasib Celyn nantinya.


Celyn akan baik-baik saja. Dia beda dengan Amanda. Celyn memiliki ibu dan ayah yang baik, bukan seperti Amanda. Jadi, tetap tunggu kelanjutannya ya gais. Terima kasih dan send kiss virtual buat kalian semua😍😘

__ADS_1


__ADS_2