Anak Kembar Sang Penguasa

Anak Kembar Sang Penguasa
Ingin makan Rujak


__ADS_3

Hari berlalu dengan begitu cepat, tidak terasa pernikahan Aby dan Kenjo sudah 3 bulan berlalu, dan otomatis kandungan Celyn sudah 4 bulan. Bahkan dua hari yang lalu, mereka sudah membuat acara 4 bulan untuk Celyn.


Tidak ada yang menyangka. kalau selama 3 bulan, Aby sanggup bertahan untuk tidak meminta haknya pada Celyn. Bukan karena dia tidak ingin tapi lebih kepada menjaga kandungan Celyn yang belakangan ini sering bermasalah.


Selama 3 bulan hidup bersama dengan Celyn, Aby tidak menampik kalau dia sudah ketergantungan dengan Celyn.


Setiap hari, dia yang biasanya betah berada di kantor, belakangan ini , justru ingin cepat-cepat pulang karena ingin melihat wajah Celyn. Akan tetapi, Aby belum yakin memaknai kalau apa yang dia rasakan itu, pertanda kalau dia sudah mencintai Celyn.


Aby, bahkan sampai sekarang, hanya mau memakan, makanan yang dimasak oleh Celyn, kalau tidak, dia pasti akan kembali muntah-muntah.


"Emm, kenapa aku ingin sekali makan rujak, ya?" batin Aby sambil menelan liurnya sendiri, membayangkan segarnya rujak.


Dia kemudian menyuruh sekretarisnya untuk membelikan rujak untuknya.


"Masuk!" seru Aby dari dalam begitu mendengar ada suara ketukan dari pintu.


Suara decitan pintu mengalihkan tatapan Aby sejenak, untuk melihat siapa yang masuk.


Wajah Aby seketika berbinar bahagia begitu melihat siapa yang datang.


"Lho,Cel ada apa?" tanya Aby yang langsung berdiri dari kursi kebesarannya, menghampiri wanita yang ternyata Celyn istrinya, kemudian membantunya untuk duduk.


"Aku bosan di butik Kak. Nih aku bawa rujak Kak. Tadi aku tiba-tiba pengen makan rujak, kamu mau? tanya Celyn sambil membuka bungkusan yang dibawanya, yang ternyata isinya adalah rujak.


"Lho kok bisa samaan? tadi aku juga pengen makan rujak dan aku sudah menyuruh Tia untuk membelinya." ujar Aby kembali menelan air liurnya melihat rujak bawaan istrinya itu.


"Kenapa harus menyuruh dia? kenapa kamu menghubungi aku saja?" Celyn mencebikkan bibirnya kesal dan Aby hanya terkekeh sambil memasukkan sepotong buah nenas ke dalam mulutnya, kemudian mengambil kembali lalu menyuapkannya ke dalam mulut Celyn.


Kalau dulu, Aby suka jengkel bila melihat Celyn bertingkah manja, sekarang dia malah suka melihatnya. Aby tidak pernah memprotes sikap manjanya Celyn lagi, justru sekarang dia kadang yang mencari cara agar sisi manja Celyn kembali keluar.


Celyn memang belum pernah mendengar ungkapan cinta dari Aby, tapi melihat tatapan Aby yang tidak dingin seperti dulu lagi dan perhatian yang begitu besar yang diberikan oleh Aby untuknya, sudah bisa membuat Celyn bahagia, walau kadang masih ada perasaan takut yang muncul kalau tiba-tiba sikap Aby akan kembali seperti semula, jika bayi yang dia kandung itu lahir.


"Pak Aby, ini rujaknya?" tiba-tiba Tia sekretaris Aby muncul dengan menyunggingkan senyuman termanisnya, tanpa mengetuk pintu sama sekali.

__ADS_1


Senyumnya seketika langsung surut begitu melihat sudah ada Celyn di dalam ruangan atasanya dan mereka berdua sedang asik memakan rujak.


"Buat kamu saja! soalnya istriku sudah membawakannya untukku," sahut Aby sambil tetap mengunyah rujak bawaan Celyn.


Sementara itu, ekor mata Tia, melirik sinis ke arah Celyn dan Celyn juga menatap tidak suka pada Tia.


"Cih, cantik sih, tapi kan lebih seksi aku," Tia menggerutu di dalam hati. Dia kesal karena dia sudah lama bekerja pada Aby, dan selalu tampil maksimal di depan pria itu, tapi Aby sama sekali tidak pernah meliriknya.


"Kenapa kamu masih berdiri di sana? apa kamu mau meminta uang buat membayar rujak kamu itu? tenang nanti aku bayar." suara Aby terdengar datar, dan matanya menatap tajam ke arah Tia.


"Nggak, Pak! maaf aku keluar dulu!" sahut Tia gelagapan. Dia memutar tubuhnya, dan melangkah keluar. Dia nyaris menutup pintu, tapi tiba-tiba diurungkannya ketika mendengar suara Aby kembali.


"Lain kali, kamu harus mengetuk pintu kalau mau masuk, jangan asal membuka pintu begitu saja! Ini kantor bukan rumahmu!" sindir Aby, sarkasme.


"Ba-baik, Pak!" Tia mengangguk dengan wajah yang memerah menahan malu seraya menutup pintu.


"Apa dia memang biasa seperti itu?" tanya Celyn,menyelidik."


"Nggak selalu sih, tapi kadang-kadang iya." sahut Aby.


"Sudah sering aku tegur. Ya tapi tetap terulang. Udah ah gak usah bahas dia. nih, aaa, buka mulutmu!" Aby menyuapkan sepotong buah mangga kedalam mulut Celyn.


"Apa kakak tidak merasa kalau dia menyukai, Kakak?"


"Masa sih?" Kening Aby mengrenyit, penuh tanya.


"Iya,Kak! Kenapa sih Kakak, tidak peka sama orang yang ada di sekitar kakak? katanya kakak pintar membaca raut wajah orang, tapi kenapa kakak tidak bisa tahu kalau wanita itu suka sama, Kakak?"


"Aku tahu, dan aku hanya berpura-pura tidak tahu. Bahkan aku tahu juga kalau wanita yang duduk di sampingku sekarang sebenarnya sudah mencintaiku, apa aku benar?" Aby mencondongkan wajahnya, tepat ke depan wajah Celyn yang sontak memundurkan kepalanya, dengan semburat merah seperti kepiting rebus di pipinya.


"Kenapa kamu diam? apa tebakanku salah?" Aby mengerlingkan matanya, membuat tenggorokan Celyn seperti tercekat, sehingga untuk menelan ludahnya sendiripun dia merasa kesusahan


Celyn mengerjap-erjapkan matanya, sambil menggigit bibirnya bawahnya, membuat Aby merasa gemas, dan tanpa sadar mendaratkan bibirnya ke bibir Celyn. Ciuman pertama baginya dan demikian juga bagi Celyn.

__ADS_1


Aby, merasa Celyn tidak melawan dan entah dorongan dari mana, Aby memperdalam ciumannya, yang walaupun masih kaku, tapi bisa menghipnotis Celyn dan bahkan menimbulkan gelayar-gelayar aneh di hati keduanya.


Naluri alami sebagai seorang laki-laki normal, membuat Aby menginginkan lebih. Apalagi Celyn kini pun membalas ciumannya. Tangan Aby sudah merayap ke mana-mana, masuk menelusup ke dalam gaun yang dipakai oleh Celyn. Meremas buah apel kembar dan memilin puncak yang sudah mulai mengacung itu.


Suara lenguhan Celyn seakan jadi pemantik yang membuat api gairah Aby semakin membara, dan bahkan seperti yel-yel yang membuat dirinya semakin bersemangat.


"K-Kak, i-ini kantor, please hentikan!" seru Celyn di sela-sela napasnya yang memburu.


"Kenapa? ini kantorku apa kita harus pindah ke kamar?" tanya Aby yang sudah dikuasai oleh hasrat yang sudah sukar untuk dibendungnya.


"T-tapi Kak, ingat kata dokter, Sinta," ujar Celyn mengingatkan.


Aby tersentak kaget dan seketika merasa lemas sekaligus merasa bersalah. Hampir saja dia kebablasan.


"Maaf, aku lupa!" ucap Aby, kemudian dia mengelus perut Celyn dan berbisik pada ke arah perut Celyn.


"Maafin, Papa ya, Nak!"


Hati Celyn menghangat medengar ucapan Aby.


"Seandainya mereka benar-benar anak kamu, Kak, pasti rasanya akan lebih bahagia," bisik Celyn pada diri ya sendiri.


Keheningan terjeda cukup panjang di antara mereka berdua. Mereka hanyut dalam pikiran masing-masing.


"Apa maksud dari perbuatan Kak Aby tadi? apa itu hanya terbawa n4fsu atau karena dasar cinta? apa dia sudah mulai mencintaiku?" batin Celyn bertanya-tanya.


Sementara itu, Aby mempunyai pikiran yang berbeda.


"Apa mereka nanti kalau sudah lahir dan besar nanti, akan mau menganggap aku papa kandungnya?"desis Aby, lirih tiba-tiba merasa sedih.


Tbc


Kencangin like, vote dan komennya dong gais. Please

__ADS_1


Mudah-mudahan 3 atau 4 episode lagi, Celyn yang mengandung anak Aby akan terungkap. Doakan diriku sehat selalu ya gais.🙏


__ADS_2