Anak Kembar Sang Penguasa

Anak Kembar Sang Penguasa
Pers confrence


__ADS_3

Hari berganti hari, sudah seminggu ini Rio mengelola perusahaan mertuanya dan berkat kepiawaiannya, dia sudah berhasil mengembalikan para dewan pemegang saham untuk menanamkan kembali sahamnya di Mahendra group.


Walaupun Mahendra group sudah atas nama Rio, dan sudah diberikan hak sepenuhnya dalam pengelolaannya termasuk jika ingin berniat mengganti nama perusahaan, Rio tetap memilih untuk menggunakan nama Mahendra grup dan tidak berniat sedikitpun untuk menggantinya.


Rio duduk sambil menyandarkan tubuhnya di sofa, ruangan Ardan. Ya, walaupun Rio sudah memiliki perusahaan sendiri, dia tetap membantu Ardan untuk mengelola Bagaskara Company sampai Ardan menemukan seseorang yang pantas untuk menggantikannya.


Seperti biasa, untuk mengistirahatkan tubuhnya, Rio selalu membaca berita-berita yang terjadi baru-baru ini di dalam ponselnya. Alangkah kagetnya dia ketika melihat sebuah berita yang diberi judul 'Ardan Orlando Bagaskara, CEO dari Bagaskara Company, ternyata memiliki skandal yang tidak terendus oleh media selama ini'.


Dengan sigap Rio langsung membaca beritanya, dan alangkah kagetnya dia begitu membaca setiap untaian kalimat yang semuanya berisi kejelekan Ardan.


"Dan, lihat ini! ada rumor yang mengatakan kalau kamu itu sebenarnya pria brengsek, tidak bermoral. Di sini dikatakan selama ini, kamu sudah menyimpan wanita yang tidak benar di dalam rumahmu dan wanita itu Manda istrimu. Mereka mengatakan kalau sebenarnya Amanda bukan wanita yang baik, bertolak belakang dengan yang terlihat di TV sewaktu mereka mengundang Anin dan Aby dulu. Mereka mengatakan kalau Aby dan Anin itu anak haram kamu dan Amanda. Si penyebar juga ada memposting photo-photo Amanda bersama dengan 3 pria itu. Di sini juga tertulis statement, baru-baru ini akhirnya kamu menikahi Manda, tapi tidak mau mempublikasikannya karena kamu tidak ingin ada yang tahu kalau kamu menikah dengan wanita murahan dan agar tidak ada yang tahu kalau kamu memiliki anak haram dari wanita itu." Ucap Rio dengan panjang lebar.


"Brengsek!" umpat Ardan dengan rahang yang mengeras dan muka yang memerah.


"Siapa yang pertama kali menyebar rumor itu?! seru Ardan dengan intonasi datar tapi penuh dengan aura membunuh.


Rio menyebutkan nama seseorang yang benar-benar mereka tidak kenal sama sekali.


"Tolong kamu perintahkan IT kita untuk melacak dimana keberadaan orang itu, dan segera undang media untuk melakukan pers confrence segera!" titah Ardan dengan tangan terkepal.


"Sebelum media datang, kamu undang semua dewan direksi dan para pemegang saham. Kamu yakinkan mereka untuk tidak terpengaruh dengan rumor yang ada, dan bagi siapa yang hendak menarik sahamnya, turuti saja tapi sertakan dengan ancaman, kalau mereka berani menarik saham mereka, jangan harap bisa bekerja sama lagi dengan Bagaskara Company." Suara datar Ardan masih mendominasi, tapi lebih terlihat jelas kemarahan di balik setiap kalimatnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah semua masalah berhasil dibereskan oleh Rio, dan tidak ada yang berani menarik saham dari Bagaskara Company, sekarang mereka bersiap-siap untuk melakukan pers conference dengan media. Semua media yang memberitakan rumor itu juga sudah menghapus semua berita itu, bahkan dari orang-orang yang membagikan juga sudah terhapus dengan sempurna.


Semua sorot cahaya lampu dari berbagai media kini fokus ke wajah Ardan, dan di sampingnya juga sudah berdiri Aby sang putra yang sengaja disuruh diantarkan oleh supir pribadi ke Bagaskara Company.


Suara langsung hening begitu Ardan mulai membuka suara, menyapa para awak media dan semua yang sedang menonton.


Ardan kemudian menyangkal semua berita yang menyatakan kalau Amanda wanita yang tidak benar. Ardan dengan lugas dan jelas akhirnya membeberkan semua kejadian yang menimpa Amanda, mulai dari dia dijebak sampai bisa masuk tiba-tiba ke dalam kamarnya. Ardan juga menunjukkan semua bukti untuk memperkuat pernyataannya. Ardan juga tidak lupa menjelaskan kalau selama ini Amanda tidak mengenal siapa laki-laki yang telah membuatnya hamil dan dirinya yang tidak mengenal siapa wanita di malam itu. Ardan juga tidak lupa menjelaskan karena rasa tanggung jawabnya lah, dirinya tidak menikah selama ini dan memutuskan untuk mencari Amanda. Ardan juga menjelaskan alasannya kenapa belum mengumumkan pernikahannya karena kondisi putrinya yang masih dalam tahap pemulihan.


Semua penjelasan dan semua bukti yang ditunjukkan oleh Ardan akhirnya mematahkan semua asumsi negatif dari kalangan masyarakat. Mereka semua justru balik memuji kegigihan dan ketabahan Amanda dalam menghadapi semua persoalan hidup yang menimpanya. Mereka memuji Amanda, wanita yang tangguh, yang rela untuk tetap membawa kedua anak kembarnya ke dunia ini, mengabaikan semua gunjingan yang dia dapat dan penderitaan-penderitaan lainnya. Bahkan banyak Netizen yang membandingkan Amanda dengan wanita-wanita yang mengaborsi janin mereka bahkan membuang bayi mereka untuk menutupi malu.


Selain memuji, timbul juga rasa kaget dan takut dari sebagian orang, misalnya wanita-wanita sosialita yang merendahkan Amanda di sekolah Aby. Wanita-wanita itu justru sibuk mengatur rencana untuk mendekati Amanda, selain karena takut dengan Ardan, tentu saja mereka ingin semakin terlihat exis. Membayangkan mereka bisa memamerkan kebersamaan dengan Amanda di media sosial masing-masing sudah membuat mereka yakin kalau mereka akan dipandang hebat dan keren, karena bisa berteman dengan istri pengusaha terkaya nomor satu di Indonesia itu.


Ardan berjongkok di depan Aby dan mengelus lembut puncak kepala putranya itu.


"Kamu tidak perlu berterima kasih, karena ini sudah menjadi kewajiban papa untuk melindungi kalian semua." Ujar Ardan sambil meninggalkan kecupan di puncak kepala Aby.


"Pah, jangan cium-cium Aby! Nanti Aby tidak kelihatan cool lagi." bisik Aby ke telinga Ardan dan sayangnya masih bisa didengar jelas oleh Rio.


"Nih anak masih sempat-sempatnya mikirin image coolnya." batin Rio sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Amanda yang melihat pers conference yang dilakukan oleh Ardan, tidak sanggup lagi menahan air matanya. Tadinya begitu berita itu tersebar, rasa sakit dan sedih serta merasa bersalah menghinggapi hatinya. Sekarang semua rasa itu seketika luruh begitu Ardan selesai mengklarifikasi semuanya.


"Sudah, Sayang, kamu jangan menangis lagi, semuanya sudah selesai. Mama kan sudah bilang, kalau kamu tenang saja, Ardan pasti bisa mengatasi semuanya." Tutur Amara sambil merangkul bahu Amanda, menantunya.


"Terima kasih, Mah, Pah, sudah mau menerimaku sebagai menantu di rumah ini. Aku sangat bersyukur memiliki keluarga yang mau menerimaku apa adanya." ucap Amanda, tulus.


"Kami yang justru sangat berterima kasih denganmu, kamu sudah mau menanggung malu dengan mengandung dan melahirkan cucu-cucu kami. Kamu juga telah membesarkan serta mendidik mereka menjadi anak-anak yang tangguh." Tutur Amara tak kalah tulus.


"Ya, Amanda. Sekarang kamu jangan berkecil hati lagi ya." Rudi menimpali ucapan istrinya, dan Amanda menganggukkan kepalanya serta menyematkan senyuman di bibirnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Arghhhhhh, sial!" seorang pria dengan wajah yang memerah, karena marah, menghamburkan semua barang yang ada di dekatnya, melihat usahanya untuk menjatuhkan Ardan, gagal total dan justru Ardan malah mendapat pujian . Dan tentu saja, harga saham Bagaskara Company meningkat dengan pesat.


"Kenapa jadinya begini sih? Kalau begini caranya, aku sudah berada di Zona merah. Mereka pasti mencari siapa dalang yang menyebarkan rumor itu. Apa yang harus aku lakukan sekarang?" batin pria itu sambil berjalan mondar-mandir, memikirkan langkah berikutnya.


"Aku harus tenang, mereka tidak akan bisa menemukan siapa yang menyebarkan rumor itu. Akun fake itu sudah aku musnahkan kan? Jadi mustahil mereka bisa menemukannya. batinnya lagi, untuk menenangkan dirinya sendiri.


"Radit, apa-apaan ini? kenapa ruang kerjamu jadi berantakan begini?!" Suara wanita yang melahirkannya ke dunia ini, terdengar tiba-tiba.

__ADS_1


TBC


Jangan lupa buat tetap ninggalin jejaknya gais. Thank you🙏


__ADS_2