Anak Kembar Sang Penguasa

Anak Kembar Sang Penguasa
Serba salah.


__ADS_3

Aby memarkirkan mobilnya dengan sempurna. Kemudian dia turun dengan wajah yang sangat lelah. Dia melangkah masuk dan langsung menuju kamarnya. Dia ingin langsung melihat wajah istri dan anak-anaknya.


Aby membuka pintu kamar dengan perlahan-lahan, karena dia yakin kalau istri dan anak-anaknya pasti sudah tertidur pulas.


Benar dugaannya, dia melihat Celyn sudah tertidur pulas dengan wajah yang semakin terlihat cantik di mata Aby.


Aby mengayunkan langkahnya, ke arah box kedua anaknya yang juga tampak tertidur nyenyak dan sesekali terlihat ada senyuman yang terbit di bibir kedua bayi itu.


Aby melangkah ke arah kamar mandi hanya untuk mencuci mukanya dan kakinya saja. Karena memang tadi di sudah mandi dan sudah berada di rumah menghabiskan waktu bersama istri dak kedua anaknya, ketika Calvin menelepon dan meminta bantuannya.


Aby sudah berganti pakaian dengan piyama tidur dan hendak bergabung dengan istrinya. Tiba-tiba dia mendengar baby Arick menangis. Tidak ingin mengganggu tidur Celyn, Aby mendekati box bayi itu dan meraba popok baby Arick yang ternyata sudah penuh.


"Anak papah, basah ya? nggak nyaman ya boboknya?" ucap Aby dengan suara yang pelan, hampir sama dengan berbisik. Dia dengan telaten mengganti popok baby Arick. Setelah itu, dia mencoba untuk menidurkan putra sulungnya itu kembali. Akan tetapi, putranya itu tetap saja menangis, sehingga baby Arend ikut-ikutan terbangun dan menangis saling bersahut-sahutan.


"Astaga! apa yang terjadi? apa yang akan aku lakukan?" Aby berucap dengan wajah yang kelihatan panik.


"Kamu sih, Nak. Udah digantiin popoknya masih aja nangis, tuh adikmu jadi ikutan nangis kan? cuh cuh cuh ,kalian berdua diam ya, mamanya lagi tidur tuh!" ucap Aby berusaha mendiamkan si kembar. Akan tetapi, keduanya bukannya diam malam semakin menangis.


"Aduh, kalau mau latihan paduan suara, jangan sama papa ya! itu cocoknya sama tante Anin." ucap Aby yang semakin ngawur.


Pletak ...


Tiba-tiba kepala Aby di ketuk dari belakang.


"Anak lagi nangis, kenapa dibilang latihan paduan suara sih?" ucap Celyn yang ternyata sudah bangun.


"Kamu sudah bangun, Sayang? kamu tidur aja lagi. Kamu tenang saja, aku pasti bisa menangani mereka berdua." ujar Aby, penuh percaya diri.


"Apa kamu punya susu yang bisa kamu berikan pada mereka?" tanya Celyn,yang terasa ambigu di telinga Aby.


"Tentu saja tidak! kan yang punya itu kamu, Sayang."


"Itu kamu tahu. Sana minggir, mereka tuh lagi haus. Butuh asi."

__ADS_1


"Oh," Aby mangut-mangut dan memberikan jalan buat sang istri.


Celyn meraih baby Arick terlebih dulu dan langsung menyusui putranya itu. Benar saja, baby Arick langsung diam dan lahap menghisap, susu yang diberikan oleh Celyn, sehingga membuat Aby, meneguk ludahnya sendiri, melihat pemandangan indah di depannya.


"Sayang, jangan mikir macam-macam! kamu itu harusnya gendong dulu baby Arendnya, dan bujuk biar diam. Kasihan dia nangis terus. Ini malah jadi patung liatin ke sini." cetus Celyn kesal, melihat tatapan Aby suaminya yang penuh n4fsu.


Mendapat pelototan dari Celyn, Aby langsung beranjak mendekati baby Arend. Ketika dia hendak mengangkat putranya itu, dia langsung menyadari kalau popok putra keduanya itu, sudah penuh.


Begitu mengetahui, kalau popok putranya itu, sudah penuh, dia langsung berinisiatif untuk menggantinya.


Baby Arick kini sudah tidur kembali, dan Celyn meletakkannya kembali ke dalam box. Sekarang giliran baby Arend yang membutuhkan asi mamanya. Aby memberikan baby Arend dan Celyn melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan pada baby Arick.


"Sisain, Nak, buat papa." celetuk Aby yang membuat Celyn mendelik, kesal ke arahnya.


"Wah mereka berdua sudah tidur. Sekarang papanya yang harus dikasih nutrisi." kata Aby, girang begitu melihat Celyn yang meletakkan baby Arend kembali ke dalam box.


"Apaan sih, Yang? tidak ada nutrisi-nutrisian malam ini. Aku capek, pengen tidur." ucap Celyn yang langsung beranjak naik ke atas ranjang, dan membaringkan tubuhnya.


"Sayang, jangan begitu dong! Kamu gak kasihan sama ini? dia udah berdiri tegak dari tadi lho." rengek Aby, seperti anak kecil.


"Yang, sekali aja, yuk! pleaseee!" Aby masih saja merengek


Celyn tidak menggubris sama sekali. Dia hanya menguap, pertanda kalau dirinya benar-benar sangat ngantuk.


Aby menghela napasnya dengan kesal seraya menghempaskan tubuhnya di atas kasur.


"Sabar ya,tong! malam ini kamu tidak boleh masuk ke dalam goa, karena goanya ditutup. Mungkin ada longsor." gumam Aby sambil mengelus si Otong miliknya, yang makin menggeliat bangun.


"Tong, tong. Kamu gak pengertian banget sih. Masa aku elus, suruh sabar, kamu malah makin bangun? gak bisa diajak kerja sama kamu, ihh," lagi-lagi Aby mengajak juniornya berbicara, seakan benda panjang itu, bisa diajak bicara.


Celyn yang sebenarnya hanya pura-pura tidur tidak bisa lagi menahan tawanya, mendengar Aby yang mengajak juniornya, bercengkrama.


"Kamu belum tidur, Sayang? jadi aku bisa dapat nutrisi dong, malam ini?" tanya Aby, seraya bangkit dari tidurnya.

__ADS_1


Aby langsung tersenyum bahagia, dan langsung menerkam Celyn, begitu melihat istrinya itu, menganggukkan kepalanya.


Tidak menunggu berapa lama lagi, akhirnya Aby dan Celyn pun melakukan penyatuan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di lain tempat dua sejoli yang dimabuk asmara, sedang kencan online, alias melakukan panggilan Video. Siapa lagi mereka kalau bukan Calvin dan Cantika.


Sudah banyak topik yang mereka obrolin dari tadi. Mulai dari pembahasan masalah Max dan Viona sampai aktor idola Cantika, yang gadis itu puja dari tadi.


"Bisa tidak kita berhenti membicarakan aktor idolamu itu? aku sama sekali tidak mengenal siapa yang kamu ceritakan dari tadi." ucap, Calvin kesal.


"Ih, masa Kakak gak kenal sih! dia itu terkenal lho, Kak. Sudah banyak drama yang dia bintangi dan semuanya bagus-bagus banget. Di setiap drama yang dia bintangi, dia itu sangat romantis, Kak. Pokoknya pria idaman banget deh." sahut Cantika dari seberang sana dengan mimik wajah yang sangat bahagia, membuat Calvin merasa jengah dan berdecak kesal.


"Cantika, bukannya tadi aku sudah bilang, please stop membicarakan dia!"


"Kakak kenapa sih? seharusnya kakak itu cari tahu siapa dia, dan tonton drama-dramanya dia, supaya kakak bisa belajar bagaimana cara bersikap romantis sama pacar." ucap Cantika dengan bibir yang mengerucut.


"Aku tidak perlu harus seperti dia, karena aku punya cara romantis sendiri."


"Tapi kan setidaknya, kakak bisa sedikit seperti dia. Dia itu--"


"Kalau kamu menginginkan pacar seperti dia, kamu pacaran sama sama dia," ucap Calvin kesal, sambil memutuskan panggilan video itu secara sepihak.


"Inilah resiko, punya pacar ABG, huft!" batin Calvin menghempaskan ponselnya begitu saja di atas ranjangnya.


Ponselnya kembali berbunyi, dan Calvin melihat kalau kekasih kecilnya itu, kembali menghubunginya. Calvin mencoba mengabaikan panggilan itu, dan memejamkan matanya. Akan tetapi, gadisnya itu tidak menyerah dan terus menghubunginya. Calvin akhirnya tidak tega dan akhirnya meraih ponselnya dan menjawab panggilan itu.


"Kak, maaf!" terlihat wajah Cantika yang sudah basah dengan air mata di seberang sana, membuat Calvin hampir saja tertawa.


"Iya, aku maafin. Jangan nangis lagi ya, Sayang." ucap Calvin.


"Huaaa, Kak Calvin jahattt!" bukannya tangisnya mereda, gadis itu malah semakin menangis kencang.

__ADS_1


"Astaga! apa lagi kesalahanku? dimaafin kok malah tambah nangis?" bisik Calvin di dalam hati, serba salah.


Tbc


__ADS_2