Anak Kembar Sang Penguasa

Anak Kembar Sang Penguasa
Rencana bulan Madu


__ADS_3

Kenjo dan Aby sudah terlihat bersih dan berganti pakaian dengan memakai pakaian ganti dar Calvin. Walaupun Awalnya sangat alot untuk Kenjo dan Aby, bisa mendapatkan pakaian ganti itu.


Bagaimana tidak, Aby dan Kenjo harus membereskan kekacauan yang mereka buat, termasuk membersihkan air seni yang membasahi meja makan. Akan tetapi, walaupun sudah dibersihkan, Aby juga harus mengganti meja makan Calvin dengan yang baru.


"Bagaimana kalian berdua bisa tahu kalau kami pergi ke apartemennya Calvin? Tanya Aby, pada Celyn istrinya


"Kalian berdua lupa siapa kami? dari cara kalian berdua,kami sudah yakin kalau kalian pasti ke sini buat nakutin Calvin. Kami minta diantar sama Roni ke sini pakai mobil," jawab Celyn.


"Kalian berdua memang keterlaluan. Beruntung kalau Calvin tidak punya penyakit jantung, kalau tidak, kalian bisa kehilangan Calvin." Anin menimpali ucapan Celyn.


"Jadi, kenapa kalian juga berniat menakuti kami? bagaimana kalau kami juga punya riwayat jantung?" Aby membalikan ucapan adiknya.


"Itu karena kami tahu, kalau kalian tidak punya penyakit jantung,"


"Sama! Kami pun melakukannya karena tahu, kalau Calvin tidak punya penyakit jantung. Apa kalian lupa, kalau kami sering check up sama-sama?" Aby menjawab sekenanya.


"Jadi yang lepas ikatan Cantika, kalian juga?" imbuh Aby bertanya kembali.


Celyn dan Anin, menganggukkan kepala, membenarkan.


"Sudah cukup bicaranya? bisakah kalian semua keluar dari sini?" Calvin buka suara dengan nada yang sinis.


Aby dan Kenjo mendengus mendengar ucapan Calvin, yang secara tidak langsung, mengusir mereka.


"Kalau kami tidak mau pulang bagaimana? kami akan menginap di sini?" ucap Kenjo


"Silahkan! aku sih tidak keberatan. Kamu dan Anin di kamar yang ini, Aby dan Celyn di sana, aku dan Cantika di kamar kami. Tapi, kamu harus siapkan dirimu mendengar suara-suara horor, yang berasal dari kamarku dan Aby. Apa kamu siap?" Calvin tersenyum miring.


"Sialan! Ayo kita pulang, Sayang! Kenjo berdiri dan meraih tangan Anin istrinya. Kemudian mengayunkan langkah hendak keluar dari apartemen Calvin.


"Tunggu dulu, Ken! nih hadiah dari aku buat pernikahan kalian berdua. Aku baru sempat memberikannya sekarang!" Aby meraih jasnya yang diletakkan di atas sofa, kemudian mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya.


Kenjo menerima dua lembar kertas dari tangan Aby. Netranya membesar dengan sempurna begitu melihat kalau apa yang diberikan oleh sahabat sekaligus kakak iparnya itu adalah, sebuah tiket bulan madu ke Maldives hari Kamis ini.

__ADS_1


"Ini serius, By?" tanya Kenjo memastikan, dan Aby menganggukkan kepalanya, mengiyakan.


"Terima kasih, By!" Kenjo memeluk Aby dan Aby membalas seraya menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu.


Celyn terlihat menundukkan kepalanya, bukanya dia marah, ketika Aby memberikan hadiah mahal, pada Anin dan Kenjo. Dirinya hanya merasa sedikit sedih, karena dirinya dan Aby, tidak merasakan yang namanya bulan madu.


"Kamu kenapa menunduk, Sayang? kamu tenang saja, kita juga akan pergi berbulan madu bersama Mereka." ucap Aby sambil menunjukkan tiket yang sama seperti milik Kenjo dan Anin.


Celyn sontak mengangkat wajahnya, tersenyum sembari menghambur memeluk suaminya itu.


"By, kamu pilih kasih! apa kami juga tidak dapat hadiah yang sama?" celetuk Calvin, tiba-tiba.


"Mm, maaf Cal. Aku kira karena Cantika masih sekolah dan belum diizinkankan untuk hamil, aku jadinya tidak membelikannya untukmu. Soalnya aku takut kalau nanti kalian berdua kebablasan. Bisa-bisa nanti aku yang dimarahin sama om Bagas." jawab Aby, dengan ekspresi wajah yang tidak enak hati.


Mendengar ucapan Aby, tawa Kenjo sontak pecah. "Sabar Cal, sudah resiko kamu menikah dengan gadis remaja, yang bahkan lulus SMA aja belum," ledek Kenjo di sela-sela tawanya.


"Sabar ya, Cal, nanti kalau Cantika sudah lulus SMA, aku belikan kamu tiketnya," ucap Aby, membuat Calvin manyun dan mengembuskan napas, pasrah.


"Kok bisa?"


"Soalnya aku sudah suntik hormon dua hari sebelum menikah untuk 3 bulan. Aku lebih memilih aku yang KB, daripada dia. Takut nantinya bermasalah pada rahimnya," jelas Calvin.


"Oh, kalau begitu, nih aku kasih kamu juga tiketnya. Kita sama-sama berangkat ke sana," Aby melemparkan dua lembar tiket yang sama seperti miliknya ke arah Calvin.


"Kamu serius, By? jadi, tadi kamu cuma ... ahhh kamu ya ... aku kira kamu benar-benar tega." Calvin merangkul Aby dan mengucapkan terimakasih.


"Nggaklah! kenapa aku memilih Kamis ini dan sore hari? justru karena aku memikirkan waktu yang tepat, agar kamu dan Cantika bisa ikut bersama kami. Aku tahu, Jumat depan tanggal merah kan? sedangkan hari Sabtu dan Minggu sekolah Cantika memang libur. Setelah itu hari Selasanya kalender juga tanggal merah. Jadi, kamu hanya perlu, meminta izin agar Cantika tidak masuk sekolah di hari Senin dan Rabu. Soalnya kita pulang ke Indonesia di hari Rabu pagi." terang Aby, yang diangguki kepala oleh Calvin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Matahari sudah mulai mengintip dari arah timur, untuk menyapa bumi Indonesia. Karena ulah Aby dan Kenjo tadi malam, Calvin dan Cantika benar-benar tidak melakukan apa-apa. Karena Cantika sudah terlihat sangat mengantuk, sehingga Calvin tidak tega untuk meminta haknya.


Calvin menggeliat, dan meraba tempat tidur di sampingnya. Dia langsung membuka matanya lebar-lebar begitu menyadari kalau tempat tidur di sampingnya itu sudah kosong.

__ADS_1


"Dimana Cantika? apa dia lagi mandi?" bisik Calvin dalam hati.


Calvinpun beranjak turun dari tempat tidur, dan melangkah ke arah kamar mandi. Akan tetapi, dia tidak menemukan istrinya di sana.


"Mungkin dia sedang di dapur, nyiapin sarapan." lagi-lagi Calvin mengajak hatinya untuk bercengkrama.


Calvin melangkah keluar kamar, setelah membasuh wajah dan menggosok giginya. Begitu dekat ke arah dapur, Dia meneguk ludahnya, begitu melihat pemandangan di depannya. Dimana, Cantika sang istri tengah memasak dengan rambut yang di gelung tinggi ke atas, dan hanya memakai celana pendek ketat di atas lutut serta atasan tanpa lengan.


Calvin junior langsung memberikan reaksi di bawah sana. Calvin melangkah dan menghampiri Cantika yang membelakanginya. Calvinpun memeluk Cantika dari belakang serta memberikan kecupan di pundak wanita itu.


"Kamu benar-benar menggodaku, Sayang," bisik Calvin dengan nada yang sangat sensual dan meniup telinga Cantika, hingga membuat tubuh Cantika, meremang.


"Kita sarapan yuk, Kak! Sarapannya sudah siap soalnya." Cantika mencoba mengalihkan perhatian Calvin. Karena tidak bisa dipungkiri, kalau jantungnya berdetak kencang di dalam sana.


"Nanti saja, Sayang! Aku sudah tidak bisa menahannya lagi," desis Calvin sembari memutar tubuh Cantika, dan tanpa aba-aba, dirinya langsung mendaratkan bibirnya ke atas benda kenyal milik Cantika.


Awalnya dengan sangat lembut. Akan tetapi, kelembutan itu seketika berubah, menjadi sedikit liar. Calvin bahkan sudah memasukkan lidahnya ke dalam mulut Cantika dan menyusuri setiap sudut didalam mulut Cantika.


Dia melepaskan pagutannya setelah di rasa Cantika kesulitan untuk bernapas. Calvin yang sudah dikuasai oleh kabut gairah, sontak mengangkat tubuh Cantika dan membawanya masuk kedalam kamar.


Di dalam kamar, Calvin pun kembali menyerang Cantika, dan melucuti pakaian istri kecilnya itu, hingga tidak ada sehelai benangpun yang menempel di tubuh itu.


tubuh polos Cantika yang selama ini hanya ada di dalam bayangan Calvin, sekarang terpampang jelas, hingga semakin memancing libido pria itu.


Calvin kembali, mengungkung Cantika, menjelajahi, tubuh Cantika menggunakan bibirnya. Mulai dari bibir, leher dan dada tidak lepas dari sapuan bibir Calvin. Suara de*Sahan dari mulut gadis itu, seakan menjadi melodi yang sangat indah di telinga Calvin.


Setelah dirasa bagian inti Cantika sudah siap, Calvinpun mulai melakukan penyatuan. Cukup lama Calvin agar bisa menebus inti istrinya yang memang masih baru pertama kali. Akan tetapi, dengan cara Calvin yang membuat Cantika rileks, akhirnya pertahanan Cantikapun bisa ditembus.


Hal yang sama pun terjadi di sebuah kamar besar yang ditempati oleh Aby dan Celyn. Sedangkan di tempat lain, tampak Kenjo yang berjuang menidurkan juniornya menggunakan sabun di kamar mandi.


Tbc


Maaf ya! tidak boleh terlalu Vul*gar. Karena ini sedang mengikuti kontes. Nanti tidak diloloskan dan disuruh revisi. 😁

__ADS_1


__ADS_2