Anak Kembar Sang Penguasa

Anak Kembar Sang Penguasa
Tindakan Aby


__ADS_3

Shasa terbangun dari tidurnya dan melihat kalau Gilang masih tertidur pulas di sampingnya.


Ya setelah pergulatan panas, yang mereka lakukan lebih dari dua kali, membuat tubuh mereka kelelahan dan akhirnya tanpa menunggu lama mereka pun tertidur.


Shasa, berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan sisa-sisa percintaannya dengan Gilang. Setelah.kurang dari 30 menit di dalam kamar mandi, Shasa keluar dengan tubuh yang hanya berbalut bathrobe. Lalu dia memungut pakaiannya dan mengenakannya kembali ke tubuhnya. Kemudian dia meraih ponselnya dan melihat ribuan notifikasi yang masuk ke akunnya.


"Ada apa ini?" batin Shasa bertanya-tanya. Kemudian dia membuka media sosialnya dan bola matanya membesar dengan sempurna, begitu melihat penyebab banyaknya notifikasi yang menyebutkan namanya. Bukan sebuah pujian tapi hujatan. Bagaimana tidak? tersebar video rekaman CCTV, di mana 2 pria suruhannya membekap Aby dan membawa Aby ke sebuah kamar. Sementara dirinya berjalan dengan santainya dari belakang dengan bibir yang menyunggingkan senyum licik.


Betapa kagetnya lagi dia, begitu melihat video rekaman di mana dua pria suruhannya, mengakui, sudah dibayar oleh Shasa, dan bahkan mereka berdua lah, yang diperintahkan Shasa untuk mengambil photo di dalam kamar itu. Dan jelas juga, dua pria itu mengaku, kalau Shasa dan Aby tidak melakukan apa-apa, justru dua pria itu juga mencicipi tubuh Shasa bersamaan.


"Arghhhh! bagaimana mungkin ini bisa terjadi? jelas-jelas aku sudah memerintahkan untuk menghapus rekaman CCTV." Pekik Shasa sambil menghamburkan semua barang yang ada di dekatnya.


"Shasa! ada apa ini? apa yang kamu lakukan, hah?!" Gilang yang kaget mendengar teriakan Shasa terbangun dan menatap bingung, pada apa yang dilakukan oleh wanita itu.


"Semuanya hancur, Lang. Aku hancuuurr!". Shasa tersungkur dan menangis sesunggukan seraya menggusak rambutnya dengan kasar.


Gilang semakin bingung dengan arah pembicaraan Shasa. "Hancur bagaimana? tolong jangan buat aku penasaran. Jelaskan sekarang!"


Shasa, memberikan ponselnya agar Gilang bisa melihat sendiri apa yang sebenarnya terjadi. Bola mata Gilang, membesar, hingga membuat pupil mata itu hampir keluar, dan mulut yang terbuka.


"Ini bukan hancur lagi, tapi kamu benar- benar di ambang bahaya, Sha. Berarti kamu tidak punya alasan lagi, untuk bisa membuat Aby menjadi suamimu. Aku juga tidak punya alasan lagi untuk mencuri sample Sper**manya." Bukannya membuat hati Shasa tenang, Gilang bahkan semakin memperkeruh keadaan.


"Kamu bisa diam, nggak! kamu bukannya buat aku tenang, malah memperkeruh keadaan!" pekik Shasa, geram.


"Hei, kenapa kamu membentakku? Sekarang aku gak mau tahu lagi, aku tidak mau lagi membantumu. Aku tidak mau terlibat dengan rencanamu, karena aku lebih sayang pada perusahaanku daripada tubuhmu. Kalau untuk kepuasaan aku bisa cari dari wanita lain." ucap Gilang, dengan sarkas.


"Brengsek kamu! Bangsat! " maki Shasa, sengit.


"Bodo amat! kamu mau manggil aku bangsat, bajingan, atau apapun itu, aku tidak perduli. Sekarang lebih baik kamu keluar dari sini! sebelum keberadaanmu di sini terendus oleh Aby," usir Gilang dengan wajah panik.


"Brengsek kamu, arghhh!" Shasa menghambur ingin mencakar wajah Gilang. Gilang yang menyadari serangan Shasa langsung menghindar, kemudian mendorong tubuh Shasa dengan keras, sehingga wanita itu, kembali tersungkur jatuh.

__ADS_1


"Keluar dari apartemenku, jangan temui lagi aku, aku tidak mau berurusan dengan Aby, jika kamu masih bersamaku." Gilang menarik tangan Shasa dengan kasar dan mendorong tubuh Shasa keluar, dan melemparkan juga tas wanita itu ke luar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Shasa memarkirkan mobilnya dengan asal di depan rumahnya. Kemudian, Dian mengayunkan kakinya, melangkah dengan gontai masuk ke dalam rumahnya.


Plak ...


Baru saja, Shasa menginjakkan kakinya di lantai rumahnya, tamparan keras yang berasal dari sang papi, mengenai wajahnya.


"Papiii! Jangan pukul anak kita!" pekik Ningsih, seraya memeluk tubuh Shasa yang menangis sesunggukan.


"Kamu jangan bela anak tidak tahu diri ini! atau jangan-jangan ini ide kamu, Mi?!" bentak Bima papinya Shasa dengan suara yang sangat tinggi, membuat Ningsih beringsut ketakutan dan tidak berani bersuara menjawab kemarahan suaminya itu.


"Mau ditaruh dimana mukaku, Hah? Bagaimana bisa putri mantan pejabat negara ini, berbuat kotor seperti itu?!" rahang Bima mengeras dengan wajah yang memerah.


"Maafin, Shasa Pi," desis Shasa di sela-sela isak tangisnya.


"Bukannya aku sudah pernah bilang, jangan main-main denganku? tapi kalian sama sekali tidak mengindahkannya." tiba-tiba Aby muncul bersama Kenjo dan Calvin di belakangnya. Tampak senyuman sinis yang bertengger di bibir Aby.


Melihat kemunculan Aby, Shasa dan Ningsih mamanya, beringsut ketakutan. Sedangkan Bima langsung menghambur menghampiri Aby.


"Nak Aby, aku selaku papanya Shasa meminta maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang telah diperbuat oleh anak dan istriku." Mohon Bima seraya berlutut di bawah kaki, Aby.


"Pak Bima, anda tolong berdiri! anda tidak pantas meminta maaf untuk kesalahan mereka." Aby meraih pundak Bima dan membantunya berdiri.


Kemudian dia menoleh ke arah Ningsih dan Shasa yang saling berpelukan dengan tubuh gemetar, merasa takut melihat sorot mata Aby yang seperti ingin melenyapkan mereka berdua dari dunia ini.


"Kalian berdua, aku sudah mengatakan, sekali saja aku menemukan bukti atas perbuatan kalian, aku akan menghancurkan kalian berdua. Kalian pasti heran, bagaimana aku bisa mendapatkan rekaman CCTV itu? kalian lupa siapa aku? walaupun kamu sudah menghapusnya, tapi dengan mudah, aku bisa memulihkannya kembali. Dua pria suruhanmu hanya dengan ancaman akan dimasukkan ke penjara, mereka dengan gampang mengakui semuanya." Aby menyeringai sinis menatap kedua wanita yang tidak bisa berkutik sama sekali.


"Kamu tahu, kenapa aku tidak percaya kalau aku sudah merengut kesucianmu? satu ketika aku, membentakku dan menyuruhmu keluar dari kamar, kamu berlari begitu saja, tanpa meringis kesakitan. Padahal jika kamu awalnya masih suci, pasti kamu akan merasa kesakitan bukan? kedua, aku juga sering melihatmu, masuk hotel dengan pria yang berbeda-beda. Kemarin aku tidak membongkarnya di depan orangtuaku hanya untuk memberikan kalian berdua kesempatan untuk mengakuinya, tapi kalian sama sekali tidak mengindahkannya. Jadi, sekarang kalian rasakan lah imbasnya!" terang Aby, dengan sudut bibir yang tertarik ke atas, tersenyum merendahkan.

__ADS_1


Shasa menghambur dan menjatuhkan dirinya dan berlutut sambil memegang kaki Aby.


"Maafkan Aku, By! please tarik semua video itu, dan aku berjanji tidak akan mengusikmu lagi." mohon Shasa yang langsung diikuti oleh Ningsih.


"Maaf, aku tidak bisa! karena bagaimanapun, itu semua sudah terekam di ingatan masyarakat, dan jejak digitalnya akan terus ada." tolak Aby, tegas.


"Ken, Vin, ayo kita pulang!"


"Tunggu!" Aby yang nyaris melangkah, menyurutkan langkahnya, dan menoleh ke arah Ningsih yang memanggilnya.


"Asal kamu tahu, kemungkinan di rahim Shasa juga __"


"Mi!" Shasa menyela ucapan maminya sambil menggelengkan kepala.


"Inseminasinya gagal,Mi!" bisik Shasa yang membuat Nigsih lemas dan tersungkur kembali ke lantai.


"Kemungkinan apa? kenapa kamu tidak melanjutkan ucapanmu, Hah? kamu mau mengatakan kalau di rahim Shasa sudah ada janin? boleh jadi ... tapi aku pastikan kalau itu bukan benihku. Paham kamu!" ucap Aby dengan nada datar, tapi penuh penekanan.


"Ayo, Ken, Vin kita pulang!" Mereka bertiga, berjalan keluar meninggalkan kediaman Bima.


"Apa maksudmu dengan gagal?" tanya Ningsih setelah Aby dan kedua sahabatnya itu keluar.


Shasa menceritakan apa yang sudah terjadi, membuat Ningsih semakin lemas tidak memiliki harapan lagi.


"Seandainya tadi mami keceplosan, bisa-bisa dia semakin marah, kalau ketahuan sudah mencuri Sper**manya, Ma. Jadi lebih baik kita diam saja. Biarkan saja dia tidak tahu, kalau ada rahim wanita lain yang kemungkinan sudah mengandung anaknya." ucap Shasa dengan wajah sendu.


"Kalian berdua memang sudah keterlaluan! sekarang kalian kemasi pakaian kalian berdua, dan pergi dari sini!" Celetuk Bima tiba-tiba.


Tbc


Kencengin like, vote dan komennya dong, gais. Thank you

__ADS_1


__ADS_2