Anak Kembar Sang Penguasa

Anak Kembar Sang Penguasa
Siapa wanita itu?


__ADS_3

"Pak Aby, ini dia dokter Iqbalnya." ucap Yuda, memperkenalkan seorang laki-laki yang masih terlihat muda di belakangnya.


"Mm, kami keluar dulu ya, by, sepertinya ada hal yang sangat penting mau disampaikan dokter ini," ucap Kenjo sambil berdiri diikuti oleh Calvin.


"Tidak apa-apa, kalian berdua tidak usah pergi. Kalian di sini saja." ucap Aby.


"Silahkan duduk, Dokter Iqbal." sambung Aby kembali, sambil menunjuk ke arah sofa.


"Terima kasih, Tuan!" Dokter Iqbal mendaratkan tubuhnya duduk di atas sofa yang ditunjuk oleh Aby.


"Kata asisten saya, katanya anda ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting, kalau boleh tahu, hal apa yang sangat penting itu?" tanya Aby to the point.


"Hmm, begini Tuan Aby. Sebelumnya aku minta maaf dulu sudah lancang datang ke kantor Tuan Aby, tapi aku sudah tidak bisa menyimpan rasa bersalahku lagi pada seorang gadis, yang kemungkinan sedang mengandung anak Tuan Aby."


Mata Aby membesar dengan sempurna, terkesiap kaget dengan kalimat yang baru saja dilontarkan oleh Dokter Iqbal. Apa kabar dengan Kenjo dan Calvin? tentu saja mereka tidak kalah kaget dengan Aby.


Aby berdiri dan mencengkram kerah baju, Dokter Iqbal, karena dirinya merasa sedang difitnah


"Maksud anda apa? siapa yang mengandung anakku, Hah?!" bentak Aby dengan sorot mata yang menghunus tajam.


"Ma-maaf, Tuan! tolong lepaskan dulu cengkraman anda! Aku belum selesai bicara." ucap Dokter Iqbal, gemetaran.


"Sabar, By! dengarkan dulu dia bicara, kamu jangan langsung terpancing emosi begini!" Kenjo melerai tangan Aby dari leher Dokter Iqbal yang langsung menarik napas lega


"Bagaimana aku tidak kesal, Ken, dia mengatakan kalau ada wanita yang sedang mengandung anakku, apa menurutmu ini tidak gila. Secara tidak langsung dia mau memfitnahku." Aby berucap dengan amarah yang berapi-api, seraya menatap sinis pada Dokter Iqbal.


"Bu-bukan seperti itu maksudku Tuan! aku tidak bermaksud memfitnah anda. Aku tahu, kalau anda pun tidak tahu menahu dengan masalah ini. Apa anda mengenal wanita bernama Shasa?"


"Apa maksud kamu? apa kamu mau mengatakan kalau wanita itu sudah mengandung anakku? lelucon apa lagi ini? apa kamu kira aku bakal percaya, kalau bayi yang dikandung Shasa itu anakku?" Amarah Aby semakin memuncak, dan seperti siap untuk menelan Dokter Iqbal hidup-hidup.


" Tuan Aby, tolong izinkan aku menyelesaikan ucapanku dulu. Aku tidak mengatakan kalau Wanita yang bernama Shasa yang kemungkinan telah mengandung anakmu. Tapi,__"


"Tapi apa? hah?!" Aby memotong ucapan dokter itu, tanpa mengurangi kadar tajam tatapannya.


"Aby, biarkan dulu Dokter Iqbal menyelesaikan ucapannya! kamu jangan memotong terus!" kali ini Calvin buka suara, menenangkan Aby.


"Ok, lanjutkan!" ucap Aby, akhirnya kembali mendaratkan tubuhnya duduk di tempat dia duduk tadi.


"Terima kasih,Tuan!" ucap Dokter Iqbal, kembali duduk juga. "Aku mau mengatakan, kira-kira 7 bulan yang lalu, Nona Shasa berniat melakukan program bayi inseminasi dengan mencuri Sper**ma anda, melalu temannya yang bernama Gilang. Aku menerima milik Tuan Aby, tanpa tahu itu milik siapa, karena aku mengira, kalau Sper**ma itu milik Gilang sendiri. Pria itu, hanya mengatakan kalau aku harus memasukkan Sper**ma itu pada wanita yang bernama Shasa. Tapi, pada saat itu, ada seorang wanita yang masuk, dan tiba-tiba pingsan, aku mengira kalau wanita itu adalah Shasa. Mengingat pesan, Gilang yang mengatakan harus cepat begitu Shasa datang, aku langsung masukin saja benih itu pada wanita yang pingsan tadi. Ternyata dua jam setelah itu, Shasa datang dan meminta aku melakukan proses inseminasinya. Dia marah-marah, karena aku sudah salah orang, begitu Tuan Aby," jelas Dokter Iqbal dengan panjang lebar tanpa jeda.


"Bagaimana anda tahu kalau itu punyaku? bukannya anda bilang kalau anda mengira kalau itu milik Gilang? bisa jadikan kalau itu benar-benar milik Gilang?" suara Aby tidak setinggi tadi, tapi dari matanya, tampak kaku dia belum percaya kalau benih yang dimasukkan dokter Iqbal pada wanita yang tidak dikenal itu, miliknya.

__ADS_1


"Memang benar, Tuan. Karena itulah selama ini aku tidak mencari Tuan. Tapi kemarin___"


Flashback On.


Iqbal masuk ke dalam sebuah restoran untuk makan siang, yang sudah terlambat 1 jam.


Setelah selesai memesan menu yang dia inginkan, matanya menangkap sosok wanita dan pria yang sangat dia kenal, dan pernah berurusan dengannya.


Dokter Iqbal langsung memasang telinganya baik-baik untuk mendengarkan apa yang sedang dibicarakan keduanya.


"Gilang, kamu harus membantuku, kalau tidak aku bisa membocorkan rahasiamu pada Aby, yang kamu pernah mencuri sper**ma miliknya." ucap Shasa dengan nada yang mengancam.


Mendengar ucapan Shasa, Dokter Iqbal tidak tinggal diam, dia mengambil ponselnya dan merekam pembicaraan keduanya melalui video.


"Kamu jangan macam-macam ya! aku tidak mau, Bagaskara Company membatalkan kerja sama kami, hanya karena mulut lemesmu ini. Lagian kamu sendiri yang salah, kenapa kamu datang terlambat saat itu, kenapa kamu masih menyalahkanku?" terdengar suara Gilang yang tidak mau disalahkan.


"Ok, Ok, aku salah dan sekarang aku tidak mempermasalahkan itu lagi. Tapi sekarang aku mau, kamu bekerja sama denganku untuk memisahkan Aby dan Celyn."


"Tapi, kenapa aku harus membantumu memisahkan mereka?" tanya Gilang lagi.


"Karena dari kecil aku tidak menyukai Celyn. Dan aku tahu kalau kamu ada hati kan dengan Celyn? Jadi intinya kita sama-sama diuntungkan di sini."


"Bodoh! apa gunanya kamu mengenal baik Celyn. Kamu bisa berpura-pura baik padanya kan? setelah itu kita bisa singkirin dia jauh-jauh dari Aby, dan kamu bisa dapatkan Celyn. Setelah itu, kita bisa berpura-pura mengirimkan photo, ke Aby, kalau kamu dan Celyn sudah tidur bersama, bagaimana?" tanya Shasa, memberikan idenya.


Gilang, menyeringai sinis dan mangut-mangut.


"Ide kamu boleh juga! Tapi, kamu jangan kasih tahu, kalau aku pernah membuat dia tertidur dan mencuri sper**manya!" ancam Gilang.


"Kalau untuk itu, kamu tenang saja, aku juga tidak mau mendapat murka dia lagi. Aku sudah cukup menderita, dengan tinggal di rumah sempit selama ini.__Tapi, apa mungkin wanita yang mendapatkan Sper**ma Aby itu hamil?" tanya Shasa lagi.


"Kamu tenang saja, aku yakin kalau gadis itu pasti menggugurkannya. Tidak mungkin dia masih mempertahankan bayi yang dia tidak tahu datangnya dari mana, iya kan?"


Shasa manggut-manggut, membenarkan.


"Iya, itu mustahil!" ucap Shasa, tersenyum miring.


Dokter Iqbal merasa bukti yang dia punya sudah cukup. Dia langsung mematikan rekaman videonya dan memasukkan kembali ponselnya itu kedalam saku celananya.


"Jadi, benih itu milik Tuan Aby dari Bagaskara Company? Terima kasih Tuhan, akhirnya aku bisa tahu juga. Jadi, aku bisa secepatnya memberitahukan pada tuan Aby." bisik Dokter iqbal sambil menarik napas lega.


Flashback Off

__ADS_1


"Seperti itu ceritanya, Tuan, dan ini video pembicaraan mereka berdua." Dokter Iqbal memberikan ponselnya pada Aby untuk melihat video rekamannya.


Aby menggeram kesal sambil mengepalkan tangannya, melihat video yang direkam oleh Dokter Iqbal itu.


"Jadi, apa anda mengenal wanita yang anda masukkan benih saya itu?" tanya Aby.


"Maaf, Tuan. Aku sama sekali tidak kenal dan tidak sempat untuk bertanya, karena gadis itu pingsan. Tapi__"


"Tapi apa? jadi bagaimana aku bisa tahu siapa dia, Hah?" Aby kembali berdiri, dan suaranya kembali meninggi.


"Tuan, tenang dulu! aku juga tidak bodoh. Hari itu aku sengaja, menyimpan hasil rekaman CCTV di ruangan saya, sebelum kejadian itu terhapus otomatis. Di rekaman CCTV itu, jelas terlihat wajah wanita itu, Tuan." Terang Dokter Iqbal, membuat manik mata Aby berbinar.


"Mana, rekamannya? tunjukkan padaku!" ucap Aby tidak sabar.


Dokter Iqbal, terlihat merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah benda kecil berwarna hitam, yang diketahui kalau benda itu, adalah Flashdisk.


Aby yang sangat tidak sabar untuk melihat wajah wanita itu, langsung merampas flashdisk dari dokter Iqbal dan melangkah menuju laptopnya.


"Tunggu dulu, By!" cegah Kenjo tiba-tiba.


"Ada apa?" Aby mengrenyitkan keningnya.


"Sebelum kamu lihat rekaman itu, aku mau tanya kamu dulu, bagaimana nasib Celyn nanti kalau kamu tahu siapa wanita itu? apa kamu akan menceraikan Celyn dan mencari wanita itu untuk menikahinya?"


Aby bergeming, terpaku di tempatnya. Pemikirannya tidak sampai ke arah sana. Seketika bayangan Celyn yang menangis berkelebat di pikirannya.


"Aku berjanji tidak akan menceraikan Celyn. Aku hanya ingin tahu wajah wanita itu, dan mencari tahu, apakah wanita itu benar-benar hamil, dan mempertahankan kandungannya atau menggugurkannya? Kalau dia mempertahankannya, aku akan menanggung jawabi anak itu, tanpa menikahi wanita itu. Dan mereka akan mempunyai hak yang sama dengan anak yang dikandung oleh Celyn," ucap Aby tegas.


"Baiklah, aku pegang kata-katamu! dan kamu harus menjamin kalau wanita itu nantinya tidak akan berbuat macam-macam dengan Celyn," ucap Kenjo tidak kalah tegasnya, dan Aby menganggukkan kepala, menyanggupi.


Kemudian dengan dibantu oleh Dokter Iqbal, Aby melihat rekaman CCTV itu.


"Ini wanita itu,Tuan," tunjuk Dokter Iqbal ke arah wanita yang wajahnya terekam jelas di video itu.


"Celyn!" pekik Aby sembari tersungkur ke belakang saking kagetnya.


Tbc


Ok, Aby sudah tahu ya Gais.


Aku sengaja membuat alur dimana Aby tidak melakukan hubungan suami istri dengan Celyn walaupun sudah menikah, karena walaupun mereka melakukannya dan Aby tahu kalau Celyn masih perawan, Aby tetap tidak kan tahu kalau bayi yang dikandung Celyn adalah anaknya. Bisa jadi dia tahu, kalau Celyn hamil dengan cara inseminasi, tapi pemikiran Aby tidak akan sampai, ke arah yang 'dialah pemilik sper*ma' yang di masukkan ke rahim Celyn. Karena dia tidak pernah merasa kalau ada yang mengambil Sper*manya. Aku sengaja membuat alurnya, agar terlihat masuk akal saja. Terima kasih sudah sabar menunggu.😁

__ADS_1


__ADS_2